
Wisnu tiba di laundry pukul empat sore.
Saat itu yang berjaga di meja depan kasir adalah Desi, rekan kerja Zhezha.
Desi memang sengaja menunggu Wisnu, ia tahu jika pada jam seperti ini, Wisnu akan datang untuk mengambil cuciannya.
" Selamat sore Pak Wisnu, " sapa Desi dengan nada centilnya ketika Wisnu sudah berada di hadapannya.
" Selamat sore, " sapa, Wisnu dengan senyum, ia pun melirik ke sekeliling.
" Mau ambil cucian ya? " tanya Desi.
" Iya, Zhezha mana? " tanya Wisnu langsung.
Desi langsung mengerucutkan bibirnya.
Yuli mendengar pertanyaan dari Wisnu, Yuli yang sedang berada di belakang rak langsung menghampiri Desi dan Wisnu.
" Zhezha sudah pulang, Pak. Katanya hari ini dia mengurus kepindahannya, " sahut Yuli.
" Pindah? Pindah kemana, Mbak? " tanya Wisnu.
" Pindah ke kosan yang ada di gang sebelah pak, " sahut Mbak Yuli.
Yuli membungkus pakaian Wisnu kedalam kantong plastik besar.
" Nih pakaiannya, " ucap Yuli sambil menyodorkan bungkusan tersebut kepada Wisnu.
"Ehm, nanti besok saja saya ambil, biar sama Zhezha saja, " cetus Wisnu.
Mbak Yuli tersenyum, sudah ia duga jika Wisnu tertarik pada Zhezha.
Sementara Desi membuang wajahnya yang masam. Seketika ia jadi cemburu.
Mendengar hal tersebut Mbak Yuli yang notabene mak-mak kepo segera menghampiri Wisnu.
" Sudah lama kenal Zhezha? " tanya Mbak Yuli.
" Baru sekitar tiga minggu ini Mbak, " jawab Wisnu apa adanya.
" Tapi aku dengar dari Lilis katanya Zhezha janda ya? " tanya Mbak Lilis dengan bisik-bisik.
Wisnu tersenyum. "Mungkin Mbak, aku juga belum tau, " cetus Wisnu.
" Lah, naksir sama orang tapi gak tahu statusnya. "
" Iya apapun statusnya gak masalah, ya kalau belum resmi cerai, tak tungguin sampai resmi, " sahut Wisnu.
Hahaha, keduanya pun tertawa kecil secara bersamaan.
" Emang ya ,Janda se ..la.. lu terdepan, " ucap Mbak Yuli sambil mengacungkan jempolnya.
" He he bukannya Yamaha ya yang selalu terdepan, nanti dimarahi valentino rossi loh, " kelakar Wisnu.
" Haha, pak Wisnu pengacara apa pelawak sih pak, bisa saja "cetus Mbak Yuli.
"Haha bisa saja Mbak, pengacara dong, " sahut Wisnu.
Desi semakin risih mendengar keduanya membicarakan Zhezha, ia langsung bangkit dan masuk ke dalam ruangan.
***
Yoga tiba di pintu apartemennya.
Yoga memencet bel beberapa kali.
__ADS_1
Ting tong ting tong.
Karena setelah beberapa saat tak ada yang membuka pintu, itu berarti Zhezha sedang berada di luar rumah.
Yoga menggunakan kunci yang ada di tangannya untuk membuka pintu.
Pintu terbuka dan keadaan rumah tersebut gelap gulita, ia pun menekan tombol saklar untuk menghidupkan lampu.
Yoga mendorong kopermenuju kamarnya, kemudian ia kembali menuju dapur karena perutnya sudah terasa Keroncong. Yoga bahkan tak sempat singgah untuk makan siang di perjalanan..
Beberapa bahan makanan masih tersisa di dalam kulkas ada kornet, sosis dan sebagainya.
" Masak apa ya? " tanya Yoga sambil memeriksa rice cooker nya.
Karena tak ada nasi ia pun memasak nasi terlebih dahulu, sebenarnya untuk orang yang berduit sepertinya tak perlu repot untuk masak. Namun hari ini dirinya sengaja untuk memasak sendiri makan malam untuk dirinya dan Zhezha.
Yoga sibuk di dapur, tak terasa Azan magrib terdengar di smartphonenya..
" Sudah magrib Zhezha belum pulang juga, " gumam Yoga.
Yoga kembali ke kamarnya untuk mandi dan sekalian menunaikan sholat magrib.
Pukul tujuh lewat Yoga kembali keluar dari kamar setelah menunaikan sholat Isyanya. Maklum saja permukimannya jauh dari masjid.
Kemudian ia kembali mengetuk pintu kamar Zhezha, karena mengira Zhezha sudah pulang.
Tok tok tok " Zhe! " serunya sambil membuka pintu.
Karena tak ada yang menjawab Yoga coba untuk menekan handle pintu kamar Zhezha. Ternyata tak terkunci.
Yoga pun masuk kedalam kamar Zhezha dan menghidupkan lampu kamarnya.
Ia sedikit kaget ketika melihat meja rias Zhezha sudah kosong, Yoga yang curiga segera menuju lemari dan ia juga kaget ketika mendapatkan lemari pakaian nya juga kosong.
" Kamu pergi kemana Zhe? " gumam Yoga, dengan wajah yang tertunduk sedih.
Yoga mengusap wajahnya dengan kasar sambil menghempaskan nafas beratnya.
