Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 3


__ADS_3

" Awwwsshh " rintih resa ketika pecahan beling itu mengenai kakinya dan berdarah.


melihat itu bara langsung menghampiri resa dan berjongkok untuk melihat luka di kaki resa, dengan masih belum menyadari kalau itu bukanlah dea.


" maafiin daa..dy " ucap bara sedikit terkejut ketika menyadari bahwa itu bukan lah dea, melainkan wanita cantik yang entah siapa, karna bara belum pernah bertemu dengannya.


" kamu siapa, kenapa bisa berada di rumah saya..??" ujar bara yang heran dengan keberadaan resa di rumah nya.


" maaf om, saya resa temannya dea.." ujar resa sambil menundukkan wajah nya, merasa tidak enak pada bara.


" Ohhh temannya resa.." ucap bara yang sudah mengerti siapa resa, dan sekian detik bara baru menyadari darah di kaki resa semakin banyak karna pecahan beling yang mengenai kaki resa cukup besar hingga membuat luka nya juga cukup lebar. " kakimu terluka, duduk sini biar om obatin " ujar bara lagi dengan mengambil kursi untuk resa duduk, kemudian dia segera mengambil kotak p3k untuk mengobati luka resa.


Setelah mendapat kotak p3k bara segera berjongkok untuk membersihkan luka resa dan mengobatinya, tapi secepatnya resa menghentikan bara.


" Om gak usah, biar resa obati sendiri ajah " ujar resa yang merasa tidak enak ketika bara akan mengobati kakinya.


" udaah gapapa gak usah gak enak kayak gitu, diem dulu yah om obatin dulu " jawab bara yang mengerti akan perasaan resa yang merasa sungkan padanya.


tanpa perlawanan resa pun menurut dengan apa yang di katakan bara, dan seketika resa merasa kagum akan ketampanan daddy sahabat nya itu kala ia memandang bara ketika bara dengan serius mengobati lukanya.


" shhhhhh " rintih resa ketika lukanya di bersihkan dengan alkohol dan membuat nya perih.


" sakit yah " ucap bara ketika mendengar desisan resa menahan perih.


" sedikit om " jawab resa singkat.


setelah membersihkan luka resa dengan alkohol segera bara teteskan luka resa dengan obat merah agar cepat kering lalu memperbannya.


ketika bara dan resa sama fokus pada luka di kaki resa tiba tiba.


" papi " seru dea ketika melihat papinya bersama resa di dapur.


" resa kenapa piih..?? " ujar dea lagi ketika melihat kaki resa yang habis di perban oleh bara.


yah dea terbangun dari tidurnya ketika merasa resa tak ada di kasurnya, dan membuat dea terbangun lalu menuju ruang bawah untuk mencari resa, dan ketika sampai di ruang makan dea melihat resa yang sedang di perban kakinya oleh bara.


" cuman luka dikit kok de, tadi gak sengaja mecahin teko gelas itu " Ucap resa ketika bara akan menjawab pertanyaan resa.


" ya ampun res kok bisa sih " ujar dea yang merasa khawatir pada sahabatnya.


" gak papa de, cuman luka kecil doank kok " jawab resa agar sahabatnya itu tidak terlalu khawatir padanya.


Ketika dea akan mengajak resa untuk ke kamarnya dia baru ingat kalau papi nya seharusnya berada di luar kota.


" Laaah papi kok ada di rumah bukannya lagi keluar kota pih, kapan pulang nya " tanya dea pada bara.


" yah memang seharusnya papi pulang besok, tapi kebetulan tadi kerjaan nya cepat beres dan ketemu klian juga lancar, jadi ada waktu untuk papi pulang cepat " ujar bara pada anaknya.


" ooohh gitu, yaudah pi aku mau ke kamar dulu sama resa yah pih " pamit dea pada papinya.


" permisi om " pamit resa juga pada bara.


" iya silahkan " jawab bara yang hanya pada resa.

__ADS_1


setelah kejadian di dapur ke tiga insan itu, kembali pada kamarnya masing masing.


ketika sampai di kamar dea, kedua gadis cantik itupun langsung terlelap ketika hari sudah akan menjelang subuh karna jam sudah menunjukkan pukul 03.15 wib.


tapi lain dengan kamar yang di tempati pria tampan itu, bara malah tak bisa untuk memejamkan matanya setelah kejadian beberapa jam yang lalu di dapur, bara tak bisa memejamkan matanya karna bayangan resa yang selalu terbayang ketika ia memejamkan matanya.


