
" piihh..kenapa papih malah diam ayo ceritain piih,, apa yang terjadi " ujar dea dengan menggoncang goncangkan bahu bara, karna bara yang tak kunjung bicara.
merasa anaknya yang sudah sangat penasaran akan apa yang terjadi pada resa bara segera menceritakan semua nya tanpa ada yang ia kurangi.
" jadiii.. resa pergi dari sini bukan karna ia yang memang ingin benar benar pindah kampus, tapi resa pergi dari sini karna papiiiiiih hiks hiks.." ucap dea dengan tangisannya yang semakin menjadi, ketika mendengar semua penjelasan dari papinya dan itu cukup membuat dea sangat kaget.
melihat anaknya yang langsung histeris bara langsung membawa putrinya itu ke dalam pelukannya.
" papiih jahat hiks, hiks, hiks, " ucap dea dengan memukul dada bara.
" tenang sayang, papih janji akan mempertanggung jawabkan semua yang sudah papih lakukan " ujar bara agar anaknya itu segera tenang.
" beneran yah piihhh " ucap dea yang mendengar penuturan bara.
" yah sayang papih janji, tapi kamu tenang dulu yah.." jawab bara dan dea hanya menjawab dengan anggukan.
*******
sebulan sudah kepergian resa ke kota Y setelah kejadian malam itu, resa yang sekarang tengah di sibukkan dengan kuliah dan mengurus butiknya yang di bantu oleh devi yang sudah menjadi sahabat nya ketika resa baru pertama kali kuliah.
" udah beres dev " tanya resa pada devi, yang tengah merapikan baju baju dan gantungan baju yang tengah kosong.
" udah res, udah beres semua nih.." jawab devi.
" yaudah yuk pulang udah malem juga kan " ajak resa kepada devi untuk segera pulang.
" ayo res " ujar devi dan keduanya pun keluar dan segera menaiki mobil resa, yang sebelumnya devi mengunci pintu butik itu.
Devi kuliah di kota Y yang mengekos di daerah yang berdekatan dengan kampus nya itu, dan ketika dea mengetahui itu dea pun mengajak devi untuk tinggal di rumah nya yang kebetulan dia butuh teman untuk tinggal di rumah sebesar itu.
Sesampainya mobil resa di rumahnya, segera keduanya keluar dan masuk untuk segera mandi dan menyegarkan badan nya yang sudah terasa sangat lengket.
Sesudah nya mandi dan rapi keduanya pun segera menuju dapur untuk memasak yah resa tak pernah memperbolehkan bi surti memasak karna memang resa masih bisa menyempatkan diri untuk memasak.
__ADS_1
" enaknya masak apa yah
res..??" tanya devi pada dea yang bingung akan memasak apa.
" masak sop ajah dev, di kulkas juga ada ayamnya mau gak " jawab dea memberi usulan.
" yah mau donk res, apalagi sop buatanmu enak banget " jawab devi yang memang sangat menyukai masakan resa.
" iiihh bisa ajah, yaudah bantu aku ngupas bawang nya yah " ujar resa.
keduanya pun mulai memasak sop ayam dengan senda gurau, hingga tak terasa sop ayam itupun sudah jadi dan siap untuk di nikmati, dan kedua wanita cantik itupun segera menyantap masakan yang mereka buat sama sama, dengan rasa yang sangat enak terasa di lidah keduanya.
" hmmm kenyang banget aku dev " ujar resa setelah menghabiskan satu mangkok dan sepiring nasi.
" yaiyalah kenyang, kalau makan kamu banyak kayak gitu " jawab devi yang sedikit merasa terkejut ketika resa, hari ini makannya cukup banyak.
" iyah yah dev, kayak nya hari ini aku sering laper hehe " ujar resa yang membenarkan ucapan devi.
********
" piiih masih belum ada kabar yah tentang keberadaan resa " tanya dea kepada bara yang saat ini papi dan anak itu tengah menikmati makan malam nya.
" belum ada sayang, dan papi juga udah ke rumah resa dan jawaban orang tuanya sama saja dengan jawaban sebulan yang lalu ketika kita kesana " jawab bara pada anaknya, yang memang sampai saat ini tidak pernah mendapat kabar tentang keberadaan resa dan juga venya dan tio yang tak pernah mau memberitahukannya pada bara.
