
Seminggu kemudian, hubungan antara Mondy dan Maya mulai dekat namun sikap Mondy tidak berubah pada Maya sama sekali, ia masih saja bersikap galak jika berhadapan dengan sikap Maya yang polos, hal itu terkadang membuat Mondy merasa kesal dan marah dengan sikapnya.
Selama seminggu ini juga Mondy selalu sarapan nasi goreng tentunya buatan Maya yang membuatnya lidahnya ketagihan bahkan Laura dan Alex pun menyukai menu sarapan yang di buatkan Maya.
" Tuan, ini berkas yang anda minta " ucap Maya menyerahkan beberapa laporan pada majikannya itu.
" Ok " ucap Mondy yang masih fokus membaca beberapa Laporan di depannya.
Memang Seminggu ini mereka tampak sangat sibuk, semuanya menyiapkan produk baru untuk proyek yang lebih besar yang sebentar lagi akan mereka luncurkan dan pasarkan, bahkan Mondy dan Maya hampir tiap hari selalu lembur menyelesaikan proyek tersebut agar cepat selesai.
" Maya tolong buatkan saya Kopi " titah Mondy
" Baik Tuan " ucap Maya segera pergi ke pentri untuk membuatkan kopi kesukaannya
Tok... Tok.. Tok...
" Masuk "
" Tuan, di bawah ada Tuan Jono dan nona Jini, mereka ingin bertemu dengan anda " ucap Jeri
" Mau apa mereka datang kesini, bukannya semua kontrak kerjasama kita tidak ada masalah dengan perusahaannya " tanya Mondy nampak bingung
" Saya juga kurang tahu Tuan.. "
" Ok, biarkan mereka masuk ke sini... " Ucap Mondy kembali lagi fokus pada Laptop di depannya melihat semua laporan dan beberapa Email masuk
" Baik Tuan.. " ucap Jeri Segera pergi dari ruangan Mondy
Tak lama kemudian Jeri kembali mengetuk pintu, ia datang dengan Joni dan Jini, Mereka bertiga segera masuk ke ruangan Mondy. Joni tersenyum ketika melihat Mondy disana sama halnya dengan Jini yang sangat bahagia bisa melihat orang yang ia sukai.
" Selamat siang Tuan Mondy " sapa Joni
" Tuan Jono, silahkan duduk " ucap Ucap Mondy sambil tersenyum
Mereka duduk di sofa yang ada disana, tampak paha putih Jini terlihat karena ia memakai pakaian yang minim dan seksi, ia memang sengaja berpakaian seperti itu agar lelaki yang ada di hadapannya semakin tertarik padanya.
" Lihat paha mulus ku masa Kamu tidak tergoda Mondy.. " batin Jini
__ADS_1
Tapi dugaan Jini salah besar, baik Mondy ataupun Jeri mereka tampak tidak tertarik bahkan untuk sekedar menatap paha Jini saja mwreka enggan entah kenapa kedua laki-laki itu malah terlihat cuek padanya.
Jeri langsung mengirimkan pesan pada Maya untuk membuatkan dua minuman untuk tamu yang baru saja datang. Sedangkan Jini dia semakin berani dengan duduk di samping mondy tentu saja membuat laki-laki itu semakin Kesal.
" Sial, wanita ini menjijikan " batin Mondy
" Kamu pasti akan suka padaku, kamu akan tergoda oleh ku.. banyak laki-laki di luar saja yang senang jika aku berpakaian seksi seperti ini " batin Jini
" Bagus anak pintar, Jini terus dekati Mondy, miliki dia agar kekayaan kita semakin bertambah " batin Jono
" Cih, modelan begini Tuan Mondy tidak akan suka, anda salah jika bersikap seperti ini Nona Jini " batin Jeri
Tak lama kemudian Maya datang sambil membawakan nampan, ia segera meletakan minuman itu tepat di meja depan mereka. " Silahkan Tuan dan Nona " ucap Maya ramah
" Siapa wanita ini, penampilannya biasa saja meskipun pakaiannya terlihat mahal " batin Jini nampak memperhatikan Maya dari atas sampai kaki
" Sayang, duduk sini " ucap Mondy dengan nada lembut
Nada dan panggilan mengerikan yang Mondy katakan, karena sebelumnya ia tidak pernah mendengar Mondy berbicara seperti itu pada siapapun setahu Jeri selama ini.
