Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 23


__ADS_3

setelah sampai di halaman rumah resa dan memarkirkan mobil nya, venya dan tio pun segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah, SEPI itulah kata yang menggambarkan suasana di dalam rumah resa ketika venya dan tio menginjakkan kaki nya di rumah resa.


" Kok sepi ya pah..??" ujar venya pada tio yang memang kedua nya masih belum mengetahui kepergian putri nya ke kota S,


dan juga penjaga rumah baru yang hanya membukakan gerbang saja tanpa memberitahukan kepergian resa pada tio dan venya, ketika penjaga rumah yang baru itu, membukakan gerbang di situ venya dan tio pun merasa asing pada penjaga rumah resa yang tidak pernah tio dan venya jumpai.


" iyah mah, sepi banget apa mungkin resa masih belum pulang kuliah yah mah..??" jawab bara.


" yah gak mungkin resa masih kuliah pah, sedangkan ini hari sudah mulai petang.." ucap venya menyangkal jawaban dari tio.


sedangkan dari ruangan lainnya yang tak lain di dapur bi surti yang mendengar percakapan tio dan venya pun akhirnya keluar dari dapur dan menuju ruang tamu untuk mengecek siapakah yang sedang berbincang karna setau bi surti rumah resa sudah tidak ada lagi penghuni lainnya selain dirinya dan penjaga baru rumah resa.


ketika sudah sampai di ruang tamu bi surti sedikit terkejut karna kedatangan orang tua resa yang tidak ia ketahui.


" tuan tio nyonya venya.." ucap bi surti kala mendekati kedua pasangan suami istri itu..


mendengar nama nya di panggil tio dan venya pun langsung menengok ke arah bi surti.


" maaf nyonya tuan, saya tidak mengetahui kedatangan nyonya dan tuan..!!" ujar bi sumi lagi yang merasa tidak enak pada tio dan venya.


" ohh gapapa kok bi..." jawab venya dengan tersenyum.


" ohh..yah bi, rumah nya kok sepi resa lagi kuliah ataauuu lagi keluar bi.." tanya venya pada bi surti.


bi surti yang mendengar pertanyaan dari venya pun menjawab dengan jujur namun sedikit gugup.


" anu nyonya itu non resa, tadi pagi sekitar jam sepuluh an pergi ke kota S dengan temannya non devi di antar sama pak bambang.." jawab bi sumi dengan sedikit gugup.


mendengar ucapan dari bi surti tio dan venya sedikit terkejut dengan penuturan bi surti.


" maksut bibi resa balik ke kota S gimana bi.." tanya orang tua resa, yang kali ini giliran tio yang bertanya.

__ADS_1


" yah tuan, nona resa kembali ke kota S kota yang di tinggali nyonya dan tuan.." jawab bi sumi.


" tapi kalau resa ke kota S kenapa dia gak pulang ke rumah bi.." tanya venya kala heran kenapa resa tidak balik ke rumah nya jika memang resa ke kota S.


" tapi nyonya setau saya non resa ke kota S itu mau nemuin siapa gitu loh nya, pokok nya saya denger nya ke kota S mau segera ke rumah sakit tapi selain itu saya tidak tau lagi nyonya perginya ke rumah sakit mana.." jelas bi surti mengatakan nya dengan jujur pada tio dan venya.


tio yang mendengarkan penjelasan dari bi surti pun dapat menebak putrinya itu pergi kemana dan untuk menemui siapa.


venya yang melihat ekspresi tio kala mendengar penjelasan bi surti, venya pun sadar jika tio sudah mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh bi surti.


" Paahh.." panggil venya pada bara.


" kita balik lagi ke kota S sekarang juga mah.." ujar bara langsung tanpa bisa di cegah oleh siapapun.


" bi saya titip rumah yah bi.." ujar venya pada bi surti, dan sebelum bi surti menjawab nya venya pun langsung meninggalkan bi surti di ruang tamu itu dan mengikuti langkah lebar tio untuk menuju mobil.


setelah venya dan tio masuk mobil, segera tio memerintahkan pak bagus untuk segera berangkat kembali ke kota S.


Di ruangan rawat bara yang sekarang resa tengah menyuapi bara dengan telaten.


