Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 21


__ADS_3

setelah kepergian dokter rivan, dewo pun mempersilahkan pak bagus untuk pulang.


" pak bagus kalau mau kembali ke rumah pak tio gapapa kalau mau balik duluan.." ucap dewo pada pak bagus.


dan pak bagus menyetujui perkataan dewo dan segera pamit kepada dewo untuk kembali.


setelah kepergian pak bagus dewo pun meminta bantuan perawat untuk menjaga bara, karna ia akan segera menjemput dea.


menaiki mobil dan keluar dari halaman rumah sakit melajukan mobil nya menuju rumah bara dan selang beberapa puluh menit sampai lah dewo di rumah bara.


" Looh om dewo..mana papih om kok sendirian.." ucap dea kala melihat dewo yang baru saja masuk ke dalam rumah nya.


" dea cepet kamu ganti baju dan ikut om " ujar dewo tanpa menjawab pertanyaan dea.


" emang mau kemana sih om, kok buru buru banget.." tanya dea yang merasa heran pada dewo.


" udah cepetan dea, ntar kamu tau sendiri " jawab dewo lagi.


dea yang melihat ekspresi bara yang seperti nya tidak bisa santai, dea pun segera naik ke atas untuk ganti baju dan mengambil tas kecil nya, setelah siap dan penampilannya rapi segera dea turun ke bawah dan langsung mengikuti langkah dewo menuju mobil.


" om kita mau kemana sih om.." tanya dea lagi kala sudah berada di dalam mobil.


" kita maua ke rumah sakit, papih mu masuk rumah sakit.." jawab bara akhirnya dan itu membuat dea sedikit kaget apa yang sudah terjadi pada bara sehingga bisa masuk rumah sakit.


" papih masuk rumah sakit om, papih kenapa om kok bisa sampek bisa masuk rumah sakit.." tanya dea dengan air matanya mulai ingin keluar.


" kamu yang tenang dulu yah, ntar om jelasin kalau sudah sampai.." jawab dewo berusaha menenangkan dea.


mendengar ucapan dewo, dea pun hanya mengangguk dan mulai berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


tak berselang lama sampai lah mobil yang dinaiki dewo dan dea di halaman rumah sakit dan dewo pun memarkirkan mobil nya di tempat parkir yang sudah di sediakan di rumah sakit itu.


selesai memarkirkan mobil dewo dan dea segera memasuki rumah sakit dan langsung menuju kamar bara yang memang sudah di pindah di ruang perawatan yang memang sebelum nya pihak rumah sakit menghubungi dewo jika bara sudah di pindahkan.


sesampainya di ruangan bara, dengan bara yang masih belum sadar dea pun langsung menangis melihat papi nya terbaring di brankar dengan mata yang masih terpejam.


" om papih kenapa bisa sampe begini om.." tanya dea pada dewo.

__ADS_1


melihat dea yang sudah penasaran dengan apa yang terjadi pada bara, dewo pun menceritakan awal mula bara menghampiri orang tua resa hingga berakhir dengan bara yang sudah babak belur akibat kemarahan dari tio.


mendengar penjelasan dari dewo dea sedikit terkejut, tapi dea mencoba untuk tidak menyalahkan siapa pun karna dia pun mengerti kenapa tio sampai berbuat seperti itu pada bara, karna memang di masalah ini bara pun juga bersalah.


" apakah resa tau akan hal ini om.." tanya dea kala mengingat sahabat nya itu.


" tidak de, karma papi mu melakukan ini karna agar resa bisa menerima dan memaafkan papi mu de " jawab dewo.


mendengar jawaban dari dewo dea pun segera mengirim kan pesan pada devi karna memang hanya devi yang mempunyai nomor ponsel nya.


***********


resa dan devi tengah menikmati makannya di jam istirahat ngampusnya sambil berbincang bincang sampai dimana perbincangan itu tertunda kala ponsel milik devi berbunyi sekilas.


