Menanti Jatuhnya Talak 3

Menanti Jatuhnya Talak 3
Malam Pengantin


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul dua siang, dan sudah waktunya bagi kedua pengantin tersebut untuk kembali di rias karena tepat pukul lima sore nanti resepsi akan di gelar.


Kedua MUA menunggu di depan kamar Zhezha, setelah beberapa saat menunggu. Namun pintu kamar pengantin belum juga di buka.


Karena khawatir akan terlambat, mereka pun menemui Meli.


Meli menghampiri kamar Zhe zha setelah mendapat laporan kedua penata rias tersebut, kemudian ia mengetuk pintu kamarnya dengan suara yang tak begitu kencang.


Tok tok


" Zhe! Zhe! " panggil Bu Meli


Setelah beberapa kali menggedor pintu, Zhe zha belum juga membuka pintu.


Meli ragu, untuk kembali menggedor pintu. ia pun membiarkan mereka selama beberapa saat.


" Kenapa Bu Meli? " tanya salah seorang MUA yang menunggu di depan kamar Zhe zha pada Bu Meli.


" Biarkan saja Bu. Mungkin ketiduran kali ya Zhe zha dan Yoga, gak enak gedor-gedornya siapa tahu mereka lagi asik-asikan, maklum lah mereka kan sudah lima tahun tak bertemu, " ucap salah satu di antara mereka lagi.


" Iya juga sih, tapi ini sudah mepet waktunya, nanti kita bisa terlambat untuk resepsi pernikahan mereka, " ucap Bu Meli seraya kembali ke depan pintu kamar Zhezha.


Bu Meli kembali mengetuk pintu kamar Zhezha.


***


Suara gedoran pintu kamar mengejutkan Zhe zha dan Yoga.


Tok tok tok


" Zhe! buka pintunya! " Seru Bu Meli.


Zhezha yang sadar langsung membuka kan pintu, sementara Yoga kembali tertidur, rasa lelah mendera sekujur tubuhnya.


Dua tukang rias masuk ke kamar Zhezha, mereka berdua tersenyum ketika melihat make up Zhezha yang terlihat berantakan karena baru saja bangun dari tidur.


" Wah Zhe, sepertinya kalian lelah sekali ya, " ucap salah seorang dari mereka dengan maksud menyindir.


" Berapa ronde Zhe? suami mu kelihatannya lelah sekali? " tanya yang lainnya.


Zhezha tersenyum simpul." Ih ada-ada aja kakak, " sahut Zhezha.


" Ha ha, Ya sudah Zhe, kamu mandi biar seger. Suami kamu bangunin juga sekalian. "


" Iya aku mandi dulu, mas Yoga nanti saja aku bangunin, mungkin dia masih lelah, " sahut Zhezha.


"Ya sudah kalau begitu, kakak siapkan peralatan make upnya dulu ya Zhe. Kamu jangan lama-lama mandinya, nanti suami kamu kita perkosa loh, ha ha. "

__ADS_1


Mereka pun tertawa mendengar candaan dari salah seorang tukang rias tersebut.


" Ih jangan lah! Aku saja belum pernah nyobainnya, ha ha, " sahut Zhezha dengan wajah yang merona malu-malu kucing.


" Ehm, masa' sih? " tanya mereka dengan ragu, kedua orang tersebut pun saling memandang dan mentertawakan Zhezha.


" Sudah ah aku mau mandi dulu, " pungkas Zhezha.


" Iya mandi sana, suami kamu aman kok, asal kami berdua gak khilaf saja! ha ha ha " sahut keduanya sambil tertawa menggoda Zhezha.


Zhezha masuk ke kamar mandi tanpa memperdulikan ucapan kedua wanita jadi-jadian tersebut.


***


Zhezha sudah mengenakan gaun indah yang sudah terpajang di manaken yang ada di kamarnya.


Setelah rasanya hampir sempurna, barulah ia membangunkan Yoga.


" Mas, bangun Mas, " ucap Zhezha sambil mengguncang tubuh Yoga.


Yoga mulai meliuk-liuk tubuhnya kemudian membuka matanya dengan perlahan.


Saat itu ia sempat kaget, melihat wanita yang ada di hadapannya tersebut begitu cantik.


" Zhezha? " tanya Yoga sambil menguncek-ngucek matanya.


" Iya Mas ini aku, " sahut Zhezha sambil tersenyum ketika melihat Yoga yang pangling melihatnya.


" Mas, ayo mandi, sebentar lagi resepsi kita di mulai, ini sudah pukul setengah empat, " ucap Zhezha.


Tanpa bicara lagi, Yoga langsung beranjak dari tempat tidur kemudian menuju kamar mandi.


***


Pukul lima sore, resepsi pun di gelar di sebuah hotel mewah.


