Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 7


__ADS_3

Mondy sudah duduk bersama dengan kedua orangtuanya dan Maya, mereka tampak diam selama sarapan bahkan suasananya pun sepi padahal disana ada empat orang yang sedang makan.


" Aku rindu suasana di kampung dulu , apalagi ketika kami sedang makan sambil bercerita untuk menghangatkan suasana tapi sekarang terasa sepi " batin Maya


Setelah makan barulah Laura mengajak ngobrol Mondy putra kesayangannya yang sangat sibuk karena pulang kerja selalu malam hari, dia tidak ada waktu untuk mengobrol dengan putranya itu.


" Mondy bagaimana pekerjaan mu?? " Tanya Laura sambil tersenyum


" Baik Mah... Aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini " ucapnya sambil tersenyum pada sang mamah


" Laki-laki ini bisa tersenyum juga ternyata.. Akh mungkin karena Tante Laura ibunya jadi dia begitu ramah dan baik padanya.. coba padaku.. ish, aku ini apa-apaan malah memikirkan hal itu " batin Maya


" Kamu harus jaga kesehatan, mamah ga mau kamu sakit "


" Tentu saja, mamah tidak usah khawatir.. " ucapnya sambil tersenyum


" Coba saja kalau kamu sudah punya istri mungkin kamu ada yang urus, ada yang masakin kamu.. perhatiin kamu " ucap Laura dengan wajah sedih


Bagaimana tidak sedih karena selama ini Mondy selalu menolak wanita-wanita yang di jodohkan dengannya, semua wanita selalu berujung dengan tangisan jika sudah bertemu dengan Mondy entah apa yang di katakan Mondy membuat para wanita sakit hati.


" Mah, jangan khawatir kalau soal makanan aku sudah punya koki pribadi yang selalu menjaga pola makan ku agar seimbang " serunya


" Astaga Mondy.. mereka tidak sama dengan status istri.. Kamu harus segera menemukan pasangan hidup mu.. " ucap Laura sambil menggelengkan kepalanya, ia benar-benar heran dengan sikap putranya itu


" Pantas saja tidak ada yang mau dengannya, dia galak sekali.. eh tapi dia yang menolak para gadis, apa benar-benar dia punya kelainan.. yang di khawatirkan Tante Laura ternyata benar " batin Maya


" Kapan kamu berubah Mondy, kamu harus mendapatkan wanita yang kamu cintai " batin Laura


" Mah, pah.. aku pamit ada meeting penting pagi ini " ucapnya mencium tangan kedua orangtuanya


Itulah sikap Mondy jika di tanya tentang wanita dan pasangan hidupnya, ia selalu menghindar bahkan tidak mau membahas masalah itu, ia tidak mau ambil pusing akan hal sepele seperti itu.

__ADS_1


" Tunggu Mondy.. " ucap sang ibu membuat langkah Mondy terhenti


" Ada apa mah.. " kini Mondy menghampiri sang mamah


" Bukannya kamu sedang membutuhkan asisten pribadi lagi.. " tanya sang mamah


" Ia mah, Mondy belum menemukan yang cocok "


" Kalai begitu kamu terima saja Maya sebagai asisten mu, apalagi dia juga sedang mencari pekerjaan " ucap Laura sambil tersenyum


" Tidak Tante jangan.. " tolak Maya, tentu saja Maya menolak ia tidak mau jika harus bekerja dengan Mondy apalagi apa asisten, bisa-bisa dia mati berdiri dengan semua ancaman dan sikap Mondy


" Ide bagus Mah, papah setuju... " Ucap Alex sampai tersenyum


Jika Alex sudah berbicara seperti itu pada Mondy sudah pasti tidak bisa di bantah, kini terlihat wajahnya Mondy kesal menatap Maya dengan penuh kebencian, ia berpikir jika ini adalah salah satu rencana balas dendam yang Maya buat agar membalas perbuatannya tadi.


" Sial wanita ini benar-benar cari gara-gara dengan ku " batin Mondy


" Tidak berani, aku hanya lulusan Sekolah SMK mana berani " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya


" Cih.. "


" Kamu urus semuanya, mulai besok dia akan jadi asisten kamu.. " perintah Alex


" Pah... " Protes Mondy


" Kembali bekerja, bukannya kamu ada meeting pagi ini " titah sang ayah


" Sial kenapa papah dan mamah menyukai wanita itu, apa yang spesial dari dia.. penampilannya saja kampungan " batin Mondy


Mondy langsung pergi meninggalkan rumah kedua orangtuanya dengan perasaan kesal dan marah. Sedangkan Maya sendiri masih kaget dengan ucapan Om Alex.

__ADS_1


" Tuhan kenapa malah begini, aku ingin menghindarinya bukan malah engkau dekatkan hamba mu ini dengan laki-laki galak itu.. aduh bagaimana ini?? " batin Maya


" Om dan Tante maafkan Maya, bukannya Maya menolak tawaran Om dan Tante tapi Maya ingin mendapatkan pekerjaan dengan usaha Maya sendiri, apalagi Maya hanya lulusan SMK di kampung " ucapnya dengan penuh harapan


" Om dan Tante mohon pengertiannya Maya tidak mau bekerja dengan Tuan Mondy, dia galak dan sering marah-marah pada Maya " batin Maya


" Pokonya Maya harus bekerja dengan Mondy, dia harus jadi mata-mata ku.. aku tidak mau anak ku mengalami kelainan " batin Laura


" Kalau Om sih bagaimana Tante Laura saja " ucap Alex memegang tangan istrinya itu


" Maya anak baik, maukan kamu menolong Tante, kalau kamu bekerja dengan Mondy semua gerak gerik Mondy bisa kita awasi, Tante sebenarnya sedih melihat kondisi Mondy sekarang " ucapnya dengan wajah sedih


" Aduh kenapa Tante Laura berwajah sedih, aku akan jadi merasa bersalah " batin Maya


" Tante mohon kamu bisa menjadi asisten Mondy, demi Tante " ucapnya dengan penuh harap


Maya tidak mungkin menolak permintaan Laura lagi apalagi Laura terlihat sangat sedih biar bagaimanapun Laura sangat baik padanya, Maya berpikir jika ia harus menerima permintaan Laura meskipun berat ini sebagai bentuk usaha Maya membalas Budi pada Laura dan Alex.


" Baiklah Tante aku setuju " ucap Maya sambil tersenyum


" Terima kasih Maya.. kamu memang benar-benar anak baik.. " ucap Laura sambil tersenyum


" Sama-sama Tante... Asal kan Tante jangan sedih lagi ya " ucap Maya


Laura segera menghampiri Maya lalu memeluknya, ia senang karena dengan hadirnya Maya bisa membuat dirinya mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada Mondy hingga ia banyak menolak para wanita.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2