
Maya sudah memakai baju yang di berikan Mondy terlihat sangat cantik membuat Laura yang baru saja datang ke kamar Maya tersenyum senang.
" Kamu sangat cantik nak.. " ucap Laura sambil tersenyum
" Terima kasih mah.. " ucap Maya melihat dirinya di pantulan kaca
Laura menuntun Maya untuk duduk di kursi di depan meja rias, Laura tahu jika calon menantunya itu tidak bisa berdandan oleh sebab itu dia datang untuk mendandani Maya.
" Ayo duduk, mamah akan membuatmu semakin cantik " ucapnya sambil tersenyum
" Baik Mah.. "
Maya tampak diam saja ketika calon ibu mertuanya itu mendandani wajahnya. Hanya riasan sederhana namun kecantikan Maya bisa terpancar di sana karena Maya tidak bisa berdandan jadi sesekali ia berdandan ia akan tampil beda.
" Sempurna.. coba lihat kamu sudah sangat cantik, Mondy beruntung punya calon istri seperti kamu.. " puji Laura
" Mah, apa mamah sudah mengetahui kabar kedekatan Nona Shela dan Tuan Mondy?? " Tanya Maya karena sampai saat ini ia masih penasaran dengan apa yang terjadi antara Mondy dan Shela
" Maafkan mamah Nak, sebenarnya mamah sudah tahu berita itu, mamah tidak ingin kamu mengetahuinya karena mamah tidak ingin hubungan kamu dan Mondy jadi berantakan" ucap Laura duduk di samping Maya
" Apa dulunya Tuan Mondy dan Nona Shela pernah menjalin hubungan, sepertinya Nona Shela terlihat sangat menyukai Tuan Mondy " ucapnya
" Kamu ini jangan pikirin hal itu di hati bahagia mu, mamah bisa menjamin jika Mondy dari dulu sampai sekarang tidak pernah menyukai Shela.. dihatinya hanya ada kamu seorang.. " ucapan Laura entah kenapa membuat hati Maya lega.
" Tapi mah, aku juga tidak tahu apa isi hati Tuan Mondy sebenarnya karena kami hanya pura-pura saja menjadi pasangan di depan banyak orang " batin Maya
Ia senang karena ternyata yang di beritakan di luar sana tidak benar sama sekali. Semua ucapan calon mertuanya itu sudah membuat hatinya tidak penasaran lagi justru ia tampak bahagia sekarang.
" Maya kamu harus yakin jika Mondy itu tidak seperti yang di beritakan di luar sana, meskipun dia cuek dan tidak peduli tapi hatinya baik, dia akan membahagiakan orang yang dia sayangi.. kamu harus percaya itu " ucap Laura memberikan nasehat untuk Maya
" Ia mah.. maaf jika aku bertanya seperti itu, karena sejak tadi aku tidak di berikan penjelasan apapun oleh Tuan Mondy.. "
" Dasar Anak itu ya.. tunggu kenapa kamu masih menyebut dia dengan sebutan tuan Mondy.. biasakan menyebut namanya.. kalau dia sampai tahu pasti dia akan marah padamu " ucap
" Maafkan aku mah.. "
__ADS_1
" Sudah jangan minta maaf terus, cepat segera pergi ke taman belakang, calon suami kamu itu galak nanti yang ada kamu di marahi dia.. "
" Mamah benar.. kalau begitu Maya pamit.. terima kasih mah " ucap Maya segera pergi dari kamarnya menuju taman belakang.
Sesampainya disana ia melihat banyak sekali Bunya mawar dan lampu yang terlihat sangat indah seperti di televisi, hal itu tentu membuat Maya tersenyum senang.
" Kamu sangat cantik.. " puji Mondy yang di balas oleh senyuman manis maya
Mondy segera menghampiri Maya, ia langsung menggandeng tangan Maya lalu menuntunnya untuk duduk di sebuah kursi yang sudah di sediakan.
Makanan dan sudah tersaji di sana. Tentu saja makanan disana adalah makanan yang Maya selalu makan jika bersama dengan Mondy.
" Selamat ulang tahun Maya.. " ucap Mondy memberikan bunga kepada Maya.
