
Wisnu berada di meja makan menikmati makan malam bersama keluarganya.
Sekitar enam bulan sekali Wisnu memang pulang ke rumah orangtuanya.
" Nu, kamu itu sudah mendekat usia tiga puluh tahun. Apa kamu belum ada niat untuk menikah?" tanya Abi.
" Niat ada Bi, cuma calonnya saja yang belum ada. "
" Kalau begitu Abi dan ummi boleh mengajukan calon pilihan kami untuk kamu ?" tanya Abi berhati-hati.
Wisnu tersenyum sambil melirik ke arah Abi dan Uminya .
Sebenarnya kedua orang tuanya sudah lama ingin menjodohkan Wisnu. Namun, karena saat itu Wisnu masih menjalin hubungan dengan Vika dan Wisnu sendiri masih kukuh mempertahankan Vika, kedua orang tuanya pun tak bisa memaksa.
Setelah setahun berlalu hatinya tak lagi pernah terisi oleh sosok seorang wanita. Tiga tahun terjebak dengan cinta toxic, Wisnu mulai melabuhkan hatinya pada seorang wanita yang ternyata memiliki suami, lagi-lagi cinta itu harus ia kubur dalam-dalam
Setelah semua yang terjadi dalam hidupnya, butuh waktu berbulan-bulan baginya untuk menata hati kembali.
" Iya Abi. Silahkan saja," jawab Wisnu bernada pasrah.
Abi dan ummi saling melempar senyum.
" Kalau begitu kebetulan. Ummi naksir pada putrinya ustadz Ilham Nu. "
" Ustadz Ilham? Bukannya putrinya Ustadz Ilham masih kecil, masih sekolah Ummi ?" tanya Wisnu.
" Aduh NU, itu tiga tahun yang lalu. Sekarang mah Alyah jadi gadis cantik, sekarang dia sudah jadi guru honor di sekolah Ummi."
" Oh gak kerasa sudah besar saja tuh bocah," cetus Wisnu sambil menyerup minumannya.
Iya Nu, Alya kini sudah jadi gadis cantik, Soleha lagi. Benar-benar menantu idaman Ummi," ucap Ummi dengan wajah yang berseri-seri.
" Iya Ummi terserah saja, pilihan Ummi pasti yang terbaik," ucap Wisnu.
Ummi menepuk pundak Wisnu. " Coba dari dulu pikiranmu seper6 gitu, mungkin sekarang ummi sudah gendong cucu," ujar Ummi.
" Haha, belum jodoh berarti Ummi."
" Oke, nanti malam kita ke rumah ustadz Ilham. Biar kamu gak keduluan lagi," cetus Ummi dengan penuh semangat.
Ummi dan Abi saling melempar senyum. Begitupun Wisnu yang ikut bahagia melihat kedua orang tuanya.
***
Malam harinya mereka bersiap untuk bertandang ke rumah ustadz Ilham.
Karena Abi dan ustadz Ilham cukup dekat, Abi sudah mengutarakan niat baiknya tersebut pada ustadz Ilham sebelumnya.
Dan niat baik mereka ternyata disambut baik oleh keluarga ustadz Ilham.
***
" Assalamualaikum," ucap mereka sekeluarga ketika berada di depan pintu rumah ustadz Ilham.
" Waalaikum salam," ucap Ustadz Ilham yang ketika itu memang sedang menunggu kedatangan mereka.
Ustadz Ilham berdiri dan langsung menyambut kedatangan tamunya.
" Silahkan masuk Pak Adam."
Ketiga orang tersebut pun masuk ke dalam rumah.
Istri ustadz Ilham yang mendengar kedatangan tamu segera menghampiri mereka.
" Eh ada tamu. Mari silahkan masuk dulu ya."
Setelah duduk dan berbasa-basi sebentar. Abi langsung mengutarakan niatnya.
" Maaf sebelumnya. Bapak-ibu, kedatangan saya kemari untuk memperkenalkan putra saya, selain itu kami juga berniat untuk berkenalan dengan putri pak Ilham," tutur Abi.
