Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 2


__ADS_3

Sesampainya di atas resa segera membuka pintu kamar milik dea, dan terlihat seorang gadis yang sedang serius dengan laptopnya, yang saking seriusnya gadis itu tidak sadar akan kehadiran resa.


" Eheeem...Asik banget lagi ngapain de " Ujar resa tiba tiba, yang sedikit mngagetkan dea di tengah keseriusannya.


" Eehhh lu res, kapan datengnya " ucap dea berbalik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan resa.


" udah dari tadi, tapi lu nya ajah yang asik sendiri sama laptop lu, lagi ngapain sih.." tanya resa pada dea.


" bukan lagi asik sih res, tapi lagi serius ngerjain tugas kampus, lo udah ngerjain kan tugas dari bu devi.." Ujar dea pada resa, yang memang mereka berdua sekelas dan mengambil jurusan yang sama di kampus tempat mereka belajar.


" Ooohhh tugas dari bu devi, kalo itu udah beres siiih.. " jawab resa pada dea.


di tengah ke asyikan dua gadis itu berbincang, sampai akhirnya terhenti seketika kala pintu kamar dea di ketuk oleh bi sumi yang mengantarkan orange jus dan cookis kacang yang baru matang.


"Tok Tok Tok" Suara ketukan kamar dea.


"Permisi Non, saya mau nganterin minuman dan cemilannya" ucap bi sumi dari luar kamar.


"Masuk aja bi, pintunya gak di kunci" jawab dea pada bi sumi.


Setelah mendapat jawaban dari dea, bi sumi membuka pintu kamar dea kemudian masuk dan meletakkan dua orange jus dan cookis kacang.


" ini non minuman dan cemilannya " ujar bi sumi setelah meletakkan cemilan serta minumannya di atas meja.


" Terimah Kasih bi.." Ucap serentak Dea dan resa.


" sama - sama non, kalo begitu saya permisi dulu non " pamit bi sumi dan segera keluar dari kamar dea setelah selesai dengan tugasnya, dan kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


******


Setelah kepergian bi sumi, mereka berdua pun melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda, saking asiknya berbincang sambil ngemil, mereka sampai lupa dengan niat mereka yang ingin keluar untuk jalan jalan.


" Ress..malem ini nginep di rumah yaaaaaaahhhh, biar gue ada temennya, bokap gue lagi keluar kota, mau yaahhh..?? " Mohon dea pada resa.


padahal papah dea emang sering keluar kota dan dia sudah terbiasa di tinggal sendiri dengan pelayan yang ada di rumah itu untuk menjaganya, dea ngomong seperti itu agar mempunyai alasan biar resa mau menginap di rumahnya.


" iyah deehh.. gue nginep disini, lagian mama tau kalo gue disini..dan juga demi sahabat tersayangku ini..." jawab resa yang membuat dea merasa senang dengan jawaban nya itu.


" Beneran kan resss... Uuuuh baik banget siiiihh..." Ujar dea sambil memeluk leher resa, sampai membuat resa pengap karna pelukan dea yang sangat erat di lehernya.


" Udaaah deaa... gue gak bisa nafas niiiih.." Ujar resa pada dea, yang kemudian lehernya di lepas oleh dea.


" hehehe maaf, abisnya gue seneng banget lo nginep di sini, lo kan sering kesini tapi gak pernah kan nginep di rumah gue.." Ucap dea, yah meakipun resa sering main ke rumah dea tapi resa selalu menolak permintaan dea untuk menginap di rumahnya.

__ADS_1


*********


tak terasa saking asiknya dua gadis itu bercanda, bercerita dan melakukan hal hal yang menyenangkan, sampai hari sudah gelap karna sang mentari kembali ke tempat peraduannya, mereka baru menyadari itu ketika perut mereka berbunyi minta di isi.


" Resss..lo laper gak..?? gue laper nih.." tanya dea pada resa, yang merasa lapar.


" laper juga sih de..emang kan kita dari sore belum makan " jawab resa pada dea.


" hmmm kalo gitu kita pesan makanan yah.. soalnya bi sumi gak masak kalo papi gak pulang res.. dan juga gue senengnya mesen siih..* jelas dea pada resa yang memang dia lebih suka memesan makanan yang menurutnya, lebih cepat dan enak.


" Hmm kamu mah pengen enaknya ajah kalo gitu, tapi sekarang gak perlu pesen deh de, mendingan masak sendiri ajah soalnya gue lagi pengen masak juga " ucap resa memberi dea saran.


