Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 42


__ADS_3

Waktu ternyata sudah siang saatnya mereka bertiga makan siang, Mondy mengajak Maya ke restoran yang dekat dengan kantor.


Mereka masuk kedalam sebuah restoran mewah tentunya jeri juga bergabung disana. Justru jeri yang lebih sibuk disana ia memesan makanan favorit sang majikan. Untuk makanan Maya sendiri ia memesan makanan Yang sama dengan Mondy agar sang majikan tidak banyak protes.


Mondy duduk di kursi yang kosong bersama dengan Maya. Restoran itu tampak sepi karena yang datang ke restoran ini tentunya orang-orang yang banyak uang bukan tanpa alasan karena harganya yang mahal.


Sang pelayan membawakan makanan yang di pesan kehadapan Maya dan Mondy yang duduk saling berhadapan sedangkan Jeri duduk sendirian saja. Tidak mungkin ia ingin merusak makan siang romantis sang majikan.


" Silahkan menikmati Tuan dan Nona " ucap sang pelayan dengan ramah


" Terima kasih " ucap Maya sambil tersenyum


Mondy segera memotong-motong daging steak kesukaannya setelah itu ia memberikan daging tersebut pada Maya.


Maya yang sudah terbiasa dengan sikap Mondy ia merasa senang bahkan ia tersenyum kepada Mondy. " Terima kasih sayang "


" Kamu cicipi makanannya enak apa tidak?? "


" Baiklah" ucap Maya segera memakan daging tersebut


Hasilnya tidak mengecewakan rasanya begitu enak dan dagingnya sangat lembut. Rasanya sungguh enak namun di saat seperti ini Maya malah menginginkan sepiring nasi tapi mana mungkin dia meminta hak itu bisa-bisa di ledek oleh Mondy.


" Bagaimana enak?? " Tanya Mondy penasaran


" Enak sayang.. " ucap Maya sambil tersenyum


" Kalau begitu.. aaa... " Ucap Mondy membuka mulutnya


" Astaga maksud Tuan apa ya?? Kenapa dia membuka mulutnya" batin Maya bingung sendiri


" Aaaa... Mulutku sudah pegal ini " protes Mondy


" Eh maaf, Maksudnya apa yang sayang?? " Tanya Maya semakin bingung


" Astaga.. kenapa dia tidak peka di saat aku ingin suasana romantis" batin Mondy


" Kalau orang sudah membuka mulutnya tandanya apa?? " Ucap Mondy dengan nada marah


" Tuan mau minum?? " Tanya Maya memberikan gelas berisi minuman milik Mondy

__ADS_1


" Tidak .. "


" Lalu sayang mau apa?? " Ucap Maya semakin bingung


Maya benar-benar menguji kesabaran Mondy kali ini, harusnya ia menyuapi Mondy masa gitu saja tidak mengerti isi hati Mondy yang sangat kesal dengan sikap Maya.


" Kalau orang sudah buka mulut tandanya dia mau makan, kamu tuh gimana sih ga ada romantis-romantisnya contoh orang lain lihat saling suap-suapan " ucap Mondy


" Ish Tuan, ngomong tuh yang jelas jadi aku bisa paham... Tuan ada-ada saja " batin Maya


" Maafkan aku... " Ucap Maya menundukkan kepalanya


" Sudah jangan menangis, kamu suapin aku sekarang " titah Mondy


" Siapa yang menangis " batin Maya


" Baik " ucap Maya segera mulai menyuapi Mondy


Meskipun Mondy masih kesal dan marah pada Maya tapi ketika ia mulai di suapi oleh maya rasa kesal dan marahnya hilang seketika berubah menjadi raut wajah senang dan bahagia. Mungkin karena ini hal pertama baginya untuk dekat dengan wanita sedekat sekarang bersama dengan Maya.


