
Pukul setengah sepuluh Yoga tiba di pengadilan agama. Rencananya ia dan pengacara akan melakukan prepare terlebih dahulu sebelum sidang dimulai.
Wisnu baru tiba beberapa saat, setelah Yoga tiba di tempat itu.
Ia pun menghampiri kliennya tersebut.
" Selamat pagi Pak Yoga, " sapa Wisnu.
" Selamat pagi pak Wisnu, " balas Yoga
" Baiklah pak, karena waktu yang sangat singkat ini. Saya jelaskan sedikit tentang sidang pertama ini, " ucap pak Wisnu.
"Sidang ini bersifat mendamaikan antara pihak tergugat dan penggugat. Anda juga harus memiliki alasan kuat dan mampu menyakinkan pada istri dan hakim untuk bisa kembali rujuk. "
" Selain itu, anda juga harus menjawab pertanyaan dari hakim ketua dan Jaksa yang bertindak sebagai mediator bagi anda, " ucap Wisnu ia pun memaparkan apa-apa saja yang harus dilakukan dalam persidangan.
" Iya pak, saya mengerti, " ucap Yoga.
Setelah selesai Yoga dan Wisnu di panggil oleh panitera untuk masuk ke ruang sidang.
Saat yang bersamaan ia melihat Zhezha yang baru saja tiba bersama Lilis.
" Permisi pak Wisnu, saya menghampiri istri saya terlebih dahulu, " ucap Yoga.
Wisnu pun melihat kearah datangnya Zhezha.
"Aku harus membujuk Zhezha, jangan sampai Zhezha memaparkan apa yang pernah aku lakukan terhadapnya. "
Yoga berjalan cepat untuk menghampiri Zhezha agar bisa membujuk Zhezha sebelum persidangan..
" Zhe, bisa aku bicara sebentar? " tanya Yoga.
" Mau ngapain Mas? " tanya Lilis dengan tubuh yang menghadang Yoga.
" Aku mau bicara pada Zhezha, sebaiknya kamu jangan ikut campur, " ucap Yoga sambil menarik tangan Zhezha yang berada di belakang Lilis.
" Eh eh, enak saja main tarik-tarik. " lilis membela. Lilis mendorong tubuh Yoga. Tapi ia tak menyerah. Ia kembali mendekati Zhezha, tapi kembali di hadang oleh Lilis.
Lilis tak ingin Yoga mempengaruhi Zhezha. Ia tahu jika Zhezha masih mencintai begitYoga
" Apa-apan kamu Lis! sebaiknya kamu minggir! Ini urusan aku dan Zhezha! " seru Yoga sambil mendorong tubuh lilis dengan pelan.
"Eh Mas ,aku ngak akan membiarkan kamu pengaruhi Zhezha lagi, " balas Lilis sambil mendorong tubuh Yoga.
" Kamu sakiti dia ! kamu ceraikan dia! tanpa Zhezha tahu apa kesalahannya! Jangan mentang-mentang kamu sudah jadi orang kaya! Kamu hina Zhezha kamu campakkan dia! Padahal selama lima tahun dia menunggu kedatangan mu! Dan karena kamu, entah berapa banyak lelaki yang melamarnya sudah ia tolak olehnya. Dasar gak tau diri kamu! " cecar Lilis.
Mendengar hal tersebut, Zhezha jadi sedih ia tak tahan jika kejadian tersebut di ungkit kembali.
" Sudah Lis , biarkan saja dia," ucap Zhezha dengan suara berat menahan diri agar tak menangis
__ADS_1
Yoga terdiam, matanya menatap berpendar ke arah Lilis yang seperti ingin menerkamnya.
Yoga berusaha tak menghiraukan Lilis, ia kembali mendekat coba untuk membujuk Zhezha yang kala itu menyembunyikan wajahnya di balik punggung Lilis.
" Zhezha, please beri aku kesempatan untuk bicara sebentar saja, " ucap Yoga dengan sedikit mengiba.
Lilis mengerutkan bibirnya
" Jangan mau Zhe! Jangan percaya omongan dia lagi! Kamu tak ingat bagaimana dia mencampakkan kamu, seperti kamu tak berharga baginya! " seru Lilis berusaha untuk meneguhkan keputusan Zhezha. Ia tak ingin Zhezha kembali terpengaruh bujuk rayu Yoga.
Yoga yang kesal langsung menoleh ke arah Lilis.
" Diam kamu Lis! Gak usah ikut campur kamu! Kamu tau apa masalah aku dan Zhezha! " Ucap Yoga dengan emosi.
" Hey Mas, aku tau semua apa yang terjadi pada Zhezha. Dan aku yang akan jadi saksi yang memberatkan kamu! " cecar Lilis.
Yoga mengepalkan tangannya.
Jika saja Lilis laki-laki mungkin saat itu, Lilis sudah di hajarnya habi-habisan.
