Menanti Jatuhnya Talak 3

Menanti Jatuhnya Talak 3
Pagi Hari


__ADS_3

Setelah acara akad nikah selesai Yoga mengantarkan tamunya untuk menginap di hotel.


Bu Meli mengunci pintu rumah, kini tinggal lah ia dan Zhezha yang berada di dalam rumah itu.


" Ayo Zhe, ibu antar ke kamar kamu," ucap Bu Meli sambil mendorong kursi roda Zhezha hingga kursi roda tersebut berada di tepi tempat tidur.


" Zhe, ganti pakaian kamu Ya." Bu Meli membukakan pakaian yang menutup tubuh Zhezha dan hanya menyisakan pakaian dalamnya.


Kemudian Bu Meli menggantikan pakaian tersebut dengan lingerie berwarna hitam. Setelah itu Bu Meli mengambil beberapa peralatan make up.


" Zhe, maafkan ibu karena melakukan ini tanpa seizin darimu, hiks."


" Ibu sudah gak punya pilihan lain Zhe selain menerima Yoga," ucap Bu Meli sambil mengusap spon ke wajah Zhezha.


" Ibu sudah gak tau harus bagaimana. Keadaan kamu yang seperti ini masih butuh banyak biaya. Ibu juga hanya seorang ibu rumah tangga yang tak punya keterampilan khusus untuk bekerja dan membuka usaha. Kalaupun ibu bekerja,lalu siapa yang akan mengurusi kamu Zhe," tutur Bu Meli dengan sedih.


" Tak ada cara lain, kecuali menerima Yoga. Lagi pula Yoga punya niat baik terhadap kita. "


Setelah memoleskan bedak two way cake dengan rata, Bu Meli pun meraih pensil alis untuk sedikit merapikan alis Zhe. Zhezha memang memiliki kecantikan alami, dimana ia memiliki bulu mata yang panjang hitam dan lentik, hidung mancung dengan bentuk bibir yang proporsional di wajahnya yang sedikit tirus.


" Maaf sekali Zhe, jika ibu menyarankan Yoga untuk menggauli kamu. Itu karena ibu sudah berpengalaman dalam berumah tangga. Dan ibu juga tau apa yang dibutuhkan seorang suami terhadap istrinya. Biarkan saja Yoga mendapatkan haknya, selayaknya dia telah menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami terhadap kamu "


" Suami mu pasti butuh tempat untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya. Dan ibu harap kamu tak keberatan, dari pada suamimu mencari pelampiasan dengan wanita lain yang hanya akan membuatnya jatuh dalam lumpur dosa."


Bu Meli terus mengajak Zhezha bicara, setelah memoleskan lipstik pada wajah Zhezha. Ia pun menyisir rambut Zhezha dan menyemprotkan minyak wangi dan penyegar nafas di mulut Zhe.


Persiapan Zhezha untuk malam pertama pun selesai. Zhezha sudah terlihat cantik dan seksi seperti wanita normal pada umumnya.


" Ayo Zhe, kamu tunggu suami kamu ya Nak," ucap Bu Meli sambil menarik tangan Zhezha dan membawanya di atas tempat tidur.


Sambil menunggu Yoga, Bu Meli terus mengajak putrinya tersebut bicara hingga Yoga kembali pulang ke rumah.


***


Sebelum subuh Yoga membawa Zhezha ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandi junub.


Meski apa yang dilakukan Yoga tak sampai merobek kesucian istrinya.


Untuk menjaga agar dirinya tak menyentuh kulit Zhezha secara langsung, Yoga menggunakan sarung tangan ketika membersihkan bagian tubuh istrinya termasuk bagian intim. Meski sudah menggunakan sarung tangan tetap saja jiwanya masih bergejolak. Yoga masih penasaran terhadap istrinya itu.


Setelah mandi mereka dan memakai pakaian lengkap, seperti biasanya Yoga mengajak ibu Meli untuk ikut sholat berjamaah bersama kamarnya.


Setelah itu Yoga berinisial membawa Zhezha untuk jalan-jalan di taman alun-alun kota agar Zhezha bisa melihat suasana yang berbeda.

