Menaklukkan Hati CEO Galak

Menaklukkan Hati CEO Galak
Episode 14


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Maya sudah bersiap-siap untuk segera pergi keruang makan seperti biasanya ia akan sarapan bersama dengan Laura dan Alex sebelum ia bekerja. Masih mengenakan baju yang di belikan oleh Laura lengkap dengan tas dan sepatunya. Tak lupa juga ia mengenakan riasan tipis di wajahnya.


Maya segera melangkahkan kakinya menuju ruang makan, disana ada Laura dan Alex, ia tidak melihat batang hidung Mondy disana, entah dia masih tidur pikirnya.


" Pagi Om Alex dan Tante Laura " sapanya


" Pagi Maya.. " sapa mereka


" Dimana Manusia galak itu?? " Batin Maya


Maya duduk di samping Laura, mereka langsung menyantap makanan yang ada di atas meja, tidak seperti biasanya yang akan menunggu Mondy terlebih dahulu. Maya memberanikan bertanya keberadaan Mondy yang belum berkumpul bersama dengan mereka.


" Tante apa kita tidak menunggu Tuan Mondy terlebih dahulu " ucap Maya membuat Laura tersenyum


Laura menjelaskan jika Mondy sudah pergi pagi-pagi sekali dengan alasan ada pekerjaan yang penting yang tidak bisa ia tunda, Maya mencoba mempercayai perkataan Laura meskipun dia sudah menduga jika Mondy masih marah padanya gara-gara kemarin.


"Apa dia masih marah padaku, tapi kan aku sudah minta maaf" batin Maya


Laura tampak lahap menyantap makanannya, setelah sarapan Alex dan Laura berniat ingin mengantarkan Maya pergi ke perusahaan, tentu Maya menolaknya.


" Memangnya kamu hafal jalan menuju kantor " tanya Laura membuat Maya bingung


Rasanya canggung jika terus menerus menerima kebaikan Laura namun dia sisi lain ia juga tidak punya pilihan dari pada ia nyasar. Dengan berat hati ia pun menyetujui ucapan Maya


" Tapi Tante, apa itu tidak merepotkan?? " Tanya Maya sambil tersenyum


" Tidak nak, sekalian kami ingin tahu dimana kamu membeli semur jengkol, rasanya Tante ingin mencobanya ketika makan siang " ucap Laura antusias

__ADS_1


" Benar yang di katakan Tante Laura, karena om juga penasaran dengan rasanya " ucap Alex membuat Maya tertawa.


Semur jengkol adalah salah satu makanan favoritnya, ia jadi bangga karena kedua orang baik di depannya malah antusias ingin mencobanya.


" Nanti Maya tunjukan tempatnya Tante " ucap Maya sambil tersenyum


" Kalau begitu kita pergi sekarang " ajak Laura


" Tante, apa Tuan Mondy tidak sarapan sama sekali?? " Tanya Maya masih merasa bersalah


" Tidak.. "


" Bagaimana kalau Maya buatkan sarapan untuk Tuan Mondy, pasti Tuan Mondy lapar nanti gara-gara tidak sarapan " ucap Maya


" Ide yang bagus.. kalau begitu Tante siap-siap dulu dan kamu buatkan Mondy sarapan, setelah itu baru kita pergi ke kantor " ucap Laura, ia lupa jika ia belum berdandan cantik hari ini apalagi ia ingin mengunjungi putra kesayangannya


" Baik Tante "


Salah satu pelayan di rumah itu langsung menghampiri Maya yang sedang mempersiapkan bahan-bahan yang ia akan masak.


" Nona Maya mau ngapain?? " Tanyanya


" Bik, aku mau buat sarapan untuk Tuan Mondy "


" Memangnya Nona Maya ingin membuat sarapan apa?? "


" Nasi goreng... "


" Apa nona yakin?? " Tanyanya bingung karena pagi-pagi Mondy tidak pernah memakan nasi goreng

__ADS_1


" Ia, Bibik jangan ragukan masakan ku, nanti Bibi coba rasakan pasti enak " ucap Maya dengan percaya diri


" Kalau begitu Saya bantu Non "


" Tidak usah, Bibik cukup lihat saja.. saya bisa sendiri lagian masaknya juga gampang " ucapnya sambil tersenyum


Maya memang cukup pandai memasak apalagi nasi goreng makanan favorit keluarganya di kampung. Ketika ia masih di kampung dulu setiap hari pasti ia masak nasi goreng tentunya dengan cita rasa yang berbeda-beda setiap hari sehingga keluarganya tidak akan bosan.


Sang pelayan itu tersenyum ketika Maya memasak, bukan cuma bisa masak namun aroma masakan tersebut sangat menggoda, sang pelayan itu di berikan satu piring nasi goreng buatan Maya.


" Em... Ini enak Non.. "


" Terima kasih Bik, lain kali aku buatkan lagi ya.. " ucap Maya sambil tersenyum mulai menata nasi goreng tersebut kedalam bekal makanan.


" Semoga Tuan Mondy suka " batin Maya


Kini Maya sudah selesai memasak ia segera menuju ruang makan, tak lama kemudian Laura datang dengan sang suami, mereka sangat rapi membuat Maya kagum.


" Kamu sudah siap may " tanya Laura menghampiri Maya yang sedang menenteng tas bekal untuk Mondy


" Sudah Tante "


Mereka segera masuk kedalam Mobil, Alex sengaja mengendarai mobil sendiri tanpa bantuan sang supir. Laura begitu senang pergi ke kantor karena sudah sekali ia tidak berkunjung untuk menemui Putranya.


Meskipun usia Laura tergolong tidak muda lagi namun masalah kecantikan jangan ditanya, ia masih cantik dan anggun seperti dulu tanpa operasi plastik.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2