Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 40


__ADS_3

Sementara di tempat lain tepatnya di rumah sakit dimana sekarang Shela berada, ia di periksa oleh sang dokter sementara Mondy dan Jeri menunggu di luar ruangan.


" Tuan, pak sutradara menghubungi saya untuk menanyakan masalah syuting iklan apa harus kita tunda terlebih dahulu?? " tanya jeri


" Tunda saja sampai Shela sembuh " ucap Mondy


" Tapi kemungkinan kaki nona Shela akan lama sembuhnya jika di lihat dari hasil pemeriksaan" ucap Jeri


" Kita belum tahu hasil pemeriksaan dokter itu baru pemeriksaan luar " ucap Mondy


" Baik Tuan.. "


" Kenapa harus ada insiden seperti ini.. bisa-bisa proyek ini akan terhambat, kalau sampai itu terjadi aku harus mencari model lain " batin Mondy


" Sepertinya aku melupakan seseorang tapi siapa?? " ucap Jeri sambil mengingat-ingat sesuatu.


Tiba-tiba ia ingat jika Maya masih ada di lokasi syuting. Ia dan Majikannya melupakan Maya karena panik melihat Shela menangis kesakitan.


" Tuan sepertinya kita melupakan seseorang.. " ucap Jeri dengan wajah kaget


" Maksud mu apa?? " Tanya Mondy bingung


" Nona Maya Tuan.. sepertinya dia tertinggal di lokasi syuting "


" Astaga kenapa kamu sampai lupa?? Kamu tunggu Shela di sini, aku akan segera menjemput Maya " ucap Mondy segera pergi dari sana.


" Baik Tuan, ini kunci mobilnya.. Tuan hati-hati di jalan " ucap Jeri


Setelah menerima Kunci mobil dari Jeri, ia segera masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. Bisa-bisanya ia melupakan Maya, ini semua gara-gara Shela yang terus berteriak kesakitan dan meminta tolong padanya membuat semuanya panik.


" Semoga Maya baik-baik saja" batin Mondy


Tak lama kemudian Mondy sudah sampai di lokasi syuting. Ia mencari keberadaan Maya namun tidak menemukannya hingga pandangannya terdiam ketika melihat Boby yang tak jauh dari sana sedang berlutut di kaki Maya. Tentu saja hal itu membuat hatinya marah dan cemburu melihat kedekatan mereka apalagi Mondy tahu siapa kalau Boby adalah mantan kekasih Maya.

__ADS_1


" Sialan laki-laki berengsek itu kenapa dia ada disini?? " Ucap Mondy sambil mengepalkan tangannya karena emosi


Mondy langsung menghampiri Maya lalu memegang tangan untuk pergi dari sana. Sementara tangan yang satunya lagi di pegang oleh Boby hingga terjadilah tarik menarik tangan.


"Ayo Kita pergi.. " bentak Mondy membuat Maya kaget bahkan gugup karena sudah pasti Mondy akan memarahinya gara-gara hal ini


" Mohon maaf Tuan Mondy yang terhormat saya dan Maya belum selesai bicara.. bisakah anda tunggu sebentar " cibir Boby


" Berani kamu sama Saya " bentak Mondy


" Astaga kenapa Boby bersikap seperti ini, pasti Tuan Mondy akan semakin marah padaku.. apa yang harus aku lakukan sekarang?? " batin Maya


" Maaf Tuan, saya masih ada keperluan dengan Maya.. jadi saya harap anda mengerti.. " ucap Boby dengan wajah kesalnya


" Dasar laki-laki tidak tahu diri " batin Mondy kesal


" Maaf Boby saya harus pergi " ucap Maya agar tidak membuat Mondy semakin marah


" Tapi Maya urusan kita belum selesai " ucap Boby kekeh


" Astaga Nona Shela.. dia kenapa?? " Tanya Boby panik


" Dia terjatuh dan kakinya cedera, dia sekarang di rawat di rumah sakit harapan Bunda.. " ucap Mondy


" Sialan kenapa begini, padahal aku sedikit lagi bisa meluluhkan hati maya.. Tapi aku harus menemui dulu nona Shela, aku tidak mau di pecat.. urusan ku dengan Maya sebaiknya nanti saja di lanjut " batin Boby


Mendengar hal itu membuat Boby segera pergi dari sana lalu pergi ke Rumah sakit dimana majikannya berada. Tentu saja dia panik karena dia tidak berada di samping majikan sedari tadi karena ia sibuk mencari keberadaan Maya.


Maya merasa lega karena dia sudah tidak di gangu oleh Boby sang mantan kekasihnya itu namun ia melihat terlihat takut ketika melihat wajah Mondy sekarang sedang marah.


" Sayang... Kamu tidak apa-apa " tanya Maya langsung di berikan tatapan tajam Oleh Mondy


" Ikut aku sekarang juga.. " ucap Mondy langsung menarik tangan Maya

__ADS_1


" Mati aku.. " batin Maya


" Maya sudah mengkhianati ku.. dia terlihat senang berduaan dengan Boby.. cih lelaki jelek itu membuatku kesal saja " batin Mondy


Sebelum Mondy membawa Maya pergi dari sana terlebih dahulu pak sutradara menghampirinya, ia ingin menanyakan bagaimana kelanjutan syutingnya.


" Tuan Mondy tunggu "


" Ada apa?? "


" Bagaimana keadaan Nona Shela? " tanyanya


" Dokter masih memeriksa keadaannya " ucap Mondy


" Tadi saya sudah menanyakan sesuatu pada Tuan jeri, dia bilang jika syuting ini akan di tunda sampai nona Shela sembuh.. apa keputusan ini tidak akan menghambat rencana kita tuan " ucapnya


" Kita tunggu saja hasil pemeriksaan Shela jika kakinya butuh penanganan khusus dengan terpaksa kita harus mencari model lain " ucap Mondy


" Baik Tuan, terima kasih kalau begitu saya permisi.. " ucap sang sutradara sambil tersenyum


Mondy menyeret Maya ke mobilnya, ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang, ia membawa Maya ke rumah sakit terlebih dahulu karena ia ingin mengetahui hasil pemeriksaan dokter apa kaki Shela.


Sedangkan Maya sepanjang perjalanan ia hanya terdiam, takut salah bicara pada Mondy yang akan membuat Mondy semakin marah padanya.


" Kenapa suasananya berubah menjadi menyeramkan begini.. " batin Maya


Entah kenapa Maya merasa bersalah ketika ia ketahuan mengobrol dengan Boby padahal diantara Mondy dan Maya hanya pura-pura menjalin hubungan.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2