Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 47


__ADS_3

Setelah selesai menyiapkan segala sesuatu untuk pesta ulang tahun Maya, Jeri dan Mondy kembali lagi ke kantor. Mondy akan bersikap biasa saja pada Maya. Ia tidak ingin Maya curiga jika sikapnya berubah.


" Bagus makanannya kamu makan sampai habis " ucap Mondy sambil tersenyum


" Makanannya sangat enak tentu saja saya habiskan Tuan " batin Maya


" Terima kasih sayang " ucap Maya membalas senyuman Mondy


Tidak ada yang spesial di hari itu cuma Maya di suruh mengerjakan beberapa pekerjaan hingga membuatnya lembur. Tentunya hal itu Mondy lakukan agar sesuai dengan rencananya.


Maya tidak curiga dengan pekerjaan yang di berikan ya karena Asisten Jeri meminta ijin pulang duluan hingga semua tugas asisten Jeri harus di tangani oleh Maya.


Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, ada rasa lelah di tubuh Maya karena ia belum terbiasa lembur setelah ia sembuh kemarin.


" Maya are you ok.. " tanya Mondy ketika melihat Maya berwajah pucat


" Saya tidak apa-apa sayang " ucapnya sambil tersenyum


" Rasanya tidak tega juga melihat Maya kelelahan seperti sekarang.. apa aku ajak dia pulang saja.. aku harus kirimkan pesan pada Jeri agar mempersiapkan semuanya " batin Mondy


Mondy sudah mengirimkan pesan pada Jeri jika dirinya akan pulang sekarang bersama dengan Maya. Setelah itu ia langsung membereskan dokumen-dokumen yang ada di meja Maya.


" Loh sayang kenapa di bereskan, aku belum selesai mengerjakannya " ucap Maya heran


" Kita pulang saja.. lagian ini sudah malam.. "


" Tapi sayang.. "


" Biarkan besok asisten Jeri yang mengerjakan sisanya " ucap Mondy menarik tangan Maya agar pergi dari kantor.


" Baiklah"


Maya hanya bisa menurut saja karena memang hari ini dia sangat kelelahan ditambah lagi perutnya sekarang lapar. Ia belum sempat makan malam karena ia bekerja lembur. Kini Maya dan Mondy segera masuk kedalam mobilnya, mereka segera pulang ke rumah keluarga Mondy.


Tampak suasana sepi bahkan suasana di sana gelap seperti sedang mati lampu. Walaupun itu tidak masuk di akal karena biasanya rumah mewah tidak akan pernah mengalami mati lampu kecuali kalau keadaannya darurat.


" Sayang.. apa di rumah sedang mati lampu?? " ucap Maya menghampiri Mondy

__ADS_1


Maya memang takut kegelapan apalagi yang namanya hantu. Suasana gelap seperti sekarang membuatnya takut ia tak sadar sudah menggandeng tangan Mondy.


" Mungkin.. "


" Tapi aku belum pernah mendengar orang kaya mati lampu " ucap Maya heran


" Sudah jangan banyak bertanya, ayo kita masuk kedalam " ajak Mondy


" Tapi dimana mamah dan papah, apa mereka ada di dalam?? " Tanya Maya


" Kamu mau pergi kedalam bersama-sama dengan ku atau aku tinggal di sini sendirian.. " bentak Mondy


" Aku ikut sayang.. " ucap Maya kini berjalan bersama dengan Mondy.


Ketika Maya membukakan pintu terlihat gelap bahkan semakin gelap di dalam rumah itu. Jantung Maya berdebar-debar ketakutan. Takut yang ia pikirkan terjadi yaitu bertemu dengan hantu


" Kamu takut?? " Tanya Mondy


" Ia sayang... Ini sangat gelap,, apakah tidak ada lilin atau senter " ucap Maya masih menggandengkan Mondy


" Hantu.. " celetuk Maya


" Seperti itu " ucap Mondy menunjukan pada sosok berpakaian putih, rambut panjang dan wajahnya seram


" Agh... Hantu... " Ucap Maya langsung memeluk tubuh Mondy.


Mondy tersenyum, ia seperti sedang menenangkan hadiah bisa di peluk oleh maya. tiba-tiba semua orang keluar dari persembunyian termasuk Orang yang seperti hantu membuka wig panjangnya mereka bernyanyi bersama


" Selamat Ulang Tahun... Kami Ucapan.. " ucap mereka sambil bernyanyi dengan wajah bahagianya


" Buka matamu " ucap Mondy yang melihat Maya ketakutan dengan mata tertutup


Kemudian Maya membuka matanya, ia kaget karena rumah itu sudah kembali terang. Ternyata itu adalah kejutan yang sengaja di buat semuanya untuk menakut-nakuti Maya.


" Wah, ternyata mereka ingat hari ulang tahun ku, bolehkah aku egois ingin bisa merayakan ulang tahun di tahun berikutnya dengan mereka.. Tuhan rasanya aku sangat menyayangi mereka " batin Maya


Maya tersenyum ketika melihat kue ulang tahun di depannya yang di bawa oleh calon mertuanya, ya Laura tampak bersemangat menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil membawa kue ulang tahun yang cantik dan berwarna pink.

__ADS_1


" Terima kasih mamah... " Ucap Maya sambil tersenyum


" Kenapa cuma mamah yang di ucapkan terima kasih.. ini semua ide ku " ucap Mondy protes


" Terima kasih sayang... " Ucap Maya sambil tersenyum


" Hanya terima kasih?? " Ucap Mondy heran


" Lalu kamu mau apa sayang, kan aku yang ulang tahun harusnya aku yang di berikan kado " ucap Maya


" Cium aku.. " ucapnya menyodorkan wajahnya ke depan wajah Maya


Maya merasa malu di depan semua orang harus mencium Mondy namun ia juga takut kalau harus membantah ucapan Mondy.


" Ayo cepat " ucap Mondy membuat semua orang tersenyum gemas melihat kelakuan Mondy dan Maya.


Mau tidak mau Maya mencium bibir Mondy sekilas. Namun Mondy malah memeluknya lalu mencium Maya kembali. Tampak mereka yang menyaksikan semakin senyum-senyum malu apalagi Jeri ia merasa iri karena dirinya belum punya kekasih lagi sampai saat ini.


" Astaga Mondy, kalian belum Syah jadi suami istri, ya di tahan dulu.. Lihat jeri pasti iri pada kalian " ucap sang mamah membuat Mondy melepaskan ciumannya.


" Nyonya kenapa bawa-bawa saya " ucap Jeri kaget


" karena Kamu bujang lapuk.. " ucap Laura membuat semua orang tertawa melihat wajah jeri yang tidak bisa berkutik karena memang dia sedang jomblo saat ini


Wajah Maya merah sekali mungkin karena ia malu berciuman di depan banyak orang bahkan di depan kedua orangtuanya Mondy kalau di kampungnya bisa habis di grebek oleh warga.


" Kamu pakai gaun ini.. kita makan malam di taman.. " ucap Mondy menyerahkan paper bag berisi gaun yang sudah ia siapkan.


Maya menerima paper bag itu lalu pergi ke kamarnya. Hal sama pun di lakukan Mondy, sekarang ia pergi ke kamarnya untuk berdandan setampan mungkin untuk makan malam spesial dengan orang yang ia sukai.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2