" emang kamu bisa masak de..?? " tanya dea tanpa menjawab pertanyaan resa.


" bisa lah de, gini gini gue pinter masak tau, kan yang penting bahan bahannya kan ada " jawab resa, dengan membanggakan dirinya.


Jangan heran kalo mereka berdua kadang bilang lo dan gue dan tiba tiba aku kamu, mereka memang terbiasa seperti itu


" yaudah ayo ke dapur kalo gitu, gue penasaran sama rasa masakan sahabatku ini.." ajak dea pada resa, dan kedua gadis itu pun segera keluar kamar dan menuju dapur.


sesampainya di dapur, resa dan dea pun saling barbagi tugas, agar acara masak mereka cepet selesai dan segera makan.


" res.. di kulkas ada daging sama sayuran nih buat apa yah enaknya..." ujar dea setelah mengecek isi kulkasnya.


" Boleh juga res, ayo...!! " jawab dea semangat.


Setelah sama sama menyetujui masakan yang akan mereka buat, resa segera mengambil daging sapi yang berharga lumayan mahal itu, yang sebelumnya ia mencuci tangan lebih dulu, dan mulai menotol notol kan tisu ke daging itu agar kadar airnya berkurang dan menaburinya dengan garam dan lada bubuk, di pijit pijit dagingnya agar bumbu meresap dan memangganggnya di atas panggangan yang langsung mengeluarkan aroma gurih dari daging itu.


dan sementara dea memotong sayuran seperti kentang, wortel, dan aparagus untuk di jadikan pendamping steak nantinya.


Setelah berkutat di dapur cukup lama, Jadilah 3 porsi daging steak, yang pasti buataan resa karna di sini dea hanya bantu bantu motong sayuran dan selebihnya dea serahkan pada resa.


" Huuuuufffttt...akhirnya selesai juga yah de.." ujar resa pada dea setelah manaruh daging itu yang sebelumnya ia potong kecil kecil agar memudahkan untuk memakannya, dan tak lupa menaruh sayurannya berdampingan di atas piring.


" yah res akhirnya selesai juga, lumayan capek ternyata walaupun cuman ngiris ngiris sayuran " Ucap dea sambil terkekeh karna cuman melakukan hal kecil dirinya sudah merasa capek, yah mungkin karna baru kali ini dea ikut memasak, karna biasanya dia tinggal duduk di kursi meja makan dan menyantap makanannya langsung tanpa perlu repot repot memasaknya.


" Hmmm gitu ajah cepek de, ya udah ayo makan..." Ujar resa dan membawa 2 piring berisikan steak buatannya dan menuju meja makan, sedangkan 1 piringnya lagi di bawa dea.


Mereka memasak 3 steak karna merasa sangat lapar dan mungkin akan kurang kalo hanya memasak dua pikir gadis cantik itu.


" hmmmm enak banget sih res.." ujar dea, memuji masakan sahabatnya itu.


" yah enak de, kan gue masaknya pakek cintaaa.." jawaban resa dengan candaannya itu.

__ADS_1


setelah itu mereka melanjutkan makan malam yang sedikit kemalaman itu, karna jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib.


" hmmm..gue kenyang banget..!! " Ujar dea setelah menghabiskan steaknya dan minum air putih yan sudah tersedia di meja makan, setelah itu menyandarkan dirinya di kursi yang ia duduki, sambil mengelus elus perutnya yang sedikit membuncit akibat kekenyangan makan.


" gue juga kenyang banget de, tapi ini masih sisa 1 piring de, siapa yang mau ngabisin, kita berdua ajah udah kekenyangan " ucap resa pada dea, karna merasa sayang sekali kalo steak itu harus di buang karna tidak ada yang memakannya.


" hmmm kita sih yah rakus banget, kayak mau ngabisin semua ajah kalo lagi lapar " jawab dea sedikit terkekeh karna kerakusan mereka. " yaudah sih gausah di pikirin de, nanti biar bi sumi yang makan " ucap dea pada resa biar gak terlalu bingung mikirin steak yang belum tersentuh itu, meskipun dea ragu kalo bi sumi akan memakannya.


" yaudah kalo gitu de, balik kamar yuk tidur, kalo kenyang gini ngantuk bawaannya " ucap resa yang mengajak dea untuk ke kamar.


dan dea menyetujui ucapan resa karna dea pun mulai merasa ngantuk karna kekenyangan, mereka berduapun meninggalkan dapur setelah mencuci piring bekas mereka berdua, dan tak lupa menutup steak yang masih utuh dengan tudung saji.


