Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 26


__ADS_3

Setelah mereka selesai sarapan, datanglah asisten Jeri sambil membawa paper bag berisi pakaian baru untuk Maya, semalam ia di tugaskan oleh Mondy untuk membawa pakaian baru untuk Maya sebelum mereka pergi ke kantor.


" Tuan, saya bawakan pesanan yang anda minta " ucapnya meletakkan paper bag di atas meja


" Ok.. "


" Ambil dan pakai ini.. " ucap Mondy menyerahkan paper bag tersebut


" Apa ini Tuan... "


" Itu baju yang akan kamu pakai ke kantor.. cepat pakai aku tidak mau kita terlambat pergi ke kantor "


" Baik Tuan " ucap Maya pergi menuju kamar mandi untuk berganti pakaian sementara Mondy masih duduk di meja makan.


Jeri memberitahu jika hari ini mereka akan melakukan kerja sama dengan salah satu model yang akan di jadikan model ambasador produk terbaru yang di luncurkan perusahaan.


" Kapan kita akan bertemu model tersebut?? " Tanya Mondy sedang menikmati kopi yang di buatkan Maya sebelumnya


" Nanti pagi Tuan, pukul sepuluh model tersebut akan datang ke perusahaan " jawab Jeri sambil tersenyum


" Pastikan Jika model itu benar-benar model yang berbakat, bukan hanya cantik namun dia harus baik jangan sampai dia membuat malu produk yang akan kita luncurkan "


" Tuan tenang saja, model ini adalah model yang sedang terkenal di internasional. Namanya baru naik daun, ini kesempatan bagus untuk kita bekerja sama dengannya " ucap Jeri dengan percaya diri


" Kerja bagus.. nanti akan aku berikan bonus untuk mu " ucap Mondy masih terlihat cuek


" Terima kasih Tuan "


Mondy memang terkenal galak kepada karyawannya namun untuk masalah uang dan bonus ia begitu baik. Jika hasil kerjanya memuaskan maka Mondy dengan gampangnya memberikan mereka bonus. Termasuk pada asistennya itu.


" Yes bonus lagi.. " batin Jeri senang


Tak lama kemudian Maya datang dan memakai baju yang sudah di bawakan Jeri, baju itu sangat pas di badan Maya bahkan dia terlihat sangat cantik memakai baju itu.


" Ayo kita Pergi " ucap Mondy menggandeng tangan Maya


Maya hanya mengikuti langkah Mondy sedangkan Jeri tampak berjalan di belakang mereka, ia tidak mungkin mensejajarkan tubuhnya dengan sang majikan.


Jeri masuk kedalam mobilnya sementara Mondy dan Maya duduk di kursi belakang. Jeri tak henti-hentinya curi-curi pandang pada majikannya yang terlihat sesekali memperhatikan wajah Maya.

__ADS_1


Sesampainya di kantor mereka pergi keruangannya, terlihat semua orang memandangi mereka lalu membungkukkan badannya sebagai tanda hormat pada majikannya.


Baik Maya dan Mondy segera duduk di kursi masing-masing lalu mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk di meja mereka masing-masing.


Mereka tampak berwajah serius dalam menyelesaikan pekerjaannya. Di ruangan itu tampak sepi karena keduanya fokus pada pekerjaan mereka masing-masing.


Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, asisten jeri segera mengetuk pintu dan memberitahukan jika Model yang mereka bicarakan tadi pagi sudah sampai. Mondy bersiap-siap untuk menemui model tersebut.


" Bawa dia masuk kedalam ruangan ini " ucapnya


" Baik Tuan.. "


" Maya mau kenapa Kamu... " Ucapnya ketika melihat sosok wanita yang selalu ia lihat hendak pergi dari ruangannya


" Tuan saya mau ijin ke toilet sebentar.. " ucapnya sambil memegang perutnya


" Kamu sakit?? " Tanya Mondy dengan wajah khawatir saat melihat sikap maya


" Tidak Tuan, hanya ingin pipis saja.. " ucapnya jujur


" Pergilah.. "


Tok... Tok.. Tok...


