
Hari ini Laura ingin mengajak Maya pergi ke sebuah Mall, ia ingin berbelanja ditemani Maya saja karena sang suami sibuk bekerja bersama dengan putra kesayangannya.
" Maya, ayo ikut Tante " ajak Laura
" Kemana Tante?? "
" Ayo ikut saja " ucapnya
Maya mulai mengikuti langkah Laura yang masuk kedalam mobil, ia masih bertanya-tanya kemana Laura akan membawa dirinya, jangan sampai Laura membawa dirinya pada Mandy laki-laki yang galak dan suka marah-marah.
" Kemana Tante Laura akan membawa ku " batin Maya
Sepanjang perjalanan mereka tampak diam, Maya melihat wajah Laura tersenyum seakan suasana hatinya sedang bahagia. Maya senang jika Laura bisa bahagia apalagi untuk saat ini ia belum bisa membalas semua kebaikan Laura.
" Maya ayo kita turun " ucap Laura ketika mobilnya berhenti di salah satu pusat perbelanjaan.
Ketika Maya keluar dari mobil matanya tertuju pada bangun yang tampak besar sekali ia belum tahu apa namanya namun banyak orang yang masuk dan keluar dari sana.
" Waw, ini dimana Tante?? " Tanya Maya sangat kagum dengan gedung tinggi di depannya
" Ini namanya Mall " ucap Laura menggandeng tangan Maya
" Mall itu apa Tante?? " Tanya Maya yang baru mendengar sebutan itu
" Mall itu pusat perbelanjaan, disini banyak toko-toko berjajar " ucap Laura menjelaskan secara sederhana agar Maya mengerti
" Oh, toko-toko berjajar seperti pasar ya Tate " ucap Maya sambil tersenyum
" Ia tapi pasar modern " ucap Laura tanah tak kuat menahan tawanya.
Maya benar-benar gadis yang polos dan selelu membuatnya tertawa, sejak pertama kali melihat Maya di taman Laura benar-benar bahagia seakan menemukan kebahagiaannya sendiri.
__ADS_1
" Ayo kita masuk.. " ucap Laura menarik tangan Maya
Maya benar-benar kagum dengan pemandangan yang ia lihat, Laura membawa Maya ke sebuah butik miliknya, di sana Laura akan memilihkan beberapa baju yang akan di kenakan Maya besok untuk bekerja.
Maya kaget ketika semua orang menyambut kedatangan dirinya dan Laura semua tamapak sopan menyapanya sambil membungkukkan badan.
" Kila, Bawakan saya baju kerja terbaru " titahnya pada manager butik miliknya
" Baik Nyonya " ucapnya langsung pergi dari sana
Kila dengan gugup langsung menyiapkan apa yang di minta oleh majikannya kini, bukan tanpa alasan karena sang majikan jarang sekali mengunjungi butik tersebut membuat mereka kaget karena tidak ada informasi yang menyebutkan jika majikannya akan berkunjung ke butik.
" Nyonya silahkan " ucapnya membawa beberapa baju terbaru
" Maya, ayo cepat kamu coba.. Tante yakin pasti ukurannya cocok di tubuh mu " ucap Laura sambil tersenyum
" Tapi Tante... " tolaknya
Melihat senyuman yang mengembang di wajah Laura membuat Kila yakin jika wanita yang ada di depannya bukan wanita sederhana seperti bajunya, ia menduga jika wanita ini adalah kekasih Mondy.
" Baik Tante " ucap Maya pasrah
" Nona silahkan ikut Saya " ucap Salah satu Pelayan yang sudah di tugaskan oleh Kila.
Sedangkan Kila sendiri segera menghampiri sang majikannya, hubungan mereka cukup erat, Kila ternyata keponakan Laura namun ketika di butik Kila mencoba profesional dan tidak menghubungkan hubungan mereka. Tapi kali ini ia merasa sangat penasaran dengan gadis yang barusan di bawa sang Tante.
" Nyonya, bolehkah saya bertanya sesuatu pada anda?? "
" Ada apa Kila.. jangan panggil seperti itu, panggil saja Tante?? "
" Ini masih jam bekerja saya tidak bisa seperti itu, saya ingin tanya Siapa wanita barusan?? apa dia calon istri Mondy " tanya Kila penasaran
__ADS_1
" Kalau Mondy mau aku bisa segera menyiapkan pernikahan untuk mereka, namun belum saatnya bagi mereka bersama, mereka harus saling mengenal satu sama lain, apalagi kamu tahu sendiri kan sikap Mondy bagaimana?? " Ucap Laura menghela nafas panjangnya
" Nyonya tenang saja, saya yakin jika dia wanita yang baik, Mondy akan beruntung jika punya istri seperti dia.. "
" Kamu benar Kila, Maya gadis yang sangat baik dan polos " ucap Laura sambil tertawa membayangkan tadi Maya begitu kaget dan kagum dengan isi Mall ini.
Tak lama kemudian Maya keluar dari kamar ganti lalu memperlihatkan baju yang di berikan pelayan, tampak Laura senang karena baju yang di pakai Maya tampak bagus saat di kenakan, Laura membawa sepuluh stelan baju kantor untuk Maya.
Awalnya Maya menolak tapi Tante Laura terus memaksanya apalagi wajah Laura yang berubah menjadi sedih membuat Maya tidak tega.
Setelah selesai memilih baju, Laura membawa Maya ke sebuah Salon, Laura ingin merubah penampilan Maya sedikit. Ia tidak mau jika penampilan Maya yang dulu akan di hina oleh karyawan lainnya dan juga di hina oleh putranya itu.
Laura yakin kalau Mondy akan membuat Maya tidak betah bekerja di sana, namun melihat sifat Maya sepertinya ia juga akan kuat bekerja di sana.
" Tante apa perlu seperti ini " ucap Maya ingin menolak keinginan Laura ketika sudah di Salon
" Sudah kamu duduk Manis saja, mereka akan membuatmu cantik seperti putri " ucap Laura sambil tersenyum
" Tapi Tante "
" Silahkan Nona " ucap salah satu pelayan
Mereka segera melakukan perawatan, ini yang selalu Laura lakukan setiap bulan namun kali ini berbeda karena dia merasa ada teman kalian tahu butuh berapa jam untuk melakukan perawatan di salon, kalau membawa putranya jelas dia akan menolak lalu mengajak Alex sang suami pasti ujung-ujungnya dia meninggalkan dirinya dengan alasan meeting lalu menjemputnya setelah selesai.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1