Mencintai Daddy Sahabatku

Mencintai Daddy Sahabatku
Bab 9


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan pagi, bara dan dea masuk ke dalam mobil untuk menuju kampus dea lebih dulu, dan melanjutkan bara pergi ke kantor.


" Dea masuk dulu yah pih " pamit dea ketika akan keluar dari mobil dan menyalami punggung tangan bara.


" yah sayang belajar yang bener " jawab bara denga nasihat yang ia berikan.


" siap pih daahh " jawab dea dengan melambaikan tangannya kepada bara setelah ia keluar dari mobil dan di balas dengan lambaian tangan juga oleh bara.


dan segera bara melajukan mobil nya untuk menuju kantornya.


*******


" Eeemmmmhhh " geliat resa yang merasa badan nya sedikit sakit, mungkin efek kejadian tadi malam yang belum sepenuh nya hilang.


Setelah melebarkan mata nya dan kesadaran nya kembali, resa melihat jam yang berada di atas meja di samping tempat tidur nya, dan jam itu menunjukkan pukul 08.15 wib.


" udah mau siang ternyata " ujar resa yang kemudian bangkit dari kasur nya dengan berjalan sedikit pelan karna merasa bagian intim nya masih terasa perih.


berjalan menuju kamar mandi mengisi bathub dengan air hangat agar merasa badannya rileks dan untuk mengurangi rasa sakit di bagian sensitif nya itu.


setelah merasa badannya terasa lebih ringan dan perih di bagian intim nya mulai menghilang resa segera turun ke bawah setelah berpakaian rapi namun santai dengan ekspresi wajah yang ia buat seceria mungkin untuk menutupi kesedihannya .


" Pagi mah, tumben gak ngantor " sapa resa dengan senyumannya membuat venya sedikit kaget melihat anak nya yang ternyata ada di rumah.


" pagi juga sayang, mama mau nyantai dulu makanya gak ngantor, dan kamu gk ngampus bukannya kamu tadi malem nginep di rumah dea " jawab venya dengan pertanyaan yang ia lontarkan pada putri cantiknya itu.


" emmmhh.. yah resa pagi ini gak ngampus dan resa pulang nya ketika pagi buta ma, soalnya resa mau ngomongin hal yang serius dengan mama " jawab resa dan juga akan mengutarakan keinginan nya saat ini karna kebetulan sang mama ternyata berada di rumah dan tidak ke kantor seperti biasanya.


" emang mau ngomongin apa sih kok kayak nya penting banget..?? " jawab venya yang juga penasaran dengan apa yang di inginkan anak nya itu.


" gini loh mah, sebenar nya resa pingin pindah kampus dan pingin ngampus di kota Y " ujar resa mengutarakan keinginannya yang membuat venya kaget akan ucapan anaknya itu yang tiba tiba minta pindah kampus yang berada di kota Y yang berarti itu berada di luar kota dan provinsi.


" laah kenapa tiba tiba kamu pingin pindah kampus sayang, kamu ada yang gangguin di sana atau kamu.." sebelum venya meneruskan kata kata nya resa langsung memotong ucapan mama nya itu.


" gak kenapa kenapa mah, resa mau pindah kampus bukan karna apa apa, resa cuma pingin pindah ajah, alasannya karna resa kepingin sesuatu yang beda ajah mah setelah resa fikir fikir kalau pindah kesana kan bisa punya referensi baru yang mama tau sendiri di kota Y itu terkenal akan ke kreatifan nya, dan dea pikir dea juga bisa buka usaha di sana kayak butik gitu sambil resa kuliah...boleh yah mahh.." jawab resa menjelaskan ketika mama nya merasa khawatir, resa menjelaskan dengan sedetail detail nya agar mama nya itu memberi ia izin untuk pindah ke kampus di kota Y itu.


yah setelah resa memikirkan dengan matang alangkah baik nya ia yang pergi dari sini dari pada bayangan bayangan bara selalu mengisi di dalam fikirannya, yang mungkin lebih baik menjauh dan mencari kesibukann menurut resa.


" yah, yah... kalau itu alasannya mama dukung dan nanti coba mama omongin ini sama papa kamu yah.." jawab venya yang sudah memberikan lampu hijau untuk resa pergi ke kota Y, dan itu membuat resa merasa sangat lega ketika sang mama sudah memberi izin tanpa rasa curiga.


