
Mondy dan Maya sudah sampai di rumah sakit, mereka segera turun dari mobil dan segera masuk kedalam. Suasana di sana tampak rame, Mondy segera menggandengkan Maya untuk segera masuk kedalam lift, banyak dari mereka yang sekarang memfoto dirinya. Tentu saja berita dirinya akan semakin heboh.
Jeri pun segera bergegas untuk melindungi sang majikan, Mondy memerintahkan pada Jeri untuk menutup semua berita jika kini dirinya datang ke rumah sakit. Sedangkan Maya yang belum tahu apapun hanya bisa diam dan tak banyak bertanya.
Kini Mereka sudah sampai di ruangan Shela, pintu ruangan itu di buka oleh jeri lalu mereka masuk kedalam. Tampak di ruangan itu ada kedua orangtuanya Shela mereka melihat kedatangan Mondy dan maya di sana.
" Pagi Om dan Tante " sapa Maya
" Pagi " ucap Ketus Lily
" Nona Shela bagaimana keadaannya?? Apa sudah merasa baikkan " ucap Maya sopan
" Aku baik-baik saja, kamu tidak usah pedulikan aku.. " cibirnya
" Maya.. Maya ngapain kamu repot-repot membuatkan bubur untuk orang seperti itu, heran deh " batin Mondy kesal
" Astaga Nona Shela semakin memperlihatkan sifat aslinya, sepertinya Tuan Mondy semakin tidak tertarik pada anda " batin Jeri
" Syukurlah kalau nona sudah baik-baik saja, saya senang mendengarnya " ucap Maya sambil tersenyum
" Cih, sok baik lagi.. " cibir Lily
Mondy segera merebut rantang dari tangan Maya, ia segera menghampiri Shela laku meletakkan rantang itu di meja yang ada di samping tempat tidur Shela.
" Tuan mau ngapain?? " batin Maya kaget
" Astaga Mondy perhatian sekali padaku hari ini sampai repot-repot membawakan makanan untuk ku segala.. Sepertinya Mondy semakin perhatian padaku, aku harus membuat Maya kesal dan marah " batin Shela
" Mondy apa yang kamu bawa itu " ucap Shela sambil tersenyum
" Ini Bubur.. " ucap Mondy dengan nada cuek
" Apa makanan itu untuk ku?? " Ucap Shela senang
" Ya.. makanlah selagi masih panas " ucap Mondy memberikan rantang berisi bubur pada Shela
" Mondy, bisakah kamu menyuapi ku.. Badanku masih terasa lemas " tanya Shela ragu-ragu takut lelaki yang di depannya malah cuek padanya.
Kedua orangtuanya sekarang pamit keluar dari ruangan Shela ketika mereka melihat kedekatan putrinya dengan sosok laki-laki yang ia anggap calon menantunya itu. Mereka pergi dari sana dengan alasan ada urusan sebentar, mereka memang sengaja meninggalkan Shela dan Mondy.
" Biar saya saja Nona yang menyuapi anda.. " ucap Maya hendak melangkah maju menghampiri Shela namun ia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Shela.
__ADS_1
" Aku tidak mau di suapi oleh mu.. " ketus Shela
" Kalau begitu biar sama saya saja Nona " ucap Jeri yang tahu jika wajah sang majikannya itu terlihat marah
" Saya ini hanya ingin di suapi oleh Mondy seorang, lebih baik kalian pergi dari sini " ucapnya sambil menatap wajah mondy
" Shela benar-benar membuatku muak.. tapi aku harus membalas dulu perlakuannya pada Maya " batin Mondy
Mondy langsung mengambil rantang tersebut, ia mulai menyuapi Shela di depan Maya. Ada percikan rasa kesal dan marah di hati Maya entah kenapa rasanya ia tidak suka melihat kedekatan antara Shela dan Mondy.
" Lihat ini Maya... Mondy benar-benar peduli sama aku... Siap-siap sebentar lagi kamu akan aku tendang dari hidupnya Mondy " batin Shela
" Tumben Tuan peduli sama Nona Shela pakai suap-suapan segala rasanya aku jadi sedih eh tapi aku tidak boleh begini biar bagaimanapun Tuan Mondy memang terlihat sangat cocok dengan Nona Shela " batin Maya
" Kenapa aku merasa Nona Maya seperti orang yang sedang cemburu melihat kedekatan Tuan Mondy dan Nona Shela, kalau tuan sampai tahu pasti ia senang " batin Jeri
" Em.. buburnya enak sekali... Terima kasih Mondy " ucap Shela
" Syukur kalau kamu suka " ucap Mondy sambil melihat wajah Maya
" Aku sangat suka apalagi di suapin oleh kamu.. " ucapny Shela dengan nada manjanya
" Kalau begitu habiskan " ucap Mondy memberikan rantang yang masih berisi bubur sedikit lagi
Mondy menatap wajah Maya yang terlihat sedih, ia tahu jika ia tak seharusnya begini tapi ia lakukan semua ini juga untuk Maya.