" kenapa bayangan dia jadi muncul terus, aaaah bikin gak bisa tidur ajah " ujar bara ketika ia akan memejamkan matanya tapi tidak bisa karna bayangan wanita yang baru ia temui itu selalu muncul.


Tak mau berlarut pada bayangannya bara pun berusaha merileks kan tubuhnya dengan cara berbaring lurus dan menatap langit langit kamarnya, dan usaha bara tak sia sia ketika ia mulai terlelap ketika melakukannya, dan bara pun terlelap pada jam tepat pukul 03.45 wib.


*********


Jam 04.30 wib, dengan berjalannya waktu malam yang dingin berubah dengan pagi gelap dengan kesejukannya, bagi sebagian orang pagi itu masih terasa nyaman untuk melanjutkan tidurnya sambil menunggu sang mentari muncul menyinari makhluk bumi yang berada di bawahnya, tapi lain dengan resa gadis cantik itu sudah bangun di pagi buta karna kebiasaannya, setelah membersihkan diri gadis itu mulai turun kedapur tanpa membangunkan sahabatnya yang sudah terbiasa bangun lebih terlambat, ketika sampai di dapur resa sudah melihat pelayan di rumah itu tengah melakukan kesibukan seperti biasanya, dan resa mendekati pelayan yang tengah memotong sayuran untuk di masak.


" Pagi bi sumi " Ucap resa pada bi sumi, yang tengah berkutat dengan kesiibukannya, dengan senyuman manisnya.


" eeeeh non resa, pagi juga non, udah bangun non..!! " jawab bi sumi pada resa dan melemparkan pertanyaan pada resa dan tak lupa membalas senyuman pada resa.


" udah bi baru saja, bi sumi mau masak apa " tanya resa pada bi sumi yang tengah memotong sayur wortel.


" ini mau buat capjay non sama ikan goreng kuning " jawab bi sumi menyebutkan apa yang akan ia masak.


" eeeemmmm bi boleh gak resa ajah yang masak, soalnya lagi pingin masak bi, gapapa yah.." ucap resa pada bi sumi yang sedikit memohon.


" tapi noonn.. " ucap bi sumi yang belum sampai menyelesaikan omongan nya, resa langsung memotong nya.


" gapapa bi, gak bakal di marahin kok , biar nanti aku yang urus bi...mendingan bibi melakukan sesuatu yang belum selesai, biar aku ajah yang masak bi..* ujar resa sedikit memelas dan memohon membuat bi sumi tak tega untuk menolaknya.


" makaasiiiiiih biiii " ujar resa yang merasa senang karna bi sumi menuruti kemauannya.


setelah perdebatan ringan dengan bi sumi, dengan resa yang diizinkan memasak, dengan cekatan resa langsung memasak nasi yang memang bi sumi belum memasaknya, melanjutkan sayur yang tadinya di potong bi sumi namun belum selesai dan resa menyelsaikannya, mengolah sayur dan beberapa sosis untuk menjadi pendamping sayur untuk di jadikan capjay, selesai dengan memasak capjay, resa melanjutkan menggoreng ikan bumbu kuning yang sebelumnya sudah ia bersihkan dan bumbui, sampai jam menunjukk.an pukul 05.45 wib resa baru menyelesaikan masakannya dan menata masakannya di tempat meja saji sebelum masakan itu di bawah ke meja makan.


" Akhirnya selesai juga " ujar resa setelah kegiatan memasaknya selesai.


setelah selesai dengan kegiatan masaknya, resa berlalu menuju ke kamar dea untuk membangunkan sahabatnya itu dan membersihkan diri untuk kedua kalinya, karna berkutat di dapur cukup membuat keringat di tubuhnya keluar.


" dea..de ayo bangun udah jam 06 loohh " ucap resa menggoyang goyankan bahu dea agar terbangun.


" hoooaam...udah pagi ajah sih res.. " ucap dea seraya bangkit dari tidurnya dan duduk di sisi ranjang.


" iyah bukan cepet pagi, tapi mungkin mimpi kamu yang terlalu indah de " jawab resa pada dea.


" iya kali yah de, tapi gue gak inget tadi malam mimpi apaan hehehe " ujar dea terkekeh.


" iya keenakan jadinya gitu, ini aku duluan atau lo duluan yang mandi " kata resa memberi tawaran pada dea.


" Lo duluan aja laah, gue masih ngumpulin nyawa dulu " jawab dea yang memilih agar resa mandi duluan.


