Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 37


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Maya bangun pagi-pagi sekali, ia segera mandi lalu memakai baju kantornya dengan rapi. Hari ini ia akan pergi bekerja kembali setelah tiga hari cuti karena sakit.


Ia segera pergi ke dapur dan menyapa para pelayan yang ada di sana dengan ceria. " Pagi Semuanya "


" Pagi juga nona Maya " seru mereka


" Biar aku Bantu ya bik " ucap Maya langsung mengambil pisau dan memotong-motong sayuran


" Jangan Nona, nanti kalau tuan Mondy melihat nona memasak dan bantuin kita nanti bisa-bisa kita semuanya di marahi " jawabnya


" Tidak akan.. Tuan Mondy masih tidur " ucap Maya sambil tersenyum


Setelah mendengar ucapan Maya akhirnya mereka memperbolehkan Maya untuk membantu mereka hanya memotong-motong sayuran saja.


Tapi Maya sedang tidak ingin makanan yang di buat mereka, Maya ingin memasak nasi goreng kesukaannya hanya untuk dirinya sendiri, ia pun meminta ijin kepada para pelayan untuk membuat nasi goreng.


" Tolong ijinkan Saya memasak nasi goreng ya bik.. " pinta Maya


" Silahkan Nona "


" Terima kasih Bik " ucap Maya senang


Maya segera membuka kulkas lalu menyiapkan bahan-bahan yang akan ia masak. Sambil tersenyum ia memasak dengan bahagia bahkan sampai nyanyi-nyanyi sendiri dengan suara falsnya tentu.


Tiba-tiba semua di kagetkan dengan kedatangan seseorang yang mereka takuti siapa lagi kalau bukan Mondy.


" Tuan... " Ucap salah satu pelayan dengan raut wajah gugup


" Astaga kenapa Tuan Mondy sudah bangun tidur jam segini, ini kan masih jam enam pagi " batin Maya


" Sedang apa kamu disina Maya?? " ucap Mondy dengan tatapan tajam


" Saya sedang membuatkan sarapan untuk saya sendiri " ucapnya dengan ragu-ragu


" Memangnya semua pelayan sudah tidak ingin bekerja disini lagi, hingga Maya di biarkan masak sendiri " bentak Mondy


" Maafkan kami Tuan.. " ucap para pelayan


" Ish Tuan ini " batin Maya kesal


" Bukan begitu sayang.. " ucap Maya dengan nada lembut agar Mondy tidak marah-marah lagi


" Kalau begitu hentikan pekerjaan mu itu lalu ikut dengan ku sekarang.. " titah Mondy


" Untung nasi gorengnya sudah matang " batin Maya


Maya segera menghampiri Mondy di berjalan di belakang calon suaminya itu. Sedangkan Mondy ia segera menuju Kamarnya. Awalnya Maya ragu kenapa harus masuk kedalam kamar laki-laki namun ia tidak mau banyak bertanya takut Tuannya itu marah.

__ADS_1


" Kamu pilihkan baju untuk ku... Aku mau mandi dulu " ucapnya


" Baik Sayang... " ucap Maya sambil tersenyum


Maya harus membiasakan menyebut Mondy dengan sebutan sayang agar ia tidak di hukum olehnya karena hukuman yang Maya dapatkan adalah hukuman yang membuat jantungnya berdebar-debar.


Maya membuka lemari milik Mondy, ia melihat pakaian Mondy yang berjajar rapi dan lengkap dengan nada yang sama. Ia segera mengambil kemeja warna putih karena selama ini Mondy selalu menggunakan kemeja berwarna Hitam.


Ia juga mencocokan kemeja tersebut dengan dasi dan jas akan di pakai Mondy. Tak lupa juga Maya memilih sepatu dan kaos kaki lalu ia simpan di bawah tempat tidur sementara baju untuk Mondy sudah ia letakan di atas kasur.


" Selesai... " Ucap Maya sambil tersenyum


" Apanya yang selesai " ucap Mondy dengan rambut basahnya lalu bidang dadanya terlihat karena ia hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


" Astaga Tuan... " Ucap Maya langsung menutup matanya dengan tangan. Ia benar-benar kaget karena ia tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki bahkan dengan Boby pun ia belum pernah seperti ini.


" Kenapa kamu... " Ucap Mondy bingung karena Maya menutup matanya seperti melihat hantu


" Em.. tuan begitu seksi " ucap polos maya membuat Mondy tersenyum senang. Ia setelah di puji oleh Maya.


