Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 12


__ADS_3

Setelah kejadian tersebut Mondy tidak lagi memerintah Maya, ia lebih baik diam dan fokus dengan pekerjaannya, apalagi dia juga sibuk memeriksa hasil kerja Maya yang belum sempurna menurut dia apalagi ini juga pengalaman Maya bekerja membuat laporan.


" Maya, ini salah, dan ini juga salah kamu perbaiki " ucap Mondy


" Baik Tuan.. " ucap Maya langsung mengambil laporan tersebut


" Tumben dia tidak bentak-bentak aku.. oh apa karena lidahnya kemanisan " batin Maya


Maya kembali fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya, ia juga tampak memperhatikan majikannya itu yang sangat serius dan fokus ketika bekerja.


" Apa dia tidak marah-marah ketika bekerja dan tidur saja.. tapi tidak apa-apa jangan sampai dia mempersulit pekerjaan ku " batin Maya


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang, mereka terlalu asik bekerja hingga Jeri mengingatkan mereka jika sudah waktunya makan siang.


Mondy memilih untuk memesan makanan saja, ia ingin makan di ruangannya karena pekerjaannya masih banyak dan tidak bisa ia tinggalkan, begitulah Mondy kalau sudah bekerja lupa waktu.


" Tuan, sudah waktunya makan siang " ucap Jeri sambil tersenyum


" Baik " ucap Mondy memberikan kode agar Jeri keluar dari kantornya


" Maya, kamu Belikan makanan untuk saya " titahnya


" Tapi Tuan saya tidak tahu makanan apa kesukaan Tuan " ucapnya takut salah lagi mengingat bagaimana dia capenya membuat Kopi


" Terserah kamu saja, asalkan tidak makanan yang pedas " ucapnya


" Baiklah Tuan " ucapnya sambil melangkah pergi dari ruangannya


Terlihat sepi ia mencoba memberanikan diri untuk naik kedalam lift meskipun ia tampak ragu-ragu namun jika harus menuruni tangga rasanya ia tidak mungkin.


Ia melakukan apa yang tadi ia lihat ketika Mondy menekan tombol saat naik Di lift. Selama dia lift ia terus berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.


" Tuhan selamatkan hamba mu ini " batin Maya


Tak lama kemudian pintu lift terbuka tampak tandanya ia sudah sampai di lantai 1, ia segera keluar dari kantor walaupun ia bingung harus membelikan apa untuk majikannya itu.


Ia melihat sekitar kantor tampak banyak kafe yang berjajar di sana, bahkan sebagian penuh dengan para karyawan yang sedang makan siang disana.


" Apa yang harus aku beli.. aku jadi bingung " batin Maya


Ia tampak senang karena ada salah satu tempat makanan yang tampak tidak terlalu ramai, ia masuk kedalam dan memilih beberapa menu lalu membayarnya. ia ingat salah satu makanan kesukaan sang majikan.


Setelah selesai membeli makanan, ia kembali ke dalam kantor ia sudah mulai tenang menaiki lift apalagi ada beberapa makanan yang ia adalah makanan yang ia sukai.


Setelah sampai di lantai dimana ia bekerja, ia segera menuju pentri untuk menyajikan beberapa makanan kepada sang majikan. Sambil tersenyum ia menyajikan makanan di atas meja tentunya bukan meja tempat majikannya bekerja.

__ADS_1


" Tuan makanannya sudah siap " ucapnya sambil tersenyum


Mondy melihat ada udang asam manis kesukaannya, namun ia heran karena menu makanan di depannya ada tahu tempe capcay dan semur jengkol.


" Tuan saya belikan udang asam manis untuk Tuan karena kata Pak jeri Tuan sangat menyukai menu tersebut "


" Is ok.. " ucapnya mulai menyantap makanan yang di berikan Maya dan ternyata enak


" Bagaimana Apa Tuan enak?? " Tanya Maya


" Em.. enak.. lumayan " ucapnya sambil memakan udang tersebut


" Syukur kalau Tuan suka.. " ucap Maya langsung menyantap makanan miliknya


" Padahal aku sudah bingung tadi mau beli apa?? Syukur kalau dia suka " batin Maya


" Ternyata enak juga makan yang Maya beli, dia pintar juga memilih restoran " batin Mondy


" Maya, apa itu bulat-bulat " tanyanya menunjuk pada salah satu makanan kesukaan Maya