" Yeeeeessss,,, makasiiih yah maah " jawab resa dengan rasa senang nya.


" yaudah kamu makan dulu, kan tadi kamu gak ikut sarapan " ujar venya pada anaknya itu untuk menyuruh nya makan karna tadi


" okee maah siaapp " jawab resa dengan mengecup pipi sang mama, membuat sang mama tersenyum heran sebegitu bahagia nya anak nya itu ketika cuman di beri izin untuk tinggal di kota Y. dan resa pun segera berlalu menuju meja makan untuk mengisi perut nya yang terasa mulai lapar.


*********


seorang gadis merasa sangat kecewa ketika sahabat yang ingin ia temui dan menanyakan mengenai kenapa resa pulang tanpa pamit pada nya.

__ADS_1


" sebener nya ada keperluan penting apa sih sampek segitu nya resa, pulang pagi banget tanpa izin dan sekarang di kampus dia gak masuk gak hubungin gue sama sekali bikin khawatir ajah " gerutu dea dengan sikap sahabat nya yang ntah ada apa tiba tiba seperti menjauhi diri nya.


Terlalu larut dalam lamunan nya yang memikirkan sikap resa, sampai sampai dea tak menyadari kedatangan veno.


" Dooorr " suara veno yang mengagetkan resa, membuat resa langsung memukul lengan teman laki laki nya itu.


" iiiisssshhh... ngagetin ajah sih kak veno.." ujar resa dengan cemberutnya membuat veno tertawa.


" hahaha.. lagian si ngelamun, emang lagi ngelamunin apa sih sampek segitu nya " jawab bara dengan tertawa renyah dan mempertanyakan kenapa temannya itu melamun.


" gak ngelamunin apa apa kok kak " elak dea pada veno yang tak mau jujur.


" Oh yah, tumben sendiri ajah biasa nya kan bareng resa kemana mana " ujar veno yang sedikit heran ketika tidak melihat resa bersama dea.


" eeemmm.. resa lagi gak masuk kak, kayak nya sih ada keperluan keluarga " jawab dea yang menjawab nya sesuai apa yang di katakan bi sumi pada nya.


" Ooohhh " jawab veno denga ber oh ria saja sambil manggut manggut.


Seusai kelas, dea segere keluar dari menuju tempat biasa sang papi menjemputnya, dan benar saja ketika sampai di tempat parkiran mobil milik bara sudah bertengger di situ.


" Sore pih, kerjaannya lancar yah pih awal banget jemput nya " ujar dea ketika sudah berada di dalam mobil.


" Sore juga sayang, yah kerjaannya lagi gak numpuk makanya bisa jemput kamu lebih awal " jawab bara "Mmm..gimana kamu udah ngomong sama resa " tanya bara lagi.


" huuufffttt.. tadi gak ketemu resa piih, karna resa gak masuk kuliah hari ini.." jawab dea dengan sedikit menundukan wajah nya karna merasa sedih.


Seketika dea langsung menatap daddy nya ketika mendengar apa yang daddy nya katakan.


" beneran pih, makasiiiih papiihhh.. yaudah ntar kesana nya abis maghrib yah piiih " ucap dea yang sangat antusias pada usulan papi nya..


" yah yah... nanti abis maghrib kesana " jawab bara yang tersenyum melihat anak nya yang merasa sangat bahagia.


dan keduanya pun melanjut kan perjalanan menuju rumah dan segera bersiap ke rumah resa karna hari sudah mulai sore.


******


KEDIAMAN BRAMANTYA.


" kamu sudah yakin kan res.. kalau mau ke kota Y " tanya tio ketika melihat resa yang akan berangkat dengan koper di tangannya, yang sebelum nya mereka telah membicarakan masalah resa yang ingin berpindah ke kota Y dan tio pun menyetujui keingan putrinya itu.


" yakin pah, papah kan udah tau sendiri resa siap pah.." jawab resa bersungguh sungguh.


" yaudah sayang, hati hati di jalan yah, dan jangan lupa ntar kalo udah sampe kabarin mamah dan papa mu, dan ini alamat rumah kamu yang baru di beli oleh papah mu " tutur venya dengan segala nasihat nya, dan tak lupa memberikan alamat rumah yang akan di tempati resa, yah setelah tio menyetujui permintaan resa tio langsung membelikan tempat tinggal untuk resa di kota Y itu yang menyuruh anak buah nya, untuk mencarikan tempat tinggal, agar anak nya tidak terlalu repot untuk mencari tempat tinggal baru sesampainya di sana.


