Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 31


__ADS_3

setelah keluar dari kamar, resa pun segara turun tangga dan menemui tio yang berada di ruang keluarga.


sesampainya di ruang keluarga resa pun langsung duduk berhadapan dengan tio.


" ada apa pah..??" tanya resa kala ia sudah menjatuhkan bokongnya di sofa.


" acara pertunangan kamu denga dito akan di majukan.." ucap tio yang selalu berbicara to the point.


" gak bisa gitu donk pah,dan kenapa sih kalian selalu memutuskan sesuatu tanpa meminta persetujuan dari ku juga.." jawab resa yang mulai terbawa emosi karna tak habis fikir dengan tindakan papah nya, yang memutuskan sesuatu nya sendiri tanpa meminta pendapat nya.


" papa ngelakuin semua ini untuk kebaikan mu resa..." ujar tio yang masih dengan keras kepalanya.


" itu baik untuk papah, tapi tidak untuk resa.." jawab resa lagi tak mau kalah dengan tio.


Di tengah perdebatan antara anak dan papah itu, di lain tempat namun masih berada dalam satu rumah, bara tengah mengendap endap berusaha menuju pintu keluar yang menuju halaman samping rumah milik resa, namun saat bara sudah berada di dekat pintu dan meraih handle pintu tiba tiba bara di kagetkan dengan suara seorang wanita.


" bukannya kamu bara kan..." ucap wanita paruh baya itu tiba tiba, yang tak lain adalah venya.


mendengar suara dari venya membuat bara terkejut, dan reflek bara membalikkan tubuh nya menghadap ke arah venya.


" tantee.." ucap bara pada venya dengan tersenyum kikuk.


" kamu ada disini.." tanya venya langsung pada bara.


" iya tante, apa boleh kita bicara tapi jangan disini... " ucap bara pada venya.


venya yang melihat bara seperti itu pun mengerti jika takut tio melihat keberadaan bara.


" baik..ayo kita bicara di taman belakang.." jawab resa yang menyetujui ucapan bara.


dan segera venya melangkahkan kakinya menuju taman belakang dan di ikuti oleh bara.


sesampainya di taman dan keduanya sama sama duduk di kursi taman belakang rumah resa, segera venya memulai percakapan nya.


" Sejak kapan kamu ada di sini..??" tanya venya pada bara.


" sejak pak bara dan tante meninggalkan rumah.." jawab bara dengan jujur dan venya pun hanya manggut manggut mendengar ucapan bara.

__ADS_1


" apakah kamu benar benar mencintai anak saya.." tanya venya langsug pada bara menguji keseriusan calon mantu nya itu.


" apa tante meragukan keseriusan saya pada resa, saya benar benar serius pada resa tante.." jawab bara bersungguh sungguh.


" lalu kenapa sekarang kamu memilih keluar dari rumah ini mengendap endap dan tidak langsung menemui suami saya.." ucap venya.


" saya bisa saja langsung menemui pak tio sekarang, tapi saya juga berfikir ketika pak tio bertemu saya masih dalam keadaan emosi dan kejadian seperti berapa minggu lalu terulang, dan yang saya takutkan itu pengaruh kepada resa dan janin nya tante" ujar bara menjawab ucapan venya.


" Hmmmm.. benar juga sih apa yang kamu katakan.." jawab venya membenarkan ucapan bara.


" dan saya harap tante mendukung hubungan saya dengan resa.." ucap bara mengharapkan restu dari venya.


" saya akan selalu mendukung apa yang terbaik untuk resa, dan sepertinya kamu yang terbaik untuk resa " jawab venya dengan berdiri dari kursi yang dia duduki lalu meninggalkan bara di taman belakang itu seorang diri.


setelah berdiam diri sejenak di tempat itu, bara pun segara bangkit dari duduknya dan segera keluar dari halaman luas milik resa dan menuju mobilnya.


melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dengan hati nya yang merasa sedikit lega kala mama dari resa telah memberikan lampu hijau padanya untuk memperjuangkan resa.


setelah menempuh perjalanan selama 30 menit sampailah bara di rumah nya saat malam hari.


" baru pulang piiih.." ucap dea kala bara masuk ke dalam rumah.


