
Hari yang baru bagi Yoga dan Zhezha kini mereka memulai kehidupan layaknya sepasang suami istri.
Pagi-pagi sekali Zhezha menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Yoga keluar dari kamar mandi sementara Zhezha merapikan tempat tidur mereka.
Setiap harinya ia harus mengganti sprei karena setiap malam spei itu basah akibat keringat.
Sudah dua minggu ini mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia.
" Sayang dimana pakaian mas Yoga ?" tanya Yoga, padahal ia melihat pakaiannya tergantung di clip Hanger.
" Ada di gantungan Mas !"seru Zhezha.
"Dimana?"
Zhezha yang sibuk merapikan tempat tidur terpaksa melepaskan pekerjaannya.Kemudian menghampiri Yoga.
" Huh bilang saja minta dilayani," dengus Zhezha.
" Haha, tau saja kamu," ucap Yoga sambil mencolek hidung Zhezha.
Zhezha membawa pakaian yang sudah disiapkan, kemudian memakaian Yoga kemejanya.
" Kamu hari ini masak apa Sayang ?" tanya Yoga.
" Kamu mau aku masak apa ?" tanya Zhezha balik sambil mengancing satu persatu kancing kemeja Yoga.
" Apa sajalah, apa pun masakan kamu, mas Yoga pasti makan. "
" Iya Mas, nanti aku antar ke kantor kamu bagaimana? Aku ingin lihat dimana kantor suami ku. "
" Boleh, ada yang ingin aku tunjukkan sama kamu di kantor."
Selesai menyimpul dasi suaminya, Zhezha kembali memakaikan jas untuk Yoga.
" Terima kasih Sayang," ucap Yoga sambil mencium kening Zhezha ketika pekerjaan Zhezha sudah selesai.
" Sekarang kita sarapan Yuk," ajak Yoga.
HM,
Zhezha menggandeng tangan suaminya menuju ke meja makan.
Dimeja makan Bu Meli sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua.
Yoga tersenyum melihat ibu mertuanya yang selalu perhatian terhadapnya,, kehadiran Ibu Meli seperti jadi penganti ibu baginya.
" Selamat pagi ibu," ucap Yoga sambil merentangkan tangan di bahu Bu Meli.
" Selamat pagi Yoga, sepertinya kamu bahagia sekali pagi ini," ucap Bu Meli seraya menyodorkan minuman kepadanya.
" Iya Bu, Yoga punya kabar baik untuk ibu, " ucapnya sambil menarik kursi meja makan.
" Kabar baik apa nih ?" Bu Meli duduk sambil tersenyum
"Bulan depan Yoga dan Zhezha punya rencana bulan madu, rencananya kami akan berkeliling Eropa selama dua Minggu," papar Yoga.
" HM, lalu berita baiknya apa untuk ibu, ibu ditinggal sendiri, gitu?"
" Ha ha gak gitu Bu. Ibu tenang saja, Yoga sudah mendaftarkan ibu umroh. Jadi ketika kami berbulan madu, ibu pergi umroh dan doakan agar kami segera di beri momongan," ucap Yoga sambil mengusap perut Zhezhe.
Zhezha tersenyum, ia bahagia atas rencana suaminya itu.
" Alhamdulillah, akhirnya ibu diberikan kesempatan untuk ke tanah suci," ucap Bu Meli sambil menadahkan tangan kemudian menutup wajahnya.
" Terima kasih Yoga, kamu tak perlu meminta hal itu, setiap saat ibu selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian."
" Sama-sama Bu terimakasih atas doanya."
Setelah sarapan Zhezha mengantar suaminya ke depan pintu.
" Nanti siang Mas Yoga suruh seseorang untuk menjemput kamu."
" Iya Mas. "
Zhezha mencium punggung tangan suaminya.
" Mas pergi dulu ya," ucapnya sambil mencium kening dan bibir Zhezha.
