
Setelah mengambil makanan di dapur segera resa bawa makanan nya, ke lantai dua untuk menuju kamar milik nya.
" KLEK.." suara pintu yang resa buka dan resa segera masuk setelah membuka pintu dengan tidak lupa untuk menutup nya kembali.
dan resa pun menghampiri bara yang sedang duduk di sofa yang sudah tersedia di kamar resa.
" ayo mas makan dulu.." ucap resa dengan meletakkan makanan serta minuman yang ia bawah di meja depan bara.
" makasiiih sayang.." jawab bara berterimah kasih pada kekasih nya itu.
setelah itu keduanya pun sama sama menikmati makanan yang di bawa resa, selepas makanan itu tandas tak tersisa resa pun berniat membawa piring kotor itu ke bawah namun di cegah oleh bara.
" Udah sayang..biar mas ajah kasian anak kita kalo kamu naik turun tangga.." ujar bara dan mengambil alih piring dan gelas kotor di tangan resa.
" makasiih yah mass..!!" jawab resa dengan tersenyum.
setelah itu bara pun keluar kamar dan menuruni tangga untuk menaruh piring dan gelas kotor itu di tempat cuci piring.
" biar saya ajah tuan yang menaruh nya.." ucap bi mina kala melihat bara membawa alat bekas makan mereka setelah menuruni tangga.
" oohh yah bi, makasih bi.." ucap bara ketika bi mina yang mengambil alih apa yang bara lakukan.
" sama sama tuan.." ucap bi mina
setelah bi mina berlalu menuju dapur, bara pun segera menaiki tangga menuju kamar resa.
" udah selesai mas..." tanya resa ketika bara masuk ke dalam kamar nya.
" sudah sayang, kebetulan tadi ada bi mina yang bantuin.." jawab bara dan langsung menghampiri resa yang tengah bersandar di headbord dengan menjulurkan kaki nya, dan setelah menaiki kasur bara langsung meletakkan kepalanya di paha resa.
" mass.." panggil resa dengan mengelus elus rambut tebal dan hitam milik bara.
" yah sayang.." jawab bara yang juga mengelus perut resa yang mulai buncit.
" gimana kalau yang di rencanakan papah gak bisa kita gagalin.." ucap resa pada bara.
" kamu jangan berfikiran seperti itu yah sayang, mas bakal berusaha buat dapetin kamu.." jawab bara yang mengetahui kekhawatiran dari kekasih nya itu, resa pun menanggapi ucapan bara dengan anggukan.
" Ohh yah sayang...kapan jadwal kamu periksa bulanan kandungan kamu.." tanya bara yang sudah mengalihkan topik bembicaraan mereka.
" masih kurang semingguan mas, emang kenapa mas mau nemenin resa.." ucap resa menjawab ucapan bara.
__ADS_1
" yah sayang kan selama ini mas belum pernah nganterin kamu periksa.." jawab bara.
keduanya pun menghabiskan waktu berdua di dalam kamar resa hingga keduanya sama sama tertidur sampai tidak mereka sadari hari sudah semakin sore.
Di luar rumah suara klakson mobil tio pun berbunyi, dan pak bagus pun segera membukakan gerbang untuk mempersilahkan majikannya itu masuk.
setelah memberhentikan mobil nya, segera tio dan venya masuk ke dalam rumah, dan sesampainya di ruang keluarga kedua pasangan itu berjumpa bi mina yang sedang menyapu lantai, bi mina yang melihat kedatangan kedua majikannya itu pun sedikit terkejut dan was was karna bara yang masih belum pulang dari rumah resa.
" resa hari ini gak keluar kan bi.." tanya tio to the point pada bi mina.
bi mina yang di beri pertanyaan oleh tio pun menjadi sedikit gugup dan takut.
" i-iya tuan... non resa tidak keluar sama sekali dan sekarang sedang berada di dalam kamar tuan.." jawab bi mina sedikit gugup pada pertanyaan tio.
" Ohh yah udah bi..." jawab tio.
