Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 26


__ADS_3

Dea melajukan mobil nya membelah jalan yang lumayan padat untuk menuju rumah sakit tempat sang papih di rawat.


sesampainya di rumah sakit dea dan devi langsung melangkahkan kakinya menuju kamar rawat bara.


sesampainya di kamar bara segera dea membuka pintu lalu masuk ke dalam.


" papiiiih.." panggil dea kala masuk ke dalam kamar perawatan bara, dengan langkah dea mendekati bara.


" papih, gak di apa apain kan sama om tio.." ujar dea khawatair dengan keadaan papi nya.


" papi gapapa de, cuman papi khawatir sama keadaan resa.." jawab bara pada dea yang mengkhawatirkan keadaan resa dan bayi dalam kandungan resa.


" papih gak usah khawatir sama resa pih, dea yakin om tio gak bakalan apa apain resa apalagi kan om tio tau kalau resa sedang hamil.." ujar dea agar bara tidak terlalu memikirkan keadaan resa, karna yang di takutkan dea jika bara terlalu banyak fikiran itu membuat penyembuhannya jadi terhambat.


dan bara pun mulai sedikit tenang kala mendengar ucapan dari dea.


" dev, ntar kamu coba hubungi resa yah.." ujar dea pada devi karna memang devi yang saat ini mempunyai nomor ponsel resa dan dea masih belum sempat untuk menyimpan nomor ponsel resa yah..mungkin karna dea sudah bersama resa lagi fikir nya.


" oke de, ntar aku coba hubungi resa.." jawab devi.


ketika ketiga nya tengah asik berbincang, tiba tiba pintu kamar rawat bara di ketuk seorang dan masuk lah perawat dengan membawa makan siang untuk bara.


setelah perawat manaruh bubur, buah dan susu untuk bara segera perawat pamit untuk pergi dari kamar bara.


" dea suapin yah piih.." ucap dea menawarkan pada bara.


" boleh sayang.." jawab bara yang menyetujui niat dea untuk menyuapinya.


segera dea menyuapi bubur itu kepada bara sesuap demi sesuap dea menyuapkan pada bara hingga bubur itu tandas tak tersisa.


*********


matahari yang terik di siang hari mulai berganti dengan sinar yang hangat berawarna jingga hingga warna jingga itu berlalu mengikuti waktu yang terus berjalan sampai sore itu berganti malam.

__ADS_1


Tok, Tok, Tok Suara pintu kamar resa yang di ketuk oleh venya..


" resaa, makan malam dulu yuk sayang.." ujar mama venya, yang memanggil resa untuk mengajak nya makan malam karna sejak resa datang bersama tio, resa sama sekali tidak keluar kamar dan itu membuat venya khawatir akan keadaan resa dan kandungannya.


beberapa saat setelah venya mengetuk pintu kamar resa namun masih belum ada jawaban dari resa, itu membuat venya khawatir dan mencari kunci cadangan kamar resa.


setelah menemukan kunci cadangan itu di laci lemari, segera venya membuka pintu kamar resa dan setelah terbuka dam venya masuk, itu membuat venya sedikit lega ketika melihat resa yang ternyata tidur terlelap.


" resa..res...ayo bangun sayang..!!" ucap resa membangunkan resa dengan menepuk nepuk bahu resa dengan lembut.


" hoaamm..jam brapa maah.." ujar resa ketika terbangun namun masih dengan mata terpejam..


" jam 19.30 sayang..ayo bangun kita makan malem.." ucap venya menjawab pertanyaan resa.


" haah udah malem donk mah.." jawab resa sedikit terkejut kala mendengar penuturan dari venya.


" iyah sayang udah malem, makanya cepet mandi kita makan malem yah.." ujar venya, dan resa mengangguk i ucapan venya.


setelah itu venya pun berlalu keluar kamar resa dan turun ke bawah.


" malam mah..pahh.." ucap resa dengan sedikit lesu.