Ia pun kembali ke kamar untuk mengambil handphonenya .
Yoga coba menghubungi nomor kontak Zhezha. Namun kali ini nomor di luar jangkauan.
" Apa mungkin Zhezha pulang kampung? "
Setelah tak berhasil menghubungi Zhezha, Yoga coba menghubungi pak Burhan,si pak kades untuk menanyakan keberadaan Zhezha, karena ia tak memiliki nomor kedua mertuanya.
" Hallo assalamualaikum, " sapa pak Burhan di sambungan teleponnya.
" Waalaikumsalam, Pak. "
" Ada apa Yoga? " tanya pak Burhan.
" Pak, saya mau bertanya. Apa Zhezha ada pulang ke kampung? " tanya Yoga.
" Haha, lah kok kamu tanya saya sih Ga, istri mu pulang kampung, emangnya gak beritahu kamu? " tanya Pak Burhan dengan maksud bercanda. Namun Yoga tak merespon candaan tersebut.
Pak Burhan pun curiga jika ada sesuatu yang salah.
" Gak ada Pak, " sahut Yoga dengan lirih beberapa detik kemudian.
" Iya sudah,nanti bapak cari informasi lebih dulu, jika sudah ada kabar baru Bapak beritahu kamu, " ucap Pak Burhan.
"Iya pak terima kasih. Assalamualaikum, "
" Waalaikumsalam Yoga, " ucap pak Burhan.
__ADS_1
Bu Burhan menghampiri suaminya.
" Siapa yang telepon Pak? " tanya Bu Burhan sambil meletakkan secangkir kopi di atas meja.
" Yoga, dia tanya apa Zhezha ada pulang ke kampung. Kelihatan mereka ada masalah, karena bapak dengar ada kekhawatiran pada nada bicara Yoga. "
"Ehm gak usah suudzon gitu Pak, Zhezha dan Yoga itu saling cinta. Mungkin saja Zhezha buru-buru pulang karena ayahnya sakit dan gak sempat memberi kabar ke Yoga. "
" Iya juga sih, Bu. Semoga saja tak terjadi apa-apa, " sahut pak Burhan.
" Bagaimana kalau ibu suruh Inem saja yang yusul ke rumah pak Yanto, untuk mengecek keberadaan Zhezha, " usul Bu Burhan.
" Boleh tuh Bu, tapi jangan bilang jika Yoga yang menanyakan keberadaan Zhezha ya, maklum kita gak tahu masalah apa yang mereka hadapi saat ini, jika memang ada percekcokan di antara keduanya, yang menyebabkan Zhezha pergi dari rumah. Sebaiknya disembunyikan saja hal tersebut pada kedua orang tua Zhezha Bu. Bapak khawatir, jika pak Yanto mengetahui hal tersebut , ia akan ikut campur dalam masalah rumah tangga Yoga dan Zhezha, apalagi ibu tau sendiri, pak Yanto tak pernah merestui hubungan mereka, " papar pak Burhan.
" Iya juga ya Pak, iya deh nanti ibu suruh Inem untuk menyelidiki, pura-pura saja si Inem mengantar kue ke rumahnya Pak Yanto. "
" Iya Bu sebaiknya begitu, " ucap Pak Burhan.
Bu Burhan pun menyuruh Inem untuk bertandang ke rumah Pak Yanto.
Setelah setengah jam Inem kembali lagi. Ia pun langsung menghampiri bapak dan ibu Burhan.
" Bagaimana Nem? " tanya Bu Burhan.
"Gak ada Bu, Mbak Zhezha belum pernah pulang sejak ia menikah, " papar Inem.
" Oh ya sudah, " ucap Bu Burhan.
***
Yoga mondar mandir di depan kamar Zhezha menunggu kabar dari Pak Burhan, perutnya yang tadinya keroncongan jadi kenyang, ia sudah tak berselera lagi untuk makan.
Yoga sudah berkali-kali coba untuk menghubungi Zhezha. Namun, nomor Zhezha selalu di luar jangkauan.
Ketika hendak coba menghubungi nomor Zhezha, sebuah panggilan masuk ke nomornya.
Dengan segera Yoga mengangkat telepon tersebut.
" Hallo Assalamualaikum, " sapa Yoga.
" Waalaikumsalam, Yoga. "
" Iya pak, bagaimana apakah sudah ada kabar dari Zhezha? " tanya Yoga harap-harap cemas.
" Zhezha gak ada pulang Ga, coba kamu cari saja di rumah teman-temannya, " saran pak Burhan.
Yoga semakin lemas mendengar hal itu.
' Mau ku cari kemana Zhezha, 'batin Yoga sambil menatap hampa ke arah depan.
" Yoga! Kamu masih di sana? " tanya pak Burhan karena Yoga tak merespon usul darinya.
Yoga pun langsung tersadar dari lamunannya.
" Iya Pak masih, kalau begitu terimakasih atas informasinya. Maaf sudah merepotkan pak, " sahut Yoga lirih.
" Sama-sama Yoga, Waalaikumsalam, " sahut pak Burhan.
Yoga menutup teleponnya sambil menghempaskan nafas kasarnya.
" Dimana kamu berada saat ini Zhe? " Yoga bermonolog dengan suara yang lirih.
Bersambung, Hai-hai reader terlope hari ini author crazy up nih, mohon dukungannya.
Ada tokek di kejar kingkong, bagi votenya dong 😘
__ADS_1