Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 6


__ADS_3

Matahari sudah mulai bersinar, waktu sudah menunjukan pukul enam pagi, Maya sudah bangun dari tidurnya bahkan ia sudah mandi dan rapi. bukan tanpa alasan ia hari ini ingin melamar pekerjaan, meskipun Tante Laura baik padanya namun ia juga tak enak jika terus menumpang di rumahnya.


Ia segera pergi menuju dapur, terlihat para pelayan telah sibuk disana menyiapkan sarapan untuk sang majikan termasuk dirinya.


Maya tampak menyapa semua pelayan yang ada disana, ia juga tak sungkan untuk membantu menyiapkan para sarapan seperti para pelayan yang lainnya, meskipun semua pelayan melarang dirinya membantu mereka.


" Jangan Non... Jangan membantu kami, nanti kami di marahi oleh nyonya " ucap salah satu pelayan


" Tidak apa-apa Bik, aku sudah biasa ketika di kampung seperti sekarang " ucapnya sambil tersenyum


" Nona Maya memang sangat baik, pantas Saja Nyonya Laura menyukainya " batin salah satu pelayan


Maya memang memiliki sifat periang dan ceria dimana pun dia berada dia selalu mencoba mengakrabkan diri dengan orang sekitarnya. Membuat orang-orang sekitarnya menjadi senang dengan kehadiranku seperti sekarang padahal ia baru kemarin tinggal di rumah Laura namun dengan para pelayan sudah akrab saja.


Setelah selesai menyiapkan sarapan datanglah Laura menghampiri Maya yang kini sedang duduk di meja makan tersebut.


" Pagi Maya.. " sapanya


" Pagi Tante " ucapnya sambil tersenyum


" Bagaimana tidurmu semalam, apa nyeyak?? "


" Ia Tante terima kasih atas bantuan Tante semalam " ucap Maya tulus karena jika Laura semalam tidak datang dan mengajari cara mematikan AC mungkin dia akan tidur di sofa semalaman.


" Bukan apa-apa, nanti jika ada yang tidak kamu mengerti tanyakan saja pada Tante, jangan sungkan " ucap Laura sambil tersenyum


" Baiklah Tante " ucapnya membalas senyuman Laura


Tak lama kemudian datanglah Alex sendirian, Laura menduga jika putra kesayangannya itu pasti belum bangun, ia menyuruh Maya untuk membangunkan Mondy. Maya tak mungkin menolak permintaan Laura bagaimana pun Laura sudah sangat baik padanya, dengan terpaksa ia pergi ke kamar Mondy.

__ADS_1


" Apa ini kamarnya " gumam Maya


Maya mencoba mengetuk pintu kamar Mondy namun tak ada jawaban, terpaksa ia membuka pintu kamar Mondy yang tidak di kunci, kamarnya masih gelap, ia mengira jika sang pemilik kamar masih tidur meskipun dugaannya salah.


" Tuan Mondy Bangun " ucapnya sambil membuka tirai kamar itu


Terdengar suara pintu di buka yaitu pintu kamar mandi yang tak jauh dari posisi Maya berada, ketika pintu terbuka betapa kagetnya Maya melihat sosok laki-laki tanpa memakan baju, ia hanya mengenakan Handuk sepinggang saja. bahkan ia melihat dada laki-laki itu yang berbentuk kotak-kotak terpampang jelas di depannya membuat Maya kagum namun untuk sekian detik kemudian ia berteriak kencang.


" Agh.... "


" Ish berisik.. " Bentaknya


" Astaghfirullah... Ya Tuhan maafkan Maya... Mata ku ternodai.. aku harus bagaimana.. agh " ucap dengan berteriak-teriak


" Wanita ini seperti tarzan saja hobi sekali berteriak-teriak, kalau Mamah mendengar teriakannya bisa gawat.. nanti dia marah padaku dan mengira aku menganiaya wanita ini " batinnya


" Tidak mau... Astaghfirullah Ya Tuhan... " Teriakannya lagi


" Kamu pikir aku hantu apa?? sampai kamu berteriak seperti itu " ucap Mondy bertambah kesal dengan Maya yang terus berteriak-teriak


Mondy langsung mendekati tubuh Maya, Maya yang melihat hal itu benar-benar ketakutan, ia takut jika laki-laki itu akan berbuat macam-macam padanya.


" Jangan mendekat.. " ucap Maya kesal, namun Mondy terus mendekati tubuh Maya hingga tubuh Maya menempel dengan tembok.


" Jangan macam-macam, aku akan teriak lebih kencang lagi " ancam Maya dengan wajah ketakutan


" Silahkan saja teriak aku tidak takut.. " ucapnya Mondy dengan senyuman yang menyeramkan Maya


" Habislah aku Tuhan... Tolong selamatkan hamba mu ini " batin Maya

__ADS_1


Maya tak punya pilihan lain selain berteriak kembali agar ia bisa selamat dari Mondy namun dugaan ya salah, kini Mondy membekap mulutnya dengan kedua tangan hingga tubuh mereka benar-benar dekat bahkan nafas segar Mondy bisa ia hidup sekarang saking dekatnya posisi mereka.


" Kamu teriak lagi aku tidak akan segan-segan akan mencium mu " ancam Mondy


" Tidak aku tidak mau " batin Maya


Maya langsung menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau, ia mencoba menenangkan dirinya agar tidak berteriak.


" Janji tidak akan berteriak " ucap Mondy yang di balas dengan anggukan kepala oleh Maya tanda setuju.


Mondy segera melepaskan tangannya lalu menjauhkan tubuhnya dari Maya, ia lupa jika sebenarnya ia tak suka berdekatan dengan wanita apalagi jarak mereka benar-benar dekat seperti barusan.


" Keluar dari kamarku " titahnya


Dengan segera Maya langsung berlari dari kamar Mondy ia benar-benar ketakutan dengan sikap Mondy apalagi ancamannya yang akan mencium dirinya.


Maya benar-benar harus menghindari Mondy kalau perlu pergi jauh darinya karena ia takut jika ancaman itu akan jadi kenyataan karena selama berpacaran dengan Bobi saja Maya belum pernah berciuman. Ia memegang teguh akan kenyakinannya jika yang boleh menyentuhnya adalah Suaminya kelak ketika ia sudah menikah.


Maya segera kembali ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan Laura dan Alex namun sebelum ia kesana ia mencoba menenangkan dirinya, ia tidak mau terlihat ketakutan oleh Laura.


Apalagi ia masih takut dengan ancaman Mondy, jika ia mengadu semua kelakuan lelaki jahat itu bisa-bisa ancamannya Mondy akan jadi menjadi kenyataan.


" Kenapa Mondy begitu jahat dan galak tidak seperti Tante Laura dan om Alex sangat baik padanya " batin Maya


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2