Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 29


__ADS_3

Shela segera menghampiri Mondy, ia merasa jika sekarang waktunya tepat untuk mendekati Mondy apalagi tidak ada sosok wanita kampungan di dekatnya itu.


" Mondy apa kamu mau tambah lagi pesanannya " tawarkan Shela


" Tidak usah " ucapnya cuek


" Ish Mondy kenapa kamu sulit untuk di dekati sih.. aku tidak boleh menyerah " batin Shela


" Oh ya Mondy sudah lama aku tidak main ke mansion mu.. Bagaimana kabar Tante Laura apa beliau baik-baik saja?? " Ucapnya ingin lebih mengakrabkan diri


" Mamah baik... " Ucap Mondy masih saja cuek


Mondy segera mengambil handphone, ia segera menghubungi Maya ia takut terjadi sesuatu padanya karena Maya pergi ke toilet lumayan lama.


Namun dugaannya salah, Mondy malah mendengar suar dering handphone di tas milik Maya. Yang lebih Mondy kagetkan adalah suara dering handphone jaman dulu. Kalian tahu suara handphone yang bunyinya tulalit tulalit itu loh.


Shela ingin rasanya tertawa terbahak-bahak di depan Mondy ketika mendengar suara handphone milik Maya, tapi tidak bisa ia lakukan karena ia tidak ingin membuat Mondy lebih tidak suka dengannya, ia harus menjaga sikapnya di depan Mondy dan semua orang agar terlihat baik di mata mereka.


Mondy membuka tas milik Maya, disana memang terdapat handphone milik Maya, Mondy benar-benar menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan cara pikir Maya, dia bisa saja membeli handphone yang mahal apalagi beberapa kali ia di berikan bonus oleh Mondy.


" Loh Mondy kenapa handphone Maya seperti itu.. kasihan sekali aku jadi sedih.. " ucap Shela


" Cih, ternyata benar dugaan ku, masa ia Mondy mau sama Cewe modelan kaya begitu.. mereka pasti tidak benar-benar menjalin hubungan buktinya Mondy tidak memperlakukan Maya dengan baik " batin Shela senang


" Dasar Maya, bikin malu saja.. handphone seperti ini harusnya di museum kan saja " batin Mondy


Ia melihat jam di tangannya, Maya sudah pergi ke toilet lebih dari setengah jam. Mondy merasa ad yang aneh, ia pun segera berdiri lalu pergi dari sana sedangkan Shela ia bingung karena tiba-tiba Mondy pergi dari sana.


" Mondy mau kemana kamu.. " tanyanya


Jeri bangun dari tempat duduknya lalu segera mengikuti langkah sang majikan sama halnya dengan shela ia juga penasaran dengan kepergian Mondy, ia memutuskan untuk mengikuti Mondy dari belakang.


Merek kaget karena Mondy sekarang sudah berada di depan toilet wanita. Ia ingin masuk namun ia tahan karena ini daerah kekuasaan wanita mana mungkin dia masuk kedalam nanti kalau ada wanita di dalam selain Maya mungkin ia akan di sebut laki-laki berengsek sang suka mengintip wanita di toilet.


" Jeri kamu masuk ke dalam lalu segera temukan Maya " titahnya membuat Jeri menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Kenapa?? Cepat lakukan tugasmu.. biasanya kamu langsung cekatan dalam tugas kenapa sekarang lelet " cibirnya

__ADS_1


" Astaga Tuan bagaimana ini, ini toilet wanita bisa di hajar oleh kaum wanita jika aku masuk kedalam " dalam hati ingin sekali ia protes namun tidak bisa ia lakukan.


Ia memegang pintu toilet wanita dengan ragu-ragu rasanya lebih baik ia bertarung melawan tiga sampai lima orang dari pada harus masuk kedalam toilet wanita seperti ini.


" Sial, bisa gawat kalau Mondy menemukan Maya, aku harus tenang dan membuat seolah-olah aku adalah pahlawannya " batin Shela


" Tunggu asisten Jeri anda mau kemana?? Kenapa mau masuk kedalam toilet wanita " ucap Shela dengan wajah kaget


" Ini bukan urusan mu.. cepat Lakukan Jeri " Bentaknya


" Mondy ini toilet Wanita tidak baik jika Asisten Jeri masuk kedalam.. " ucap Shela masih mencegah Merek masuk kedalam


Ia tidak ingin jika Maya menceritakan tentang kejadian hari ini, sebelum itu terjadi lebih baik dia terlihat seperti pahlawan yang sedang membantu Maya.


