
jarum jam terus berputar menit demi menit dan jam demi jam berlalu, keputusan kedua belah pihak sudah di tentukan jika kedua teman itu akan melakukan kerjasama antar perusahaan kedua nya.
" kalau gitu gue pamit pulang dulu yah do.. lagian ini sudah sore.." setelah pembicaraan tentang kerjasama keduanya yang sudah deal, bara segera bangkit sekalian pamit pada fredo dengan mengulurkan tangan nya pada fredo.
" baik bar.. semoga kerjasama kita akan menghasilkan keuntungan yang besar.." dengan mengikuti bara yang berdiri dengan menerima uluran tangan dari bara dan kemudian keduanya bersalaman ala pria dewasa.
seusai nya bara segera meninggalkan cafe itu lalu melajukan mobil nya untuk segera pulang.
melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang bara menikmati perjalanan menuju rumah nya itu hingga dimana ia sampai di jalan yang sejuk karna ada pohon pohon rimbun dan menjulang tinggi di sebelah kanan dan kiri jalan, dan bara sengaja tidak melewati jalan biasa nya karna ia ingin menikmati jalanan sepi itu, dengan jalanan beraspal mulus, dan banyak kicauan burung yang akan segera kembali ke sarang nya, bara semakin memperlambat laju kendaraan nya untuk sekedar menikmati suasana tenang itu karna sebentar lagi ia akan melewati jalanan yang sedikit ramai, namun di tengah bara menikmati suasana tenang itu dari arah berlawanan bara di kejutkan dengan mobil yang melaju dengan kencang, dan itu membuat bara reflek langsung menepikan mobil milik nya untuk memberikan jalan pada mobil yang seperti nya tak terkendali itu dan bara juga ingin menghindari kecelakaan yang bisa saja terjadi.
" BRAAAKKK.." suara keras terdengar di telinga bara yang masih belum melajukan lagi mobil nya, dan membuat nya reflek langsung menolehkan pandangan nya ke arah belakang, dan betapa terkejut nya kala bara melihat mobil yang tadi melaju dengan cepat itu menabrak pohon yang berada di kiri jalan.
beberapa menit bara masih memandangi mobil itu dengan jantung yang trus berdegub dengan kencang akibat keterkejutan nya, dan selama itu belum ada orang lewat entah kebetulan tengah sepi atau memang jalan itu jarang di lalui karna memang bernotabene sedikit menyeramkan jika di sore hari menjelang malam karna banyak pepohonan yang menjulang tinggi.
takut terjadi sesuatu pada orang di dalam mobil itu, bara pun segera keluar dari dalam mobil nya untuk menghampiri mobil yang sudah penyok bagian depan nya.
setelah sampai bara segera mengintip kaca mobil itu dan tenyata ada seorang wanita dengan darah yang mengalir dari hidung nya.
" Mbak.. apa anda bisa membuka pintu mobil nya.." dengan mengetuk ngetuk kaca mobil itu, bara trus memanggil wanita yang seperti nya masih tersadar.
wanita itu yang mendengar suara bara pun segera menoleh ke arah samping di mana bara terus mengetuk ngetuk kaca mobil nya, melihat ada orang yang bisa menolong nya wanita itu segera meraba raba tombol central lock door untuk membuka pintu mobil nya yang terkunci.
setelah bara mengetahui kunci pintu mobil itu terbuka, bara pun segera membuka pintu mobil itu dengan bersamaan wanita itu yang sudah jatuh pingsan.
__ADS_1
" Ya tuhan dia tidak sadarkan diri.." dan bara langsung berusaha membopong tubuh itu keluar dari dalam mobil dengan tidak lupa bara menyambar sebuah ponsel milik wanita itu, lalu membawa nya ke dalam mobil milik nya.
Sementara di rumah dananjaya.
dengan hati yang risau resa trus mondar mandi di ruang keluarga memikirkan bara yang masih tak kunjung pulang padahal hari sudah mulai menjelang malam.
