
" Tapi Bu aku sudah dua kali mengucapkan kata talak. Apa tak perlu ada ijab qabul kembali?"
" Justru karena itu, ibu ingin kalian menikah kembali Yoga, sebenarnya ibu sedikit keberatan jika kamu dan Zhezha tidur sekamar. Apalagi jika sebelumnya kamu belum pernah menyentuh Zhezha, wanita yang di jatuhi talak sebelum di gauli tak ada masa iddahnya Ga. Dan Zhezha harus dinikahi kembali" papar Bu Meli.
" Tapi jika kamu masih ragu, ibu bisa bawa Zhezha pulang ke kampung dan merawatnya di sana. Ibu hanya ingin Zhezha dapat status yang jelas Ga, " imbuhnya lagi.
" Maklum saja kita gak tahu sampai berapa lama Zhezha sembuh.Apa kamu bisa kuat menahan selama itu. Kamu pikir saja baik-baik Jangan sampai setelah menikah kamu jatuhkan talak kembali karena alasan Zhezha tak bisa melayani kamu sebagai istri karena keadaannya," ucap Bu Meli dengan tegas.
" Tentu Yoga mau Bu, Jika perlu secepatnya Yoga akan menikahi Zhezha. sahut Yoga dengan cepat.
" Baiklah kalau begitu, ibu akan undang paman mu untuk menikahi kalian kembali. "
Yoga melihat ke ara Zhezha yang hanya melamun dengan tatapan hampanya.
Yoga merentangkan tangannya coba untuk menjangkau kepala Zhezha. Kemudian mengusap kepalanya.
***
Pak Hengki baru saja tiba di kantor setelah cuti.
" Selamat pagi pak Wisnu dan pak Aziz," sapa pak Hengki pada kedua rekannya.
" Selamat pagi pak Hengki, sudah pulang kok gak ngasi kabar ?" tanya Wisnu.
" Haha, saya baru tiba tadi malam Pak, saya gak bisa menghubungi kalian semua karena sinyal di sana jelek."
' Bagai pak Wisnu masalah dengan klien saya yang bernama pak Yoga?" tanya pak Hengki.
" Mereka sudah melakukan sidang pertama."
" Oh kapan jadwal sidang kedua pak Wisnu?" tanya pak Hengki.
" Sidang kedua rencananya hari senin nanti, dengan agenda masih mediasi kedua karena pak Yoga rencana nya ingin menarik kembali gugatan cerai.Namun istrinya menolak ."
" Ehm sudah kuduga. Pak Yoga sepertinya memang masih labil,mengingat umurnya juga masih sangat muda. "
"Baiklah pak, nanti biar saya hubungi pak Yoga kembali. Terima kasih karena bersedia menggantikan saya selama saya cuti." ucap pak Hengki.
" Sama-sama pak."
***
Keesokan harinya, Yoga kembali tak berangkat ke kantor karena harus mengurus pernikahannya yang kedua kali bersama Zhezha.
Karena keadaan Zhezha yang tak memungkinkan untuk di bawa pulang.
Yoga dan Bu Meli merencanakan untuk melakukan prosesi ijab qabul ya secara sederhana di rumah mereka.
Mereka mengundang pak Kades, seorang ustadz yang juga merupakan bertindak sebagai penghulu. Sedangkan untuk wali dari Zhezha, Bu Meli memanggil saudara pak Yanto yakni pak Den-ya Zhezha.
Ting tong
__ADS_1
Bel rumah Yoga terdengar berbunyi.
Bu Meli pun beranjak dari duduknya kemudian membukakan pintu.
Kreak ..pintu rumah pun dibuka.
" Mas Jarwo, Alhamdulillah sudah sampai,"sapa Bu Meli.
" Iya kebetulan saya sedang berada di kota, mengurusi wisuda anak saya."
" Silahkan masuk," ucap Bu Meli.
Pak Jarwo pun masuk ke dalam rumah. Kedatangannya langsung disambut oleh Yoga yang sedang mendorong kursi roda Zhezha.
Pak Jarwo begitu kaget melihat keadaan keponakannya seperti itu.
Zhezha duduk dengan tatapan hampanya.
" Zhezha !"
Pak Jarwo pun menghampirinya.
" Zhe, kamu kenapa bisa seperti ini Nak ?" tanya pak De sambil meneteskan air mata.
Zhezha adalah keponakan perempuan dan hanya satu-satunya. Sebagai paman, tentu saja pak Jarwo merasa sedih melihat Zhezha seperti itu.
