Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 46


__ADS_3

" Dea seneeeng banget, papih udah bisa pulang ke rumah, lain kali nanti kalo mau keluar pakek mobil suruh penjaga rumah buat ngecek keadaan mobil nya dulu yah pih..." ucap dea dengan kecerewetan nya, dengan memeluk bara dari samping yang tengah menyandarkan tubuh nya di sandaran kasur milik nya.


" iyah sayang nanti pasti lain kali papih akan lebih hati hati.." jawab bara membalas ucapan putri nya itu dengan mengelus lembut rambut milik dea.


" Oooh yah piih, ini kan udah beberapa hari papih membuat laporan ke polisi tentang ada orang yang sengaja memutus rem mobil milik papih, apa masih belum ada kejelasan pih tentang siapa pelaku nya.." tanya dea pada bara, tentang laporan yang bara ajukan pada pihak kepolisian, yah saat bara masih berada di rumah sakit bara menghubungi pihak kepolisian untuk mengusut siapa orang yang sengaja memutus rem mobil nya, dan sampai sekarang masih belum membuah kan hasil.


" seperti nya masih belum ada hasil sayang, pasti nanti kalau masih belum ada kejelasan pihak kepolisian akan mengusut lebih lanjut tentang kasus ini sayang.." jaw


ab bara menjelaskan pada dea, karna putri semata wayang nya itu selalu ingin tau tentang perkembangan kasus ini, karna dea selalu ber anggapan jika citra lah yang melakukan semua nya, namun bara selalu menasehati sang putri agar tidak menuduh seseorang tanpa bukti.


" yaudah sekarang kita susul resa yuk di depan, kayak nya calon mami mu itu tidak mau diam kalau ada di rumah ini.." ajak bara pada dea yang mengajak nya untuk menghampiri resa yang sejak tadi tidak ikut gabung dengan bara dan dea, karna resa yang selalu sibuk ikut bantu bantu pekerjaan bi sumi di rumah itu.


" ayo piiih.." jawab dea dengan bangkit dari kasur sang papih, menyetujui untuk menghampiri resa.


*********


Malam Hari nya...


" mas bara, dea.. saat nya makan malam, yuk kita ke ruang makan.." ucap resa ketika menghampiri dea dan bara, untuk mengajak dua orang terkasih nya itu untuk makan malam setelah dia sudah menyiapkan nya bersama bi sumi.


" terimah kasih yah sayang.." ucap bara pada calon istri nya itu.


" terimah kasih mamiiih, udah perhatian dengan papih dan dea.." ucap dea yang ikut berterimah kasih pada sahabat nya itu yang sebentar lagi akan menjadi mami sambung nya, dengan nada menggoda resa.


" sama sama sayang sayang kuu.." jawab resa dengan terkekeh.


setelah itu ketiga nya pun langsung berlalu menuju ruang makan.


" mas bara mau lauk apa.." tanya resa yang mulai melayani bara layak nya seorang istri kepada suami nya.

__ADS_1


" ikut kamu ajah sayang, apa yang kamu ambilin pasti mas suka...." jawab bara yang menyerahkan menu makan nya pada resa.


" yaelahh kalau orang bucin gitu yah.." celetuk dea menimpali jawaban bara yang menurut nya sang papih itu lagi mengalami bucin akut pada sahabat nya.


resa yang mendengar celetukan dari dea pun hanya bisa terkekeh dan bara pun hanya bisa tersenyum kikuk dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, karna sedikit canggung karna ucapan anak nya.


dan setelah percakapan sedikit konyol itu, ketiga nya pun segera melahap makan malam mereka hinggap tandas tak tersisa.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.39 wib, dea yang tengah berkumpul dengan resa dan bara di ruang keluarga itu pun segera pamit menuju kamar milik nya karna rasa kantuk yang sudah menggelanyuti pelupuk mata nya.


" piiih.. miihh.. dea ke kamar dulu yah.. udah ngantuk.." pamit dea pada resa dan bara, yah dea memang mulai membiasakan diri untuk memanggil resa dengan sebutan mamiih.