" oke de " jawab resa singkat, kemudian mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


kedua gadis cantik itu melalui pagi yang cukup menyenangkan karna baru pertama kali mereka berdua rasakan karna resa yang menginap di rumah dea, setelah resa selesai dengan mandi nya dan bergantian dengan dea.


di sisi lain di kamar yang bersebelahan dengan kamar dea, tampaklah pria gagah dan tampan berahang tegas, yang sudah rapi dengan setelan jas nya, yang sudah siap turun kebawah untuk sarapan dan melakukan aktifitasnya di kantor miliknya.

__ADS_1


melihat penampilannya di cermin dan sudah terlihat rapi, segera bara keluar kamar dan saat melewati kamar putrinya bara mendengar grasak grusuk dua gadis cantik yang sepertinya sedang sibuk mempersiapkan dirinya untuk ke kampus,


" Ceklek " suara pintu dea terbuka sebelum bara sempat pergi dari depan kamar anak gadis nya.


" Pagi Papi "


" Pagi Om "


Ucap Dua gadis cantik itu bersamaan, ketika membuka pintu dan ternyata bara ada di depan kamar nya.


" Pagi juga " jawab bara pada sapaan dua gadis itu " udah rapi semua " lanjut bara lagi.


" Udah pih, yok sarapan bareng " ujar dea kemudian langsung berlalu meninggalkan dua insan tersebut, yang tiba tiba keduanya saling gugup.


" iiiiissshhh kebiasaan..!! " gerutu resa dengan suara pelannya namun masih bisa di dengar bara, saat dea meninggalkannya.


Mau tidak mau dia menuruni tangga sejajar dengan bara dan mengikuti jalan bara dengan santai, karna resa sungkan untuk mendahului bara dan menyusul dea yang mungkin sudah berada di meja makan.


" Resa yah namanya " ujar bara pada resa tiba tiba, sedikit gugup padahal dirinya sudah mengenal resa pada malam di saat resa terkena pecahan beling.


" iya om " jawab resa sedikit canggung.


" kayaknya kamu deket banget sama dea, tapi kok saya gak pernah liat kamu main kesini " tanya bara pada resa yang memang baru pertama kali melihat resa dibrumah nya.


" hmmm saya sering kok om kesini, tapi mungkin pas saya kesini om lagi kerja, jadi gak pernah ketemu " jawab resa sedikt menjelaskan pada bara.


dan bara menjawabnya dengan hanya ber ooh ria saja, dan percakapan itu pun terhenti ketika mereka berdua sudah menuruni anak tangga terakhir dan menuju ruang makan yang sudah ada dea dan pelayan yang sedang menaruh masakan resa di meja makan.


" Lama amat sih kalian berdua " gerutu dea ketika melihat papih dan sahabatnya itu baru tiba di meja makan.


" bukan kita yang lama, tapi kamu yang berlari kesini ninggalin papih sama resa " jawab bara pada gerutuan anaknya itu.


" hehehe iya juga sih pih " jawab dea sambil tertawa kecil.


setelah perbincangan papih dan anak itu usai dan bi sumi dan pelayan lain sudah menyiapkan semua masakan di meja, segera ketiga insan itu makan masakan, yang berada di meja.


" Eeemmmm...enak banget sih capjay nya.." ujar dea memuji masakan resa setelah menyuapkan nasi dan capjay ke mulutnya.


" bi sumi pinter banget masaknya " ujar dea lagi pada bi sumi yang sedang meletakkan segelas susu putih di samping dea.


mendengar pujian dea padanya yang menyangka masakan itu masakannya, bi sumi segera menepis pujian dea untuknya.


" Maaf Non, itu yang masak bukan bibi tapi non resa " ujar bi sumi menjelaskan kesalah pahaman dea.


Membuat dea dan bara seketika menghentikan makannya dan menatap resa bersamaan, karna bara dan dea merasakan masakan yang resa buat sangatlah enak walaupun hanya capjay dan ikan goreng bumbu kuning.


Membuat resa sedikit malu kala anak dan ayah itu menatap dirinya se intens itu.


" beneran res, lo yang masak " ujar dea pada resa.


" iyah tadi subuh ke bangun dari pada gue bengong nungguin lo gak bangun bangun yah mendingan masak " jawab resa pada dea.


haii readeeerrsss...semoga selalu menikmati di setiap episodenya..Love you untuk kalian semua😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2