" Siap Mah, makasih ya mah pah..resa pamit dulu.." jawab resa dengan mencium pipi kedua orang tuanya dan punggung tangan orang tuanya itu, dan resa pun segera memasuki mobil yang sudah di supiri oleh supir pribadi tio.


ketika mobil yang resa naiki keluar dari gerbang rumah nya seketika setetes buliran bening berhasil lolos dari mata indah resa yang sedari tadi ia bendung.


" maafin resa mah pah, hanya dengan cara ini resa bisa melupakan bayangan itu " ucap resa dengan suara pelan nya agar pak supir tidak menyadari kalau dirinya tengah menangis, dan saking larut nya dalam fikiran itu resa pun tertidur di perjalanan.

__ADS_1


**********


Jam 18.30 wib bara dan dea menaiki mobil nya dan akan menuju rumah resa, dengan mereka berdua berharap resa sedang berada di rumah nya.


setelah perjalanan yang memakan waktu 30 menit mobil dea pun sampai di rumah resa.


Dea Dan Bara Segera memencet tombol bel yang tersedia di samping pintu rumah resa.


Ting Tong Ting Tong, suara bell ketika di pencet dea.


tak berselang lama setelah dea memencet tombol bel itu, terbukalah pintu rumah yang menampakkan bi mina yang bekerja di rumah itu.


" Malem bi mina..." sapa resa pada bi mina setelah membukakan pintu untuk dea.


" Eehh non dea, malem juga non, ayo masuk dulu non " jawab bi mina dan mempersilahkan dea dan bara untuk masuk.


" silahkan duduk non, saya mau bikin minum dulu sekalian saya panggilin nyonya " ujar bi mina.


" Makasih bi " jawab dea dengan sopan.


dan bi mina pun segera berlalu untuk menemui venya di dalam.


" Maaf nyonya, ada non dea di ruang tamu " ucap bi mina pada venya, yang tengah asyik dengan membaca majalah di ruang keluarga.


" Ooohh yaah bi, yaudah saya kesana dulu jangan lupa bikinin minum yah bi " jawab venya.


" baik nyonya " jawab bi sumi dan bergegas menuju dapur untuk membuat kan minum.


Sedangkan venya pun segera menemui tamu yang datang ke rumah nya.


" Tante venya " ucap dea yang langsung berdiri dengan bara kala melihat venya datang dan langsung menjabat tangan mama venya.


" ooohhh dea, silahkan duduk nak " jawab venya yang mempersilahkan tamunya untuk duduk kembali.


" ada apa dea, kok tumben kesini " tanya venya sambil melirik ke arah bara dan bisa menebak jika itu papah dari dea.


" maaf tan, dea kesini mau ketemu sama resa tan.." jawab dea yang mengutarakan keinginannya itu.


" Oohh resa, pasti anak itu gak bilang yah sama kamu kalau pindah kampus, pantesan dia pesen sama tante kalau ada yang nanya dia pindah kemana gak boleh di kasih tau " ujar mama resa dengan menjelaskan kepindahan resa, dan juga mengatakan pesan resa agar tidak memberi tahu kan siapapun kemana ia akan pindah.


dan perkataan itu membuat bara dan dea sedikit terkejut mendengar apa yang di tuturkan oleh venya.


" haaa..kenapa bisa begitu tan, apa dea juga gak boleh tau kemana resa pindah tan " ujar resa dengan keterkejutannya.


" yah maaf dea, tante hanya ingin menepati janji tante pada resa " jawab venya yang enggan memberitahukan keberadaan resa, karna ia menghormati keputusan anaknya itu meskipun ia tak tahu apa alasan anak nya yang seperti menjauhi semua orang.


ketika perbincangan dea dan mama venya berlangsung, di situ bara hanya terdiam dan terus berfikir akan kepergian resa yang ia tebak karna kejadian malam itu.


HAPPY READIING... READEERRS..Semoga selalu suka di setiap episode nya dan jangan lupa dukung karya aku..Makasiiih Love youu all...😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2