Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 13


__ADS_3

Setelah selesai bekerja, mereka segera pulang, Mondy memilih untuk diam dan mengacuhkan Maya, ia masih kesal dengan perbuatan yang di lakukan Maya. Biasa-biasa ia memberikan makanan yang murah seperti makanan Warteg.


Sedangkan orang yang di diamkan Mondy malah senang karena sikap Mondy mendiamkannya jadi tidak memerintah dia seenaknya.


Mereka sudah sampai di rumah, Mondy segera masuk ke kamarnya sedangkan Maya menghampiri Laura hanya sekedar menyapanya.


" Sore Tante... " Sapa Maya


" Kamu sudah pulang May,.. bagaimana di kantor pekerjaan kamu lancar, Mondy tidak mempersulit mu " tanya Laura penasaran


" Bukan Mempersulit lagi tapi memerintah sesuka hatinya dan yang tidak masuk di akal.. tapi mana berani aku beritahu Tante Laura " batin Maya


" Tidak Tante, semuanya Lancar.. " ucap Maya sambil tersenyum


" Kalau Mondy macam-macam bahkan membuatmu kesusahan kasih tahu Om, nanti om akan tegur dia " ucap Alex


" Tidak om, Tuan Mondy baik ko di kantor " ucap Maya sambil tersenyum


" Sekarang kamu mandi, setelah itu temui Tante di halaman belakang " ucapnya sambil tersenyum


" Baik Tante, Maya permisi dulu " ucapnya segera masuk kedalam kamarnya lalu membersihkan tubuhnya.


Ia mulai suka dengan suasana rumah ini, Tante Laura yang hangat dan Om Alex yang baik meskipun putra mereka suka marah-marah. Namun kebaikan mereka tidak akan membuat Maya lupa.


Setelah selesai mandi sesuai dengan ucapan Laura, Maya segera pergi ke halaman belakang, ia menduga jika Laura sudah berada di sana duduk di antara bunga-bunga seperti kebiasaannya sebelumnya.


Maya duduk menghampiri Laura yang sedang menikmati pemandangan. " Tante bunganya indah sekali dan harum lagi " ucap Maya sambil tersenyum


" Ketika sore hari Tante suka melihat pemandangan ini, rasanya rileks sekali "

__ADS_1


" Tante benar, di tambah angin yang sejuk sambil melihat matahari terbenam, ini benar-benar indah Tante " ucap Maya


" Oh ia Maya bagaimana tadi kamu di kantor.. kamu belum cerita apapun pada Tante " ucap Laura tampak penasaran


" Bagaimana ini... Mana mungkin aku bohong, tapi kalau aku cerita semuanya, Tuan Mondy pasti akan di marahi oleh Tante Laura " batin Maya


" May kenapa melamun, ayo katakan?? apa Mondy menyakiti mu?? " Tanya Laura


" Eh tidak Tante... Tuan Mondy baik ko " ucap Maya


" Sudah jangan bohong cepat cerita pada Tante apa yang terjadi tadi ketika di kantor "


Maya menceritakan bagaimana dia di kantor dengan Mondy, bagaimana dia bekerja, Fokusnya Mondy bekerja dan yang terakhir mereka menceritakan tentang semur jengkol.


Sontak membuat Laura tertawa karena keluarnya belum pernah mencoba makanan itu, ia juga sempat menanyakan apa itu semur jengkol. Maya tampak bingung menggambarkan semur jengkol karena mereka sendiri tidak tahu jengkol seperti apa.


Laura langsung mengambil handphonenya lalu melihat di internet gambar semur jengkol, sepertinya enak itu yang ada di pikiran Laura setelah melihat gambar semur jengkol.


Dengan antusias Maya segera menganggukkan kepalanya dan menceritakan bagaimana enkanya semur jengkol, mendengar hal itu Laura berpikir jika besok ia harus makan siang dengan semur jengkol seperti yang di ceritakan oleh Maya.


Sore sudah berganti malam, mereka siap-siap untuk makan bersama tentunya dengan Mondy di sana. Terlihat wajah Mondy kesal dan marah menatap wajah Maya.


" Kenapa Tuan Mondy menatapku seperti itu.. rasanya seram seperti sedang di tatap malaikat maut saja " batin Maya


" Lihat pembalasan ku Gadis kampung " batin Mondy


Mereka makan dengan makanan yang sudah di siapkan. Mereka terlihat lahap tapi tidak dengan Mondy, entah kenapa setelah memakan daging ayam di depannya rasanya tidak enak, beda jika tidak sebandingkan dengan semur jengkol yang tadi siang ia makan.


" Ada apa dengan lidahku masa lebih enak semur jengkol di bandingkan dengan ayam ini, dasar gadis kampung semua ini pasti gara-gara dia... lidah ku jadi ternodai semur jengkol" Batin Mondy kesal

__ADS_1


" Kenapa Mondy makannya sedikit?? " Batin Laura


Maya dan Alex terlihat lahap memakan hidangan yang ada di sana, mereka tidak menyadari jika Mondy terlihat tidak berselera makan.


Setelah selesai makan, barulah Laura mengajak ngobrol Mondy di depan Alex dan Maya.


" Mondy ada apa dengan mu nak, sepertinya kamu tidak berselera makan?? " tanya sang mamah


" Apa makanannya tidak enak?? " Tanya Alex bingung


" Tidak ko om dan tante, makanannya enak " ucap Maya


" Ini semua gara-gara Semur jengkol, eh maksud ku gara-gara gadis kampung itu " ucap Kesal Mondy


" Semur jengkol?? apa Tuan Mondy masih marah padaku gara-gara tadi siang?? " Batin Maya


" Memangnya salah Maya apa sama kamu ?? " Tanya Laura tampak bingung


" Mulutku bau, di kamar mandi juga bau sekali... Menyesal aku makan jengkol " ucapnya masih menatap wajah Maya dengan kesal


" Maafkan aku Tuan.. "


" Mondy sudahlah, lagian Maya sudah minta maaf juga padamu " ucapnya Alex membuat Mondy langsung meninggalkan mereka


Maya merasa bersalah pada Mondy namun ia juga sudah meminta maaf pada Mondy meskipun tidak di tanggapi sama sekali.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2