" mungkin papih terkena macet miih di jalan, makanya dia pulang terlambat.." ucap dea mencoba menenangkan resa.
" tapi aku gak bisa tenang de, karna perasaan ku mengatakan terjadi sesuatu pada mas bara.." dengan menggigit ujung jari nya resa mencoba menetralisir rasa cemas berlebihan nya.
" apa mamih udah nyoba telfon papih.." tanya dea.
" udah dan seperti nya hp mas bara lobet.." jawab resa.
" mamih disini dulu, dea buatin jahe anget yah.. biar perasaan mamih bisa tenang.." ucap dea dan di angguki oleh resa.
selepas itu dea pun berlalu menuju dapur untuk membuatkan resa jahe hangat.
*********
Sesampai nya di rumah sakit bara segera memanggil suster, dan dengan sigap dua orang suster mendorong brankar kosong itu ke arah bara yang tengah menggendong seorang wanita yang tak sadarkan diri.
setelah brankar itu mendekat bara segera membaringkan tubuh wanita itu di atas brankar dan segera di bawa dua suster itu menuju ruang ugd untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
__ADS_1
seusai itu bara yang tengah menggenggam ponsel milik wanita itu pun langsung mencari nomor keluarga wanita itu, dan keberuntungan bagi bara ketika ponsel wanita itu tidak terkunci.
" Halo, apa benar ini dengan orang tua dari orang yang mempunyai ponsel ini.." ucap bara ketika ia langsung melakukan sambungan ponsel itu kepada kontak yang bertuliskan " Mamah " .
" iya benar.. dan kamu siapa kenapa ponsel anak saya berada di kamu.." jawab wanita separuh baya itu dan kembali memeberikan pertanyaan pada bara.
" apa ibu bisa ke rumah sakit B, tadi saya membawa anak ibuk ke rumah sakit ini karna anak ibuk mengalami kecelakaan.." jawab bara menjelaskan pada ibu itu.
dan bara pun bisa merasakan jika orang yang saat ini tengah bertelvon dengan nya merasa terkejut dengan apa yang bara katakan.
" baik saya akan segera kesana, apa kamu bisa untuk tidak langsung pulang terlebih dahulu sebelum saya datang.." ujar wanita itu dan bara mengiyakan permintaan ibu dari wanita yang ia tolong, untuk tidak pulang terlebih dahulu.
setelah panggilan telvon itu terputus, bara pun mendudukkan dirinya di kursi yang tersedia di rumah sakit itu, dan seketika ia teringat jika ia belum menghubungi resa.
" oohh shitt..." umpat bara kala baru menegetahui jika ponsel nya mati karna kehabisan daya.
tidak bisa berbuat apa apa, bara kembali memasukkan ponsel milik nya kembali di saku celananya dengan berharap di dalam hati nya, semoga resa tidak mengkhawatirkan dirinya.
" apa kamu yang menyelamatkan anak saya.." ucap seorang wanita dengan di dampingi seorang laki laki yang seperti nya adalah suami wanita paruh baya itu, dia langsung saja menegur bara karna bara memang duduk tepat di depan ruang ugd.
mendengar suara wanita yang di tujukan padanya, bara pun langsung mengangkat wajah nya menatap wanita yang kini posisi nya tengah berdiri di hadapan nya.
" yah bu, saya yang membawa anak ibu ke rumah sakit dan saat ini masih di tangani sama dokter.." jawab bara yang sudah langsung bisa menebak jika kedua orang yang berada di hadapan nya adalah orang tua dari wanita yang ia selamat kan karna dari wajah laki laki di samping wanita itu paruh baya itu yang mirip dengan wanita yang ia tolong.
__ADS_1
Happy readiiingg,, semoga selalu suka... tenang sayanhh tidak akan ada pelakor ini cuman pemanis ajah agar tidak monotonπππππππ