__ADS_1
Karena Wisnu belum pernah melihat calon istri pilihan kedua orang tuanya setelah beberapa tahun. Kedatangan mereka kemari memang untuk saling memperkenalkan dahulu.
"Oh iya tentu. Kami sudah mendengar niat baik yang diungkapkan oleh pak Adam," ucap Ustadz Ilham.
" Bu tolong panggil Alya."
" Iya pak," sahut sang istri.
Bu Ilham pun beranjak masuk ke dalam ruangan rumahnya kemudian memanggil sang putri.
Beberapa saat kemudian ia kembali ke ruang tamu bersama gadis cantik dengan balutan busana muslimah.
Alya bukan gadis bercadar hingga wajah manisnya bisa terlihat.
" Ini putri saya Alya, beliau masih menjadi salah satu mahasiswa di universitas di kota ini. Saat ini dia juga menjadi guru honor di sebuah sekolah dasar," papar ustadz Ilham.
Keluarga ustadz Ilham memang sederhana. Pak ustad hanya seorang PNS yang bekerja di sebuah instansi pemerintah.
Sama halnya dengan Abi dan Ummi Wisnu yang notabene juga seorang tenaga pengajar.
Abi seorang dosen, sementara Ummi juga seorang guru agama.
Sebenarnya sudah lama mereka berniat menjodohkan putra putri mereka. Awalnya Wisnu hendak dijodohkan dengan putri pertama ustadz Ilham yang umurnya tidak jauh berbeda dengannya . Namun karena respon Wisnu yang lambat, akhirnya putri pertama pak Ilham keburu di persunting oleh orang lain.
Kini melihat si bungsu yang sudah beranjak dewasa, timbul lagi keinginan Abi dan ummi Wisnu untuk menjodohkan putra mereka dengan putri sahabat mereka sendiri.
Wisnu melihat ke arah gadis manis yang mengenakan kerudung putih tersebut.
Wajahnya begitu ayu meski tanpa polesan make up, dan wanita seperti itu yang Wisnu suka. Wanita yang sederhana dalam kesehariannya dan tak banyak menuntut. Ia sudah pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang glamor dan terlalu banyak menuntut, setelah susah payah bertahan akhirnya hubungan kandas juga karena tak ada pengertian dari sang kekasih.
Wisnu sudah mengenal Alya sejak kecil, meski ketika usianya menginjak remaja, Alya masihlah seorang bocah.
Siapa sangka bocah kecil itu kini menjadi calon istri baginya. yang tak pernah ia sangka sama sekali.
Alya gadis pendiam yang tak banyak bicara. Sesekali ia tersenyum mendengar pembicaraan orang tuanya dan tamu mereka.
Melihat sang putra yang terlihat yang tak komplain dengan pilihan mereka.
" Bagaimana Nu, Alya gadis baik, sopan dan sholeh. Ummi dan Abi juga menyukainya," bisik Abi di telinga Wisnu.
" Boleh ya, Abi lamar sekarang juga," imbuhnya masih dengan berbisik
" Iya Bi, silahkan saja," Wisnu pun ikut berbisik di telinga Abi.
Mendengar persetujuan dari sang putra,. pak Adam segera mengutarakan niat awalnya.
" Begini pak Ilham, karena keluarga kita sudah saling mengenal sebelumnya. Dengan kedatangan saya kemari,selain memperkenalkan putra saya kepada Nak Alya, saya juga bermaksud untuk meminang Alya untuk putra saya Wisnu. Dengan begitu sudikah kiranya jika anda menerima pinangan dari keluarga kami," ucap Abi dengan kata-kata yang teratur.
Mendengar hal itu Alya langsung menundukkan wajahnya yang merona karena malu.
Pak Ilham dan istrinya saling melempar senyum. Mereka sudah lama mengenal sosok Wisnu dan tak keberatan sama sekali. Namun mereka belum bertanya kepada Alya secara langsung.
" Baik pak Adam. Untuk sementara kami terima lamaran bapak. Namun keputusan ada pada Alya sendiri, dan kami meminta waktu untuk Alya berpikir selama seminggu ini. Jika kami sudah mendapatkan jawaban dari putri kami, sesegera mungkin kami akan menginformasikan kepada anda," jawab pak Ilham.