" Apa aku sangat seksi " bisik Mondy pada Maya yang masih menutup matanya


Maya merasa mereka saat ini sangat dekat bahkan aroma mulut Mondy yang segar tercium olehnya hingga membuat kesehatan jantungnya tidak baik karena terus berdebar-debar.


" Buka matamu... " Bentak Mondy


" Buka matamu .. " bentak Mondy lagi


" Tapi Tuan... "


" Buka matamu.. aku sudah selesai pakai baju " ucap Mondy membuat Maya malu bahkan pipinya sampai merah merona


" Apa-apaan sih Maya kenapa kamu malah berpikir yang tidak-tidak, bikin malu saja " batin Maya


" Dasar otakmu itu pagi-pagi sudah berkhayal yang tidak-tidak.. " cibir Mondy


" Kenapa Tuan tahu kalau aku berpikir yang tidak-tidak apa tuan punya kekuatan super yang bisa mendengar isi hati seseorang seperti di dalam flem-flem " batin Maya


" Dia lucu sekali rasanya ingin aku cium dan menerkamnya tapi kita belum nikah.. aku tidak ingin berbuat hal di luar batas " batin Mondy


" Maafkan aku Sayang... "


" Cih, Jadi benar kamu berpikir macam-macam " cibir Mondy


" Maafkan aku Sayang.. "


" Astaga Maya saking tidak sabarnya kamu Samapi berpikiran jorok.. tunggu sampai kita menikah baru kita akan macam-macam " ucap Mondy sambil tersenyum penuh arti


" Is sayang .. " ucap Maya menahan rasa malunya dan hendak keluar dari kamar Mondy

__ADS_1


" Eit.. mau kemana kamu... ?? " Tanya Mondy membuat Maya diam


" Saya ingin kembali ke kamar dulu " ucap Maya


" Suruh siapa kamu pergi dari sini.. " bentak Mondy


" Sayang.. aku ini harus bersiap-siap pergi ke kantor " ucap Maya salah tingkah


" Ish kamu ini kenapa?? kita pergi ke kantor satu mobil lalu kenapa harus buru-buru,, lagian ini baru jam berapa?? cepat pakaikan aku dasi " titahnya


" Baiklah.. "


Mondy segera memakai kemeja warna putih meskipun ia bingung kenapa Maya menyiapkan kemeja warna putih namun ia tidak protes dengan pilihan Maya.


Ketika hendak memakai celana kantornya Maya benar-benar kaget lagi ia bahkan menjerit lalu menutup kembali matanya. Hari ini Mondy sungguh menggodanya.


" Agh,, "


" Dia lucu sekali... Orang aku pakai celana pendek kenapa di harus menjerit.. dasar aneh dia sedang berpikir macam-macam padaku " batin Mondy senang


" Sudah buka matamu, aku sudah pakai celana " ucapnya


" Sayang, sebaiknya lain kali jangan seperti ini lagi.. " ucap Maya dengan memayunkan bibirnya pertanda dia kesal


" Kenapa kamu ngatur-ngatur Saya.. " ucap Mondy langsung mencium bibir Maya sekilas


" Astaga sayang.. " ucap Maya semakin kesal


" Vitamin pagi hari agar kamu tidak berpikir macam-macam " ucap Mondy sambil tersenyum pada Maya, hal yang jarang ia lakukan selama ini


" Ya ampun senyum Tuan manis juga, ish apa yang aku pikirkan " batin Maya


Maya segera memasangkan dasi di leher Mondy, ia merasa kesusahan karena tinggi Mondy dengannya berbeda. Ia bahkan harus berjinjit Mondy yang mengetahui hal itu menyuruh Maya untuk naik keranjang tempat tidur.


" Selesai " ucap Maya sambil tersenyum


" Terima kasih... " Ucap Mondy membuat Maya heran untuk pertama kalinya mendengar ucapan seperti itu dari Maya membuatnya terdiam sejenak.


Maya masih berdiri di ranjang tempat tidur Mondy tiba-tiba kakinya menjadi tidak seimbang mungkin karena Maya terlalu kaget dengan ucapan Mondy. Ia hendak jatuh namun Mondy segera menangkapnya mereka jadi saling berpelukan wajah Maya berada di dada Mondy, ia mendengar detak jantung Mondy yang sangat keras sama seperti dirinya kini.


Drama indah pagi-pagi untuk Mondy dan Maya


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2