" yah wajar piihh, kalau resa marah banget sama papih, karna kejadian itu " ujar dea lagi membuat bara menghela nafas nya pelan.
" yah de papih tau kalau itu emang salah papi, yang tidak bisa mengendalikan diri papi saat itu " jawab bara karna perbuatannya membuat persahabatan anak nya itu menjadi renggang saat ini.
setelah menyelesaikan makan malam, bara dan dea segera berlalu ke kamar nya masing masing.
" harus kemana lagi sih res, aku nyari kamu, kenapa begitu sulit untuk menemukan mu res.." ucap bara dengan mengacak acak rambut nya, karna usahanya selama ini masih belum mebuahkan hasil.
*****
__ADS_1
" Res.." panggil devi.
" yah dev, ada apa..?? " jawab resa ketika melihat devi yang sepertinya ingin berbicara sesuatu padanya.
" aku mau nanya res, alasan kamu selain ingin belajar dan membangun usaha disini, apa ada alasan lainnya sehingga kamu pindah kesini..??" tanya devi.
" emang kenapa kok kamu tiba tiba nanya seperti itu dev, yah gaada alasan lain lagi selain itu " jawab resa yang masih enggan untuk jujur pada sahabat nya itu.
" kamu gak usah bohong res, meskipun aku mengenalmu baru satu bulan, tapi aku bisa liat kalau kamu ada beban sehingga kamu pindah kesini.." jawab devi yang ternyata jeli melihat kelakuan resa yang seperti nya menyembunyikan sesuatu yang membuat dia terbebani.
" Cerita ajah res gapapa, aku bisa kok di percaya untuk menjaga cerita mu, ceritakan agar beban mu sedikit berkurang res.." ujar devi lagi agar resa bisa terbuka dengannya, karna ia juga sedikit tak tega kala melihat resa yang kadang melamun seperti mempunyai beban atau masalah yang tidak pernah ia ketahui.
mendengar penuturan devi membuat resa berfikir tidak ada salah nya juga jika ia berbagi cerita pada orang lain agar beban yang ia pikul tak terlalu berat.
" yaudah aku cerita alasan utama aku kenapa aku pindah kesini, dulu dan mungkin sampai sekarang aku mencintai daddy sahabatku dev, dan pada suatu malam kesucian ku di renggut oleh orang yang aku cintai dev, dari itu aku memilih untuk pindah kesini karna aku sangat kecewa pada nya dev, dan sampai saat ini orang tua ku pun tidak mengetahui akan hal itu " jelas resa menceritakan semua yang terjadi padanya dan alasan mengapa ia pindah ke kota Y, dan devi sedikit terkejut dengan apa yang di alami oleh sahabat nya itu.
" ya ampun res, maaf yah jika buat kamu sedih karna mengingat kejadian itu lagi " jawab devi yang sedikit tidak enak karna membuat resa sedih setelah menceritakan yang terjadi dengan resa.
" gapapa kok dev, dan kalo gini jadi lebih ringan, karna aku bisa berbagi cerita yang bisa sedikit mengurangi beban di fikiranku.." ucap resa .
" tapi res.. berarti kamu udah di tidurin sama lelaki beristri donk..?? " jawab devi dengan polosnya.
" ya ampun dev, daddy nya sahabat ku itu duda karna istrinya udah meninggal " ucap resa yang memang tidak menjelaskan kalo bara itu seorang duda.
" ooohhh pantesan.." jawab devi manggut manggut mendengar jawaban resa.
" ya udah yuukk.. gak usah di bahas lagi bikin aku sedih ajah.." jawab resa dengan mengajak devi untuk segera tidur dan di setujui oleh devi karna dirinya juga merasa ngantuk.
********
" hooeeek, hoooeekk, hooeek" suara resa ketika merasa mual kala pagi menjelang dan segera pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan semua makanan yang tadi malam ia makan.
Dan suara resa membuat devi terbangun dari tidurnya, dan menghampiri resa yang sudah terduduk lemas di lantai.
__ADS_1
" aduuuuhh res kamu kenapa..?? " tanya devi yang panik ketika melihat resa terduduk lemas setelah memuntahkan semua isi perut nya.
Haiiiii readeeeeerrrss...semoga selalu suka dan jangan lupa untuk dukungannya agar author semangat nulisnya love youu all...😍😍