" Ini Semur jengkol Tuan, mau mencobanya?? " ucapnya sambil tersenyum


" Enak tidak rasanya " tanya Mondy masih penasaran dengan salah satu makanan yang membuat Maya lahap memakannya


Mondy mulai mengambil satu sendok semur jengkol lengkap dengan bumbu yang menggoda lidahnya. Saat semur jengkol masuk kedalam mulutnya ternyata ia tidak menyangka rasanya enak bahkan udang miliknya pun kalah dengan rasa semur jengkol. ( hayo siapa yang suka semur jengkol )


" Em, enak... Sangat enak " ucapnya langsung menyantap makanan enak itu


" Ternyata orang kaya juga suka semur jengkol, memang semur jengkol paling enak " batin Maya


" Dari mana Maya mendapatkan makanan yang enak ini, restorannya pasti mahal " batin Mondy


Tak terasa kini makanan yang ada di depannya itu sudah habis semua. Mondy merasa sangat kenyang apalagi semur jengkol itu membuat dia sangat lahap makan siangnya.


" Maya, kamu beli di restoran mana semur jengkol itu, nanti pulang kerja saya mau beli lagi untuk di makan di rumah " ucapnya sambil tersenyum


" Eh, dia tersenyum.. bos galak tersenyum.. wah keajaiban semur jengkol membuat bos galak tersenyum " batin Maya senang


" Restoran itu apa Tuan.. " tanyanya maklum di kampung tidak ada yang namanya restoran


" Tempat makan.. biasanya selalu terpanggang papan namanya besar di depan tempat itu " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya


" Oh papan nama, bilang dong dari tadi jadi saya mengerti.. " ucap Maya sambil tersenyum


" Dasar kampungan masa restoran saja tidak tahu " batin Mondy

__ADS_1


" Ia coba katakan apa nama restorannya " ucap Mondy yang masih penasaran


" Em.. kalau ga salah nama restorannya Warteg bahari " ucap Maya jujur


" What?? Warteg?? Itu bukan restoran tapi tempat makan warung Tegal " bentak Mondy dengan wajah kaget


" Kata Tuan barusan restoran sama dengan tempat makan "


" Astaga Maya kenapa kamu beli makanan di tempat itu, bagaimana kalau makanannya tidak higienis, lalu tempatnya jorok.. kalau saya sakit perut bagaimana " ucap marah Mondy


" Saya jamin Tuan tidak akan sakit perut " ucap Maya dengan wajah ketakutan


" Awas saja kalau terjadi apa-apa dengan saya, akan saya buat perhitungan dengan kamu " bentaknya lagi


" Ada apa dengan makanan warteg bukannya dia suka, lihat makanannya habis semua karena ia makan " batin Maya bingung


" Sial, kenapa aku tidak curiga dari awal tentang makanan yang ia bawa,, bodohnya aku restoran mana yang menjual semur jengkol " batin Mondy dengan raut wajah kesal


" Maafkan saya Tuan, habisnya saya bingung mau membelikan apa, kata Tuan apa saja jadi saya memilih warteg karena harganya juga murah.. makanannya enak, itu uang saya sendiri Tuan.. " ucap Maya membantu Mondy kaget


" Apa uang kamu.. cih kenapa kamu tidak minta padaku " bentak Mondy


" Tuan sedang sibuk saya tidak berani menggangu.. " ucap Maya sambil menundukkan kepalanya


Mondy mengambil dompetnya lalu memberikan uang seratus ribu lima lembar. " Ini aku bayar.. tapi lain kali jangan sekali-kali kamu berikan makanan murah seperti itu,, levelku restoran bintang lima bukan warteg kamu mengerti... " Ucap Mondy masih berwajah marah


" Mengerti Tuan tapi ini kebanyakan " ucap Maya namun mengambil uang tersebut


" Ambil saja, hitung-hitungan ongkos kirim untuk mu " ucap Mondy segera menuju meja kebesarannya dan melanjutkan pekerjaannya


" Ongkos kirimnya besar sekali kalau tidak hari begini terus uangku banyak dan aku bisa segera pindah dari rumah Tante Laura, aku tidak mau menyusahkan Tante Laura terus " batin Maya


Maya kembali lagi bekerja dengan perasaan senang karena mendapat rezeki yang tak terduga hari ini. Andai setiap hari ia dapat rezeki seperti ini.


.


.


.


Bersambung...


Yang suka Semur jengkol boleh like dan Komen...


Terima kasih semua...

__ADS_1


__ADS_2