Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 22


__ADS_3

Maya duduk di kursi yang sudah di sediakan bersama dengan Mondy dan Jeri, ketiganya sedang menikmati pesta dengan hidangan yang sudah di sediakan di depannya hanya beberapa camilan kue dan minuman.


" Ternyata pesta orang kaya seperti ini, coba pesta di kampung ku pasti hanya mengundang organ tunggal dan musik dangdut saja.. aku jadi merindukan kampung halaman ku.. " batin Maya


" Kamu itu doyan apa laper " sindir Mondy yang melihat sedari tadi Maya tidak henti-hentinya memakan kue camilan tersebut


Maya tersenyum dan berkata jika ia memang sedang lapar karena sedari tadi sepulang dari kantor ia tidak memakan makanan apapun membuat dia kelaparan saat ini.


" Kamu tega membuat dia kelaparan " ucap Mondy menatap wajah jeri hingga membuat orang yang di tatapnya menundukkan kepalanya


" Maafkan saya Tuan... " Lirih Jeri


" Sudah Tuan jangan marah-marah karena asisten jeri pun sama belum makan sama seperti saya.. ini aku berikan camilan untuk mu Jer.. ini rasanya enak loh " ucap Maya menyodorkan kue ke depan mulut Jeri


" Sialan yang Tunangannya, harusnya dia memberikan makanan itu kepada ku bukan pada Jeri, kenapa dia malah membela Jeri.. " batin Mondy


" Aduh Nona Maya kenapa malah ingin menyuapiku bisa gawat posisi ku saat ini, pasti tuan akan marah besar padaku, aku harus temukan cara agar Tuan tidak marah padaku.. " batin Jeri


" Nona sebaiknya anda berikan saja camilan itu pada Tuan Mondy, beliau juga belum makan sedari tadi.. " ucap Jeri mengalihkan pembicaraan, jeri ingin membuat Mondy tidak memarahinya gara-gara Maya bersikap baik padanya.


" Benar Juga Tuan belum makan.. kalau begitu Tuan coba makannya pasti enak " ucapnya menyodorkan kue itu kepada Mondy


Kini Mondy tersenyum lalu memakan makanan yang sudah di suapi Maya, entah kenapa rasanya ia senang sekali saat ini apalagi Maya begitu perhatian padanya meskipun itu hanya tingkat kepercayaan diri yang tinggi yang di miliki Mondy.


" Ingat panggil aku sayang " ucap Mondy


" Baik sayang.. " ucap Maya menurut saja


Mondy benar-benar bahagia hari ini, ternyata Maya berbeda dengan wanita-wanita lain yang sangat genit dan hanya menginginkan hartanya saja. Dari Maya ia menemukan hidupnya yang lebih berwarna meskipun sikap galaknya masih ada dan belum hilang untuk saat ini, namun sekarang Mondy lebih berani tersenyum apalagi kalau di dekat Maya.


Tiba-tiba seseorang mendekati mereka siapa lagi kalau bukan Jini, ya sosok wanita yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik laki-laki yang ia sukai. Ia tidak tahan melihat Maya menyuapi Mondy sehingga dia langsung menghampiri mereka.


" Malam Mondy, bolehkan saya duduk disini... " Ucap Jini langsung duduk dan meneguk anggur merahnya


" Ish kenapa Nona Jini ini merusak keromantisan Tuan dan Maya " batin Jeri

__ADS_1


" Untuk apa juga wanita ini datang kesini, membuat ku kesal saja " batin Mondy


Sedangkan Maya tidak terlalu peduli dengan kehadiran Jini, ia lebih memilih fokus untuk makan makanan yang ada di depannya yang menurutnya sangat enak. Sedangkan Jini terus memperhatikan wajah tampan Mondy


" Maya, apa rasanya enak?? " Ucap jini membuka pembicaraan karena Mondy terlihat cuek dan tidak menanggapi ucapan Jini sama sekali


" Tentu Nona Jini... Ini enak?? Mau coba?? " Ucap Maya sambil tersenyum


" Tidak, itu makanan manis dan terlalu banyak mengandung gula tidak baik untuk tubuhku.. aku tidak ingin terlihat gendut di depan banyak orang " ucapnya sambil tersenyum licik sebenarnya ia terlihat menyindir Maya namun pikiran Maya tidak sepeka itu malah yang peka adalah Mondy.


