Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 34


__ADS_3

Mondy segera menyusul Maya ke kamarnya. Ia mencoba mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dan pintu kamar Maya pun di kunci. Ia segera mengambil kunci cadangan yang ada di rumah itu.


Ceklek,,


Suara pintu kamar Maya sudah biasa di buka, Mondy melihat Maya sedang berbaring di ranjang, ia mencoba mendekatinya walaupun ia bingung harus seperti apa menghibur wanita yang sedang sedih apalagi ini baru pertama kalinya ia mengalami hal ini.


" Maya.. ada hal yang ingin aku bicarakan " ucap mondy dengan nada lembut karena menurut jeri wanita yang sedang marah atau sedih tidak boleh di marahi atau bentak, cukup dengan bersikap lembut saja.


" Ada apa Tuan?? Bisakan kita bicarnya nanti saja sepertinya saya ingin istirahat " ucapnya dengan menutupi tubuhnya dengan selimut


" Kamu kenapa??? Kamu marah dengan ucapan Tante Lily " ucapnya masih bernada lembut


" Tidak Tuan.. "


" Lalu... " Mondy masih menahan kekesalannya karena merasa di abaikan sebab Maya tidak mau melihat wajahnya.


" Aku capek saja Tuan " ucapnya


" Maya.. tatap Mata aku sekarang " ucapnya mulai berubah sedikit marah


" Maaf Tuan saya mau tidur "


" Maya .. aku hitung sampai tiga kamu harus tatap mata aku kalau tidak akan aku pecat kamu .. " bentak Mondy yang kesabarannya setipis tisu


" Satu... Dua... "


" Ada apa Tuan " ucap Maya segera membuka selimutnya lalu duduk saling berhadapan dengan Mondy


Mondy melihat penampilan Maya begitu menggemaskan dengan rambut yang acak-acakan lalu raut wajah seperti sudah menangis lalu bibirnya yang memperlihatkan dia sedang kesal.


Rasanya Mondy ingin tertawa terbahak-bahak namun ia urungkan bisa-bisa Maya semakin marah padanya.


" Kamu kenapa Hem?? " Ucap Mondy memegang kedua pipi Maya


" Eh, astaga Tuan Mondy memegang pipiku.. bagaimana ini,, jantungku rasanya mau copot " batin Maya


" Tuan.. " ucap Maya kaget


" Maya kamu jangan sedih karena ucapan Tante Lily, dimataku kamu lebih segalanya dari Shela.. " ucapnya tentu membuat jantungnya semakin berdebar-debar


" Astaga Tuhan kenapa Tuan malah berkata sepatah itu, rasanya mau pingsan " batin Maya

__ADS_1


" Benar ini saatnya aku jujur pada Maya sesuai dengan ucapan Jeri, aku tidak mau dia kembali lagi pada Boby laki-laki berengsek itu " batin Mondy


" Tuan jangan berlebihan seperti itu, kita hanya tunangan pura-pura saja " ucap Maya memalingkan wajahnya


" Maya, aku menyukai mu " ucap Mondy hanya dalam hatinya berat sekali ia berkata seperti itu gengsinya terlalu tinggi.


Mondy memegang pipi Maya kembali, di wajah Mondy Maya adalah sosok wanita yang sederhana dan polos.


" Sudah kamu jangan pikirkan hal itu.. lebih baik kamu sekarang istirahat saja "


" Tapi Tuan... " Ucap Maya terpotong karena Mondy tiba-tiba mencium bibir Maya.


Mata Maya melotot hingga rasanya matanya ingin keluar saking kagetnya. Apalagi ini ciuman pertama Maya yang di curi oleh Mondy. Dengan kesal mata segera mendorong dada Mondy agar menjauh dari tubuhnya.


" Tuan, itu ciuman pertama ku kenapa Tuan Curi " serunya


" Itu juga ciuman pertama ku.. mulai hari ini tidak ada yang boleh menindasmu kecuali aku.. " ucap Mondy langsung memeluk Maya sambil tersenyum bahagia


" Ish dia aneh sekali orang lain tidak boleh menindas ku tapi kamu sendiri selalu menindas ku tuan " batin Maya


" Tapi Tuan " ucap maya kaget karena Mondy melepaskan pelukannya dan lagi-lagi mencium bibir Maya.


