Menanti Jatuhnya Talak 3

Menanti Jatuhnya Talak 3
Pulang Kampung


__ADS_3

Hati yoga langsung berbunga-bunga ketika Zhezha mengucapkan kata 'hati-hati di jalan.' Dirinya teringat ketika mereka dulu baru menjalin hubungan.


Zhezha yang selalu hangat dan care terhadapnya. Yoga pun tersenyum sendiri kala mengenang masa indah mereka yang dulu.


" Aku kangen dengan kita yang dulu Zhe, kita yang dulu sering bercerita tentang mimpi-mimpi kita ketika beranjak dewasa, tentang pernikahan impian yang sudah kita rencanakan,serta bulan madu dengan berkeliling dunia.Aku tak akan lupa Zhe, Aku akan berjuang terus untuk mendapatkan kamu kembali, apa pun caranya," gumam Yoga sambil membawa laju mobilnya.


Kepergian Yoga saat itu karena ingin segera menyelesaikan proyeknya yang ada di luar kota,agar bisa fokus terhadap persidangan dan fokus untuk membujuk Zhezha.


Yoga benar-benar berharap Zhezha kembali ke dalam pelukannya lagi.


***


Malam ini Yoga sedang menikmatinya secangkir kopi hangat sambil menatap hamparan langit yang sempurna dengan bintang-bintang yang bertahta di angkasa.


" Diantara beribu bintang memang hanya satu yang paling terang, dan itu adalah kamu Zhe, bahkan aku tak pernah tertarik pada seorang wanita pun selain dirimu," ucap Yoga sambil menyeruput kopi seraya menatap langit yang begitu tinggi.


Yoga langsung menoleh ke arah meja kerjanya, karena dering handphone terdengar berbunyi.


Yoga sudah tahu siapa yang menelponnya saat itu, karena ia sengaja menggunakan nada dering khusus untuk panggilan dari nomor Zhezha.


"Zhezha, baru saja aku ingin menelponnya, mungkin dia kangen, jadi menelpon aku duluan," gumam Yoga.


Dengan penuh semangat Yoga bangkit dari tempat nyamannya saat itu yang berada di teras rumah semi permanennya.


" Halo Zhe," sapa Yoga dengan perasaan yang begitu bahagia menyambut telepon tersebut.


" Halo Mas, hiks." terdengar suara tangis .


" Zhe, kamu kenapa?" tanya Yoga dengan khawatir.


" Mas, ayahku sudah meninggal dunia, hiks hiks." Zhezha kembali menangis.


" Innalilahi wa innailaihi Raji'un,Zhe."


Hiks hiks Yoga masih mendengar Isak tangis Zhezha.


" Zhe, kamu yang sabar ya.Kamu dimana sekarang Zhe?"tanya Yoga yang ikut sedih.


" Aku sedang dalam perjalanan pulang Mas, hiks."


" Mas, atas nama ayah, aku mohon maaf atas kesalahan ayahku selama ini, terhadap kamu dan keluarga Mas. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.Karena apa yang ayah lakukan sudah begitu menyakiti perasaanmu Mas, hiks. " Zhezha menangis kembali ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya karena mengingat perlakuan ayahnya semasa hidup yang telah begitu menyakiti Yoga dan keluarganya hingga berbuah dendam kesumat di hati Yoga.


Yoga begitu syok mendengar berita tersebut sementara Zhezha masih menangis.


" Iya Zhe, Mas Yoga sudah melupakan apa yang pernah terjadi, insya Allah mas Yoga sudah ikhlas Zhe.Jangan ungkit itu lagi, biar ayah pergi dengan tenang," tutur Yoga sambil menangis.

__ADS_1


" Terimakasih Mas, karena sudah dengan ikhlas memaafkan ayah. Aku harap kamu gak merasa dendam lagi terhadap orang yang sudah tiada," tutur Zhezha diiringi Isak tangisnya.


" Iya Zhe, mas Yoga segera kesana sekarang. Kamu dimana sekarang ? dan pulang dengan siapa ?"


" Aku pulang sama mas Wisnu dan saat ini sedang di perjalanan," jawab Zhezha dengan jujur.


Yoga kembali di buat Syok mendengar penuturan dari Zhezha.


" Wisnu," gumamnya bernada cemburu.


" Sudah dulu Mas, aku tutup teleponnya."


Sambungan telepon pun terputus .