" Mau kamu gendut atau kurus.. rasa cintaku tidak akan berkurang untuk mu " ucap Mondy menatap sinis wajah Jini


" Astaga Tuan kalau aku tidak sadar jika sekarang kita sedang berpura-pura di depan banyak orang, mungkin jantungku akan copot mendengar hal itu " batin Maya


" Sial, kenapa Mondy malah membelanya... Bikin aku bt saja.. " batin Jini


" Astaga Tuan Mondy bicara seperti itu, apa benar kata-katanya barusan itu ungkapan hatinya.. aku tidak percaya Tuan Mondy bisa bicara seperti itu " batin Jeri


" Lanjutkan makanannya kalau begitu, maaf saya harus pergi dan kembali menemui banyak orang-orang penting " ucap Jini dengan wajah kesalnya


Tiba-tiba perut Maya terasa mulas, mungkin karena dia terlalu banyak makan. Ia segera meminta ijin pada Mondy untuk pergi ke toilet.


" Nona yakin mau pergi ke toilet sendiri?? " tanya Jeri


" Ia, asisten Jeri tolong kasih tahu arahnya saja " ucap Maya sambil tersenyum


Masa ia dia ke toilet saja harus di temani laki-laki, bisa malu kalau bertemu dengan banyak orang pikiran Maya, jadi ia memutuskan untuk pergi ke toilet sendiri saja.


" Anda lurus saja lalu belok kanan " ucap Jeri


" Biar aku saja yang temani " ucap Mondy


" Tidak usah Tuan.. aku bisa sendiri " ucap Maya segera pergi meninggalkan mereka


Maya mengingat-ingat perkataan Jeri, ia berjalan sesuai dengan arah yang di ucapan Jeri. Dan benar saja tidak butuh waktu lama ia segera masuk kedalam toilet. Meskipun awalnya ia ragu karena di dalam memakai toilet namun perutnya tidak bisa di kompromi ia segera masuk dan menuntaskannya.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian ia sudah selesai, ia merasa lega karena perutnya sudah tidak sakit lagi. Ia segera keluar dari toilet. Ia melihat sosok laki-laki yang sangat ia kenal wajahnya sangat familiar baginya.


" Apa Itu Bobi.. tapi mana mungkin Bobi bisa ada di acara seperti ini,, mungkin hanya perasaan ku saja " batin Maya


Bukannya Maya merendahkan Bobi hanya saja tamu di acara ini adalah tamu-tamu yang penting dan kaya bisa di lihat dari pakaian dan barang-barang yang mereka pakai tentu bukan barang yang harganya murah. Terlihat semua orang mengenakan barang-barang mewah dan mahal.


Maya terkejut karena ternyata Mondy muncul menghampiri dirinya. " Kenapa bengong disini.. ayo kita kembali ke pesta lagi "


" Baiklah " ucap Maya kini menggandeng tangan Mondy


Mereka duduk kembali di kursi yang sudah di sediakan. Mondy tampak menanyakan keadaan Maya saat ini, Maya hanya tersenyum dan berkata baik-baik saja membuat Mondy merasa lega karena sedari tadi mengkhawatirkan Maya.


Seseorang menghampiri Mondy bermana Mark, keduanya adalah rival sedari dulu. Ia datang bersama dengan Jini. Menyapa Mondy yang sedari tadi tidak beranjak dari kursinya dan memilih bersama dengan Maya, ia hanya pergi ke toilet sebentar untuk menyusul Maya.


" Selamat malam Tuan Mondy yang terhormat " ucap Mark dengan tatapan tajam melihat musuhnya tersebut


" Malam.. " ucap Mondy cuek


" Siapa wanita cantik yang ada di dekat Tuan Mondy, apakah saya bisa berkenalan dengannya " ucapnya dengan mengulurkan tangannya agar bisa bersalaman dengan Maya


Namun sebelum Maya menerima uluran tangan dari Mark, Mondy sudah lebih dulu menepis tangan Mark ia menatap tajam pada Mark seperti tidak suka jika sesuatu yang berharga di usik oleh orang lain.


" Singkirkan tangan kotor mu itu " bentak Mondy


" Santai Tuan Mondy saya hanya ingin berkenalan, hanya ingin tahu nama wanita cantik yang ada di samping anda.. " cibirnya


" Namanya Maya, dia tunangan Tuan Mondy " ucap Jini sambil menatap wajah Maya dengan sinis


" Waw.. nama yang indah sesuai dengan orangnya " ucap Mark tersenyum pada Maya


" Tunangan, menarik baru kali ini aku mendengar Mondy tertarik dengan wanita.. kita lihat saja Mondy apapun yang kamu miliki harus menjadi milik ku " batin Mark


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2