" Panjang ceritanya Mas," sahut Bu Meli.
" Bagaimana Zhezha sampai seperti ini ,Mel? tanya pak De.
Yoga terdiam, mendengar kata-kata sindiran dari pak De-nya.
Mereka semua pun duduk bersama-sama.
Bu Meli mulai menceritakan apa yang terjadi pada Zhezha hingga membuatnya sampai mengalami depresi.
Reaksi tak terduga datang pak Jarwo.
" Jika sudah begitu, apa kamu masih mau menikahkan mereka Meli ?" tanya pak De dengan emosi.
" Jika kemarin Zhezha dinikahi Yoga dalam keadaan yang sehat saja bisa diceraikan hanya dalam tempo yang sebulan. Apalagi jika saat ini Zhezha dalam keadaan sakit. Apa kamu mau anakmu jadi janda untuk kedua kalinya?" tanya pak De dengan tegas.
Bu Meli melirik ke arah Zhezha ada rasa iba di hatinya melihat putrinya tersebut.
Melihat Bu Meli yang terlihat ragu, Yoga mencoba untuk meyakinkan pak De Jarwo.
" Tidak Pak De, saya tidak akan mengulangi kesalahan saya, saya akui saya salah hingga menyebabkan Zhezha seperti ini, tapi saya mohon biarkan saya menebus kesalahan yang pernah saya buat dengan merawat Zhezha sampai dia sembuh. Saya berjanji akan jadi suami dan imam yang baik untuk Zhezha," ucap Yoga dengan sedikit memohon.
Pak De Jarwo menghela napas panjang.
" Kamu itu sudah di berikan kesempatan satu kali, dan sekarang kamu ingin kami memberi kesempatan itu lagi."
__ADS_1
" Iya pak De, ini kesempatan terakhir bagi saya dan saya janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama," tutur Yoga dengan sedikit memelas.
" Orang yang pernah mengingkari janji dan amanah, kemungkinan besar ia akan mengulanginya lagi. "
" Tidak Pak De, saya janji kali ini saya tak akan mengulanginya lagi. Saya akan tetap setia pada Zhezha seberapa lama pun ia akan sembuh," ucap Yoga sambil memohon.
" Pak De Jarwo diam beberapa saat. Saya tak bisa mengambil keputusan, tanyakan saja pada ibu mertua mu. "
Yoga langsung menghadap ke arah Meli.
" Bu, Yoga janji akan merawat Zhezha dengan sungguh-sungguh. Ibu bisa lihat sendiri karena ibu juga akan tinggal bersama kami di sini Bu. Berilah Yoga kesempatan untuk bisa merawat Zhezha," pinta Yoga dengan menakup kedua tangannya.
" Iya Yoga, semoga kamu tak mengulangi kesalahan yang sama."
" Terimakasih Bu," ucap Yoga.
Yoga pun kembali melirik ke arah Pak De Jarwo.
" Terimakasih Pak De, saya berjanji akan setia merawat istri saya."
" Baiklah, saya juga tak bisa melarang karena kamu sudah dapet persetujuan dari ibu Zhezha," ucap Pak De dengan ketus.
''Terima kasih pak De," ucap Yoga sambil mencium punggung tangan pak De.
***
Pukul tujuh malam para tamu undangan pun datang menghampiri kediaman Yoga.
Malam ini akad nikah antara Zhezha dan Yoga berlangsung.akad nikah hanya di hadiri beberapa orang dan semuanya memiliki kepentingan. Dua orang saksi, wali dan penghulu.
Dengan menggunakan baju Koko putih Yoga kini berhadapan dengan penghulu.
" Bagaimana saudara Yoga, anda suda siap? " tanya penghulu.
" Siap pak, " sahut Yoga.
" Baiklah, kita mulai akad nikahnya."
" Ayo pak Jarwo silahkan di mulai," ucap Pak penghulu.
" Iya pak ," sahut pak De Jarwo.
Keduanya pun berjabat tangan. Akad nikah segera di mulai.
Yoga mengatur napas panjang.
" Bismillahirrahmanirrahim,"ucap Yoga dengan lirih.
" Saudara Yoga Prasetiya, saya nikahkan dan kawinkan anda dengan keponakan saya yang bernama Zhezha Zazkia binti Aryanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."
" Saya terima nikah dan kawinya Zhezha Zaskia binti Aryanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai," ucap Yoga dengan satu helaan napas.
__ADS_1
" Bagaimana para saksi sah ?"
Bersambung gengs, insya Allah author up lagi . 🙏