" mah mamah tolong panggilin resa, papah mau ngomong sama resa.." ujar tio pada istrinya.
mendengar itu bi mina sedikit terkejut, takut jika venya ke kamar anak nya, dan menemukan bara juga di dalam kamar resa.
" eeemm.. maaf tuan, biar saya ajah yang manggilin non resa biar nyonya bersih bersih dulu.." ucap bi mina menawarkan diri sebelum venya menyetujui ucapan dari tio.
Sesampainya di kamar resa, bi mina segera mengetuk pintu kamar resa.
" tok..tok..tok.. " suara ketukan pintu resa ketika di ketuk bi mina.
" non resa..noooonn..." panggil bi mina dari luar kamar milik resa.
dan ketukan pintu itu, berhasil mengusik tidur nyenyak bara, setelah mengerjapkan matanya dan mengumpulkan kesadarannya bara pun segera melepaskan pelukannya pada resa dan segera bangkit untuk membuka pintu.
" KLEK..." suara pintu yang di buka oleh bara.
" oohh bibi, ada apa yah bi.." tanya bara setelah membuka pintunya dan menampilkan bi mina.
" anu tuan, tuan tio dan nyonya venya sudah datang, dan non resa di suruh untuk ke bawah.." ucap bi mina, dan ucapan bi mina mampu membuat bara sedikit gelagapan.
" tapi pak tio gak tau kan bi kalau saya ada di sini.." ujar bara dan bi mina pun hanya menggeleng.
" ya udah bi kalau gitu bilang ajah sama nyonya venya kalau resa sedang mandi, dan saya mau membangunkan resa dulu yah bi.." ucap bara dan memberikan alasan untuk bi mina ngomong pada tio dan venya.
" ya udah tuan, kalau gitu saya permisi dulu.." pamit bi mina pada bara.
__ADS_1
" yah bi makasiiih.." jawab bara.
setelah bi sumi menghilang dari pandangannya segera bara menutup dan mengunci pintu kamar resa, dan segera mendekat ke arah resa yang tengah tertidur pulas.
" sayang..bangunnn.." ucap bara membangunkan resa dengan menepuk nepuk lengan resa dengan halus.
" eeeuuungghhh..." lenguh resa yang mulai terbangun dari tidur nya.
" ayo sayang bangun, papa dan mama udah datang.." ujar bara lagi dan kali ini ucapannya mampu membuat mata resa membulat.
" apa mas.. papa dan mama udah dateng.." jawab resa pada bara.
" iyah sayang tadi bibi yang ngasih tau kalau papa dan mama udah datang.." ujar bara dengan santai.
" trus gimana ini maasss..." ujar resa yang mulai panik.
" kamu tenang dulu sayang, sekarang lebih baik kamu mandi dulu..." ucap bara memberikan saran pada resa.
" tapi maass.." jawab resa yang masih dengan keraguannya, takut jika sampai kedua orang tuanya mengetahui keberadaan bara.
" udah mandi dulu, soal mas gampang.." jawab bara.
dan resa pun hanya bisa menuruti apa yang di ucapkan bara dan segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
melihat resa yang sudah memasuki kamar mandi segera bara merapikan penampilannya.
selesai mandi dan berganti pakaian resa pun menghampiri bara yang tengah duduk di sisi ranjang.
" udah selesai sayang.." ucap bara ketika melihat penampilan resa yang sudah rapi setelah keluar dari walk in closet.
" udah nih mas.." jawab resa.
" yaudah sekarang kamu turun dulu ajah, ntar setelah itu mas akan keluar.." ujar bara pada resa.
" kamu baik baik yah sayang, dan jaga anak kita dengan baik.." ucap bara sebelum resa keluar dari kamar dan tak lupa mengelus dan mencium perut resa.
" iyah papih.. papih hati hati juga yah.." ucap resa dengan menirukan suara anak kec.
" yah sayang.." ucap bara dengan mengecup kening resa dan segera melepaskan resa untuk menemui tio.
Haiiii readeeerrss..terimah kasih untuk kalian yang masih setia dengan novel ku, happy readiing semoga selalu suka dengan setiap episode nya Love you all...😍😍
__ADS_1