***
Zhezha di antar oleh orang suruhan Yoga ke kantornya.
" Sudah sampai Nyonya. Mari saya antar ke kantor pak Yoga."
Zhezha mengikuti pria muda itu hingga tiba di depan sebuah kantor yang berada di lantai tiga dari gedung tersebut.
Zhezha masuk ke dalam sebuah ruangan dan mendorong pintu kaca.
" Permisi," ucap Zhezha.
__ADS_1
Siska dan Ramona kaget melihat kedatangan Zhezha. Setahun yang lalu Zhezha seperti orang yang mengalami cacat mental. Namun saat ini ia berubah jadi wanita cantik yang begitu anggun.
" Ruangan mas Yoga dimana ya?"tanya Zhezha.
Siska dan Ramona saling memandang.
"Ehm di sebelah sana Bu," tunjuk Ramon ke arah kiri.
" Oh Ya terima kasih," ucap Zhezha.
Ia pun melangkah dengan anggun dengan busana muslimahnya.
Ramona melirik ke arah Siska. " Yakin masih mau merebut hati pak Yoga ? Lihat saja istrinya cantik begitu," cibir Mona.
Sementara Siska hanya mengerutkan bibirnya.
***
Zhezha sudah berada di depan ruangan Yoga.
Kreak …pintu ruangan tersebut langsung di buka Zhezha.
" Assalamualaikum," ucap Zhezha seraya masuk menghampiri suaminya yang masih sibuk dengan laptopnya.
" Eh, Waalaikumsalam. Istriku sudah datang rupanya," ucap Yoga.
Yoga menghampiri Zhezha dan menuntunnya duduk di sofa.
" Kamu masak apa ?"tanya Yoga.
" Masak kesukaan kamu Mas."
Mereka pun menikmati makan siang bersama.
Setelah makan siang Zhezha merapikan meja sofa.
" Aku pulang dulu ya Mas," ucap Zhezha ketika pekerjaannya selesai.
" Jangan Sayang. Nanti kita tunggu kedatangan seseorang."
" Siapa Mas ?" tanya Zhezha.
" Nanti kamu tau sendiri."
Tak berapa lama kemudian, seorang pria datang menghampiri mereka.
" Selamat siang pak Yoga, " ucap pria tersebut.
Yoga berdiri menyambut kedatangan tamu tersebut.
" Sayang beliau pak Niko, beliau arsitektur interior rumah kita silahkan kamu diskusi tentang desain interior dan eksterior rumah baru kita," ucap Yoga.
Zhezha membelalakkan bola matanya.
" Kamu sudah beli rumah baru Mas ?" tanya Zhezha.
'"Sudah lama malahan sekitar enam bulan yang lalu. Hanya saja aku menunggu kamu untuk ikut mendesain sendiri rumah kita."
Zhezha tersenyum.
" Bukannya kita sudah punya apartemen."
" Haha apartemen gak cukup untuk anak-anak kita nantinya," cetus Yoga.
" Kan kita mau bikin anak yang banyak," cetus Yoga lagi.
" Ih, kamu mas . Gak malu bicara begitu di depan pak Niko."
" Haha, gak apa kok. Saya mengerti. Saya juga begitu."
" Tuh kan semua lelaki juga begitu," cetus Yoga sambil tertawa.
***
Malam ini, Yoga dan Zhezha sedang mengepak barang-barangnya mereka. Rencananya besok mereka akan berangkat ke Paris untuk berbulan madu.
Tadi pagi Zhezha dan Yoga sudah mengantar kepergian Ibu Meli menuju bandara untuk perjalanan ibadah umrohnya.
" Sudah beres Sayang ?"tanya Yoga.
" Sudah Mas, barang-barang kamu, kamu bereskan sendiri ya. Aku capek banget nih, " ucap Zhezha sambil meregangkan otot lehernya.
" Iya Sayang, kamu istirahat saja."
" Ehm jangan gangguin aku malam ini ya mas," pinta Zhezha.
