Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 6


__ADS_3

" Boleh gabung " Ucap seorang pria tampan yang tengah berdiri di belakang dua gadis yang tengah asyik ngobrol sambil memakan bekal nya.


Mendengar suara pria yang meminta izin bergabung dengan resa dan dea, membuat dua gadis itu menengok ke belakang dan terlihat seorang pria tampan dengan tubuh tegap.


" Oohh bo..boleh silahkan duduk kak " jawab dea pada pria tersebut.


" Makasih " ucap pria tersebut " kenalin nama gue veno " ujar pria itu lagi mengenalkan dirinya dengan mengulur kan tangannya, yang langsung di sambut dea dan resa bergantian.


" Dea "


" Resa "


ucap dua gadis tersebut ketika bersalaman dengan veno bergantian.


" Nama Nama yang Cantik... " ujar vano pada kedua gadis itu.


" Makasih " ucap serempak resa dan dea.


" Btw Kak veno mahasiswa baru yah di kampus ini.." Tanya resa, yang mulai akrab dengan veno karna memang resa mudah bergaul dengan semua orang.


" iya gue baru disini, pindahan dari universitas g di kota M, karna kedua orang tuaku yang memutuskan untuk pindah di kota S dan menetap di sini " Jawab vano menjelaskan pada resa, dengan perasaannya yang sedikit kagum akan kecantikan dan kemolekan tubuh yang di miliki resa.


" Ooohhh " Jawab resa dan dea dengan ber ooh ria saja..mendengar cerita veno.


waktu pelajaran kelas kedua usai, resa dan dea pun keluar dari kelas nya bersamaan dengan veno yang juga keluar dari kelasnya.


" Eeehh re, de udah selesai kelas kalian " tanya veno pada kedua gadis itu.


" Udah tadi kak, ini langsung mau pulang " jawab dea.


dan mereka bertiga pun berjalan beriringan dengan sedikit candaan yang di lontarkan veno.


Sesampainya di parkiran tak sengaja pandangan resa tertuju pada pria yang ia cintai, yah dengan seiring berjalannya waktu resa menyadari kalau dirinya telah menjatuhkan hatinya pada daddy sahabatnya itu


" Ehh de, bentar deh itukan om bara " ujar resa dengan pandangannya mengarah ke bara.


" Ohh yah tumben sihh, daddy jemput gue " jawab dea, yang sedikit sebal karna dia yang ingin pulang bareng dea.


" Siapa de, bokap lo " tanya bara yang berkomentar, setelah menyimak pembicaraan kedua gadis itu.


" he.em " jawab dea dan resa dengan menangguk kompak.


" yaelaaah kompak amat siih " tutur veno pada kedua gadis itu


" yaudah yah res ven gue duluan yah, gapapa kan res.." ujar dea berpamitan, dan menanyakannya pada resa karna tidak enak kalau dia pulang duluan.

__ADS_1


" udaaah gapapa, pulang duluan ajah toh gue kan bawa mobil dea sayang " jawab resa deng menoel pipi dea yang manja dengannya.


" yaudah gue duluan res ven, daaah " pamit dea dengan melambaikan tangannya pada veno dan resa.


" Daaaah " jawab resa saja, karan veno hanya tersenyum dan mengangguk.


" ini kamu gak mau jalan dulu nih res..??" tanya veno pada resa, yang juga sebenernya ingin mengajak jalan resa.


" gak deh ven, lagian gak seru juga kalo gak sama dea, lain kali ajah yah " jawab resa menolak halus ajakan veno, dan mendapat anggukan dari veno.


******


" Piiihh, kok dea di jemput sih kan papih udah tau kalo dea tadi berangkatnya sama resa " ujar resa pada bara yang baru masuk ke mobilnya.


" yah karna papih, pulang nya lebih awal makanya papih sempetin buat jemput kamu " jawab bara pada anaknya yang sedikit kesal padanya.


" besok besok kalo papi pulang nya lebih awal gak usah jemput dea yah pih, kalo memang dea pulangnya bisa bareng resa " ujar dea pada bara, bukan tidak mau di jemput bara tapi karna memang dea sudah nyaman sama resa, sampai lengket seperti perangko.


" iyah, iyah, de " jawab bara dengan sedikit terkekeh karna anaknya yang sangat menyayangi sahabatnya itu.


Bara mulai menyalakan mesin mobilnya dan melaju di jalanan yang cukup ramai.


" de, tadi laki laki yang sama dea dan resa itu siapa, pacar resa yah " tanya bara yang sedikit penasaran dengan veno, yang sebelum ia melajukan mobilnya, ia melihat resa bercanda sangat akrab dengan veno.


" Ooohh itu veno piiiih, mahasiswa baru namanya veno, dan dia bukan pacar resa piiih, yah dasar dari orangnya ajah yang cepet akrab piiih " jawab dea menjelaskan pada papi nya, dan entah kenapa perasaannya mendengar jawaban dari dea, yang berarti dugaannya salah.


" kamu ada ada aja de " jawab bara.


setelah percakapan anatara papa dan anak itu usai dengan bara yang melajukan mobilnya hingga sampai di rumah mereka.


