Menanti Jatuhnya Talak 3

Menanti Jatuhnya Talak 3
Serba Salah


__ADS_3

" Maaf beribu-ribu kali maaf Zhe, " ucap Yoga sambil menangis memeluk Zhe zha. 


Tak hanya Yoga, Lilis pun menghampirinya. 


" Sekarang kamu tahu kan Mas, betapa menderitanya Zhezha ketika bersama kamu. Dia rela tinggalkan orang tuanya yang sedang sakit-sakitan demi mengikuti suaminya, karena itu memang kewajibannya sebagai seorang istri. Tapi apa Mas, begitu tiba di rumah kamu, kamu langsung menyia-nyiakannya! "


" Apa pantas kamu meminta maaf setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadap Zhezha Mas?! " cecar Lilis


Hiks hiks Zhezha masih menangis, sementara Yoga masih memeluknya bahkan semakin erat. 


" Maafkan aku Zhe, " ucap Yoga berkali-kali. 


Semua di ruang tersebut ikut terbawa suasana. Melihat keadaan yang kurang Kondusif Wisnu pun mengambil inisiatif


" Permisi Yang Mulia, karena keadaan yang tak kondusif, saya meminta sidang ditunda, " ucap Wisnu. 


Yoga dan Zhezha masih berada di posisi yang sama. Yoga berkali-kali mengucapkan kata maafnya pada Zhe. Namun Zhezha masih menutup wajahnya sambil menangis. 


" Baiklah, karena situasi kurang kondusif dan ini juga sidang mediasi, maka saya putuskan sidang ditunda dan akan kembali dua minggu kedepan dengan agenda mediasi kedua. "


Tok tok tok 


Hakim pun mengetuk palu. 


Setelah ketukan palu ke tiga majelis hakim segera bubar. 


***


Mendengar Sidang berakhir, Zhezha melepaskan rangkulan Yoga. 


" Zhezha maafkan aku Zhe, aku telah begitu berdosa kepada kamu Zhe, " pinta Yoga dengan memohon. 


Lilis menyodorkan tisu pada Zhezha untuk membersihkan air mata dan cairan yang mengalir di kedua lubang hidungnya. 


" Demi Tuhan aku sudah melupakan semua yang terjadi, aku tahu kamu khilaf hiks hiks . Dan manusia memang tempatnya khilaf. Tapi Mas, mengertilah,


. Akuu sudah gak bisa bersama kamu. Kita jalani saja hidup ini sendiri-sendiri," ucap Zhezha sambil berlalu. 


" Tapi Zhe,."Zhezha kembali di tarik oleh Yoga, kemudian Yoga kembali memeluknya. 

__ADS_1


" Tidak Zhe, jika kau bisa memaafkan aku, kau juga pasti bisa menerimaku kembali. Zhe, cinta ini sudah lama kita perjuang kan Zhe, maaf jika aku khilaf. Berilah aku kesempatan untuk menjelaskan kenapa hatiku begitu sakit, " ucap Yoga semakin erat memeluk Yoga


Saat itu Zhezha menangis semakin kencang, suara tangisannya pun seperti rintihan yang memimilikan, ucapan Yoga seperti angin yang berhembus di tempat gersang menyejukkan untuk beberapa saat kemudian berlalu begitu saja. 


Karena terus mendesak Zhezha, Lilis yang begitu kesal dan emosi langsung menarik tangan Zhezha hingga pelukan tersebut terurai. Lilis langsung memeluk Zhezha yang masih menangis. 


" Eh Mas, kenapa sih kamu terus memaksa Zhezha. Kamu pikir mudah apa menerima kenyataan. Sekarang kamu pikir saja, bagaimana jika kamu berada di posisi Zhezha. Kamu sakit hati karena perlakuan ayah Zhezha kan. Setelah lima tahun berlalu, kau masih tak bisa memaafkan orang tuanya Zhezha karena rasa sakit yang kamu rasakan! Bahkan kamu tega menyakiti orang yang kamu cintai dan mencintaimu! Begitu juga Zhezha, setelah rasa sakit yang bertubi-tubi kamu berikan, apa Zhezha akan mudah menerima kamu kembali? ! " cecar Lilis dengan nafas yang memburu.


" Sudah Lis, gak usah di ungkit lagi, karena itu sama saja menyayat luka di hatiku yang belum pun mengering.," ucap Zhezha sambil menghapus air matanya.


Keduanya pun beranjak dari tempat tersebut.Dan Zhezha berlalu tanpa menoleh ke arah Yoga sedikitpun.


" Zhe!" panggil Yoga ia Hendak mencegah kepergian Zhezha.