" Tiiiiing " suara ponsel devi berbunyi pertanda ada pesan yang masuk ke dalam situ.


mendengar ponsel milik nya ada pesan yang masuk segera devi membuka pesan itu dan membacanya di tengah membaca devi terkejut kala isi pesan itu memberitahukan kondisi bara saat ini.


" kenapa kamu dev..??" tanya resa kala melihat ekspresi devi yang terkejut setelah melihat ponsel nya.


" om bara, emang kenapa dev.." tanya resa lagi.


" om bara masuk rumah sakit, dan.." ujar devi yang tidak melanjutkan perkataan nya dan itu membuat resa semakin penasaran.


" dan apa dev.." tanya resa yang mulai khawatir dengan keadaan bara karna bagaimana pun perasaan resa pada bara masih ada.


" dan om bara bisa sampai masuk rumah sakit karna om bara mengampiri orang tuamu lalu menceritakan semua nya pada om tio dan itu membuat om tio menghajar om bara sampai tidak sadar kan diri res.." jelas devi membuat resa kaget, dan diam sejenak lalu menarik tangan devi.


" res...pelan pelan.." ucap devi kala tangannya di tarik dengan kencang oleh resa, tapi ucapannya tidak di gubris sama sekali sama resa sampai mereka berada di parkiran mobil.


" ayo dev, cepet masuk.." ucap resa dan devi pun langsung masuk mendengar ucap resa.


setelah siap resa langsung melajukan mobil nya dengan sedikit ngebut.


" res pelan pelan jangan ngebut res..ingat kandungan mu.." ucap devi kala resa mengebutkan mobil nya.


mendengar penuturan devi resa pun mulai mengurangi kecepatan laju mobil nya.

__ADS_1


" kita sebenar nya mau kemana sih res.." tanya devi karna pelajaran kuliah yang masih belum selesai.


" kita akan ke kota S sekarang juga.." jawab resa dengan pandangannya menatap ke depan tanpa memalingkan wajah nya.


" haaa.. jangan gila kamu res.." ujar devi kala terkejut mendengar penuturan resa.


" truus aku harus gimana dev, kalau keadaan om bara sekarang tidak baik baik saja dev.." jawab resa dengan menepikan mobil nya karna resa sudah tak bisa menahan air matanya untuk jatuh.


melihat resa yang mulai tidak bisa mengendalikan emosi nya devi langsung menarik resa ke dalam pelukan nya.


" udah donk res, kamu tenang dulu yah.." ujar devi dengan mengelus elus punggung sahabat nya itu agar bisa sedikit tenang.


" gini ajah kita pulang ke rumah, aku dan kamu siap siap trus kita berangkat minta di supirin sama penjaga rumah yah res, biar lebih aman.." sara devi yang di setujui oleh dea.


merasa resa sudah mulai tenang devi langsung menggantikan resa untuk menyetir.


selang beberapa puluh menit sampailah mobil yang di kendarai resa di rumah resa.


" ayo turun.." ajak devi setelah memarkirkan mobil nya di garasi mobil.


.


" kamu siap siap dulu yah res, bawa apapun yang kamu perlukan di sana, aku mau ngomongin dulu ke pak bambang untuk nganterin kita ke kota S " ucap devi pada resa, dan resa pun masuk ke dalam dan segera mandi dan mengganti baju nya.


*******


" pak bambang bisakah bapak anterin kita ke kota S..??" ujar devi kepada pak bambang.


" bisa sih mbak devi, kita berangkat nya sekarang yah.." jawab pak bambang.


" yah pak sekarang, bisa kan pak..??" ucap devi lagi.


" bisa mbak devi.." jawab pak bambang menyanggupi permintaan devi.


setelah percakapan dengan pak bambang usai devi segera masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian nya dan juga bersiap siap ikut resa berangkat ke kota S.


Haiiii readeeerrrss...terimah kasih untuk kalian yang sudah mendukung novel ku ini..jangan lupa kritik dan sarannya karna itu sangat berarti agar author bisa menulis novel dengan lebih baik lagi...jangan lupa untuk selalu dukung author dan semoga selalu suka di setiap episode nya..love you all😍😍

__ADS_1


__ADS_2