" Yang di katakan Nona Shela benar Tuan.. " ucap Jeri tampak ragu-ragu


" Mondy, aku tahu kamu pasti sedang khawatir dengan keadaan Maya.. biar aku saja yang ke dalam untuk mencarinya " ucapnya membuat Jeri tersenyum lega karena tugas beratnya tidak jadi ia lakukan.


" Baiklah.. "


Shela segera masuk kedalam tentunya dengan wajah kesal, jujur saja memang ia mengunci Maya di salah satu toilet di sana, tak lupa ia juga mematikan lampu kamar mandi. Ia hanya ingin menakut-nakuti Maya tanpa menyakitinya sama sekali.


Suara teriakan Shela terdengar sampai ke luar membuat Asistennya yang bernama Boby langsung berlari menuju salah suara tersebut.


" Nona Shela apa anda baik-baik saja.. " tanya Boby dengan wajah panik


" Maya... Dia.. "


" Ada apa dengan Maya " ucap Mondy segera menghampiri Shela dan Boby


Mondy kaget karena Maya tidak sadarkan diri, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Maya saat ini. Boby tiba-tiba menggendong tubuh Maya, terlihat juga dari wajahnya jika ia khawatir sama halnya dengan Mondy sekarang.


" Turunkan dia .. " bentak Mondy


" Tapi Tuan kita harus membawanya ke rumah sakit " ucap Boby membuat Mondy semakin marah


" Aku bilang turunkan dia " teriakan Mondy membuat Boby mau tidak mau menurunkan tubuh Maya

__ADS_1


Setelah Boby menurunkan tubuh Maya, kini giliran Mondy yang mengangkat tubuh Maya, wajahnya menjadi khawatir ketika melihat wajah Maya dari dekat. Dengan mulai melemparkan tatapan tajam pada Boby.


" Aku tidak suka milik ku di sentuh oleh orang lain " ucapnya langsung pergi dari sana menuju mobilnya bersama dengan jeri


Sedangkan Boby ia terduduk lemas berhadapan dengan Mondy memang sangat berat apalagi ia juga tidak bisa membiarkan Maya seperti tadi. Sementara Shela hanya berharap jika Maya tidak terjadi sesuatu agar dirinya tidak di salahkan.


" Boby kita ikuti mereka ke rumah sakit " ucap Shela membuat Boby senang karena ia bisa melihat bagaimana keadaan Maya kedepannya.


" Baik Nona "


Mereka langsung mengikuti mobil yang di kendarai Jeri. Shela benar-benar selimuti dengan rasa bersalah pada Maya apalagi ia tidak mau jika Maya mengadu yang macam-macam pada Mondy itu akan membuatnya rugi besar.


Sedangkan di dalam mobil Mondy terlihat sangat panik karena Maya tidak bangun-bangun padahal sedari tadi ia mengguncangkan tubuh Maya siapa bangun namun tetap saja Maya tidak bangun.


" Jeri kamu bisa mengendarai mobil tidak kenapa rasanya seperti siput, kita dalam keadaan darurat.. ngebut dong " cibir Mondy


" Tapi Tuan.. "


" Kalau terjadi sesuatu pada Maya karena keleletan mu, kamu harus bertanggung jawab " bentaknya


" Baik Tuan " ucap Jeri langsung menaikan kecepatannya dia benar-benar ngebut agar cepat sampai di rumah sakit tapi tuannya malah menendang kursi


" Kamu mau membuat Maya mati ketakutan... Yang benar mengendarai mobil hah.. kamu jangan membuat Maya dalam bahaya.. " bentak Mondy


" Tapi Tuan... "


" Lihat saja kalau terjadi sesuatu pada Maya gara-gara ulah ugal-ugalan mu.. akan ku kirim kau ke kutub Utara.. " bentak Mondy


" Ya Tuhan, nasib.. nasib jadi serba salah begini aku harus sabar " batin Jeri


" Kenapa dia tidak bangun-bangun sih.. " batin Mondy


Kini mereka tiba di rumah sakit, Mondy langsung menggendong Maya kedalam sedangkan Jeri ia mencari pertolongan untuk Maya pada salah satu perawat disana.


Seorang perawat laki-laki segera membawa blangkar, Maya di baringkan disana dan dia di bawa ke ruang UGD untuk segera di tangani oleh dokter.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2