" Iya sayang, kalau gak khilaf ya."
" Uh kamu mah setiap hari khilafnya."
" Khilaf membawa nikmat kan ?"tanya Yoga sambil melirik ke arah Zhezha.
__ADS_1
Zhezha melempar bantalnya ketika melihat Yoga yang kembali tersenyum mesum ke arahnya.
" Hua mending aku tidur saja. Tubuhku terasa lemas semua ini."
Zhezha berbaring beberapa saat kemudian ia sudah tertidur pulas.
***
Pukul setengah sebelas malam Yoga selesai mengepak barang-barang mereka.
Karena ia juga sudah lelah, Yoga pun memutuskan untuk tidur.
Malam ini untuk pertama kalinya mereka cuti bersama.
Yoga tidur dengan memeluk Zhezha.
Malam semakin larut, kedua insan itu tertidur pulas.
Yoga membuka matanya ketika mendengar suara orang yang muntah di kamar mandi.
Uek uek
" Zhezha !"
Yoga langsung bergegas bangkit dari tempat tidurnya, kemudian berlari kecil menuju kamar mandi.
Uek uek.
" Sayang kamu kenapa?"tanya Yoga yang langsung memijit tengkuk Zhezha.
" Gak tau Mas, rasanya ingin muntah terus."
Uek uek
Zhezha terus saja muntah meski tak ada lagi yang bisa ia memuntahkan.
Tubuh Zhezha seketika lemas, dengan keringat dingin yang keluar dari seluruh wajahnya.
Zhezha berdiri dengan pandangan yang berkunang-kunang.
" Ayo mas Yoga bawa ke kamar."
Zhezha berjalan lunglai ketika baru beberapa langkah tiba-tiba tubuhnya terasa ringan.
" Sayang !" Seru Yoga panik ketika Zhezha tiba-tiba tak sadarkan diri.
***
Zhezha mulai mengerjap-nerjabkan matanya. Pandangannya mengedar ke arah sekeliling.
" Dimana ini ?" tanya Zhezha dengan suara lirih.
" Di rumah sakit Sayang," sahut Yoga sambil menggenggam tangan Zhezha.
" Di rumah sakit ? Memangnya aku kenapa Mas ?" tanya Zhezha khawatir.
Yoga tersenyum sambil mengusap wajah istrinya.
" Kamu gak apa-apa kok. "
" Tapi kenapa aku bisa berada di rumah sakit?" tanya Zhezha yang heran ketika melihat Yoga terlihat bahagia.
" Karena kamu sedang mengandung anak pertama kita," ucap Yoga dengan tatapan berbinar.
" Hamil ? Hiks," Zhezha begitu bahagia dan haru hingga meneteskan air matanya.
" Iya Sayang. Kini kebahagiaan kita semakin lengkap. Sebentar lagi aku akan jadi ayah," ucap Yoga sambil menghambur memeluk Zhezha.
" Iya Mas, Alhamdulillah. Sebentar lagi aku akan jadi ibu dari anak kamu."
" Dan aku akan jadi ayah dari anak kamu," balas Yoga.
" Haha, Sempurna sudah kebahagiaan kita," tutur Yoga sambil membelai rambut istrinya.
" Tapi bagaimana dengan rencana bulan madu kita ?" tanya Zhezha dengan bibir cemberut.
" Haha tenang saja, kita bisa berbulan madu di rumah kan? "
" Bahagia bisa didapat dimana saja, asal kita selalu bersama," tutur Yoga sambil mencium tangan istrinya.
" Iya Mas, ini saja aku sudah merasa bahagia sekali," ucap Zhezha.
Yoga dan Zhezha kembali saling memeluk untuk meluapkan perasaan bahagia mereka..
Kedua pasangan tersebut semakin berbahagia.
bersambung dulu ya gengs.
ada rekomendasi karya keren untuk reader semuanya cek di sini ya
__ADS_1