Maya segera mengambil bunga indah tersebut, sangat wangi dan segar. " Terima kasih sayang "
Tak lama kue datang di bawakan oleh pelayan di sana. Kue coklat bertuliskan namanya menambah kebahagiaan Maya. Belum pernah ia merayakan ulang tahun seperti ini.
" Potong dulu kuenya.. " ucap Mondy membuat Maya segera memotong kue ulang tahunnya itu.
" Aaa.. aaa " ucap Mondy membuka mulutnya, Maya sudah paham dengan apa yang di lakukan Mondy, ia segera menyuapi Mondy dan memberikan potongan kue itu pada Mondy. Ia memotong kue lagi untuk ia cicipi sendiri.
" Oh begini rasanya kue ulang tahun.. ternyata sangat enak, aku menyukainya " batin Maya
Mondy mulai memotong steak dalam pirinnya lalu ia tukar dengan steak yang ada di dalam piring Maya. Hal yang sudah menjadi kebiasaan Mondy dan itu di sukai Maya.
" Cobalah.. ini daging steak yang sangat enak, pasti kamu suka " ucap Mondy memberikan kode pada pelayan lainnya untuk memainkan musik.
" Terima kasih"
Suasana sangat romantis apalagi pemandangan langit malam hari di hiasi bintang-bintang menambah kebahagiaan untuk Maya.
" Pelan-pelan makanannya" titah Mondy
" Maaf sayang, aku sangat lapar apalagi ini aku belum makan malam " ucap Maya membuat Mondy menggeleng-gelengkan kepalanya
__ADS_1
Kini mereka sudah menghabiskan makanan di depannya, datanglah seorang pelayan memberikan mereka semangkuk es krim hanya untuk Maya saja. tentu saja Maya sangat senang karena ia juga sangat menyukai makanan seperti Es krim.
" Wah... Sepertinya ini enak ?? " Ucap Maya antusias
" Makan lah.. " ucap Mondy sambil tersenyum
Dengan lahap Maya memakan es krim tersebut, rasanya benar-benar enak di lidah Maya hingga membuatnya ketagihan tapi sesuatu pun terjadi, dia hampir saja menelan sebuah cincin.
" Astaga apa ini?? " ucap Maya mengambil tisu lalu mengelap cincin itu
" Pasti dia akan terharu lalu memeluk aku dan mencium aku " ucap Mondy menatap wajah Maya penuh arti
Maya hendak berdiri itu sesuai dengan harapan Mondy tapi sedetik kemudian Maya malah ingin meninggalkan Mondy disana.
" Tunggu.. mau kemana kamu?? " ucap Mondy heran
" Aku ingin memberikan ini pada pelayan yang tadi?? "
" What?? Pelayan?? " Ucapan Maya sungguh membuat Mondy kaget bukan ini yang ia harapkan tapi ternyata Maya bukan tipe wanita peka dia tidak menyadari jika cincin itu untuknya.
" Ia, sepertinya Pelayan itu kehilangan cincin ini, aku harus segera mengembalikannya " ucap polos maya
Mondy berdiri mendekati Maya lalu mengambil cincin tersebut, jika ini wanita lain mereka pasti akan menangis terharu tapi Mondy lupa jika wanita di depannya adalah Maya sosok wanita polos.
Mondy langsung memasukan cincin itu di jari manis maya. Hal itu tentu membuat Maya kaget. " Menikahlah dengan Ku " ucapan itu sungguh membuat Maya lebih kaget.
" Jadi Tuan barusan melamar aku... Astaga kenapa kamu tidak menyadarinya Maya.. bodohnya kamu " batinnya sendiri
" Apapun jawaban mu, kamu tetap akan menikah dengan ku... "
" Astaga Tuan kenapa anda jadi memaksa seperti ini pada Nona Maya.. apa karena nona Maya terlalu lama menjawab pertanyaan anda dan anda takut di tolak oleh nona maya " batin Jeri dari tempat yang tidak jauh dari sana.
Jangan tanya Jeri sedang apa?? Karena sekarang jeri sedang menjalankan misi yaitu memotret adegan romantis antara Tuannya dan Maya. Ia akan menunjukan pada dunia kalau berita yang kini beredar adalah berita yang salah.
.
__ADS_1
.
Bersambung...