
Mondy masih tidak suka dengan kehadiran Mark di antara dirinya dan Maya apalagi ia terlihat terus memandangi wajah Maya membuatnya gelisah sendiri.
" Sangat menarik, ternyata wanita ini tidak mudah untuk di goda.. Kita lihat saja aku akan merusak kisah cinta mu Mondy.. " batin Mark
" Jika sudah tidak ada urusan lebih baik anda pergi... " Usir Mondy
" Anda salah Tuan Mondy, justru saya ingin bergabung dan duduk di sini.. apakah Boleh " ucap Mark tampak mendekati Maya
" Sial, untuk apa dia masih di sini... Benar-benar menyusahkan " batin Mondy
" Mark.. ayo kita pergi menemui orang penting disana, dari pada sini.. " ucap Jini, ia tidak mau jika Mark menyukai Maya seperti Mondy
" Sebenarnya wanita ini punya pelet apa sih, sampai Mark pun terlihat mendekatinya, jangan sampai Mark juga menyukai wanita kampung itu sama seperti Mondy.. " batin Jini kesal
" Ternyata kelemahan Mondy sekarang adalah wanita ini.. rasanya senang sekali melihat tingkah Mondy yang seperti ini, wanita ini harus menjadi milik ku " batin Mark
" Kamu saja sendiri yang pergi, aku mau disini bersama dengan mereka " ucap Mark semakin membuat Jini kesal
" Cih.. " Mondy masih menatap tidak suka pada Mark
Tiba-tiba seorang gadis cantik berambut panjang datang menghampiri mereka, penampilannya sangat cantik dan elegan terlihat dari atas sampai bawah. membuat Maya kagum dengan sosok Wanita di depannya ini.
" Hai Mark.. hai Mondy " ucapnya sambil tersenyum manis
Wanita itu bersama Shela, dulu dia adalah primadona kampus yang di sukai semua mahasiswa laki-laki di kampus termasuk Mark namun wanita yang baru kembali dari London itu sangat menyukai sosok Mondy. Namun Mondy tidak pernah menyukai Shela kala itu.
Mark marah ketika Mondy menolak cinta Shela, Shela menjadi sakit dan selama satu bulan ia jin tidak masuk ke kampus, ia merasa malu pada semua orang karena penolakan yang Mondy lakukan di depan banyak orang hal itu membuat dia bermusuhan dengan Mark sejak saat itu sampai sekarang. Mark merasa kasihan pada Shela dan sangat membenci Mondy.
" Hal Shel, apa kabar.. lama tak jumpa " ucap Jini menyapa temannya, ya mereka berteman dari sejak kuliah sampai sekarang.
__ADS_1
" Kabarku baik-baik saja " ucap Shela menatap wajah Mondy
Shela menatap Wajah Mondy dengan raut wajah kerinduan karena mereka sudah dua tahun tidak bertemu. Sedangkan Mondy tampak tidak menghiraukannya, ia terlihat cuek dan sibuk menatap wanita lain yang sedang duduk di hadapannya.
" Shela, kamu masih bodoh seperti dulu, jelas-jelas dari dulu Mondy tak pernah menyukaimu.. tidak bisakah kamu sekali saja melihat aku yang sudah jelas-jelas menyukaimu, Aku selalu ada di saat kamu butuhkan, buka pintu hatimu untuk ku bukan untuk Mondy " batin Mark kesal
" Shela kamu semakin hari semakin cantik " puji Mark membuat Shela beralih menatap Mark dengan tersipu malu
" Aku,, bisa saja Mark, penampilan ku tidak ada yang berubah " ucap Shela
" Ya penampilan mu tidak ada yang berubah masih seperti dulu sangat cantik hanya orang bodoh yang tidak menyukai mu.. " cibir Mark
" Ya dan orang bodoh itu aku... Maaf Shela sekarang di mataku hanya Maya yang paling cantik.. oh ia kenalkan dia Maya calon tunangan ku " ucap Mondy berdiri lalu merangkul tubuh Maya
" Astaga Tuan apa perlu sedekat ini " batin Maya
" Mondy.. kamu benar-benar ya,, pasti Shela hatinya terluka saat ini,, aku tidak akan biarkan kamu bahagia Mondy, aku harus membalas sakit hati yang di rasakan Shela " batin Mark
" Mereka terlalu berisik, kapan mereka pergi dari sini " batin Mondy
Saat ini tubuh Shela bagaikan patung saat mengetahui jika Mondy sudah punya calon tunangan. Ia shock berat dengan ucapan Mondy. Namun datanglah sosok laki-laki yang di kenal Maya siapa lagi kalau bukan Boby sang mantan kekasih meskipun tidak tahu kapan mereka putus tapi Maya sudah menganggapnya putus.
" Aku ga salah liat kan... itu Bobi benar " Batin Maya kaget
" Maaf Nona Shela barusan saya dari kamar mandi.. " ucapnya belum menyadari kehadiran Maya di sana
" Bobi... " Ucap Maya membuat kaget Bobi bagaimana tidak ia hafal sekali nada bicara Maya selama ini.
" Mati aku... Kenapa harus bertemu dengan Maya.. Aku tidak boleh mengaku jika aku kenal dengannya.. Lebih baik aku pura-pura tidak kenal saja dengan nya " batin Bobi
__ADS_1
" Maaf anda siapa?? " Ucap Boby dengan wajah gugupnya
" Kamu kenal dia?? " Tanya Shela pada asistennya, Bobi bekerja sebagai asisten baru Shela lebih tepatnya asisten yang selalu membawakan tas, baju, sepatu atau keperluan Shela menjadi model internasional.
" Tidak Nona, saya tidak kenal dia.. " elaknya
" Apa?? Tapi.. tapi.. " ucap Maya terpotong karena Mondy memeluknya dari belakang membuat semua orang yang ada disana kaget.
" Cih kenapa perasaan ku menjadi cemburu begini pada laki-laki itu, lagian Maya sendiri kenapa baru juga aku menghilang dia Minggu dia sudah mendapatkan laki-laki lain, laki-laki itu kaya lagi.. dasar cewek matre " batin Boby
" Sayang.. jangan sok kenal dengan laki-laki lain.. aku tak suka " ucapnya jujur seperti itu yang Mondy rasakan walaupun sikapnya hanya pura-pura bersikap manis di depan banyak orang
" Lama-lama aku bisa gila melihat kemesraan Mondy.. " batin Jini
" Harusnya aku yang di perlakukan seperti itu oleh Mondy, aku cantik, baik dan kaya kurang apa lagi coba?? tidak seperti wanita itu yang terlihat biasa saja bahkan kampungan meskipun di dandani seperti ini.. " batin Shela kesal
" Lihat saja Mondy lain kali tidak akan aku biarkan kamu bermesraan seperti ini, aku berjanji menghancurkan mu " batin Mark
" Shela ayo pergi dari sini, auratnya sudah sangat panas.. tidak baik untuk kita" ucap Jini menarik tangan Shela
Sedangkan Boby langsung mengikuti langkah majikannya itu. Ada rasa marah kesal pada Boby, ia ingin sekali minta penjelasan tentang apa yang sudah Boby lakukan padanya namun untuk sekarang belum ada kesempatan namun lain kali ia tidak akan membiarkan Bobi lolos seperti sekarang.
" Kenapa Bobi pura-pura tidak mengenal ku, apa salahku hingga Boby seperti itu padahal aku sangat mencintainya bahkan aku rela pergi menyusulnya ke Jakarta hingga membuat ibu dan bapak marah " batin Maya dengan wajah sedih
.
.
Bersambung...
__ADS_1