Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 9


__ADS_3

Sedangkan di perusahaan tepatnya dimana Mondy berada saat ini, dia tengah di sibukkan dengan beberapa berkas yang ada di depannya, berkas-berkas itu harus segera ia tanda-tandani.


Namun tiba-tiba seseorang masuk kedalam ruangan Monday membuat pemilik ruangan itu kaget. Siapa lagi kalau bukan Alex sang Papah.


" Pagi Mondy.. "


" Pah.. " serunya


" Pagi Jeri " sapanya


" Pagi juga Tuan " ucap Jeri sambil tersenyum


" Tidak biasanya Tuan langsung masuk kedalam ruangan Tuan muda biasanya Tuan selalu menyuruh asistennya untuk memanggil Tuan muda ke ruangannya " batin Jeri


" Jangan bilang Papah kesini untuk membicarakan masalah Gadis kampung itu, malas jika harus membahas dia " batin Mondy


" Mondy, papah sudah bicara dengan Pak Darwin, dia sudah menempatkan Maya bekerja sebagai asisten mu mulai besok " ucap Alex sambil duduk di sofa yang ada di ruangan itu


" Pah, dia hanya lulusan SMK mana mungkin jadi asisten Mondy, yang melamar pekerjaan menjadi asisten Mondy itu lulusan universitas terbaik masa kalah dengan lulusan SMK.. " serunya


" Papah ga mau tahu pokoknya Maya harus jadi asisten mu titik " titahnya

__ADS_1


" Tapi pah.. "


" Kamu tahu kan jika itu juga salah satu permintaan mamah mu.. " ucap Alex dengan senyum kemenangan


" Sial.. "


Mondy sudah tidak bisa membantah lagi perintah sang papah apalagi tadi juga sang ibu sudah ikut berbicara. Mau tidak mau kini ia harus menuruti juga keinginan kedua orangtuanya.


" Jangan harap kamu akan betah bekerja disini gadis kampung, aku akan membuatmu tidak betah dan keluar dengan sendirinya " batin Mondy


" Kembali bekerja.. " ucap Alex melangkah pergi dari sana


Ya, Alex segera pergi meninggalkan perusahaannya setelah berbicara dengan Maondy sedangkan asisten Mondy yaitu Jeri tampak bingung dengan nama yang disebut Tuannya itu, karena sebelumnya ia tidak pernah mendengar nama itu.


Wajah Mondy terlihat sangat kesal dan marah dengan putusan kedua orangtuanya yang tak bisa ia bantah namun meskipun begitu ia tetap melanjutkan pekerjaannya.


" Kalau besok ada gadis kampung itu kamu harus membuat dia tidak betah bekerja disini, kami paham " ucap Mondy yang ternyata masih kesal


" Maksud Tuan, gadis itu bernama Maya " ucap Jeri masih menduga-duga


" Ya menurut mu siapa lagi gadis kampung yang aku kenal selain dia " ucap Mondy semakin marah

__ADS_1


" Mana aku tahu Tuan, siapa tahu ada wanita kampung yang anda lihat di jalan " ucap Jeri dalam hatinya karena tidak mungkin dia berani bicara seperti itu pada majikannya, bisa-bisa dia habis marahi apalagi Mondy terkenal galak.


" Maafkan saya Tuan " ucapan yang akan membuat Jeri aman dari kemarahan Mondy


" Lihat saja aku akan membuatmu menderita " ucapnya dengan tawa yang menggema di ruangan itu membuat Jeri merinding takut karena sebelumnya belum pernah tertawa seperti ini.


Mondy menyuruh Jeri untuk menyiapkan meja dan kursi yang akan di gunakan Maya untuk bekerja, namun Jeri bingung karena kursi dan meja itu di letakan di dalam ruangan majikannya itu.


Jeri merasa bingung pada majikannya itu, Mondy seperti benci pada wanita yang bernama Maya namun kenyataannya mereka tinggal dalam satu ruangan yang sama.


" Sebenarnya Siapa Maya, apa hubungannya Maya dengan Tuan Mondy, apa benar dia salah satu wanita yang spesial yang di jodohkan dengan Tuan Mondy " batin Jeri


Kini semua perintah Mondy sudah ia penuhi, ia kembali bekerja karena pekerjaannya menumpuk akibat menyiapkan perintah Mondy padahal bisa saja Mondy menyuruh OB yang ada disana namun Mondy kekeh membuat Jeri kelelahan saat ini.


" Akh Benar-benar Majikan yang kejam.. aku lelah sekali.. " batin Jeri


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2