" yah de.. kamu tidur duluan ajah lagian udah malem.. good nigt kakak nya junior.." jawab resa dengan tersenyum.


" good night sayang.." ucap bara, sebelum putri nya itu melangkah kan kaki nya.


" kita ke kamar yuk sayang.." ajak bara pada resa.


" ayo mas lagian resa udah ngantuk.." jawab resa menyetujui ajakan bara dengan langsung berdiri dan menarik tangan bar untuk segera bangkit dari duduk nya.


" kok udah ngantuk sayang.." ucap bara menjawab ucapan resa yang ingin segera tidur.


" laah kan tadi mas ngajak ke kamar.." jawab bara dengan sedikit heran akan jawaban dari bara.


bara yang tidak puas mendengar jawaban dari resa yang entah resa yang polos nya tentang s*x itu masih belum luntur atau emang bara yang memang selalu mes*m jika berdekatan dengan resa pun langsung menggendong kekasih nya itu menuju kamar milik nya.


" iiisshh mas bara kebiasaann.." ucap resa dengan nada sedikit teriak karna merasa terkejut dengan apa yang di lakukan bara dengan spontan itu.


sesampainya di kamar milik nya bara pun langsung membaringkan tubuh resa di atas ranjang king size nya itu dengan tidak lupa bara mengunci pintu kamar nya.

__ADS_1


" mas bara mau ngapain..??" tanya resa sedikit siaga, karna bara kini tengah mengukung diri nya.


" mau nengokin junior sayang.." jawab bara dengan mendekatkan b*b*r nya ke b*b*r milik resa yang s*xi itu, dan belum sempat resa menjawab ucapan bara, tiba tiba saja bara langsung m*lum*t b*b*r s*xi itu dengan rakus dan menuntut.


l*mat*n demi l*mat*n hingga membawa bara dan resa ke sebuah kenikmatan yang menuntut kedua nya menginginkan hal yang lebih dari itu.


" emmhh.." d*sah resa kala tangan bara mulai berkeliaran di bagian s*nsit*f milik resa.


dan ketika kedua nya sama sama polos bara pun segera melakukan penyatuan, hingga rasa nikmat penyatuan itu pun di rasakan oleh keduanya apa lagi bagi bara yang sudah lama berpuasa dan di tengah kenikmatan yang keduanya rasakan bara tidak melupakan untuk melakukan penyatuan itu dengan hati hati untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan resa karna penyatuan kali ini resa tengah berbadan dua dengan perut yang mulai buncit.


dan malam itu pun menjadi malam yang penuh akan suara des*h*n dari mulut bara dan resa di dalam kamar baa, hingga pelepasan pada bara itu datang dan kedua nya pun sama sama terlelap setelah melakukan aktivitas panas itu.


" ssshhh..aduuuh.." keluh resa kala merasakan mulas dan kencang pada perut nya setelah melakukan aktivitas panas itu beberapa jam yang lalu.


" mas bara.. bangun.." ujar resa dengan menggoyang goyang kan tubuh bara yang masih polos dalam balutan selimut lembut itu.


" mmmhhh... iyah sayang ada apa..??" jawab bara dengan mata yang masih terpejam.


" bangun mas, perut resa gak enak rasa nya sakit, sama kenceng.." ucap resa dengan menyebutkan keluhannya.


mendengar keluhan dari resa membuat bara langsung membuka mata nya dengan sempurna.


" sakit kenapa sayang..??" tanya bara panik, yang langsung terbangun dari tidur nya.


" gak tau mau mas, dan ini sakit banget perut resa.." keluh resa yang merasa sakit di perut nya semakin bertambah.


melihat kondisi resa yang menahan sakit, bara pun langsung segera memakai baju dan celana tidur nya dan segera mengambil baju sepanjang selutut untuk resa.


ketika bara menyingkirkan selimut yang menempel di tubuh polos resa dan akan memakaikan baju, tiba tiba bara di kejutkan dengan warna sprei yang berwarna merah segar yang keluar dari **** ***** resa.

__ADS_1


__ADS_2