
Mereka sudah sampai di restoran yang sudah di pesan oleh Shela, ia memilih restoran yang sering di kunjungi Mondy selama ini jangan tanya kenapa?? Karena Shela meminta seseorang untuk mengetahui apa saja kebiasaan dan kesukaan Mondy yang berhubungan dengan Mondy ia tidak mau terlewat satu pun.
Mereka masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan, Mondy menyuruh Maya untuk duduk di sampingnya sementara Shela ia segera duduk di depan Mondy agar lebih leluasa melihat wajah Mondy.
Asisten Jeri duduk terpisah dengan mereka. Ia duduk bersama dengan Boby asisten Shela karena Shela tidak suka jika ia duduk bersama dengan asistennya ketika ia makan.
Ternyata pesanan sudah di sediakan, Ya Shela memesan daging steak kesukaan Mondy dengan es jeruknya juga tak lupa. Ia ingin di puji atau bahkan di lirik oleh Mondy sekali saja karena dengan bangganya ia telah mengetahui apa makanan kesukaan Lelaki yang ia sukai itu.
" Mondy, disini daging steak nya sangat enak, kamu cobain deh.. " ucap Shela yang ingin lebih dekat dengan Mondy
" Benar nona Shela enak sekali steak ya, beberapa hari yang lalu kita makan disini juga " ucap Maya sambil tersenyum
" Ya meskipun sedikit kecewa karena tidak di beri nasi " batin Maya
" Cih, siapa juga yang ngajak ngobrol kamu wanita kampungan.. dari tadi aku ingin mengajak Mondy ngobrol " batin Shela
" Kenapa aku merasa risih seperti ini " batin Mondy
" Jangan banyak bicara, lebih baik kamu habiskan makananmu.. " ucap Mondy tersenyum dan memberikan piring berisi daging steak yang sudah ia potong-potong
" Terima kasih.. " ucapnya sambil tersenyum, Maya memang bersemangat memakan daging steak itu.
Sementara Shela terlihat kesal keromantisan yang di berikan Mondy pada Maya harusnya itu miliknya dari dulu. Ia sangat berharap jika Mondy bisa menyukai dirinya seperti ia yang selalu menyukai Mondy. Namun rasa suka itu tidak di paksakan sama halnya dengan perasaan Mondy.
Mondy segera memakan makanannya, mereka makan tanpa obrolan apapun. Ya Mondy memang memilih untuk diam dari pada harus bicara basa basi pada Shela. Sedangkan Shela yang mencoba mendekati Mondy dengan cara mengajaknya bicara tidak berhasil. Mondy hanya bicara pada Maya itu pun sesekali seperti sekarang saat melihat bibir Maya belepotan.
__ADS_1
" Makan yang benar, jangan menggoda ku seperti itu.. ini banyak orang jika kamu ingin di cium nanti saja sepulang kantor " ucapnya membuat Maya kaget
Dicium, apa-apaan yang Mondy katakan ini hanya masalah belepotan tinggal di lap pakai tisu tidak harus pakai bibir juga. Akh bisa salah paham jika ada yang mendengar hal itu. Sama seperti Shela yang semakin marah mendengar ucapan Mondy.
Shela segera pamit ke toilet sepertinya ia sudah tidak tahan melihat kedekatan Mondy dengan Maya.
" Tuan.. apa yang anda bicarakan itu bisa membuat orang lain salah paham termasuk Nona Shela " bisik Maya agar tidak di dengar asisten Jeri dan Boby
" Panggil sayang " ucap sinisnya
" Ia sayang, maksud ku jangan bicara seperti tadi, apa Sayang tidak menyadari kalau Nona Shela menyukai Sayang.. " ucap Maya merasa aneh lidahnya menyebut nama sayang pada orang yang sama sekali tidak ia sayangi
" Lucu sekali Maya, aku merasa gemas saat dia panggil sayang " batin Mondy
" Itu urusan dia, bukan urusan ku.. toh aku tidak menyuruhnya untuk menyukai ku " ucapnya cuek sedangkan Maya sekarang menggelengkan kepalanya merasa heran dengan majikannya itu.
Ingin rasanya Mondy mengantar Maya namun rasanya tidak mungkin terlebih lagi di sini ada para asisten taruh di mana mukanya jika ia terlihat sangat menjaga Maya bahkan ketika dia ke toilet.
Maya masuk kedalam toilet, ia melihat ada Shela di sana sedang mencuci wajahnya. Ia segera menghampiri Shela.
" Nona Shela baik-baik saja?? " Ucap Maya membuat Shela kaget
" Astaga Maya.. kamu membuatku kaget " ucapnya jujur karena tidak tahu jika Maya juga masuk kedalam toilet
" Maafkan aku, aku kesini hanya ingin pipis " ucapnya hendak melangkah
__ADS_1
" Saya ingin berbicara sesuatu denga mu " ucap Shela menahan tangan Maya
" Ada apa?? " Ucap Maya penasaran
" Em, kamu tahu kan kalau aku sangat menyukai Mondy.. " ucapnya jujur
" Maksud nya?? " Ucapnya Maya heran karena wanita di depannya malah mengungkapkan perasaan sukanya padanya bukan pada orangnya langsung yaitu Mondy
" Aku tahu sekarang kamu calon tunangannya Mondy tapi bisakan Kamu memberikan kesempatan padaku untuk lebih dekat dengan Mondy... " Ucap Shela dengan wajah sedihnya
" Astaga Nona anda salah sasaran jika bertanya seperti itu padaku, harusnya anda bicara langsung seperti itu pada Tuan Mondy bukan padaku.. " batin Maya
" Aku harus membuat dia bersimpati padaku " batin Shela
" Nona Shela aku memang calon tunangannya Mondy, harusnya anda tidak bicara seperti itu padaku karena anda pasti akan tahu jawabnya tanpa harus aku jawab, lebih baik anda bicarakan hal ini pada oranya langsung,.. saya tidak bisa berbuat apa-apa " ucap Maya jujur karena ia juga tidak bisa mengiyakan atau melarang perasaan Shela, ia tahu bagaimana perasaan majikannya itu dan jika ia salah berucap bisa di pastikan ia akan di amuk olehnya.
Dengan kesal Shela segera keluar toilet ia benar-benar marah pada Maya namun ia tidak bisa menunjukkan kemarahannya pada Maya apalagi ada Mondy juga di tempat ini.
Maya yang tak ambil pusing ia segera masuk kedalam toilet sedangkan, Shela segera masuk kembali kedalam toilet lalu dengan sengaja ingin membuat pelajaran untuk Maya agar dia segera meninggalkan Mondy.
Coba tebak apa rencana jahat Shela???
.
.
__ADS_1
Bersambung...