Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 1


__ADS_3

Pagi hari, yang seharusnya terdengar suara kicauan burung burung yang hinggap di batang pohon, dengan naiknya sang mentari untuk menghangatkan makhluk bumi, setelah melewati malam yang dingin.


Tapi pagi ini bukanlah pagi yang seperti biasanya yang terdengar dengan kicauan burung burung kecil itu.


karna suara kicauan itu sementara berganti dengan suara gemuruh yang bersautan di langit yang awannya berwarna abu abu gelap, yang meneteskan setetes demi setetes air dengan deras, di sertai angin yang mengubah pagi yang seharusnya sejuk dengan pagi yang dingin menusuk kulit.


Membuat wanita cantik, berambut panjang berwarna hitam legam, berkulit putih susu, bibir tebal namun terlihat ****, dan tubuh yang besar di bagian tertentu, itu masih enggan untuk bangun dari tidurnya dan melakukan aktivitas yang biasa ia lakukan di pagi hari.


" Ceklek " suara pintu kamar gadis itu terbuka, dan masuklah perempuan paruh baya, yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah menginjak kepala 4, yaitu VENYA ANJANI mama dari gadis yang saat ini masih enggan untuk bangun dari tidurnya yaitu TERESA ANJANI BRAMANTYA.


"Res, Resaa.. ayo bangun sayang, ini sudah jam 8 loooh, ayo bangun dan cepat mandi kita sarapan bareng...!!" ucap mama venya, sambil menepuk nepuk bahu gadis yang masih enggan untuk bangun itu.


"Hmmmm.. bentar maah resa masih ngantuk.." jawab resa dengan mata yang masih terpejam, dan masih betah dengan tubuh yang di baluti selimut lembut yang ia kenakan saat ini.


Mendengar jawaban putrinya yang enggan untuk bangun, venya pun tak habis akal agar anaknya itu segera bangun.


"Mama hitung satu sampek tiga, kalo kamu masih belum bangun, mama kunci kamar kamu dari luar, biar gak usah keluar kamar sekalian" ujar mama venya, yang membuat resa seketika bangun dari malas malasannya, karna yang resa tau mama nya itu tidak pernah main main dengan ancamannya.


"iiiiissshhhh... mama mah sukanya gitu, ngancem ngancem mulu.." gerutu resa dengan mengerucutkan bibirnya, yang kesal akan ancaman dari mamanya.


"Makanya bangun dan mandi giiih bersihin badanmu, setelah itu turun ke bawah kita sarapan bareng" tutur venya pada putrinya.


yang menyuruh anaknya mandi dan sarapan pagi bersama meskipun sedikit telat, karna memang semua orang yang berada dalam rumah itu tidak ada yang keluar rumah, karna hujan yang turun mulai dari jam 4 subuh yang membuat semua orang di rumah tersebut bersantai, kecuali para pelayan yang memang harus bertugas membersihkan rumah dan memasak makanan untuk majikan mereka.


"iyah mah" jawab resa singkat.


setelah sang mama keluar dari kamarnya, resa segera bangun dengan jalan gontainya berlalu menuju ke kamar mandi, kemudian mengisi bathub dengan air hangat dan menambah sabun dengan aroma vanila, setelah selesai segera resa masuk ke bathub setelah sebelumnya resa melepaskan semua pakaian yang lebih tepatnya hot pants dan juga tanktop nya yang menempel di tubuh mulusnya itu.


TERESA ANJANI BRAMANTYA, gadis yang biasa di pangggil resa oleh semua orang yang mengenalnya, anak pertama atau mungkin anak tunggal dari pasangan TIO BRAMANTYA DAN VENYA ANJANI, karna memang resa sampai saat ini masih belum mempunyai adik atau bahkan tidak akan punya mengingat usia mamanya yang sudah menginjak kepala empat.

__ADS_1


Anak perempuan satu satunya dan juga anak tunggal dari keluarga bramantya, keluarga yang memang cukup berada, karna tio bramantya yang mempunyai beberapa perusahaan yang cukup sukses saat ini, membuat resa sedikit di manja oleh kedua orang tuanya, namun meski begitu resa tetep di didik dengan tagas oleh venya, agar resa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab, meski mereka tergolong keluarga dari kalangan atas , tapi venya tetap mendidik resa dengan tegas, karna menurutnya sangat penting untuk menjadikan resa orang yang mandiri dan bertanggung jawab.


*********


Tap, Tap, Tap. suara langkah kaki resa yang menuruni tangga, menuju ruang makan setelah menyelesaikan mandi hangatnya dan menuju ruang makan untuk sarapan bersama, yang memang kamarnya berada di lantai dua.


Sesampainya di ruang makan, resa melihat kedua orang tuanya yang sudah duduk di kursi meja makan, yang sedang menunggunya untuk sarapan bersama.


"Pagi Mah Pah" ucap resa dengan mencium pipi kedua orang tuanya yang biasa ia lakukan, dan kemudian ia duduk di kursi yang berhadapan dengan mamanya.