" ya ampun piiih, papi nidurin resa lagi.." ujar dea menanggapi ucapan bara dengan heboh membuat bara terkekeh melihat respon dari dea.


" yah gak nidurin juga sayang, tapi cuman tidur bareng ajah.." jawab bara.


" ya tetep lah pih gak boleh, kan kalian belum menikah.." ujar dea lagi memberi wejangan pada bara.


" yah yah sayang.. yang penting kan papih gak ngapa ngapain, jangan di tiru yah sayang kesalahan papih.." jawab bara dengan mengacak acak rambut dea.


" yah piiih, pasti dea akan jaga diri dan menjadikan kesalahan papih sebagai pelajaran buat dea, agar lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup.." ucap dea menjawab ucapan bara.


" pinter anak papih, ya udah yuk tidur udah malem juga.." ajak bara pada anaknya.


dan pasangan anak dan papih itu pun segera berlalu menuju kamar masing masing.


********

__ADS_1


waktu terus berlalu langit yang tadinya gelap kini menjadi sedikit terang kala sang mentari mulai naik dan pagi itu di awali resa dengan muntah muntah.


" hooeekk..hoeeekk.." suara resa kala memuntahkan cairan yang sangat pahit.


setelah memuntahkan cairan yang tak seberapa itu resa segera membasuh muka serta mengelap mulut nya.


" Duuuuhhh, tumben banget sih muntah muntah..padahal selama hamil cuman sekali ajah muntahnya.." ujar bara pada dirinya, terheran ketika tiba tiba dirinya mengalami muntah muntah di pagi hari.


setelah merasa tubuh nya merasa sedikit enakan, resa pun segera mengambil handuk dan berlalu menuju kamar mandi dan segera berendam di bathub dengan air hangat.


selesai mandi dan merapikan dirinya, resa pun segera turun ke bawah untuk ke ruang makan dan hendak membuat jahe hangat untuk mengurangi rasa mual yang masih terasa di perut nya.


" buat apa kamu sayang " ucap venya dari belakang resa ketika melihat anak nya itu tengah mengaduk aduk sesuatu di gelas keramik itu.


" lagi bikin jahe hangat mah, ntah kenapa resa mual muntah lagi.." jawab resa dengan mendudukkan bokong nya di kursi yang terletak di dapur sampin venya.


" yah namanya juga bawaan bayi sayang, kadang ada yang mual muntah terus, ada juga yang tidak merasakan apa apa selama hamil, dan ada juga yang mersakan seperti yang kamu alami saat ini.." ujar resa menjelaskan gejala hamil yang berbeda beda.


" gitu yah maah..." jawab resa dan segera meminum jahe hangat itu dan membuat perutnya mulai terasa enakan.


" Maaahh.." panggil resa pada venya.


" iyah res.. ada apa.." jawab venya pada panggilan putrinya


" resa boleh keluar gak..??" ujar resa.


" emang mau kemana.." tanya venya pada ucapan anaknya.


" ntah resa kok pingin ketemu sama mas bara maahh.." jawab resa mengutarakan keinginannya pada sang mamah.


" yah kalo mamah sih boleh boleh ajah, kalau kamu memang ingin banget dan mungkin juga itu keinginan anak yang kamu kandung, lebih baik kamu berangkat pagi ini ajah mumpung papah kamu masih belum bangun.." ucap venya yang memberikan saran pada resa.


" tapi kalau palah nanyain gimana maah.." ujar resa yang masih di selimuti ke khawatiran.


" itu urusan mamah, ya udah cepet siap siap gihh.." jawab venya dengan menyuruh anaknya supaya cepat bersiap.


" baik mah, makasiiih mamah ku sayaaangg" ucap resa dengan rasa senang nya, dengan tidak lupa mencium kedua pipi sang mamah.

__ADS_1


dan venya pun hanya menggeleng geleng kan kepala nya kala melihat sikap resa yang manja padanya.


HAIIIII READEEERRRSS...HAPPY READING SEMOGA SELALU SUKA DI SETIAP EPISODE NYA...DAN MAKASIIIH UNTUK DUKUNGAN KALIANNN...LOVE YOU TOO..😍😍


__ADS_2