" Masuk "


Mereka segera masuk kedalam ruangan Mondy. Betapa terkejutnya Mondy ketika melihat sosok wanita ini, dia bernama Shela model yang tengah naik daun di kancah internasional.


" Tuan ini model yang akan menjadi brand ambassador sudah datang " ucap Jeri


" Astaga Jeri bagaimana dia mencari model?? Dan kenapa harus dia " batin Mondy


" Silahkan Duduk " ucap Mondy mau tidak mau ia harus profesional dan bersikap sopan kalau sudah menyangkut pekerjaannya.


" Kenapa Jeri tidak memberitahu jika yang akan menjadi model perusahaan adalah Shela " batin Mondy


" Maafkan saya Tuan kalau saya mengatakan yang sebenarnya pada anda bisa di pastikan jika anda akan menolaknya dan saya akan pusing kembali mencari model yang tepat " batin Jeri


" Mondy, astaga aku tidak menyangka kamu adalah CEO di perusahaan ini " ucap Shela senang katika ia mencari tahu siapa yang akan menjadi fatner kerjasamanya.

__ADS_1


Shela sebenarnya sudah tahu jika perusahaan Mondy sedang mencari model untuk brand ambassador ia mencalonkan diri untuk menjadi brand ambassador dengan nama dirinya yang sedang naik daun dan untuk bayaran dia tidak mempermasalahkan hal itu.


" Tidak usah bawa basi mari kita bicarakan tentang pekerjaan yang akan kita sepakati " ucap Mondy dengan wajah dinginnya


" Baiklah " ucap Shela dengan wajah kecewa, ia akan sabar menghadapi sikap Mondy yang seperti ini karena ia yakin cinta akan tubuh jika kita bisa bersamanya setiap hari. Meskipun pekerjaannya tidak memungkinkan dia bertemu dengan Mondy setiap hari.


Boby sang asisten tampak melihat ke semua arah, ia sedang waspada dengan kehadiran Maya apalagi kemarin sosok wanita yang penuh ia cintai sudah menjadi tunangan dengan sosok laki-laki di hadapannya.


" Semoga hari ini aku tidak bertemu dengannya " batin Boby


Jeri segera pamit sebentar pada mereka karena ingin membuatkan minuman dan beberapa cemilan untuk tamunya. Ia pergi ke pentri dan menyiapkannya.


Namun tiba-tiba Maya datang menghampiri Jeri tentu saya jeri kaget apalagi dia takut dengan ancaman Mondy kemarin. Ia langsung menjauhi Maya beberapa jarak senti meter membuat Maya bingung sendiri.


" Asisten jeri, anda kenapa?? " Tanya Maya


" Tidak Nona, sebaiknya anda jangan terlalu dekat dengan saya.. " ucapnya


" Hah, maksudnya?? " Maya semakin bingung


" Tidak Nona, maf saya harus pergi mengantarkan ini pada tamu Tuan " ucapnya


" Tidak usah biar saya saja.. " ucap Maya segera membawa minuman dan beberapa cemilan itu


" Tidak.. tidak.. nona jangan.. nanti Tuan marah " ucapnya


" Marah?? Ini memang tugasku kenapa harus marah " cibir Maya


" Itu kan dulu sebelum anda jadi tunangan Tuan, sekarang nona sudah menjadi tunangan Tuan sebaiknya anda jangan melakukan pekerjaan yang berat-berat " ucap Jeri


" Ah.. Pekerjaan yang berat-berat yang benar saja, asisten jeri memang ada-ada saja " ucap Maya melangkah menuju ruangannya


Sedangkan Jeri tampak kesal pada Maya biasa-biasa nanti majikannya akan memarahi dirinya gara-gara hal ini apalagi ada Shela di ruangan itu.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2