
Malam ini Yoga bersiap menghadiri acara malam penganugerahan yang diselenggarakan oleh Ikatan pengusaha muda Indonesia.
Yoga berdandan rapi dengan tuksedo berwarna biru dongker.
Setelah siap, ia menghampiri Zhezha yang bersandar pak headboard tempat tidur mereka.
" Sayang yuk kita keluar, sebentar lagi mas Yoga mau menghadiri acara penghargaan. Doakan saja mas Yoga terpilih dalam nominasi nanti."
Yoga menggandeng Zhezha dan membawanya ke ruang tengah, agar ia bisa ditemani oleh Bu Meli.
"Kamu duduk nonton televisi saja ya, nanti acaranya akan disiarkan secara langsung," ucap Yoga sambil menuntun Zhezha untuk duduk.
" Sudah mau pergi,Ga ?"tanya Bu Meli yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Iya Bu, sebentar lagi acaranya di mulai."
" Oh iya. "
" Kalau Yoga kemalaman pulang, Zhezha suruh tidur duluan saja ya Bu. Tapi Yoga akan usahakan untuk pulang secepatnya."
" Iya Ga, kamu tenang saja. "
Yoga menghampiri Zhezha.
" Sayang mas Yoga pergi dulu. Kalau terlalu malam, kamu tidur duluan saja," ucap Yoga kemudian ia mencium kening Zhezha.
Zhezha menatap Yoga dengan tatapan datarnya.
" Mas Yoga bukan gak mau bawa kamu. Tapi keadaan kamu seperti ini, jika kamu sudah sembuh, mas Yoga janji akan bawa kemana saja mas pergi," ucap Yoga. Meskipun Zhezha tak bicara Yoga sudah semakin mengerti apa yang diinginkan oleh Zhezha.
" Ya sudah mas Yoga pergi dulu," ucap Yoga sambil mengecup bibir Zhezha.
Kecupan di bibir selalu Yoga berikan yang terakhir sebelum ia berangkat.
Yoga keluar dari rumahnya.
Ketika berada di koridor menuju lift, Yoga kemudian merogoh saku jasnya untuk meraih handphonenya.
" Siska kamu sudah sampai di tempat?"tanya Yoga.
" Iya pak, aku dan Ramona sudah berada di tempat. Bahkan kami saat ini tengah mengantri untuk masuk," papar Siska.
" Oke nanti saya hubungi lagi." yoga pun memutuskan sambungan teleponnya.
***
Yoga tiba di gedung dimana acara penghargaan tersebut diselenggarakan.
Karena ia masuk dalam kategori salah satu nominasi maka Yoga memiliki tiket VIP.
Yoga bisa langsung masuk menuju gedung tanpa antrian.
Di dalam gedung Yoga bertemu dengan para koleganya, senior dan beberapa pengusaha sukses yang juga diundang.
Tuan Brahmantyo langsung menghampiri Yoga ketika ia tiba di gedung.
"Halo pak Yoga," sapa Brahmantyo kepada Yoga.
" Eh pak Tyo, senang bertemu dengan anda di sini," ucap Yoga sambil menyodorkan tangannya.
__ADS_1
Mereka pun berjabat tangan, karena sudah lama tidak bertemu.
" Saya juga senang bertemu anda di sini pak Yoga. Mari saya perkenalkan dengan rekan-rekan saya," ucap pak Tyo.
Pak Tyo pun menuntun Yoga untuk bertemu dengan para sahabat, kolega dan juga rekan bisnis. Maklum saja beliau adalah pengusaha yang menaungi yayasan Ikatan Pengusaha Muda tersebut.
Yoga dituntun menuju sekelompok pria dewasa yang berpasangan.
" Selamat malam tuan-tuan dan nyonya-nyonya," ucap pak Tyo.
" Selamat malam juga pak Tyo," mereka pun saling berjabat tangan.
Ada sekitar empat pria dewasa dan pasangannya saat itu.
" Perkenalkan tuan-tuan, ini dia pemilik perusahan PT Yoga Prasetya," ucap pak Tyo sambil menepuk-nepuk pundak Yoga.
Keempat pria tersebut melihat ke arah Yoga yang tersenyum ramah.
" Wah saya tak menyangka jika, orang yang biasa anda bicarakan masih muda seperti ini," tutur salah seorang pengusaha tersebut.
Mereka tak menyangka jika Yoga Prasetiya ternyata masih begitu muda.
Yoga pun tersenyum.
" Ha ha, umur tak menentukan kesuksesan seseorang. Pak Yoga atau lebih pantas kita panggil nak Yoga inilah kunci sukses proyek triliunan milik Eropa group," papar Pak Tyo dengan bangga.
" Wah, wah muda, tampan dan berprestasi, cocok sekali untuk dijadikan menantu,"canda pak Yoseph.
Yoga hanya tersenyum.
" Waduh langsung mau di jadikan menantu saja pak Yoseph, seperti anda yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, " kelakar pak Tyo.
" Saya sudah mendengar sepak terjang kamu Yoga, dan saya juga tertarik untuk bekerja sama dengan anda," ucap Pak Yoseph.
" Bekerja sama sambil di jodohkan ya pak dengan putri anda," sahut pak Tyo dengan bercanda.
" Yah itu tergantung, kalau mereka mau," sahut pak Yoseph.
" Saya juga berniat menjadikan beliau menantu, sayang sekali saya tak punya anak perempuan," ucap pak Tyo.
