
Keesokan harinya,,
Maya terbangun ketika ada tangan kekar yang memeluk pinggangnya. Merasa ad hal aneh ia pun meraba tangan kekar itu masih dengan mata tertutup karena ia masih enggan membuka matanya.
Maya meraba sampai pada sesuatu yang terasa kotak-kotak yang di sampingnya. Namun Maya menyadari jika di sampingnya itu bukan Guling biasa, ia segera membuka matanya. Alangkah terkejutnya ia melihat Mondy tidur di sampingnya sambil memeluk dirinya (lebih tepatnya jika keduanya saling berpelukan)
" Tuan Mondy sangat tampan bahkan ketika ia bangun tidur, ish aku ini kenapa lagi?? Tidak-tidak aku harus cepat bangun " batin maya
" Agh... " Teriakan Maya membuat Mondy langsung bangun karena kaget
Ketika Maya hendak bangun kepalanya sangat pusing mungkin efek kemarin ia mabuk meskipun hanya sedikit mencicipi anggur merah yang di tawarkan Jini namun Maya langsung mabuk karena minuman itu adalah minuman yang baru pertama kali mencicipinya.
" Aw... " Ucap Maya memegang kepalanya
" Kamu itu berisik sekali... Bikin kepala ku sakit saja.. " cibir Mondy
" Tuan, apa yang anda lakukan disini?? " Ucap Maya marah
" Astaga Maya ini itu apartemen ku dan ini adalah kamar ku sendiri.. " ucap Mondy dengan nada kesal
" Benar ini bukan kamar ku.. tapi kenapa kita tidur satu ranjang atau jangan-jangan Tuan.. " ucapnya terhenti dan menyilangkan tangannya di tubuhnya
" Cih jangan sok kepedean, mana mungkin aku berbuat macam-macam.. kamu itu bukan tipe wanita impianku jangan bermimpi terlalu tinggi " cibir Mondy
" Lalu kita... Semalam " ucap Maya langsung melihat bajunya yang masih utuh
" Kita hanya tidur satu ranjang, berbagi kasur tidak lebih.. jangan berpikir macam-macam lebih baik kamu mandi dan siapan aku sarapan.. aku masih ngantuk " ucap Mondy kembali membaringkan tubuhnya di kasur empuknya.
" Tapi bukannya kata ibu di kampung kalau kita tidur satu ranjang bisa hamil?? Aduh apa yang harus aku lakukan?? Ya Tuhan ampuni hamba mu ini " batin Maya
__ADS_1
Maya segera beranjak dari tempat tidurnya lalu segera masuk kedalam kamar mandi, ia langsung mandi dan menyiapkan sarapan untuknya dan Mondy sesuai dengan ucapan majikannya itu.
Maya hanya memakai kimono saja karena ia tidak mungkin memakai gaun yang semalam dipakainya, di apartemen Mondy juga tidak ada baju perempuan. Biasanya kalau di flem romantis sang wanita akan mengenakan kemeja putih milik sang pria namun di pikiran Maya tidak mungkin ia memakai kemeja putih milik Mondy, bisa-bisa majikan galaknya itu ngamuk padanya. Lebih baik memakai kimono saja karena itu pakaian yang paling aman.
Maya melihat kulkas yang di dalamnya terdapat sedikit bahan makanan yang bisa ia masak. Ia hanya membuat telur kocok kalau bahasa kerennya itu Omlet. Tak lupa juga ia menambahkan sisa sayuran kedalamnya berupa tomat, wortol dan daun bawang.
Masakan yang Maya buat tercium sampai di kamar Mondy membuatnya langsung bangun dan segera mandi untuk menyegarkan tubuhnya lalu ia bersiap-siap untuk sarapan yang sudah di sediakan Maya.
Akhir-akhir ini Mondy suka sekali dengan masakan yang Maya Buat. Apalagi nasi goreng buatan Maya uh, tidak ada duanya dengan yang lain sangat enak (itu hanya pemikiran Mondy saja).
Setelah selesai mandinya ia segera bersiap-siap menghampiri Maya tentunya dengan pakaian rapi hendak pergi ke kantor. Mondy duduk di meja makan sambil melihat Maya yang masih sibuk menyiapkan susu untuk dirinya.
Melihat Maya seperti itu apalagi dengan kimono yang ia pakai membuat Mondy membayangkan jika dirinya dan Maya sudah menikah, rutinitas seperti ini pasti akan sangat seru.
" Ish aku mikirin apa lagi??, Mana mungkin aku menikah dengan Maya " batinnya menyangkal hal itu namun pikirannya masih membayangkan hal itu
" Silahkan Tuan... " Ucap Maya tersenyum
" Ish Tuan, mana berani saya memakai baju kemeja Tuan " ucap Maya bingung
" Kenapa tidak.. " masih menatap Maya dengan tatapan tajam
" Kemeja Tuan itu kebesaran di tubuh saja, masa ia saya harus berpakaian seperti laki-laki memakai baju dan celana tuan.. mana muat " membuat Mondy kesal sendiri
Yang Mondy bayangkan itu Maya memakai baju kemeja putih miliknya tanpa celana agar terlihat seksi bukan seperti yang Maya banyangkan, sungguh Maya tidak akan sepeka itu dan Mondy harusnya dia sadar akan hal itu.
" Sudah habiskan makananmu " bentak Mondy
" Loh kenapa Tuan marah, apa aku ada salah bicara padanya " batin Maya
__ADS_1
" Merusak suasana hatiku saja pagi-pagi begini " batin Mondy
" Baik Tuan.. " ucap Maya yang terlihat cuek meskipun majikannya itu terlihat berwajah marah dan kesal
" Makanan apa ini.. cih cuma telur saja.. mana nasi goreng ku " cibir Mondy
" Em, nasi goreng ya Tuan.. hari ini saya tidak bisa memasak itu "
" Kenapa?? " Tanya Mondy
" Saya mau masak nasi goreng gimana, orang berasnya juga tidak ada.. di dalam kulkas hanya ada ini yang tersisa.. "
" Apa?? Jadi aku memakan makanan sisa.. kenapa sayurannya tidak kamu buang, sayuran itu sudah satu Minggu yang lalu.. " ucap Mondy semakin kesal
" Tuan kenapa harus di buang, sayurannya masih layak di makan buktinya saya campurkan saja dengan telur dan rasanya enak " ucap Maya sambil menyantap makanan miliknya
" Astaga Maya... Dia benar-benar selalu membuat ku sakit kepala,, tunggu tapi baunya enak apa aku coba saja?? " batin Mondy langsung mencoba Omlet buatan Maya
" Eh tunggu rasanya tidak buruk " ucap Mondy kembali memakan Omlet tersebut
Maya hanya tersenyum melihat majikannya lahap memakan Omlet yang sempat dia hina. " Aku sudah tidak aneh dengan sikap Tuan, tadi menghinaku sekarang malah dia yang paling lahap " batin Maya
" Kenapa rasanya tidak terlalu buruk.. ini bahkan enak.. Maya memang pandai sekali memasak, harusnya ia cocok jadi koki saja.. Tapi tunggu aku tidak rela jika orang lain memakan makanan Maya selain aku " batin Mondy
Itulah drama mereka di pagi hari namun meskipun suasana hati Mondy kesal dan marah di buat Maya namun ketika menyantap makanan yang di buat Maya rasa itu sirna seketika entah memang rasanya yang enak tapi karena Mondy sudah mulai dengan kehadiran Maya.
.
.
__ADS_1
Bersambung...