********


Malam hari yang mulai larut, tapi tidak menyurutkan gadis itu dari fikirannya yang tertuju pada daddy sahabatnya.


" kok bisa sih, gue cinta sama om bara padahal tidak pernah om bara melakukan perlakuan spesial kepada gue, kecuali pas tangan gue terluka kena pecahan beling, yah tapi masa begitu ajah udah jatuh cinta " ujar resa yang tak lain pada dirinya sendiri, yang bingung tentang persaannya dan bimbang pada keputusannya mencintai bara.


Lamunannya yang begitu larut pada sosok bara, yang tak di pungkiri oleh resa yang ingin jika perasaan yang ia rasakan pada bara terbalaskan dengan bara yang juga mencintainya.


tak terasa lamunan resa yang berada di kamarnya, mengantarkan resa pada mimpi indah nya dan menuju pagi yang indah.


*****


Pagi yang cerah dengan alunan suara kokokan ayam jantan, gadis cantik yang sudah rapi dengan celana jeans panjang dan kaos putih yang sedikit menonjolkan lekukan tubuhnya, resa yang hari ini ada kelas pagi bergegas keluar kamar dan turun untuk menuju ruang makan.


" pagi mah pah " sapa resa pada kedua orang tuanya dan lupa mencium kedua pipi orang tuany.

__ADS_1


" pagi sayang " jawab kompak kedua orang tua resa.


" kamu gak sarapan dulu res..?? " tanya mama venya, ketika melihat anaknya mengabil dua bekal yang sudah di siapkan bi mina tanpa duduk di kursi meja makan.


" gak usah ma, resa sarapan di kampus ajah bareng dea " jawab resa yang kemudian mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


" Ohhh yaudah...!! hati hati " tutur mama venya pada resa


" siap ma, resa berangkat dulu mah pah " jawab resa yang mendapat anggukan dari kedua orang tuanya, dan berlalu keluar rumah menuju garasi dan melajukan mobil nya menuju kampus tempat ia mendapatkan ilmu.


Dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan di kota S yang memang padat dengan pengendara, dan itu membuat resa sedikit lama sampai di kampus nya.


sesampainya di kampus resa sudah di sambut dengan sahabat manjanya yah siapa lagi kalau bukan dea, dea yang memang lebih sampai lebih dulu darinya karna hari ini dea di antarkan oleh bara, melihat resa yang menghampirinya, dea berlari kecil dan memeluk sahabatnya itu, seperti orang yang lama tak berjumpa.


" deaa kebiasaan ah " ujar dea yang terhuyung dan hampir terjatuh karna pelukan dari dea.


" abisnya gue kangenn " jawab dea dengan manjanya.


" baru sehari gak gue jemput udah kangen ajah " ujar resa yang sedikit heran dengan kelakuan manja dea padanya.


" yaiyalah res, kan kalo gue ada deket lo tu kayak yang punya ibu perhatian banget sama gue" jawab dea yang membuat hati resa sedikit ngilu mendengarnya, yah sekarang resa sedikit mengerti dengan sifat dea yang manja, karna mungkin dea yang kangen dengan sosok mamanya.


" yaudah masuk kelas yuk..!! " ajak resa yang di angguki oleh dea, dan mereka berduapun berjalan menuju kelas dan memulai mapel ketika dosen mereka datang.


*******


" Ress.. besok malam nginep di rumah gue yah..?? " ujar dea sambil mengunyah makanan yang di bawakan resa, karna mapel pertama telah selesai.


" emang kenapa.. bokap lo keluar kota lagi " jawab resa menebak seperti beberapa waktu lalu dea selalu meminta resa untuk menginap di rumah nya ketika bara tengah berada di luar kota.


" yah nggak, tapi kan res akhir akhir ini papi jarang keluar kota, lah gue kangen tidur sama lo masak iyah nginep di rumah gue pas papi lagi gaada aja.." ujar dea yang memang dia menginginkan resa untuk menginap di rumah nya..


" Tapiii de.." belum selesai resa berbicara " gak usah tapi tapian dong res, mau yah res, kan cuman nginep doank..!!" jawab dea langsung memotong ucapan resa ketika resa akan menolak untuk menginap di rumah nya, dan sedikit menapilkan wajah memelasnya.


melihat sahabatnya yang bersekspresi memelas yang sepertinya tulus, resa pun tak tega untuk menolaknya.


" yaudah besok gue nginep " jawab resa yang di sambut dengan binar mata dea.


" makasih ress " jawab dea dengan memeluk resa dari samping " eehhh res, kak veno kemana yah kok kayaknya dari tadi gue gak ngelihat " tanya dea tiba tiba ketika menyadari veno yang tidak terlihat sama sekali sejak pagi.


" Oh yah de, gak keliatan dari tadi, mungkin gak masuk kali yah " jawab resa membenarkan ucapan dea.


" yah mungkin de " jawab dea dengan meminum minumannya.


dan mereka berduapun melanjutkan pembicaraan mereka sampai waktu ngampus keduanya usai dengan dea yang pulang di antar resa.

__ADS_1


makasiiiih untuk kalian yang mampir ke novel pertamaku love youu all..😘😘😘😘


__ADS_2