" Mondy kamu beli bubur ini dimana?? Kenapa rasanya berbeda dari tempat penjual bubur biasanya.. " Ucapnya dengan bahagia
" Aku tidak membeli bubur?? "
" Tidak membeli bubur?? " ucapan mondy membuat hatinya berbunga-bunga
" Berarti Mondy khusus membuat bubur ini untuk ku.. dia rela capek-capek demi aku... Astaga Mondy aku jadi terharu " batin Shela
" Bubur itu sebenarnya buatan Maya, jadi berterima kasihlah pada Maya.. karena bubur buatannya memang enak, tadi aku juga sarapan bubur yang di buatkan Maya.. " ucapan Mondy membuat Shela melotot, dia kesal dan marah sudah berpikiran kemana-mana tapi tidak sesuai dengan harapannya.
" Sial... Maya lagi Maya lagi.. dia memang ingin cari perhatian Mondy, ini tidak bisa di biarkan " batin Shela
" Astaga Nona Shela anda terlalu percaya diri... Aku jadi kasihan padamu.. " batin Jeri
" Kenapa diam, ayo berterima kasih lah.. " ucap Mondy dengan senyuman kemenangan setelah membuat Shela kesal sendiri
__ADS_1
" Tidak usah berterima kasih Nona Shela saya sangat senang jika bubur buatan ku di sukai oleh Nona " ucapnya sambil tersenyum
" Maya terima kasih " ucap Ketus Shela
" Sama-sama nona Shela, kalau nona suka bubur buatan ku, nanti aku akan buatkan bubur itu setiap hari untuk anda " ucapnya Maya sambil tersenyum
" Sial, dia malah meledek aku lagi, dia maunya apa sih.. " batin Shela
" Ya ampun Maya, hatimu terbuat dari apa sih, sudah di perlakukan jahat seperti ini sama Shela masih aja kamu baik sama dia " batin Mondy
" Tidak perlu... " Ucap Shela masih dengan nada ketus
" Maya sayang kalau kamu buatkan bubur setiap hari untuk Shela lalu waktu buat aku mana.. aku ga mau kamu capek-capek, nanti kamu sakit " ucap Mondy dengan nada manja pada Maya membuat Shela semakin kesal
" Eh.. ia sayang " ucap Maya merasa canggung
" Tuan jangan bersikap seperti ini membuat jantung ku berdetak tak karuan " batin Maya
" Aku baru kali ini lihat sisi lain Tuan kalau sedang manja seperti ini.. Lucu " batin Jeri
" Oh ia Mondy, bagaimana kita harus mengklarifikasi tentang hubungan kita pada media?? " Ucap Shela sengaja mengalihkan pembicaraan ia ingin membuat Maya kesal kembali
" Klarifikasi?? " Ucap Maya kaget
" Sial, aku lupa memberitahu masalah gosip yang sudah menyebar di media sosial, Shela malah memberitahu hal ini pada Maya lagi.. " ucap Mondy dalam hatinya
" Kamu tidak tahu kalau aku dan Mondy di gosipkan punya hubungan spesial, bahkan gambar aku naik kedalam mobil Mondy kemarin juga sudah terpangpang jelas di sosial Media " ucap Shela dengan bangganya
" Apa itu benar.. apa sekarang Tuan Mondy sudah mulai menyukai nona Shela, lalu aku bagaimana " batin Maya kembali berwajah sedih
" Maya.. aku bisa jelaskan semuanya padamu.. yang jelas aku akan mengklarifikasi masalah ini kamu tenang saja " ucap Mondy
" Tapi Mondy, berita tentang hubungan kita berada di berita paling atas dan ini bagus untuk perusahaan mu dan karir mu.. " ucap Shela
" Aku tidak peduli, karena diantara kita tidak ada hubungan apapun " bentak mondy
Shela tidak bisa mempengaruhi Mondy kali ini, meskipun ia sangat kesal namun ia juga terlihat senang apalagi ketika ia tahu jika Maya tidak mengetahui berita tentang hubungan dirinya dan Mondy.
Ia bisa mempengaruhi fansnya untuk mebenci Maya apalagi ia ingin semua orang juga membenci Maya seperti dirinya saat ini.
.
__ADS_1
.
Bersambung...