" Itu hukuman karena kamu memanggil namaku dengan sebutan Tuan, bukannya sudah aku katakan panggil aku dengan sebutan sayang.. " titah Mondy


Mondy langsung mengelimuti tubuh Maya, untuk saat ini Maya memang harus banyak beristirahat apalagi dia baru keluar dari rumah sakit. Lebih baik jangan ganggu dia untuk saat ini.


" Tidur lah.. aku akan keluar sebentar nanti pulangnya akan aku belikan makanan kesukaan mu.. " ucap Mondy


" Benarkah " ucap Maya dengan mata berbinar


" Sebutkan apa yang kamu inginkan " tanya Maya


" Aku hanya ingin bakso " ucapnya sambil tersenyum


" Baiklah.. " ucap Mondy segera pergi dari kamar maya.


Sedangkan asisten jeri sudah menunggunya di ruang tamu. Mondy jug pamit pada mamah dan papahnya dengan alasan ingin membelikan sesuatu untuk maya agar kedua orangtuanya tidak banyak bertanya.


Mondy masuk kedalam mobil bersama dengan asistennya untuk menemui seseorang. Semu pertemuan itu sudah di atur jeri sesuai dengan perintah majikannya itu.


" Bagaimana Tuan?? Apa Tuan sudah mengatakan perasaan tuan pada Nona Maya " ucap Jeri dengan nada berhati-hatilah takut.mondyarah padanya

__ADS_1


" Waktunya belum tepat "


" Loh kenapa Tuan.. " tanya jeri kaget


" Maya marah gara-gara ucapan Tante Lily, aku baru saja menghiburnya dia akan shock kalau aku mengatakan jika aku menyukainya " cibir Mondy


" Ish Tuan, tapi memang benar karena hal itu atau tuan memang tidak berani mengatakan perasaannya pada Maya " batin Jeri


" Jangan mengumpat ku dalam hatimu.. " bentak Mondy ketika melihat wajah jeri melamun


" Mana berani Tuan... "


" Bagus... "


" Em Tuan, bagaimana kalau Tuan mengatakan perasaan Tuan dengan cara yang romantis, saya jamin Nona Maya tidak akan menolak Tuan " ucapnya sambil tersenyum


" Punya alasan apa Maya menolak saya, lihat saya tampan dan berkarisma, kaya dan baik... Dia tidak punya hak untuk menolak saya harusnya dia berterima kasih lalu bersyukur karena saya sudah menyukainya " ucap marah Mondy


" Astaga Tuan, cinta tidak bisa di ukur dengan ketampanan dan kekayaan Tuan.. Maya bukan tipe wanita seperti kebanyakan orang.. " batin Jeri


" Awas saja kalau sampai dia berani menolak saya " batin Mondy


" Em Tuan bagaimana kalau kita adakan acara romantis agar Nona Maya terjadi bahkan bangga dengan cinta yang tuan miliki untuknya hingga dia tidak akan melupakan hal itu seumur hidupnya " ucap Jeri dengan hati-hati takut kena marah sang majikan


" Kamu benar... Maya harus bahagia bisa terpilih sebagai wanita yang aku sukai.. apa kita harus buatkan penghargaan untuk nya " tanya Mondy di luar nalar Jeri


" Kenapa aku merasa Tuan Mondy sangat payah dalam hal begini.. begini kalau orang belum pernah jatuh cinta selama ini.. dia terlalu mencintai dirinya sendiri " batin Jeri kesal


" Perhargaannya nanti setelah kita adakan acara itu, Tuan bisa langsung melamarnya " ucap Jeri masih bersikap sabar


" Tapi apa tidak terlalu buru-buru " tanya Mondy


" Tidak Tuan, saya yakin jika Maya juga mempunyai perasaan sama seperti anda "


" Kamu benar... Aku akan transfer bonusmu hari ini " ucap Mondy senang


Itu lah yang di sukai Jeri ketika ia sudah membuat tuannya bahagia makan dirinya pun akan bahagia dengan bonus dadakan meskipun dia harus banyak bersabar di dalam prosesnya.


Hayo Mondy mau ketemu siapa?? Apa Shela?? Atau Tante Lily??? Coba tebak guys.. !!


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2