Sayang, panggilan untuk siapa itu?? Tentunya bukan untuk Jeri panggilan sayang yang Mondy katakan itu menunjuk pada Maya, hal itu membuat semua orang yang ada disana menoleh pada Maya termasuk Jeri tentunya dengan tatapan heran dan kaget.
" Sayang, ada apa ini..?? apa Tuan dan Maya punya hubungan spesial kenapa aku tidak tahu " batin Jeri
" Jadi wanita ini adalah saingan cinta ku, aku tidak akan menyerah begitu saja, aku tidak akan kalah dengan wanita seperti dia.. " batin Jini
" Sial, Mondy sepertinya sudah punya kekasih.. sia-sia saja aku dan jini datang kesini " batin Jono
" Cepat kemari " ucap Mondy dengan tatapan tajam
" Maksud anda saya Tuan " ucap Maya tampak ragu-ragu
" Kamu ini, selalu bersikap profesional.. sini sayang " ucapnya kembali sambil menepuk sofa di samping tubuhnya
Maya mana mungkin bisa membantah ucap majikannya itu meskipun ia juga merasa sedikit aneh namun ia tidak ingin jika majikannya itu memecat sisinya.
Maya segera menghampiri Mondy ia hendak duduk di dekat Mondy, di tengah-tengah antara Mondy dan Jini, namun dengan cepat Mondy menarik tangan Maya hingga kini Maya duduk di pangkuan Mondy.
__ADS_1
" Tuan... Apa yang... " Ucap Maya terhenti ketika Mondy berbisik padanya "Diam dan jangan banyak tanya "
Semua tampak di buat kagget kembali dengan perbuatan Mondy, bahkan Jini terlihat tampak kesal dari raut wajahnya ia tidak suka melihat pemandangan di dekatnya kini. Apalagi Mondy laki-laki incarannya saat ini.
" Sial sial sial... " Batin Jini
" Untuk apa aku lama-lama disini, lebih baik aku bawa Jini pergi dari sini " batin Jono
" Tuan Mondy benar-benar punya hubungan dengan Maya pantas saja mereka betah lembur selama ini, aku tidak menyangka " jeri benar-benar percaya dengan pikirannya saat ini.
" Sayang, ini Tuan Jono dan ini nona Jini anaknya Tuan Joni " ucap Mondy sambil melihat wajah Maya sambil tersenyum
" Tuhan kenapa rasanya horor sekali apalagi jarak kami sangat dekat " batin Maya
" Saya Maya Tuan " ucapnya sambil tersenyum
" Dia ini tunangan saya " ucap Mondy membuat semua orang semakin terkejut apalagi Maya
Benar sudah gila bos galaknya, bisa-bisanya ia mengaku jika dirinya tunangan Maya. Ingin rasanya Maya menjelaskan pada semua orang jika yang di katakan Mondy tidak benar namun ia tidak punya keberanian sebesar itu dan mengatakan hal yang sebenarnya.
" Apa?? jadi Maya tunangan Tuan Mondy, astaga aku tidak menyangka.. " batin Jeri
" Apa dia salah minum obat hari ini " batin Maya
" Aku tidak terima aku akan rebut Mondy kembali.. " batin Jini
" Akh, sepertinya sudah tidak ada harapan untuk Jini " batin Joni
" Tuan Mondy, kedatangan saya kesini sebenarnya ingin mengajak anda makan siang namun saya rasa anda sedang sibuk dengan tunangan anda.. lebih baik lain kali saja, maaf jika menggangu waktu anda, saya permisi " ucap Joni pamit sambil menarik tangan putrinya
" Tapi pah... " Ucap jini yang enggan meninggalkan Mondy
" Ayo pulang " bentak Jono
Jono dan jini langsung keluar dari ruangan Mondy, untuk jeri ia langsung mengikuti langkah tamu mereka keluar hanya untuk mengantarkan mereka.
.
__ADS_1
.
Bersambung..