Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 31


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Maya terbangun karena tangan kekar seseorang sedang memeluk pinggangnya siapa lagi kalau bukan Mondy. Maya benar-benar kaget karena ini kedua kalinya ia tidur satu ranjang dengan Mondy.


" Astaga Maya, apa yang sedang kamu lakukan Maya.. kenapa kamu lagi-lagi tidur bersama Tuan Mondy lagi bagaimana kalau aku beneran hamil?? " Batin Maya


" Tuan... Tuan... Bangun " ucap Maya


" Hem.. " Mondy masih tidak sadar jika yang memanggil namanya adalah Maya


" Bisakah Tuan bangun, em ini rasanya tak enak jika kita begini Tuan... " Ucap Maya masih dengan tubuh yang lemas


Mondy sebenarnya masih mengantuk namun suara Maya kali ini membuat ia kaget dan langsung bangun dari ranjang Maya.


" Tuan kenapa Tuan bisa tidur disini, eh maksud ku kenapa aku tidur di sini?? Ini di mana?? " Ucap Maya tampak bingung


Bagaimana tidak bingung ruangan rumah sakit yang ia tempati bukan seperti ruangan pasien yang lainnnya. Maya berada di ruang VIP sedangkan di kampungnya tidak ada kamar VIP yang ada kamar pasien yang terdiri dari lima tiga sampai enam orang di dalam satu ruangan.


" Kamu kemarin pinsan, karena aku baik hati jadi aku bawa mu ke rumah sakit " ucap Mondy ingin Maya memujinya sebagai pahlawan tapi dugaannya salah.


" Kenapa aku pingsan?? " Maya malah bertanya balik pada Mondy membuat Mondy kesal


" Kamu pikir saja sendiri kenapa kamu bisa pingsan hah " bentak Mondy


" Astaga Tuan.. aku baru sembuh saja masih di bentak-bentak " batin Maya


" Cih bukannya berterima kasih malah bertanya balik.. menyebalkan " batin Mondy


" Aku... Aku... Em... " Ucapnya mengingat kembali peristiwa kemarin.


Mulai dari di makan siang bersama dengan Mondy dan Shela, lalu ucapan Shela di dalam toilet dan juga ia terkurung di salah satu toilet dengan lampu yang mati.


Maya memang takut kegelapan karena dulu ia pernah menemukan sosok yang seram dalam kegelapan. Ketakutannya berimbas sampai sekarang ia masih takut dengan kegelapan.


Toilet itu sempit dan tidak ada pencahayaan sehingga membuat suasana gelap sekali bahkan Maya tidak bisa melihat apa-apa. Hal itu membuat kepala Maya pusing dan nafas terasa sesak.


" Sebenarnya kemarin aku terkunci di dalam toilet.. "

__ADS_1


" Apa terkunci.. siapa yang melakukan itu padamu, Berani sekali dia " cibir Mondy


" Saya juga tidak tahu Tuan.. "


" Nanti aku akan selidiki hal itu, kamu beristirahat saja beberapa hari ini " ucapnya membuat Maya bingung


Maya bingung karena jika dia tidak bekerja berarti gajinya akan di potong, hal itu tidak boleh ia biarkan. lagian sekarang tubuhnya sudah sehat kembali tidak perlu ada yang di khawatirkan.


" Tidak Tuan, saya merasa kondisi tubuh saya sudah baik-baik saja. Saya akan bersiap-siap pergi ke kantor " ucapnya


" Siapa yang mengijinkan mu untuk pergi ke kantor, aku bilang diam disini dan istirahat lah.. aku harus pergi dulu ke kantor,, gara-gara kamu semua pekerjaan ku menumpuk " cibirnya


" Tapi Tuan.. "


" Jangan protes nanti akan ada mamah yang menemanimu di sini " ucapnya langsung melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Mondy hari ini memang sibuk ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ia tunda apalagi kemarin ia tidak kembali ke perusahaan setelah jam makan siang sehingga membuat pekerjaannya menumpuk.


Ia terpaksa memesan sarapan pada Jeri. Sebagai asisten CEO ia benar-benar sibuk sekarang karena ia harus menyiapkan sarapan dan baju ganti untuk majikannya apalagi dia juga harus menyiapkan semua pekerjaannya sendiri tanpa bantuan dari Maya. Hari ini akan menjadi hari yang paling melelehkan bagi Jeri.


Sementara Maya masih duduk di kursi ranjangnya sendirian, ia bingung harus melakukan apa tapi dia juga tidak bisa keluar dari rumah sakit ini.


" Selamat Pagi Nona " ucap sang dokter


" Pagi juga Dok " ucap Maya sambil tersenyum


" Bagaimana keadaan Nona, apakah nona merasakan kesakitan pada tubuh Nona " tanya sang dokter


" Tidak ada Dok, sekarang saya merasa baik-baik saja "


" Kalau begitu saya periksa dulu Nona " ucapnya


" Baik Dok "


Dokter langsung memeriksa keadaan Maya, benar saja keadaan Maya sudah lebih baik dari hasil pemeriksaan yang dia lakukan.


" Keadaan nona sudah baik-baik saja, jika keadaan nona seperti ini terus, nona akan di perbolehkan untuk pulang besok " ucapnya

__ADS_1


" Kenapa tidak pulang hari ini saja Dok, saya sudah baik-baik saja, saya ingin segera pulang " ucapnya dengan wajah memelas


" Maaf Nona ini sudah menjadi prosedur rumah sakit.. anda harus lebih mematuhinya " ucapnya sambil tersenyum


" Baiklah Dok "


" Nona saya bawakan sarapan untuk anda " ucap seorang perawat


" Terima kasih sus " ucap Maya sambil tersenyum


" Kalau begitu saya permisi " ucap sang dokter bersama dengan suster


Maya memakan sarapan yang ada di depannya dengan lahap, ia merasa masakan rumah sakit memang tidak enak namun ia tidak punya pilihan ketika ia lapar.


Tak lama kemudian suara pintu ruangan Maya terbuka datanglah Laura bersama dengan Alex, mereka segera menghampiri Maya yang sedang memakan makanannya.


" Maya.. ya ampun kamu sudah sadar nak, bagaimana keadaan mu sekarang " ucap Laura dengan wajah khawatir


" Aku baik-baik saja Tante "


" Jangan membuat Tante dan Mondy khawatir " ucapnya langsung duduk di samping Maya


" Mondy khawatir?? " Ucap Maya bingung


" Ia Maya, dari kemarin ia terus berada di ruangan ini bersama mu bahkan dia tidak mau pergi dari sini.. semua pekerjaannya dia lakukan di sini juga " ucap Laura sambil tersenyum


" Maafkan Maya Tante membuat semua orang khawatir " ucap Maya dengan wajah sedihnya


" Kenapa minta maaf justru Tante bersyukur eh maksudnya bukannya apa-apa tapi Tante jadi tahu kalau anak Tante itu ternyata sangat mencintai kamu " ucap Laura dengan penuh semangat


" Tuan Mondy mana mungkin mencintai aku Tante, anda salah besar kamu hanya pura-pura jadi pasangan " ucap Maya dalam hati, andai ia bisa protes namun jika ia berkata seperti itu bisa di pastikan ia akan mendapatkan amukan dari Mondy.


Maya lebih baik diam, mendengar semua cerita Laura, ia menceritakan tentang bagaimana Mondy dahulu, sikap lucu dingin dan galak ya, ia ceritakan semua pada calon menantunya itu.


Ia ingin jika calon menantunya lebih mengenal sifat putranya yang terkadang memang menyebalkan bahkan dia saja sering di buat kesal dengan kelakuan Mondy.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2