Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 32


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Maya sudah biasa pulang sesuai dengan ucapan dokter karena keadaannya memang sudah membaik dan pulih ketika dokter selesai memeriksanya.


Laura tampak senang, ia sengaja pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali Karena ingin menjemput Maya pulang kerumahnya. Ia juga akan menyiapkan acara pertunangan Maya ketika Maya sudah benar-benar pulih.


Hari ini hari weekend dimana Mondy tidak pergi bekerja, ia mengenakan baju santainya hati ini tampak juga asisten Jeri sudah berada di ruangan Maya memakai baju santainya.


" Maya.. nanti setelah pulang dari sini kita makan bersama, mamah sudah siapakah makanan yang spesial untuk mu " ucapnya sambil tersenyum


" Mamah?? " Ucap Maya heran


" Mulai hari ini kamu panggil saya mamah.. dan itu tidak boleh di bantah,, ia kan Mondy " ucapnya sambil melihat wajah putranya


" Ia.. kamu turuti saja ucapan mamah toh hanya nama panggilan saja " ucapnya dengan wajah cuek


" Anak ini benar-benar ya.. aku harus menasehatinya nanti bagaimana kalau Maya tidak tahan dengan sikapnya lalu memilih pergi " batin Laura dengan wajah kesal


" Ia mamah " ya Maya lebih memilih menuruti ucapan mereka dari pada nanti akhirnya ia jadi berdebat dengan Mondy


Jeri sudah membawa barang-barang Maya yang ia masukan kedalam mobilnya. Mondy menyuruh Maya untuk duduk di kursi roda yang sudah di sediakan rumah sakit. Ia tidak ingin Maya cape jika harus berjalan sedangkan Maya menolaknya karena ia merasa kalau dirinya sehat tapi kenapa harus duduk di kursi roda.


" Duduk " titahnya


" Maaf Tuan, eh maksud ku sayang.. tidak mau " ucap Maya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Mondy


" Mau duduk atau aku gendong " bentak Mondy


" Astaga Mondy jangan bentak-bentak Maya.. kasihan dia... Lagian sama calon tunangan ko bentak-bentak kalau dia kabur baru tahu rasa.. " cibir sang mamah merasa kesal dengan sikap Mondy


" Mamah jangan ikut campur ini urusan ku dengan Maya " ucap Mondy


Maya lebih baik mengalah dari pada dia harus di gendong Mondy, dia memilih untuk duduk di kursi roda sampai ke parkiran dimana mobil sudah siap di sana.


Maya masuk kedalam mobil milik sang ayah bersama dengan Maya dan sang ibu sementara asistennya tampak mengikuti dari belakang.


Sepanjang perjalanan tampak Mondy diam saja sedangkan Laura mengajak ngobrol Maya. Bercerita kesana kemari, dengan Maya ia merasa jika calon menantunya itu sangat menyenangkan, Maya adalah pendengar yang baik dan juga kedekatan mereka sudah seperti ibu dan anak. Laura tampak sangat menyayangi Maya.


Sesampainya di rumah, Mondy sudah bersiap-siap untuk menggendong Maya. Hal ini jelas membuat Maya menolaknya bukan apa-apa, ia hanya merasa sudah sembuh dan bisa berjalan sendiri.


Sekarang Mondy yang mencoba mengalah ia memang tidak menggendong Maya namu ia malah menggandeng tangan Maya hal itu membuat Laura senang dan bahagia.

__ADS_1


" Apa kata papah, meskipun Mondy galak tapi ada sisi romantisnya " bisik Alex


" Papah benar, mamah senang kalau Mondy seperti ini " bisik Laura memang kedua pasangan ini sedang melihat Mondy dan Maya.


Saat mereka masuk salah satu pelayan di rumah itu memberitahu jika ada ada keluarga pak Baskoro yang sedang menunggu Alex lima belas menit yang lalu. Mendengar kata Baskoro Laura langsung berwajah kesal.


" Mau apa dia kemari?? " Tanya Laura pada sang suami


" Mana papah tahu mah.. ayo kita temui mereka " ucap Alex menggandeng istrinya itu


Maya dan Mondy masuk kedalam rumah, ia melihat sosok Baskoro di sana, ya dia adalah salah satu teman sayang ayah sehingga tidak susah jika Baskoro menyapa Mondy apalagi dia mengenal baik Mondy sedari dulu.