Yoga hanya tersenyum mendengar dirinya seperti diperebutkan dua pengusaha tersebut.
" Bagaimana pak Yoga ? Mau gak dijadikan menantu oleh pak Yoseph ?" tanya pak Tyo.
" Ha ha, maaf pak saya sudah punya istri," ucap Yoga sambil tersenyum simpul.
" Loh sudah punya istri ? Kenapa menikah tidak mengundang saya ?"tanya pak Tyo.
" Ehm waktu itukan pak Tyo berada di luar negeri pak, " sahut Yoga.
" Oalah, ternyata sudah menikah. Makanya pak Yoga, kemana-mana bawa istri jadi ketahuan jika sudah menikah," ucap pak Tyo.
" Iya pak maunya sih gitu, tapi saat ini isteri saya sedang sakit," jawab Yoga.
***
Karena acara tersebut segera dimulai. Para tamu undangan dan tamu VIP duduk di kursi yang berbeda.
Siska dan Ramona kesulitan mencari keberadaan Yoga saat itu.
__ADS_1
" Huh pak Yoga dimana sih ? Ini tuh sama saja kita gak mendampingi dia. Pergi sendiri-sendiri udah gitu gak tau lagi pak Yoga kemana. Percuma juga hadir di sini," dengus Siska.
" Sudahlah nikmati saja, toh dengan datang ke sini kita bisa melihat orang-orang penting dan publik figur, ada selebriti juga," cetus Ramona yang terlihat menikmati suasana di sana.
***
Acara berlangsung meriah dengan selingan dan hiburan berupa performa dari berbagai band dan penyanyi papan atas Indonesia.
Beberapa pemenang dari beberapa kategori pun sudah diumumkan.
Sepasang MC berada di atas panggung untuk mengumumkan pemenang dari kategori terakhir .
" Pemenang dari kategori pengusaha muda tersukses tahun 2022 adalah…."
Beberapa saat semua yang hadir menjadi tegang, mereka ingin segera tahu siapa pengusaha muda yang berhasil menjatuhkan pemenang dari kategori sebelumnya yang sudah menang berkali-kali di nominasi yang sama.
" The Winner is….."
" Yoga Prasetiya!"
Yoga kaget sekaligus bahagia ketika namanya disebut dan terdengar di seluruh aula, apalagi acara tersebut disiarkan secara langsung serentak di seluruh stasiun televisi.
Tepukan tangan meriah terdengar ketika Yoga berjalan menuju panggung utama.
Lampu sorot langsung mengarah ke arah pemuda tampan berusia dua puluh tiga tahun tersebut.
Yoga segera menghampiri sepasang MC dari kalangan artis tersebut.
" Selamat pak Yoga," ucap mereka sambil menyerahkan piala yang sudah disiapkan sebelumnya.
" Terima kasih," ucap Yoga dengan haru dan bangga.
Ia tak pernah menyangka seorang Yoga Prasetiya yang dulunya hanya seorang pemuda kampung yang miskin bisa berdiri di atas panggung ini ditonton oleh seluruh negeri dan mampu mengalahkan deretan nominasi lainya yang memiliki skill luar biasa.
Pak Yoga silahkan berikan sepatah dua patah kata untuk kami semua disini. Apa kunci sukses seorang Yoga Prasetiya?" tanya MC perempuan.
Yoga tersenyum. " Sederhana saja, Kerja keras, disiplin dan berdoa," jawab Yoga
" Wah.. jawaban yang sangat memuaskan," cetus MC.
" Satu lagi pak Yoga, boleh kami semua tahu siapa di belakang Yoga Prasetiya hingga ia mencapai prestasi yang cukup gemilang di tiga tahun kariernya?"tanya MC laki-laki.
Yoga kembali tersenyum di hadapan kamera yang mengekspos dirinya.
"Orang bijak mengatakan,' di balik suksesnya seorang pria ada wanita hebat di belakangnya ' . Begitupun saya, di balik kesuksesan yang saya raih saat ini , itu semua karena ada ibu dan istri saya yang membuat saya semangat untuk meraih mimpi ini," tutur Yoga dengan lugas.
Suara tepukan tangan kembali terdengar di seluruh penjuru aula tersebut.
Mereka begitu puas mendengar jawaban bijaksana dari seorang lelaki muda tersebut.
" Wah, sungguh bahagia menjadi ibu dan istri anda. Kalau begitu silahkan anda kembali ke tempat anda. Sekali lagi terima kasih pak Yoga. Anda bisa jadi inspirasi para kaula muda Indonesia dengan prestasi yang membanggakan," ucap MC pria.
" Terima kasih juga kepada Tuhan yang maha esa, kepada semua yang terlibat dalam penyelenggaraan penghargaan ini. Assalamualaikum," ucap Yoga sambil melambaikan tangan ke arah depan. Ia pun segera turun dari panggung megah tersebut.
Tepukan tangan meriah kembali terdengar memenuhi aula gedung tersebut ketika Yoga kembali melangkah meninggalkan panggung.
' Ibu, Zhezha, karena kalianlah aku bisa seperti ini. Terima kasih atas semangat yang selalu kalian berikan kepada ku, karena kalian berdua lah aku bisa kuat dalam menghadapi semua rintangan untuk meraih mimpi ini,' batin Yoga sambil melangkah menuju pintu ke arah luar gedung.
Bersambung. Kalau otor gak lagi oleng oleng insya Allah hari ia ni crazy up ya gengs .
__ADS_1