" Wisnu." Serta Merta Yoga cemburu mendengar nama itu. Bagaimana tidak, jika Wisnu yang mengantarnya itu berarti mereka berdua akan berada di dalam mobil selama enam sampai delapan jam.


Meskipun Yoga yakin jika Zhezha bisa menjaga dirinya. Namun tetap saja ia merasa cemburu bahkan sangat cemburu sekali.


" Kenapa harus Wisnu sih, kenapa Wisnu bisa mengantar Zhezha,apa karena ada hubungan khusus di antara keduanya." Yoga bermonolog dengan kesal.


Perasaan sedih dan cemburu bercampur jadi satu.


Yoga pun melangkah kaki,Ia membereskan dan membawa seluruh pakaiannya karena rencananya ia akan menginap di rumah Zhezha.


Yoga menuju mobil dan segera berangkat. Dari tempatnya saat ini ia membutuhka waktu sekitar tiga jam untuk sampai di rumah duka.


***


Malam semakin larut dan suasana jalanan juga semakin sepi.


Di dalam mobil juga terasa sepi karena tak ada obrolan apapun yang terjadi, hingga membuat Wisnu yang sudah menyetir berjam-jam tersebut menjadi ngantuk.


Beberapa kali ia menguap.


Zhezha melirik ke arah Wisnu.


" Mas kalau ngantuk istrirahatlah sejenak," usul Zhezha.


" Gak Zhe, masih bisa di tahan kok. Kita singgah ke toko sebentar untuk membeli kopi."


Wisnu pun menepikan mobilnya di sebuah kios di tepi jalan raya. Ia membeli beberapa minuman kopi instan sebagai bekal di perjalanan.


Selain itu, ada juga makanan kecil untuk menemaninya selama di perjalanan agar tak mengantuk.


Ketika kembali, Wisnu mendapati Zhezha yang tertidur di dalam mobil.

__ADS_1


Wisnu pun mengencangkan seatbellt Zhezha untuk menjaga ke amannya.


Kemudian  perjalanan kembali di lanjutkan.


Wisnu mengemudi mobil dengan hati-hati meski jalan saat itu begitu sepi. Ia tak ingin terjadi sesuatu pada Zhezha. Cukup sudah kesalahan yang ia lakukan hingga menyebabkan Zhezha tertabarak.


Kepala Zhezha terkulai kearah kanan , Wisnu bisa melihat kelelahan di wajah Zhezha dengan mata yang sembab dan wajah yang sedikit pucat.


Sesekali di liriknya kembali kearah gadis malang tersebut,rasa ibapun muncul di hati Wisnu.


Wisnu merentangkan tangannya coba menjangkau kepala Zhezha.Namun ia kembali menggengam telapak tangannya mengurungkan niatnya untuk menyentuh Zhezha yang memang tak pantas di sentuh olehnya.


Perjalanan pun di lanjutkan.


***


Yoga sudah memasuki kawasan kampung mereka, tinggal beberapa puluh meter lagi sampai , ia pun bermaksud untuk menghubungi Zhezha, menanyakan keberadaannya.


Namun, setelah beberapa kali di telepon Zhezha tak mengangkat teleponnya, padahal saat itu teleponnya tersambung.


Kecurigaan dan kekhawatiran kembali menghampiri Yoga, bagaimana pun ia tak bisa percaya pada Wisnu, pria yang baru di kenalnya.


Untuk memastikan keadaan Zhezha. Yoga pun langsung menghubungi Wisnu.


Beberapa detik kemudian panggilan pun tersambung.


Wisnu menyetir ia melihat layar handphone Zhezha yang menyala karena Zhezha meletakkan handphone tersebut di samping ia duduk saat ini.


" Dari Yoga," gumam Wisnu.


Kemudian setelah beberapa kali panggilan tersebut tak terangkat, kini giliran layar handphone Wisnu yang menyala.


Wisnu menyunggingkan senyum tipis ketika melihat siapa yang meneleponnya.


Ia sudah menduga jika Yoga pasti menelponnya untuk menanyakan kabar Zhezha.


" Halo selamat malam pak Yoga,"sapa Wisnu dengan ramah.


" Dimana Zhezha? Kenapa dia tak mengangkat telepon dari saya ?" sahut Yoga bernada cemburu dan curiga.


"Zhezha sedang tidur pak Yoga, mungkin ia kelelahan," papar Wisnu.


Yoga membelalakkan bola matanya mendengar penuturan Wisnu tersebut.


Bersambung, gimana ya jika mereka bertemu ?? hehe besok lagi ya

__ADS_1


__ADS_2