Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 20


__ADS_3

Pelayan menawarkan Maya untuk mencoba dua gaun yang sudah di sediakan untuknya, sebenarnya Maya kurang begitu suka dengan gaun yang di tawarkan karena gaun tersebut menurutnya terlalu seksi alias kurang bahan (maklum orang kampung melihat baju terbuka pasti di kiranya kurang bahan).


" Apa tidak ada gaun yang lebih tertutup?? " Tanya Maya pada salah satu pelayan yang ada di sana


" Tidak ada Nona, ini gaun keluaran terbaru dan limited edition.. nona harus coba gaun ini " ucapnya


" Astaga Tuhan kenapa bajunya semua kurang bahan, bisa masuk angin jika aku memakai pakaian seperti ini " batin Maya


Mau tidak mau Maya mencoba gaun yang berwarna merah, karena gaun yang berwarna hitam terlalu terbuka di bagian dada, ia tidak nyaman memakai baju seperti itu, walaupun baju merah pun sama terbuka di bagian belakang seperti sinder bolong (itu hantu yang punggungnya bolong).


" Sepertinya ini lebih baik, meskipun besok punggungku penuh dengan tanda kerokan karena masuk angin " batin Maya


Setelah memakai gaun, ia pun segera menghampiri Jeri, memperlihatkan apakah gaun itu sudah cocok atau belum di badannya. Jeri di buat melotot karena penampilan Maya kini yang terlihat semakin cantik.


" Ternyata Maya cantik sekali jika sudah berdandan seperti ini, kenapa aku baru menyadari hal ini, pantas saja Tuan menyukai Maya " batin Jeri


" Bagaimana Jeri, apakah penampilan ku bagus?? " Tanya Maya sedikit ragu dan tidak percaya diri


" Maya kamu sangat can... " Ucapnya terpotong karena ucapan seseorang yang tampak familiar bagi mereka


" Ganti gaunnya, penampilan mu sangat jelek seperti ini... Apalagi punggung mu, Cepat ganti aku tidak suka " titahnya dengan nada tinggi membuat Jeri dan Maya Kaget


" Tuan.. " ucap Maya kaget


" Eh, kenapa Tuan ada disini?? " Tanya Jeri bingung


" Kenapa?? Memangnya aku tidak boleh datang ke butik ibuku sendiri.. "

__ADS_1


" Eh tapi Tuan bukannya anda.. " ucap Jeri terpotong


" Cepat Maya ganti bajunya " ucap marah Mondy


" Eh, baik Tuan " ucapnya segera menuju ruang ganti bersama dengan para pelayan.


Para pelayan yang ada disana tampak gugup dan ketakutan dengan kehadiran putra pemilik butik yang terkenal galak, di tambah nada bicara Mondy dengan nada tinggi membuat mereka semakin ketakutan, hal itu juga sama di rasakan Maya saat ini, ia benar-benar takut dengan kedatangan Mondy yang tiba-tiba.


" Tuan menyeramkan sekali " ucapnya Maya sambil memilih kembali gaun tersebut


" Nona silahkan pilih yang Tuan suka.. nanti Tuan Mondy marah lagi pada kita kalau Nona tidak cepat memilih gaun.. " ucapnya


" Kamu benar " Maya kembali memilih gaun yang akan dia kenakan.


Mondy sengaja menyusul Maya ke butik milik sang ibu, hal itu di sebabkan ia merasa resah karena Jeri dan Maya pergi bersama, entah kenapa rasanya ia tidak rela jika Maya dekat dengan laki-laki lain selain dirinya.


Namun bukan Mondy namanya jika ia tidak bisa menyangkal keresahan hatinya di depan sang asisten, gengsinya terlalu besar, mana mungkin juga ia mengakui jika ia tidak suka Maya dekat dengan asistennya itu walaupun ia sendiri yang tadi tidak mau mengantar Maya.


" Astaga Tuan mana berani aku berpikir macam-macam tentang anda " ucap Jeri menahan senyumnya


Jeri sedang menggelengkan kepalanya tidak tahu dengan cara pikir majikannya itu yang terkadang berubah-ubah, sikapnya yang sekarang juga membuat Jeri lucu sendiri di buatnya, apalagi di saat Mondy yang mengatakan jika ia tidak mau mengantar Maya namun sekarang dia sendiri yang menghampiri Maya.


" Benar-benar kebanyakan Gengsi Tuan Mondy.. tapi lucu juga tadi aku melihat wajahnya merona saat dia melihat wajah Maya.. semoga ini pertanda baik untuk mereka " batin Jeri


Tak lama kemudian Maya datang kembali menghampiri Mondy dan Jeri, ia memakai gaun warna hitam, jelas saja dada Maya terbuka membuat Mondy menelan ludahnya sendiri apalagi terlihat kulit putih dan mulus milik Maya. Ia langsung melihat wajah jeri yang tersenyum pada Maya.


" Tutup matamu Jeri, mau aku colok dan buat buta agar tidak bisa melihat yang seharusnya kamu lihat " ucap Mondy dengan tatapan tajam pada asistennya

__ADS_1


" Baik Tuan.. maaf saya tidak melihat apa-apa" ucap Jeri langsung menundukkan kepalanya tidak mau menanggung resiko yang lebih besar


" Bagaimana Tuan gaunnya.. " tanya Maya merasa risih dan terus memegang dadanya


" Ganti... Emang kamu pikir dadamu itu besar hingga mau memamerkannya pada orang-orang, cepat ganti gaun itu sangat jelek.. " ucap Mondy dengan tatapan tajam melihat para pelayan


Maya segera kembali lagi keruang ganti dengan wajah kesalnya bukan karena gaunnya yang memang terbuka di bagian dada tapi kata-kata Mondy yang mengatakan jika dadanya kecil, lalu salah satu pelayan mencarikan gaun yang bagus kembali yang akan di pakai Maya.


Lima belas menit kemudian Maya kembali menghampiri Mondy disana, tatapan Mondy kini lebih marah karena gaun yang di pakai Maya sangat seksi apalagi gaun tersebut hanya menutupi paha Maya setengahnya saja. Tentu saja paha Maya yang mulus dan putih terlihat jelas oleh Mondy dan Jeri.


Jeri tak mau mengulangi kesalahannya lagi apalagi ancamannya akan mencolok matanya, ia hanya melihat sekilas gaun Maya lalu kemudian kembali menunduk.


" Apa kualitas butik ini jelek-jelek semua, apa tidak ada gaun panjang yang menutup semua tubuh Maya.. " cibir Mondy


" Kenapa di butik mamah hanya ada gaun seksi semua " batin Mondy


" Maaf Tuan, ini gaun pesta bukan gaun untuk ke pengajian wajar jika gaun-gaun yang kami miliki terlihat seksi " ucap Kila segera menghampiri Mondy sambil tersenyum


" Cih, Cepat ambilkan gaun yang bagus untuknya ingat jangan yang seksi.. aku sudah tidak punya banyak waktu sekarang " titah Mondy


" Yang membuat lama itu anda sendiri Tuan.. kalau anda tidak banyak bicara dan protes mungkin semuanya sudah selesai dari tadi Tuan " batin Jeri


" Mari Nona ikut saja " ajak Kila


Ya, Kila tahu selera Mondy seperti apa, apalagi sedari dulu Mondy sangat posesif dengan barang yang ia miliki, apalagi sekarang pada Maya yang diakuinya sebagai Tunangannya pasti dia lebih-lebih posesifnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2