" Tahan dulu, Zhezha butuh waktu," ucap Wisnu sambil menarik lengan Yoga.


Sebetulnya Wisnu sudah mulai goyah saat itu, setelah iamengetahui secara pasti apa yang terjadi pada Zhezha. Namun ia tetap memaksakan dirinya untuk tetap profesional.


Di dalam mobil, Zhezha sudah bisa tenang, ia pun sudah berhenti menangis. 


Lilis melirik sesekali ke arah Zhezha yang hanya diam. Ia pun membiarkan Zhezha larut dalam lamunannya. 


Tak satupun dialog yang terjadi antara mereka ketika di perjalanan. 


Setelah membuka pintu rumah Zhezha langsung menuju dapur. Ia pun membuka toples obat kemudian minum salah satu obat yang mengandung obat tidur. 


Zhezha berharap setelah apa yang ia lalu hari ini tak membuatnya terbawa ke alam mimpi. 


Jika dunia tak seindah khayalan, Zhezha pun bermaksud untuk terbang ke dunia khayal agar tubuh dan jiwanya yang begitu letih bisa beristirahat dengan tenang untuk sementara waktu. 


Lilis duduk sambil mengotak atik layar Smartphone canggihnya. 


" Zhe aku pesan bakso' nasi sama sop iga nih. Kita makan dulu ya, " ucap Lilis sambil menulis orderannya. 


" Terserah Lis, mataku juga sudah mengantuk. Kalau pesanannya datang kamu makan saja dulu, " ucap Zhezha sambil merebahkan tubuhnya yang lelah. 


" Iya, sebaiknya kamu istirahat Zhe. Aku juga lelah. " Lilis pun ikut berbaring sambil memainkan game yang ada di handphone untuk menghilangkan rasa jenuh. 


Tok tok tok. 

__ADS_1


" Ehm, Ehm baru lima belas menit sudah sampai saja tuh orderan."Lilis pun bangkit untuk membuka pintu. 


Ketika membuka pintu Lilis jadi kaget melihat siapa yang ada di depan pintu. 


***


Wisnu keluar dari ruang sidang karena tugasnya hari itu sudah selesai. 


Ia langsung menuju mobilnya dan membawa mobilnya keluar dari halaman parkir pengadilan agama. 


Wisnu masih terngiang-ngiang dengan ucapan yang terlontar dari mulut Zhezha. 


'Tanyakan saja pada saudara penggugat, apakah penggugat tahu peristiwa dimana saya hampir di perkosa. '


'Dan tanyakan juga pada beliau, dimana dia berada ketika saya menjalani operasi akibat kecelakaan yang saya alami.


Apakah dia tahu kenapa saya sampai mengalami kecelakaan tersebut? '


'Tolong tanyakan pada suami saya Yang Mulia, apa dia mengetahui keadaan saya ketika ia tinggalkan. Apakah dia mencari keberadaan saya ketika saya tidak berada dirumah? '


'Saya yakin pak Hakim yang terhormat, dia pasti tak tahu jawabannya!'


Tanpa terasa air mata Wisnu menetes begitu saja, kata-kata Zhezha di ruang persidangan seolah-olah ikut merobek-robek hatinya saat itu. 


" Pantas saja kau terlihat begitu menderita selama ini Zhe, " gumam Wisnu. 


Wisnu sedikit mempercepat laju kendaraannya. Saat ini hatinya jadi dilema untuk membela Yoga. 


Ia juga tak habis pikir kenapa perasaan cinta bisa menyakiti seseorang yang begitu dicintai. 


Wisnu mengusap wajahnya dengan kasar, perasaan ingin memiliki Zhezha pun kini tumbuh semakin besar. 


' Apa yang harus ku lakukan Ya Tuhan, Kenapa aku jadi tak rela jika Zhezha kembali kepada suaminya. Salahkah aku menyembunyikan perasaan cinta ini. Namun semakin ku kubur, perasaan tersebut justru tumbuh semakin subur, ' batin Wisnu. 


Wisnu terus saja fokus mengendarai mobilnya. Sebenarnya Wisnu saat itu belum punya tujuan, ia lari dari ruang persidangan juga untuk menetralisir emosinya. Ternyata mobilnya menuju sebuah komplek yang mana komplek tersebut adalah komplek dimana Zhezha ngekos. 


" Astaga! Ternyata sudah sampai disini, " gumam Wisnu ketika mobilnya mobilnya tiba di tepi jalan tempat kosan Zhezha. 


Saat itu Wisnu benar-benar tak lagi bisa menahan diri untuk tak bertemu Zhezha. 

__ADS_1


Tok tok tok pintu pun terbuka. 


Bersambung gengs, besok lagi ya. 


__ADS_2