" Udah pantes lo res jadi istri papih.." celetuk dea yang sedari tadi duduk di sofa yang di sediakan pihak rumah sakit di kamar bara, dengan memperhatikan resa yang telaten menyuapi papi nya.


" apaan sih lo de, gak bisa diem apa tuh mulut.." jawab resa dengan pipi nya yang merona.


dan semua itu tak luput dari pandangan bara yang membuat bibir bara otomatis tersenyum.


" yaelaaahh pake acara malu maluan segala lagi.." ujar dea lagi dan itu di balas dengan lemparan tas kecil milik resa.


" udah dea..resa jangan kamu godain truuus..." ujar bara pada dea agar berhenti untuk menggoda resa yang sudah sangat malu akan godaan anak nya itu.


" eeehh yah de, lo ntar balik nya kemana gak mungkin kan lo bakal balik ke rumah lo sendiri sedangkan om tio kan gak tau kalo lo balik kesini dan yang pasti sekarang om tio udah tau juga kalo lo lagi hamil.." ujar dea dan itu membuat resa berfikir.

__ADS_1


" yah juga ya de, apa gue cari hotel aja kali yah, dan kamu mau kan dev kalau kita ke hotel.." jawab resa dengan melemparkan pertanyaan pada devi yang sedari tadi hanya diam memperhatikan kelakuan dea dan resa.


" yah kalau aku nurut ajah sih res sama kamu.." jawab devi.


" yah gimana kalau kamu nginep di rumah ku saja res, kayak biasanya.." saran dea pada resa.


" jangan deh de, gue nginep di hotel ajah..lagian kalo nginep di rumah lo gak enak juga kan lo nya harus nunggu om bara di sini.." jawab resa dan menolak tawaran dari dea untuk menginap di rumah bara.


di tengah percakapan tiga perempuan yang menentukan untuk resa dan devi tinggal dimana, di situ bara merasa sedikit bersalah pada resa bara berfikir karna dia lah resa meninggalkan rumah nya dan memilih untuk tinggal di kota Y sampai dia berada di kota S saja menjadi tidak berani untuk pulang ke rumah nya sendiri.


" maafin om yah res, karna om untuk kamu tinggal dimana aja sampai bingung.." ujar bara di tengah obrolan tiga perempuan itu.


resa yang mendengar ucapan dari bara pun langsung mendekati bara.


" udah deh..om gak usah nyalahin diri om sendiri lagian resa udah bisa nerima semuanya kok.." jawab resa dengan mengelus punggung tangan bara dengan lembut.


" ya udah gini ajah resa dan devi cari hotel ajah yang deket dari rumah sakit ini.." ujar resa memutuskan untuk memilih tinggal di hotel.


" ya udah res kalo itu keputusan lo, gue setuju aja res.." jawab dea menanggapi ucapan resa, dan juga dea yang gak bisa memaksa resa untuk menginap di rumah nya.


" sekarang kan udah hampir malem de, gue dan devi balik dulu yah dan nyari hotel juga, besok kalo lo kuliah kita gantian buat jaga om bara..." ujar resa.


" ya udah res hati hati yah, maaf ga bisa anter.." jawab dea.


" yah gapapa kok de " jawab resa.


" resa sama devi pamit dulu yah om...cepet sembuh.." ujar resa pada bara.


" yah hati hati, dan jangan nakal yah anak papih.." jawab bara dengan mengelus perut resa..


setelah resa dan devi pamitan kepada bara dan dea segara kedua wanita itu keluar dari gedung rumah sakit dan meminta pak bambang mengantrkannya ke sebuah hotel yang dekat dengan rumah sakit.

__ADS_1


HAIII READERRS KU TERIMAH KASIH UNTUK DUKUNGAN DARI KALIAN, JANGAN LUPA SELALU MENDUKUNG KARYA NOVEL PERTAMAKU DAN SEMOGA SELALU SUKA DI SETIAP EPISODE NYA..KRITIK DAN SARAN BOLEH JUGA DONK KALIAN TULIS DI KOMENTAR AGAR AKU BISA MENULIS DAN MENGHALU LEBIH BAIK LAGI..LOVE YOU ALL..😍😍


__ADS_2