Setelah keduanya selesai membersihkan diri, kedua gadis itu pun naik ke atas ranjang yang berukuran king size itu, keduanya berbaring dan masih sempat untuk bercerita dan tak lama keduanya pun terlelap menuju mimpi indah nya masing masing.


*********


Jam Menunjukkan pukul 01.23 wib, sebuah mobil mewah yang di kendarai oleh pria yang berusia kisaran 39 tahunan, masuk ke dalam halaman rumah dea yang sebelumnya harus membangunkan pak tono yang tertidur, untuk membukakan gerbaang rumah itu, dan pria itu tak lain adalah BARA PRATAMA DANANJAYA ayah dari dea savia dananjaya.


BARA PRATAMA DANANJAYA, seorang pria berusia 39 tahun dengan status duda karna istrinya meninggal ketika dea berusia 3 tahun karna penyakit yang di deritaya, di usianya 39 tahun ia sudah memilik putri cantik yang berusia 18 tahun yaah karna dulu ia menikah muda dan ia sudah mempunyai putri ketika umur 21 tahun, meskipun di usianya yang akan menginjak kepala empat bara masih tetap gagah, tampan dengan memiliki postur tubuh yang tegap karna rutinnya ia berolah raga dan menjalani pola hidup sehat.


Setelah memarkirkan mobilnya dan segera turun untuk masuk ke rumah, ia sedikit heran ketika melihat ada mobil asing yang terparkir di garasi miliknya.


tak ingim ambil pusing dengan mobil asing itu, bara segera meninggalkan garasi dan masuk ke dalam rumah dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa, karna untuk berjaga jaga ketika ia pulang larut seperti malam ini, dan ia tak perlu repot repot untuk membangunkan pelayan di rumah ini untuk masuk kedalam.


********


Setelah sampai di dalam kamar bara segera melepaskan jas yang ia kenakan dan seluruh pakaian yang menempel di tubuh indahnya itu, dan segera bara masuk ke dalam kamar mandi untuk meneyegarkan tubuhnya dari seharian ia bekerja.


selesai dengan kegiatannya bara segera turun menuju dapur yang memang kamar berada di lantai dua persis di samping kamar milik dea, setelah sampai di dapur bara segera mencari makanan yang bisa untuk mengganjal perutnya karna ketika di perjalanan pulang bara tidak menyempatkan diri untuk berhenti yang sekedar untuk makan karna bara ingin segera sampai ke rumah, Ketika sibuk mencari sesuatu yang bisa ia makan, tiba tiba matanya tertuju pada tudung saji yang berada di meja makan dan membuka tudung saji yang di dalamnya ada steak buatan resa.


" siapa yang masak steak, tapi kayak nya baru di masak ini " tanya bara pada dirinya sendiri dan tanpa berpikir lama ia pun memakan steak yang sudah mendingin itu tapi dengan rasa yang masih enak karna memang dirinya yang sudah sangat lapar.


di lain ruangan yang tak lain di kamar dea, resa terbangun dari tidurnya karna panggilan alam yang mengharuskannya menuntaskan di dalam kamar mandi, dan segera ia menuju kamar mandi ketika cairan yang ada dalam tubuhnya segera ingin keluar.


Setelah menuntaskan hajatnya, resa mendekati tempat air yang terbuat dari kaca, dan berniat untuk minum tapi nasib kurang beruntung karna air di wadah tersebut habis, di karena kan pemiliknya lupa untuk mengisinya.


mengetahui air di kamar dea habis, resa pun keluar kamar dan turun menuju ke dapur untuk mengisi wadah air tersebut sekaligus ia ingin minum karna kebiasaannya haus di tengah malam.


Sesampainya di dapur resa segera minum dan mengisi wadah air tersebut hingga penuh yang tanpa ia sadari ketika asyik dengan kegiatannya bara langsung menyapanya yang mengira ia adalah dea putri nya.


" Dea kamu belum tidur sayang " ucap bara tiba tiba, yang mengira itu dea anaknya karna baju yang resa kenakan milik dea.


Dan " PYAAAAAAAR " suara benda pecah yang terjatuh dari tangan resa, yang di kagetkan dengan suara bariton seorang pria di belakang nya dan membuat benda yang ia pegang seketika terjatuh dari genggamannya.

__ADS_1


Happyy...readiigg semoga selalu suka di setiap episodenya. jangan lupa tinggalkan jejak kalian karna itu penyemangat buatkuuu love you all😘


__ADS_2