" Kenapa aku merasa makanannya jadi tambah enak setelah Maya yang menyuapi ku " batin Mondy


" Ish sampai kapan Tuan Mondy di suapin seperti ini, aku juga lapar tahu " batin Maya


" Sayang, makanan punya ku sudah habis " ucap Maya


" Kalau begitu pesan lagi Jeri " ucap Mondy dengan nada keras membuat sang asisten bisa mendengarnya


" Baik Tuan... " Ucap Jeri langsung menghampiri pelayan dan memesan kembali daging steak


Mondy memotong-motong daging di depannya, ia berikan kembali pada Maya sebenarnya piring itu harusnya untuk Maya karena ia juga sudah menghabiskan satu piring namun karena ia masih menginginkan daging steak.


" Suapin aku lagi, biar nanti kalau pesanannya datang itu untuk mu.. " titah Mondy memberikan daging steak pada Maya


" Baiklah..."


" Astaga Tuan kenapa anda belum kenyang-kenyang padahal sudah makan satu piring.. mana aku juga lapar " batin Maya


Maya kembali menyuapi Mondy sampai piring itu habis kembali. Ternyata makan di suapi Maya membuat nafsu makannya bertambah.

__ADS_1


" Sayang makanannya sudah habis lagi " ucap Maya memperlihatkan piring yang kosong


" Cih pasti kamu makan makanan punya ku kan makanya cepat habis?? " Tanya Mondy dengan tatapan curiga


" Sayang mana mungkin aku makan makanan punya mu, karena sedari tadi kamu tidak henti-hentinya menyuruhku menyuapi mu " ucap Maya dengan wajah kesal karena ia hanya makan satu suap.


" Lalu kenapa bisa habis lagi.. wah ini ga benar,, aku harus protes pada manager restoran ini, ada yang mengurangi porsi makanan ku pasti para pelayan itu " bentak Mondy


" Porsi makanan di kurangi??? Astaga Tuan. Apanya yang di kurangi sejak tadi anda yang gembul bukan salah porsi dagingnya " batin Maya kesal


Salah satu pelayan di sana langsung memberikan pesanan Maya. Ia meletakkan daging steak itu di depan Maya dan Mondy. Seketika Mondy menatap makanan itu karena tidak ada yang berubah porsinya sangat normal seperti biasanya.


" Silahkan di nikmati Tuan dan nona " ucapnya


" Tunggu " panggil Mondy


" Ada yang bisa kami bantu?? " Tanya sang pelayan


" Saya mau tanya kenapa kedua piring yang tadi kamu antar porsinya sedikit, jangan-jangan kamu sengaja mengurangi porsi makanan itu kan?? Jawab jujur " bentak Mondy


" Astaga Tuan, bikin malu saja " batin Maya


" Sayang.. kamu mau kan suapin aku.. gantian tadi aku suapi kamu bagaimana kalau kamu suapi aku " ucap Maya menahan amarahnya


Dari pada ia malu karena sikap Mondy lebih baik ia bersikap seperti itu, ia berharap jika Mondy akan luluh dan menuruti keinginannya dan tidak mempermasalahkan tentang porsi makanan lagi.


" Tumben Maya bersikap begini, apa dia juga ingin aku bersikap romantis,, tenang Maya aku akan peka padamu dan menunjukan sisi romantis ku " batin Mondy senang


" Baiklah.. buka mulut mu.. " ucap Mondy tampak tersenyum pada Maya


Jeri yang melihat hal itu merasa lega karena kalau Mondy melakukan hal konyol apalagi sampai mempermasalahkan hal porsi makan pada manager restoran bisa di pastikan ia akan malu sendiri.


Ternyata pengaruh Maya di hidup Mondy sangat berarti buktinya Mondy bisa melupakan masalah porsi makanan dan berganti dengan menyuapi Maya.


" Terima kasih Nona Maya, anda benar-benar hebat bisa menaklukkan hati Tuan Mondy " batin Jeri.


Dasar ya Mondy siang-siang begini sudah banyak dramanya...


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2