__ADS_1


Yoga mengenakan pakaian tertutup untuk Zhezha. Ia mengenakan Zhezha celana dari bahan kulot dan kaos yang berlengan panjang.


Mobil Yoga berhenti di parkiran taman.


Saat itu udara memang masih begitu segar, matahari baru saja menampakan diri. ratusan orang terlihat dengan kesibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Ada yang sekedar berlari pagi, bersepeda, ada juga sepasang kekasih yang duduk di bawah bangku taman.


Yoga menurunkan kursi roda untuk Zhezha . Kemudian ia menuntun Zhezha untuk duduk di kursi roda.


Mereka pun berjalan di sekitar area joging track. 


" Sayang, selama menikah, baru kali ini kita jalan bersama ya? Aku harap kau segera sembuh, kemudian kita akan wujudkan impian kita untuk berbulan madu keliling dunia," ucap Yoga sambil membawa Zhezha menuju sebuah danau buatan yang membentuk simbol hati.


Tiba di sana mereka disuguhkan dengan pemandangan beberapa jenis ikan air tawar.


Yoga menuntun Zhezha untuk duduk di kursi yang ada di pinggir danau.


Seseorang yang berada di seberang danau mengenali mereka.


" Eh Mon lihat tuh, bukannya itu pak Yoga, " tunjuk Siska ke arah Yoga dan Zhezha.


" Iya sepertinya. Dari jauh saja sudah kelihatan wajah gantengnya," sahut Ramona.


" Ehm, Yuk lah. Aku juga penasaran dengan sosok wanita yang membuat pak Yoga bertekuk lutut."


Tak hanya Ramona dan Siksa beberapa karyawan Yoga juga penasaran dengan sosok wanita pemilik hati Yoga selama ini.


Kisah percintaan Yoga memang tak pernah terekspose, Yoga juga tak pernah terlihat menggandeng wanita di beberapa kesempatan.


***


Angin pagi terasa sejuk di kulit hingga membuat Zhezha merinding, padahal Zhezha sudah mengenakan pakaian tertutup.


Yoga duduk di samping Zhezha, dilihatnya bulu halus di tangan Zhezha merembang.


" Kamu merasa dingin ya ?"tanya Yoga. 


Ia pun melepaskan Sweater rajut yang ia kenakan kemudian di pakaikan ke tubuh Zhezha.


Yoga kemudian memeluk Zhezha dari belakang.


" Sudah merasa hangat ?" tanya Yoga sambil mencium lekat pipi sebelah kanan Zhezha.

__ADS_1


Zhezha masih bergeming.


"Yuk kamu mau berolahraga agar otot-otot kamu yg tidak kaku."


Yoga merentangkan tangan Zhezha dari belakang kemudian melakukan pergerakan senam ringan dengan menggerakkan sendi-sendi tangan nya.


Siska dan Ramona pun tiba di tempat dimana Zhezha dan Yoga duduk.


" Selamat pagi pak Yoga," ucap keduanya secara serempak.


Yoga pun menoleh ke arah belakang.


" Eh kalian berdua. " Yoga berhenti.


" HM, gak nyangka kita bertemu di sini Ya pak," ucap Siska yang terlihat senang bertemu atasan di tempat ini


"Iya saya sedang membawa istri saya jalan-jalan," ucap Yoga seraya tersenyum melirik ke arah Zhezha.


Siska dan Ramona juga ikut melirik ke arah Zhezha.


Mereka kaget ketika melihat keadaan Zhezha. Beberapa hari ini Yoga memang tak masuk kantor dengan alasan istrinya sakit, tapi tak pernah mereka duga jika istri bos nya tersebut menderita depresi. 


" Oh iya pak, kalau begitu kami permisi,"ucap Siska.


" Iya silahkan," sahut Yoga.


Mereka pun berpamitan pada yoga.


***


" Mon, kamu lihat gak bagaimana keadaan istri pak Yoga ?" tanya Siska.


" Iya, kenapa?" tanya Ramona balik.


Ehm, Siska tersenyum menyeringai.


" Sepertinya aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan hati pak Yoga," ucapnya sambil melirik ke arah Ramona.


" Maksud kamu ?" tanya Ramona.


" Ehm ada deh," cetus Siska.


Bersambung dulu gengs

__ADS_1


__ADS_2