Gemerlapnya lampu-lampu hiasan menggangung di langit-langit gedung seperti kilauan bintang yang bersinar di angkasa, di tambah dengan dekorasi dari rangkaian bunga segar yang terdiri dari bunga-bunga bermahkota putih.


Indah dan mewah kesan yang terlihat dari ketika melihat sekeliling ruangan tersebut sangat serasi dengan busana pengantin yang Yoga dan Zhezha kenakan.


Zhezha dan Yoga berdiri dengan menggunakan busana pengantin rancangan spesial dari salah satu disainer ternama di negri ini.


Keduanya begitu serasi bersanding di atas pelaminan, bak putri dan pangeran di negri khanyang.


Beberapa jam berdiri, serta menyambut kedatangan tamu yang menghampiri mereka, membuat Zhezha tak merasa lelah, justru dirinya begitu bersemangat saat itu. Apalagi ia merasa bangga karena bisa bersanding dengan pria setampan Yoga.


Dengan wajah yang beseri keduanya bersalaman dengan para tamu undangan yang memberi doa dan restu pada pernikahan mereka.

__ADS_1


***


Waktu berlalu dengan cepat. Pukul delapan malam, resepsi pun telah selesai. Keadaan sudah semakin sepi, karena tamu undangan sudah pada pulang. Hanya beberapa orang dari anggota keluarga mempelai , MC dan para pengisi acara yang masih berada di gedung tersebut. Mereka terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing.


Setelah mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung hingga terlaksana acara resepsi mereka, Zhezha dan Yoga beranjak dari gedung untuk menuju kamar di hotel yang sama tempat resepsi berlangsung.


Zhezha menggandeng mesra tangan Yoga melewati koridor hotel untuk menuju kamar pengantin mereka.


Selama berjalan, Yoga lebih banyak diam, ia hanya menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Zhezha.


"Mas, aku gak menyangka jika bisa menggelar resepsi semewah ini, " ucap Zhezha yang memulai obrolan di antara mereka.


" Hm, Aku sudah janji padamu kan. Suatu saat nanti aku akan datang untuk melamarmu dan kita akan menikah setelah aku jadi orang sukses, " sahut Yoga datar.


" Iya Mas, aku percaya jika kau akan datang untuk melamar ku, karena itulah aku selalu menanti kedatanganmu, meski banyak yang meragukan keputusan ku, tapi sekarang aku bisa buktikan pada semua orang jika, penantianku tak sia-sia. " sahut Zhezha. Ia terlihat bahagia saat itu.


Yoga hanya tersenyum simpul tanpa menyahut kembali ucap dari lawan bicaranya. 


Mereka pun tiba di sebuah kamar hotel. Kamar tersebut memang di siapkan khusus oleh pihak hotel untuk pasangan yang sedang berbulan madu.


***


Pintu kamar terbuka, Zhezha jadi takjub dengan dekorasi yang begitu indah menghiasi kamar tersebut. Selain bunga-bunga putih yang menghiasi setiap sudut ruangan. Ada dua angsa  yang terbuat dari lilitan kain putih di atas tempat tidur.


Dekorasi yang sederhana. Namun, indah dan begitu mengena di hati Zhezha.


Zhezha masuk ke dalam kamarnya dengan senyum puas.


" Kamu masuk dulu Zhe. Nanti aku menyusul. Aku masih harus mengantar tamu penting," ucap Yoga ketika Zhezha sudah mendekati tempat tidur.


Zhezha sedikit kaget mendengar hal itu. Namun, lagi-lagi ia coba untuk mengerti.


" Iya Mas, tapi jangan lama-lama ya," sahutnya.


Yoga mengangguk  dan langsung keluar dari kamar. Tingglah Zhezha sendiri di kamar tersebut.


Tak ingin merusak momen indah malam pertama mereka, Zhezha buru-buru menepis prasangka buruk tentang suaminya.


Zhezha pun mempersiapkan dirinya, karena malam ini adalah malam pertama ia akan menjalani kewajiban sebagai seorang istri.


Setelah mandi dan mengganti gaun pengantin dengan lingerie berwarna merah, Zhezha berdandan dengan natural, farfum mewah yang sudah tersedia di atas meja riasnya pun ia gunakan.


Jantung Zhezha berdebar kencang, ketika melihat bentuk tubuhnya yang indah di depan cermin. Bayangan malam pertama yang indah pun menari-nari di pikirannya.


Sejak dahulu Zhezha menjaga kesucian sebagai seorang wanita, dan malam ini sesuatu yang begitu berharga tersebut dengan penuh kerelaan akan ia persembahan untuk seseorang yang begitu ia cintai yang telah menjadi halal baginya.


Zhezha tersenyum kembali ketika melihat pipinya yang terlihat merona, betapa bahagianya dirinya saat itu.

__ADS_1


Bersambung dulu gengs, InshaAllah ada satu bab lagi.


Jangan lupa dukungannya


__ADS_2