" Oh tentu saja Pak, kami mengerti jika Alya butuh waktu untuk memikirkan lamaran kami ini."
"Oh terima kasih atas pengertiannya pak. "
Setelah mengutarakan lamarannya keluarga Wisnu pun pamit.
***
Seminggu berlalu.
Wisnu tengah merapikan berkas-berkasnya yang menumpuk di atas meja kerjanya.
Sebuah panggilan masuk membuatnya mengalihkan pada pandangannya ke arah meja kerjanya.
Wisnu mengangkat telepon tersebut.
__ADS_1
" Halo, Assalamualaikum, Ummi."
" Waalaikumsalam,Nu. "
" Nu, Abi dan ummi punya berita baik untuk kamu."
" Berita baik apa Mi?" tanya Wisnu.
" Alhamdulillah, Alya menerima lamaran kita Nu," sahut Ummi yang terdengar bahagia.
" Alhamdulillah Ummi."
" Iya Nu, Sabtu nanti kamu pulang ya Nu. Kami akan menentukan tanggal pernikahan kalian Nu," ucap Ummi dengan penuh semangat.
Wisnu tersenyum simpul mendengar Ummi yang begitu bahagia menyampaikan berita tersebut.
Wisnu sendiri tahu jika kedua orangtuanya begitu ingin melihat dirinya segera berumah tangga.
" Baik Ummi. Atur sajalah. Aku ngikut saja," sahut Wisnu sambil tersenyum ke arah pak Hengki.
" Ok Nu, tapi kamu juga harus datang ya. Ummi gak enak kalau kamu gak datang saat lamaran resmi."
"Insya Allah Ummi. Masa' mau melamar anak orang akunya gak datang sih," cetus Wisnu sambil menaikan alisnya ke arah pak Hengki yang melirik ke arahnya.
" Baiklah Nak, Ummi tutup dulu ya. Ummi dan Abi mau belanja persiapan seserahan. Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam Ummi."
Wisnu pun menutup teleponnya.
" Alhamdulillah pak Aziz, sebentar lagi sepertinya sahabat kita ada yang ingin melepas lajang tuh," sindir Pak Hengki.
" Sepertinya begitu. Mesti di jodohkan dulu rupanya, baru bertemu jodoh," sahut Aziz.
" Semoga kali ini gak ada halangan lagi ya pak Wisnu," ucap pak Hengki tulus.
" Aamiin, terima kasih doanya Pak," balas Wisnu.
" Jangan lupa ngundang kita ya Pak Wisnu. Sudah lama loh kita menunggu hari bahagia ini," sahut pak Aziz.
" Haha, doakan saja pak. Nanti saya undang kok," cetus Wisnu.
***
Wisnu keluar dari kantor karena sudah waktunya jam makan siang . Wisnu menuju parkiran mobilnya.
" Wisnu!" seru seseorang dari arah belakang.
Wisnu menoleh ke arah belakang, ke arah seorang wanita yang berjalan cepat menghampirinya.
" Vika, kamu disini ?"tanya Wisnu karena ia tak menyangka kehadiran seseorang dari masa lalunya.
Hiks hiks, langsung menangis menghambur memeluk Wisnu.
" Eh Vik, " Wisnu menghindar.
Ia tahu jika Vika sudah resmi menikah dengan seorang pengusaha kaya.
" Kamu kenapa Vik ?"tanya Wisnu yang melihat Vika terlihat sedih.
" Nu, aku mau gugat cerai suami ku,hiks." Vika kembali menangis.
" Iya Nu, suami ku ketahuan selingkuh dan semalam aku sempat mendapat kekerasan darinya karena memergoki ia tengah bermesraan dengan selingkuhannya," papar Vika sambil menangis.
" Nu, kamu mau ya jadi pengacara aku," pinta Vika setengah menangis.
Wisnu terdiam beberapa saat.
' Jadi pengacara Vika ?' batin Wisnu.
__ADS_1
Bersambung ya gengs.