
Resa yang mendengar cerita dari dito, mencoba untuk mengingat ingat masa kecil nya bersama dito namun nihil saat resa mencoba mengingatnya tetap saja resa tidak mengingat nya sedikit pun, mungkin karna waktu itu resa yang masih berusia 3 tahun jadi kenangan tentang masa kecil nya saat bersama dito sudah terpendam oleh kenangan kenangan resa yang baru.
" maaf aku tidak bisa mengingat nya.." ujar resa pada dito setelah mencoba untuk mengingat kenangan itu.
dito yang mendengar ucapam resa pun hanya tersenyum, dia pun juga dapat memahami resa yang tidak mengingat kenangan mereka waktu itu.
" gapapa kok res, lagian aku gak ingin memaksa kamu untuk mengingatnya.." ucap tio pada resa dengan tersenyum.
cukup lama kedua insan itu berada di taman hingga suara venya yang menyuruh mereka untuk segera kembali ke ruang tamu.
sesampainya dito dan resa di ruang tamu dan kedua keluarga sudah duduk kembali di ruangan itu, tio pun berniat mengajak venya dan resa untuk keluar bersama keluarga ferdinan untuk sekedar makan bersama agar hubungan yang terjalin diantara mereka semakin kuat.
" ayo ferdinan kita semua keluar untuk makam siang ataupun sekedar jalan jalan.." ujar tio.
" itu ide yang bagus tio.." jawab ferdinan menyetujui ucapan tio.
resa yang mendengar percakapan dari kedua laki laki paruh baya itupun langsung menolak untuk ikut.
" tapi pah.. resa tidak bisa ikut karna ada tugas yang belum resa selesaikan.." ucap resa beralasan yang tak ingin ikut keluar.
" emang kamu mau ngerjain tugas apa res, kan kamu kuliah nya sementara berhenti.." " jawab tio menjawab alasan dari putrinya.
" itu looh pah tugas dari anak anak yang minta bantuan aku untuk mengerjakannya.." jawab resa yang menjawab seadanya.
" tapi res kamu kan bisa mengerjakan nya besok.." ucap tio lagi.
venya yang mendengar perdebatan diantara papah dan anak itu pun, langsung angkat bicara.
" udah laah paah.. mungkin memang resa lagi sibuk.." ujar venya menengahi perdebatan antara tio dan resa.
" ya udah kita hargai keputusan resa, dari pada hari semakin siang mending kita berangkat ajah " ucap mama dito.
__ADS_1
dan akhirnya semuanya menyetujui untuk segera pergi tanpa resa di antara mereka.
setelah kepergian dua keluarga itu, resa pun dapat mengehembuskan nafas nya dengan lega kala mobil tio dan ferdinan menjauh dan menghilang dari pandangannya.
" huuuff akhirnya..papah kayak nya emang sengaja deh, pake acara ngajak makan bareng.." gerutu resa yang sudah menduga kala tio sengaja untuk memperpanjang waktu berlama lama dengan keluarga ferdinan, namun saat ini resa merasa lega kala bisa menghindar dari acara makan bersama itu, yang tak luput dari bantuan sang mama yang memang mengerti dengan isi hatinya.
setelah menutup pintu rumah nya bergegas resa naik ke atas untuk menuju kamar milik nya dan merebahkan tubuh nya sebentar sebelum ia mandi.
sedangkan di luar gerbang rumah milik resa seorang lelaki tengah berusaha memanjat gerbang, bara berusaha untuk masuk ke dalam halaman rumah resa setelah memastikan pemilik rumah nya telah meninggalkan rumah untuk kepentingan yang tidak di ketahui bara, setelah berhasil memanjat gerbang yang lumayan tinggi itu, bara pun kembali mengendap endap untuk memasuki rumah resa dan setelah berhasil memasuki ruang tamu tiba tiba bara di kejutkan dengan suara bi mina.
" kamu siapa..maling yah.." ujar bi mina kala melihat seseorang yang tak pernah di temuinya.
" pak baguuus ada maliiing.." teriak bi mina tiba tiba dan itu membuat bara melototkan matanya den sesegera mungkin bara membungkam mulut bi mina.
" ssstttt..bi saya bukan malinng.." ujar bara dengan membungkam mulut bi mina.
" bi saya mohon jangan berteriak, saya kesini bukan untuk maling tapi saya ingin menemui resa.." ujar bara lagi dan bi mina pun mulai berhenti berontak kala mendengar penjelasan dari bara.
