Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 43


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Seperti biasanya Maya sudah bangun pagi-pagi sekali, ia segera mandi setelah itu ia berdandan rapi untuk pergi ke kantor namun sebelum ia pergi ke kantor, ia segera pergi ke dapur.


Disana ada pelayan yang sedang menyiapkan sarapan. Mereka terlihat ketakutan ketika sosok Maya menghampiri mereka.


" Nona ada apa kesini?? Apa nona butuh sesuatu " ucap salah satu pelayan


" Astaga bik kenapa bicara seperti itu, Bibik seperti yang ketakutan dengan keberadaan ku " ucap Maya bingung


Tentu saja mereka ketakutan apalagi kemarin mendapatkan ancaman dari Tuan Mondy yang terkenal galak bisa-bisa ia di pecat olehnya.


" Bibik tenang saja, tuan Mondy masih tidur tidak akan kesini " ucap Maya


Tapi mereka tetap saja menyuruh Maya untuk tidak masuk ke dapur padahal Maya ingin membuatkan bubur untuk Shela sebelum ia pergi ke kantor ia ingin menjenguk Shela terlebih dahulu.


" Tidak Nona, anda jangan masuk ke daerah terlarang ini (maksudnya dapur) nanti kami akan di marahi lagi seperti kemarin oleh Tuan Mondy " ucap mereka


" Astaga kalian ini.. aku Janji tidak akan memasak untuk sarapan, aku ingin membuatkan bubur untuk aku bawa ke rumah sakit " jelaskan Maya


" Biar kami saja yang buatkan.. nona tunggu saja di ruang makan " ucap mereka


" Tidak-tidak aku ingin membuat bubur itu sendiri... " Ucap Maya dengan wajah kesal


" Jangan nona.. kamu mohon demi kelancaran hidup kami.. " ucap mereka dengan nada memelas namun Maya masih kekeh dengan pendiriannya jika ia ingin membuatkan bubur buatannya sendiri.


Maya langsung mengambil alat-alat memasaknya, meskipun sang pelayan mencegahnya namun Maya tidak peduli. Bahkan ia sekarang sedang mencuci beras untuk di jadikan bubur.


" Tapi nona.. jangan biar kami saja.. " ucap Mereka


" Sudah kalian diam, kalau kalian begini terus yang ada tuan Mondy akan datang kesini.. kalian siapkan saja sarapannya dan jangan menggangu ku " ucap Maya membuat para pelayan pergi dari sana


Maya tengah sibuk memasak dengan wajah bahagianya tiba-tiba tangan seseorang melingkar di pinggangnya tentu saja hal itu membuat Maya kaget bahkan sampai melotot karena wajah seseorang menempel di pundaknya.


" Astaga.. " batin Maya


" Kamu nakal ya, sudah aku peringatkan untuk tidak masuk kedalam dapur lagi " bisik Mondy di telinga Maya membuat Maya merasakan geli bahkan bulu kuduknya sampai berdiri

__ADS_1


" Astaga Tuan.. " ucapnya dengan terbata-bata


" Ini hukuman karena kamu sudah tidak nurut ucapan ku " ucap Mondy


" Sayang.. aku bisa jelaskan, sebenarnya aku ingin membuatkan makanan untuk Nona Shela " ucap Maya sambil tersenyum menutupi rasa gugupnya apalagi sekarang jantungnya berdetak kencang


" Kamu masak apa " ucap Mondy kurang fokus karena untuk pertama kalinya ia memeluk seorang wanita apalagi tubuhnya dengan tubuh Maya sangat dekat.


" Saya buatkan bubur.. untuk nona Shela.. " ucap Maya sambil mengaduk-aduk bubur tersebut.