" malem sayang.." jawab venya sedangkan tio hanya diam saja tanpa menjawab sapaan resa.


dan segera sekeluarga itu pun makan masakan yang tersedia di meja makan besar itu.


setelah menghabiskan makan nya resa bun hendak berdiri dan ingin segera masuk ke dalam kamarnya namun sebelum resa melangkahkan kakinya tio dengan cepet mencegah kepergian resa.


" resa..duduk kembali papah mau ngomong sama kamu.." ucap tio.


dan dengan malas nya resa pun menuruti perkataan dari tio untuk duduk kembali dan itu pun membuat venya penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh tio kala venya juga di suruh untuk duduk kembali.


" ada apa sih pah, kayak nya penting banget..??" tanya venya.

__ADS_1


" iyah mah papa mau ngomongin hal penting, kalau sebulan lagi resa akan bertunangan dengan anak temen papah.." ucap tio to the point, dan ucapan tio mampu membuat resa dan venya kaget.


" nggak pah, resa gak mau.. lagian papa ada ada aja resa lagi hamil paaahh..." jawab resa dengan penolakannya.


" dan paah kenapa siihh papah egois banget, kenapa papah malah jodohin resa dengan anak temen papah, sedangkan om bara yang mau bertanggung jawab papa tolak..papa egoiiss dan resa sungguh heran dengan pemikiran papah yang semau nya.." ucap resa panjang lebar meluapkan semua emosi nya kepada tio, setelah berbicara panjang lebar pada tio, resa langsung pergi meninggalkan ruangan makan itu begitu saja.


" paah maksud papah gimana sih pah, apa papa tidak memikirkan tentang perasaan resa pah.." ucap venya kala heran dengan pemikiran suaminya.


" tapi maah, apa salah nya kalau papa menjodohkan mereka, lagian anak temen papah juga setuju kok mah dan dia tidak mempermasalahkan tentang kehamilan resa dan papa sudah menjelaskan tentang kehamilan resa pada temen anak papa.." jawab tio pada ucapan sang istri.


" paah dari pada resa papah jodohin sama anak temen papah, lebih baik papah terima pertanggung jawaban dari bara pah yang memang itu ayah biologis dari anak yang resa kandung.." ujar venya yang tidak setuju dengan niat tio.


" tapi tetep keputusan papah tidak bisa di ganggu..dan besok keluarga ferdinan akan ke rumah kita.." jawab tio pada ucapan sang istri, yang memang keputusannya tidak bisa di bantah.


*********


" Tiiiiiiingg.." suara ponsel milik resa berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.


mengusap air mata nya, resa langsung membuka pesan yang di kirim oleh devi, setelah membaca pesan dari devi, resapun langsung menjawab pesan itu dengan melakukan video call.


" res kamu gapapa kan..??" tanya dea langsung ketika panggilan video call itu tersambung.


" aku gapapa kok de.." jawab resa dengan suara serak khas orang sehabis nangis.


" laah kalo gapapa kok nangis sih res.." ucap dea kala melihat air mata resa yang langsung menetes.


" boleh aku bicara sama om bara de.." ujar resa tanpa menjawab pertanyaan dari dea.


" boleh res.." jawab devi dengan menyerahkan ponsel nya pada bara.


" Mass..hiks hiks hiks.." panggil resa dengan terisak, kala layar ponsel nya penuh dengan wajah bara.


" heiii kamu kenapa nangis sayang.." jawab bara dengan suara lembut nya, melihat resa yang menangis seperti itu membuat hati bara pilu, dan ingin sekali bara memeluk dan mengusap tangisan wanita yang ia cintai.

__ADS_1


Haiiiii readeeeeerrrss, terimah kasih untuk dukungan kalian, semoga selalu suka di setiap episode nya.. dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian..dan boleh juga kritik dan sarannya agar author bisa menulis dan berkarya dengan lebih baik lagi terimah kasiih Love You All😍😍....


__ADS_2