"Pagi juga sayang.." jawab kompak kedua orang tua resa.


"Gak Kuliah Res.." tanya tio pada resa.


"laahh kan ujan pah, lagian masuk kuliah pun percuma gak bakal ada yang masuk kalo ujan kayak gini pah, lagian papah aneh banget nanyain kayak gitu, lah papah sendiri ajah jam segini masih di rumah gak ke kantor" jawab resa panjang lebar pada pertanyaan papahnya yang menurutnya sedikit aneh.


Ketika tio akan menjawab ucapan resa, tiba tiba venya langsung memotong.


"Udah ngobrolnya, lanjutin nanti ajah kita makan dulu, gak baik looooh ngobrol di depan makanan" Ucap Venya tiba tiba yang seketika membuat percakapan anak dan papah itu terhenti.


Dan mereka bertiga pun mulai memakan makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan di rumah itu, tanpa ada yang bersuara dan hanya terdengar dentingan sendok di ruang makan itu.


*****


Jam menunjukkan pukul 13.20 wib, awan yang tadinya berwarna abu abu gelap dan meneteskan air deras ke bumi, kini berganti dengan lagit cerah yang terlihat sudah membiru cerah bersama awan putih selembut kapas, dan sinar matahari mulai menyinari bumi yang basah akibat guyuran hujan, setelah beberapa jam yang lalu tertutupi awan gelap.


" Tiingg " suara ponsel resa yang berbunyi singkat, menandakan ada pesan yang masuk ke ponselnya, yang menunggu sang pemilik ponsel membuka dan membalasnya.


"Res.. jalan yuk..?? " isi pesan itu setelah resa buka dan membacanya, yang tak lain dari sahabat dekat nya DEA SAVIA DANANJAYA.

__ADS_1


"ayookk de, aku siap siap dulu yaah, biasa nanti aku jemput kamu" belas resa pada pesan dea, yah resa selalu menjemput dea kemanapun ketika mereka akan keluar bareng, dan mereka berdua persahabatannya pun sudah seperti kakan dan adek.


"Oke res, aku siap siap dulu juga.." balas dea lagi dengan menyertakan emot jempol.


Setelah mengakhiri chatt melalui aplikasi whattshapp itu, resa bergegas mandi dan


bersiap siap menjemput dea di rumahnya.


Setelah siap dan sudah rapi dengan penampilannya, resa bergegaa keluar rumah dan menuju garasi mobilnya yang sebelumnya ia izin kepada orang tuanya untuk keluar rumah.


Dengan mengendarai mobil pribadinya, resa melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang membelah jalan yang cukup padat dengan pengendara di kota S itu.


Sekitar 30 menit perjalanan yang ia tempuh, sampailah resa de depan gerbang rumah dea, penjaga yang melihat kendaraan resa pun segera membukakan gerbang untuknya, yaahh penjaga dan semua pelayan di rumah dea sudah hafal pada resa yang berteman dengan anak dari majikannya itu.


karna seringnya resa yang menjemput dea untuk sekedar jalan bareng, seperti yang akan mereka lakukan saat ini.


"Makasih pak tono" Ucap resa pada pak tono setelah membukakan gerbarng untuknya." saya masuk dulu pak" ucap resa pada pak tono dengan senyum manisnya, yang membuat siapapun terpana pada senyuman manis itu.


"sama - sama non resa, silahkan..!!" jawab pak tono dengan keramahannya pada resa.


Setelah resa memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di tempat pemarkiran mobil dan segera resa turun dari mobilnya, segera resa mengetuk pintu rumah dea dan tak lama setelah resa mengetuk pintu rumah dea, pintu pun terbuka dan menampilkan wanita yang kulitnya sudah penuh dengan kerutan di wajahnya, yang bisa di lihat usianya yang berkisar 50 tahunan lebih, yang dapat di pastikan juga kalau ia pelayan di rumah itu.


"Sore bi sumi" ucap resa sopan dan ramah pada bi sumi, yang telah membukakan pintu untuknya.


"Sore juga non resa, pasti nemuin non dea yah, kalo gitu non resa langsung saja ke kamarnya, non dea sudah menunggu nona di atas" Ucap bi sumi pada resa, yang sebelumnya di kasih tau dea kalau resa datang, untuk menyuruhnya langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.


"Ooohh yah bikk, saya ke atas dulu yahh bik, makasiiih permisi biikk.." Ucap resa sopan dan ramah pada bi sumi.


"Sama - sama non resa, silahkan.." jawab bi sumi yang tak kalah ramahnya pada resa.

__ADS_1


Setelah percakapan singkat antara resa dan bi sumi, resa pun naik ke atas menuju kamar sahabatnya itu, sedangkan bi sumi bergegas ke dapur untuk membuat orange jus dan cookis kacang kesukaan kedua gadis itu ketika sedang bersama.


haiii readerras...maaf jika banyak typo dan selamat membaca semoga suka di karya novel pertamaku.


__ADS_2