" Lis sebaiknya kamu gak usah ikut campur! Kamu gak tahu kan kenapa aku bisa bersikap itu kepada Zhezha, kan?" seru Yoga lagi.
" Eh Mas, apapun alasannya. Kamu itu tetap salah! " seru Lilis sambil menunjuk-nunjuk Yoga. Lilis bahkan mencekak pinggangnya seperti ingin menantang Yoga.
" Kenapa kamu sih, yang jadi nyolot gini?! " tanya Yoga sudah mulai emosi.
Dari kejauhan Wisnu melihat Lilis dan kliennya sedang bersitegang. Untuk menghindari masalah yang lebih besar lagi,ia segera menghampiri keduanya.
" Tidak pak, saya hanya ingin bicara sebentar pada istri saya, " ucap Yoga.
" Kalau mau bicara nanti saja Mas di ruang persidangan, permisi," ucap Zhezha sambil merangkul Lilis.
" Zhe, tunggu Zhe! " seru Yoga sambil berusaha mengejar Zhezha.
" Tunggu Pak, biarkan saja mereka pergi nanti bicarakan saja secara baik-baik di ruang sidang. Anda masih punya kesempatan untuk anda menunjukkan keseriusan anda, " ucap Wisnu.
***
Waktu menunjukkan pukul sepuluh tepat. Panitera menginstruksikan kepada semua yang terlibat dalam persidangan segera menduduki posisi masing-masing.
Zhezha di tuntun oleh seseorang yang menggunakan dasi dan jas hitam menuju sebuah kursi.
Begitupun Yoga yang duduk bersama dengan Wisnu.
' Kenapa Mas Wisnu berada bersama Mas Yoga? ' batin Zhezha.
Majelis hakim mulai masuk dan duduk di meja hijau.
Seorang Panitera menyerahkan berkas kepada hakim. Keadaan di ruang sidang pun cukup kondusif.
__ADS_1
" Sebelum sidang dimulai, silahkan para penasehat hukum dari kedua belah pihak memperkenalkan diri, " ucap Hakim.
Wisnu pun berdiri.
" Saya yang mulia."Wisnu pun berdiri untuk memperkenalkan dirinya.
" Saya Wisnu Sanjaya, SH. bertindak sebagai penasehat hukum dari saudara Yoga Prasetya dalam hal ini sebagai pihak penggugat! "
" Baik silahkan duduk, " ucap hakim ketua.
Zhezha dan Lilis semakin kaget mendengar penuturan Wisnu.
" Dari pihak tergugat, apakah anda punya penasehat hukum ? " tanya hakim lagi.
" Tidak pak hakim, " sahut Zhezha.
Baiklah saya akan menunjuk satu mediator untuk anda.
" Saudara Yunus, silahkan anda mendampingi tergugat dalam kasus ini, " ucap Hakim.
" Siap Yang mulia."
"Baiklah, karena semua administrasi sudah lengkap sidang akan dimulai. "
"Pada hari ini sidang pertama dari gugatan cerai dari pihak tergugat yang bernama Yoga Prasetya dengan pihak tergugat yang masih berstatus istrinya saya nyatakan dimulai! "
Tok tok tok.
" Silakan Jaksa membacakan berita acaranya, " ucap hakim.
Seorang Jaksa berdiri dari tempat duduknya.
" Saya akan bacakan surat pernyataan gugatan cerai yang dilayangkan pihak penggugat melalui kuasa hukumnya pada tanggal dua Agustus 2022," tutur Jaksa yang bertindak sebagai penuntut umum sambil membaca selembar kertas surat pernyataan Yoga.
' Yang bertanda tangan di bawah ini,Saya Yoga Prasetya 23 tahun selaku suami dari Zhezha Zaskia 21 tahun. '
'Saya bermaksud menggugat cerai istri saya yang sudah saya nikahi pada tanggal 31 Juli 2022,karena selama menjalani pernikahannya, saya merasakan tak bahagia hidup bersamanya.'
" Demikianlah surat pernyataan dari saudara penggugat yang ditandatangani kedua belah pihak, " ucap Jaksa tersebut kemudian ia duduk.
Mendengar surat pernyataan Yoga yang dibacakan oleh Jaksa penuntut umum tersebut seketika Zhezha meneteskan air matanya. Namun ia buru-buru menghapus air matanya.
Yoga menoleh ke arah Zhezha. Ada rasa sesal di hatinya saat itu.
" Saudara Yoga, benarkah anda tak bahagia ketika menjalani rumah tangga yang baru sebulan terjadi? " tanya hakim.
Yoga sedikit kaget dengan pertanyaan tersebut. Ia pun menoleh ke arah Wisnu.
" Saudara Yoga, benarkah anda tak bahagia dengan pernikahan anda yang baru berusia satu bulan. Hingga anda mengajukan gugatan cerai terhadap wanita yang baru sebulan jadi istri anda? " tanya hakim lagi.
__ADS_1
Deg deg deg bersambung gens