" Pagi Mondy.. " sapa Baskoro


" Pagi Om.. "


" Pagi Mondy.. pagi Maya.. " sapa Shela


" Pagi Nona Shela " ucap Maya sambil tersenyum


" Bagaimana keadaan mu sekarang?? " Tanya basa basi Shela


" Saya baik-baik saja nona.. " ucap Maya


Perhatian Baskoro teralihkan sejenak ketika mendengar suara yang sangat akrab dengannya, ya Alex menghampirinya bahkan mereka saling berpelukan.


" Apa kamu kamu Bas.. " ucapnya Alex sambil tersenyum


" Kabarku baik-baik saja Al.. Astaga kamu terlihat awet muda bahkan ketika usiamu menginjak lima puluh tahun " pujinya


" Kamu bisa saja Bas.. kita seumuran loh.. mana mungkin aku terlihat lebih muda,, kamu suka mengada-ngada " ucapnya sambil tersenyum


" Mah, pah.. aku mengantar Maya dulu ke kamarnya " ucap Mondy tampak cuek pada Shela


" Baiklah sayang " ucap Laura sambil tersenyum


Mereka duduk di kursi, Tampak Baskoro saling mengobrol sedangkan Laura dan Lily tampak cuek bahkan diam tanpa obrolan.


Laura kurang suka dengan sikap Lili yang sombong apalagi ketika mereka sering bergaul dengan ibu-ibu sosialita, dia sering sekali pamer harta dan meledek ibu-ibu yang lain. Hal itu membuat Laura kesal dan memilih tidak berkumpul dengan ibu-ibu sosialita termasuk dengan Lili.


" Tante apa kabar.. Shela kangen sama Tante, ini Shela ada hadiah buat Tante, oleh-oleh ketika satu Minggu yang lalu Shela di Paris, ini Tas keluaran terbaru loh Tante limited edition " ucapnya sambil tersenyum

__ADS_1


" Kamu tidak usah repot-repot nak.. apalagi sampai membawakan tas ini.. ini harganya pasti mahal " ucap Laura menolak pemberian Shela


" Jeng.. ambil saja tas nya.. lihat tas ini keluaran terbaru dan hanya ada lima di dunia, saya juga pakai yang warna putih dan jeng yang warna hitam agar terlihat serasi " ucapnya Lily sambil tersenyum


" Ish, aku memang tidak suka pada ibunya tapi Shela menurutku dia orangnya baik.. tidak enak juga kalau harus menolak " batin Laura


" Terima ya Tante.. " ucapnya


" Baiklah... Terima kasih Shela, kamu memang anak baik " ucap Laura sambil tersenyum


" Sama-sama Tante.. "


Alex membawa Baskoro ke halaman belakang untuk memperlihatkan burung peliharaan yang ia miliki sedangkan di ruang tamu, Laura masih mengobrol dengan Shela dan Lily.


" Tante, apa Maya tinggal disini.. " tanya Shela. Ia penasaran dengan sosok Maya apakah Laura dan Alex menerima hubungan mereka.


" Kamu kenal dengan Maya, dia memang tinggal disini bersama kami " ucap Maya


" Apa.. gadis itu tinggal disini?? Memangnya dia siapanya Mondy " cibir Lily merasa jika wanita itu tidak cocok dengan Mondy sama sekali jauh sekali dengan kecantikan yang di milik putrinya.


" Dia calon istrinya Mondy " ucap Laura dengan rasa bangga di depan Lily


" What?? Calon istrinya Mondy seperti dia.. astaga jeng apa kata orang coba... Bagusan putriku kemana-mana" cibir Lily kembali


" Momy.. apa-apaan sih.. " ucap Shela


" Astaga sayang lihat kamu lebih cantik dan berpendidikan.. masa ia Mondy tidak suka padamu " ucap Lily


" Maaf ya jeng, kalau saya sih ga pernah memaksa Mondy jika dia suka dan cintanya pada Maya apa boleh buat.. yang penting mereka saling mencintai " ucap Laura


" Sial... Pokoknya ini tidak boleh dia biarkan, harus putriku yang menjadi menantu keluarga Atmaja agar kekayaan kami semakin berlimpah, aku harus menggagalkan rencana pernikahan Mondy dengan wanita itu jangan sampai wanita itu menikah dengan Mondy " batin Lily


" Cih, sudah tahu jika dari dulu Mondy tidak suka sama Shela tapi ibunya masih saja berharap... Aku lebih memilih Maya di bandingkan Shela bukan karena Shela tidak baik tapi karena Mondy mencintai Maya " batin Laura


" Sepertinya Tante Laura juga sudah di cuci otaknya oleh wanita kampung itu.. aku harus tetap dekati Tante Laura dan lambat lain wanita itu tersingkir dari rumah ini " batin Shela


Keluarga Baskoro benar-benar ya guys..


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2