" Tunggu kamu membuatkan bubur untuk Shela " ucap Mondy membalikan tubuh Maya agar berhadapan dengannya


" Ia sayang.. memangnya kenapa?? " Ucap Maya bingun


" Kamu tidak salah membuatkan bubur untuk Shela setelah apa yang Shela lakukan padamu kemarin.. dia bentak-bentak kamu dan fitnah kamu.. " ucap Mondy dengan nada marah


" Sayang, ini hanya salah paham diantara kami.. aku bahkan tidak marah ko sama Shela "


" Astaga Maya kamu itu terlalu baik jadi orang, jelas-jelas Shela membenci mu tapi kamu malah baik sama dia " batin Mondy


" Aku tidak setuju, lebih baik bubur itu untuk ku.. biar aku makan sendiri " ucap Mondy


" Astaga jantung ku rasanya mau copot " batin Maya


Mondy gemas dengan sikap Maya sehingga ia tidak tahan untuk tidak mencium Maya apalagi dengan sikap baik dan polosnya yang terkadang membuat Mondy kesal dan marah.


Bagaimana bisa ada orang sebaik Maya yang sudah di bentak-bentak oleh Shela bahkan di fitnah yang tidak-tidak tapi dia masih saja ingin membuatkan bubur untuk Shela.


Fokus Maya kembali lagi ketika bubur yang ia buat sudah mendidih, ia segera mematikan kompornya, Mondy kembali lagi memeluk Maya dari belakang.


" Jangan lakukan hal ini lagi, aku tidak suka ada orang lain yang bentak-bentak kamu bahkan sampai memfitnah kamu.. kamu orang baik.. " ucap Mondy memeluk erat tubuh Maya


" Tidak apa-apa Tuan, saya sudah biasa di bentak-bentak oleh anda " batin Maya


" Kalau ada orang yang jahat sama kita itu urusan mereka, kita tidak berhak untuk membalas.. biar Tuhan saja yang balas.. " ucap Maya membuat hati Mondy semakin menyukai sosok Maya, sosok wanita yang baik hati tanpa bersandiwara di depan banyak orang


" Kalau begitu aku akan temani kamu ke rumah sakit .. " ucap Maya membalikan badannya sambil tersenyum

__ADS_1


" Ia, sebelum kita ke kantor kita mampir ke rumah sakit sebentar.. " ucap Mondy sambil tersenyum


" Terima kasih Sayang.. " ucap Maya senang lalu tanpa sadar ia memeluk Mondy


Kali ini jantung Mondy yang berdebar-debar, rasa nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya. Apakah ini yang di namakan cinta?? Tapi Mondy menyukai perasaan ini apalagi kalau dirinya mendapatkan cinta Maya sepenuhnya.


Tiba-tiba suara deheman seseorang membuat mereka melihat kearah suara itu, ternyata yang melihat mereka berpelukan adalah Laura. Tentu saja dengan senyuman bahagia melihat mereka berdua berpelukan.


" Kalian belum Syah tidak boleh berpelukan " ucapnya


" Astaga apa yang kamu lakukan Maya, kenapa bisa-bisanya kamu memeluk Tuan Mondy " batin Maya


" Ish mamah gangu saja " batin Mondy


Mondy dan Maya saling melepaskan pelukannya, Mondy segera pergi dari sana dan masuk kedalam kamar untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kantor sedangkan Maya sedang mencari wadah untuk bubur buatannya sendiri.


Laura tampak menghampiri Maya sambi tersenyum menggoda calon menantunya itu yang terlihat salah tingkah. " Bagaimana pelukannya hangat "


" Mamah.. " ucap Maya dengan malu-malu sungguh pipinya sudah menjadi pipi tomat saking malunya


" Tidak apa-apa mamah juga pernah muda.. " masih menggoda calon menantunya


" Mamah mau bubur " ucap Maya mengalihkan pembicaraan


" Tidak... Mamah mau kamu jadi istri Mondy secepatnya " ucap Laura sambil tertawa


" Mamah.. jangan menggoda Maya seperti itu.. " keluhnya


" Yasudah ayo kita duduk di ruang makan.. " ajak Laura


Mereka segera pergi dari sana, tentunya Maya membawa satu mangkuk bubur untuk Mondy. Sedangkan dirinya sarapan dengan nasi goreng buatan pelayan di sana.


Yaelah Mondy sama Maya ketangkap basah sedang berpelukan.. jadi malu sendiri kan??


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2