" tapi kalo memang tuan tamu non resa, kenapa tuan masuk nya mengendap endap kayak maling, tuan membohongi saya yah.." ujar bi mina yang masih belum percaya pada bara.
" enggak bi.. saya gak bohong.." jawab bara dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
dan bara pun segera menjelaskan pada bi mina kenapa ia datang ke rumah resa mengendap endap dan bi mina yang mendengarkan penjelasan dari bara pun manggut manggut tanda percaya dengan ucapan bara.
" oooohh jadi tuan ini ayah dari anak yang ada di perut non resa.." ucap bi mina yang sudah mulai mengerti.
" yah bi, dan sekarang apa boleh saya ketemu dengan resa.." jawab bara dengam pertanyaannya.
" bisa tuan, non resa sekarang ada di dalam kamar nya di lantai atas, tapi tuan jangan sampai tuan tio mengetahui semua ini karna saya tidak mau di pecat.." ujar bi mina memberi peringatan pada bara.
" tenang bi, tidak akan sampai ketahuan kok bi.." jawab bara.
__ADS_1
" ya udah kalau gitu, saya permisi dulu tuan.." ujar bi sumi dan pamit untuk kembali mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.
setelah berterimah kasih pada bi mina segera bara melangkah kan kaki nya menuju kamar resa yang berada di lantai atas.
setelah sampai di depan pintu kamar resa, segera bara membuka pintu kamar resa yang memang tidak di kunci dan itu suatu keberuntungan bagi bara, setelah memasuki kamar resa, bara segera mengedarkan pandangannya di kamar yang luas itu sampai pandangannya terhenti pada seorang wanita cantik yang hanya menggunakan bathrob sedang mengeringkan rambutnya di depan keca rias tanpa menyadari kehadirannya.
dan bara pun mulai melangkah kan kakinya untuk mendekati wanita nya yang seperti baru saja selesai mandi, saat bara sudah berada di belakang resa, resa sedikit terkejut dengan apa yang di lihat nya dari pantulan cermin yang berada di depannya.
" mas baraa..." ucap resa terkejut dengan kehadiran bara.
bara pun langsung merentangkan tangannya kala resa sudah menghadap dirinya, tanpa menunggu waktu lama resa langsung berdiri dan langsung memeluk tubuh gagah itu, setelah memeluk tubuh bara segera resa menghirup aroma tubuh bara yang entah sejak kapan ia sangat menyukai aroma tubuh bara.
" sayang.." panggil bara pada resa yang masih betah menhirup aroma tubuh nya itu.
" hmmm " jawab resa hanya dengan deheman halus.
" kamu mau mencoba menggoda mas yah.." ucap bara lagi yang merasa ada gundukan kenyal menempel pada dada tubuhnya dan itu membuat resa mendongakkan kepalanya dan menatap bara dengan bingung.
" Menggoda maksud mass gimana.. oohh maksud mas bara, resa cewek penggoda gitu.." jawab resa yang salah menangkap ucapan dari bara dan segera resa melepaskan pelukannya pada bara.
" looh kok di lepas.." ucap bara ketika resa melapaskan pelukannya.
" laah tadi resa di bilang cewek penggoda sama mas bara, karna resa peluk peluk mas.." jawab resa dengan sedikit emosi yang memang semenjak kehamilannya resa menjadi sangat sensitif.
" ooh bukan itu maksud mas sayang, yang mas maksud menggoda itu ketika resa meluk mas dan kamu yang sepertinya tidak memakai dal*man yah.." ucap bara secara terang terangan, dan itu mampu membuat pipi resa bersemu merah karna malu.
" duuuh bodoh banget sih gue, pakek acara gak pakek daleman.." ucap resa dalam hatinya merutuki kebodohannya yang tidak memakai daleman karna memang ia langsung menggunakan bathrob setelah mandi.
" iiiihhh mas bara nakal aah.." jawab resa dan membuat bara terkekeh.
HAIIII READEEEERRRS...SEMOGA SELALU SUKA DI SETIAP EPISODE NYA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT MEMBUAT KARYA DAN NOVEL YANG LEBIH BAIK LAGIII...KRITIK DAN SARAN KALIAN BOLEH DONK DI TULIS DI KOMENTAR AGAR AUTHOR DAPAT MEMPERBAIKI KESALAHAN AUTHOR DALAM MENULIS NOVEL...TERIMAH KASIIIH LOVE YOU ALLπππ
__ADS_1