
" om dewo keren banget siiihhh.." ucap dea dengan memuji sahabat dari papih nya itu.
" siapa lagi kalau bukan dewo pangestu.." jawab dewo dengan membanggakan diri nya karna berhasil membuat citra mau mendonorkan darah nya untu resa.
sedangkan di ruangan dokter.
" saya periksa kesehatan nya ibu citra dulu yah sebelum mendonorkan darah nya.." ucap dokter laki laki itu.
" ayo bu silahkan berbaring dulu.." ucap dokter itu lagi dengan mempersilahkan citra untuk berbaring di brankar yang tersedia di ruangan itu.
mendengar penuturan dari dokter itu, citra pun melangkah kan kakinya dan menuju brankar dan segera berbaring.
selang beberapa menit akhir nya dokter itu pun selesai memeriksa keadaan citra dan langsung duduk di kursi nya.
" gimana dok, apa dia bisa untuk mendonorkan darah nya ke istri saya.." ucap bara yang memang juga berada di ruangan itu, dan citra yang mendengar bara menyebutkan kata istri untuk resa langsung memutar bola matanya dengan malas.
" sejauh ini kondisi bu citra keadaan nya baik pak bara, dan kita bisa langsung mengambil darah bu citra sekarang juga karna operasi untuk bu resa beberapa jam lagi akan segera di lakukan.." jelas dokter laki laki itu, yang memberikan penjelasan yang membuat bara bisa bernafas lega.
" kalau memang itu yang terbaik silahkan segera lakukan dokter.." jawab bara yang langsung saja menyuruh dokter itu mengambil darah citra.
" baik pak bara.. kalau gitu mari bu citra ikut saya untuk segera mengambil darah nya.." ucap dokter itu dan segera keluar dengan di ikuti citra, dan bara pun ikut menyusul dan akan ikut ke ruangan di mana dokter akan mengambil darah citra, bukan karna apa bara ikut masuk karna bara takut citra akan melakukan hal licik karna yang bara tau citra mau mendonorkan darah untuk resa karna ancaman dari sekretaris nya dewo yang entah bara juga tidak tau ancaman apa yang dewo ucapkan pada citra.
" sebegitu tidak percaya nya kamu dengan ku bar, sampai sampai mengambil darah saja kamu temani.." ucap citra dengan senyum licik nya, yang memang sekarang citra sudah terbaring dengan selang infus berwarna merah.
__ADS_1
" lebih baik kamu diam citra..!!" ucap bara menjawab dengan nada dingin nya.
dan citra pun langsung terdiam dan tidak lagi memancing emosi dari bara.
setelah menunggu beberapa saat dan akhir nya darah yang di ambil dari tubuh citra pun sudah cukup untuk donor darah pada resa.
" prose pendonor darah nya sudah selesai.." ucap dokter dengan melepas selang infus yang masih menempel di tangan citra.
" bu citra selama 5 jam selama donor darah, bu citra sebaiknya untuk tidak melakukan aktivitas fisik dan beristirahat lah.." tutur dokter yang memberi nasihat kepada citra.
" baik dok.. terimah kasih.." jawab citra dengan tersenyum kecut.
" baiklah kalau begitu pak bara dan bu citra boleh keluar, saya akan segera mempersiapkan operasi untuk bu resa yang beberapa jam lagi akan di lakukan.." ucap dokter itu dengan segera pamit.
" kamu segera lah pulang dan aku akan menyuruh dewo untuk mengantar mu, dan terimah kasih untuk darah yang sudah kamu donorkan kepada resa.." ucap bara dan sebelum citra menjawab nya bara langsung saja meninggalkan citra begitu saja di tempat itu.
" iiiisshh nyebelin banget sihh.. kalo bukan karna ancaman dari sekretaris sialan itu aku tidak sudi memberikan darahku pada resa.." gerutu citra dengan mengehentak hentak kan kaki nya ke lantai, lalu citra pun segera berlalu menuju parkiran rumah sakit untuk menunggu dewo karna citra tidak menyiakan nyiakan waktu ini meskipun itu hanya di supiri oleh dewo, karna fikir nya setidak nya dia tidak perlu capek capek menyetir sendiri.
******
" pah.. maahh.. maaf bara sampai kelupaan bawain mamah dan papah makanan soal nyaaa.."
" iyah gapapa lagian dea udah ceritain kok semua nya, nanti mamah dan papah bisa beli makanan sendiri yang penting sekarang apa berhasil resa mendapatkan donor darah.." ucap venya yang langsung memutus penjelasan dari bara.
__ADS_1
" iyah piih gimana udah adakan piih pendonor nya.." tanya dea juga penasaran akan hasil nya apa sang papih berhasil membuat citra mendonorkan darah nya.
" syukur nya resa sudah mendapatkan pendonor darah dan ini baru saja dokter membawa darah yang untuk di donorkan pada resa ke ruangan penyimpanan darah.." jelaa bara dengan senyuman terukir di bibir nya.
mendengar penjelasan dari bara membuat ketiga orang yang mendengar nya pun langsung bersyukur.
" syukurlah tuh nenek lampir mau donorin darah nya, om dewo the best banget.." ucap resa dengan nada yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.
Jam terus berjalan hingga sore berganti malam dan malam pun berganti menjelang pagi.
pagi ini resa yang di jadwal kan untuk operasi, membuat beberapa dokter yang akan terlibat di dalam nya pun mulai bersiap siap menyiapkan segala alat yang akan di gunakan di ruangan operasi.
" dok apa saya boleh masuk ke dalam.." ucap bara pada dokter yang kini akan membawa resa ke ruangan operasi.
" maaf pak bara tidak bisa, karna ini akan memakan proses yang cukup serius dan rumit, karna pak bara sendiri mengetahui bu resa mulai dari masuk rumah sakit masih belum sadarkan diri, dan bapak sebaik nya berdoa agar setelah bayi yang di kandung bu resa lahir, bu resa segera membuka matanya..." jelas dokter yang melarang keinginan bara untuk ikut ke dalam ruangan operasi.
bara yang mendengar penjelasan dari dokter itu pun mengangguk lemah dan pasrah jika dia tidak bisa menemani sang istri untuk melahirkan buah hati mereka, dan bara pun membiar kan dokter dokter itu membawa resa ke ruangan operasi.
ketika waktu untuk melakukan operasi sudah di tentukan segera semua dokter yang terlibat di dalam nya memulai untuk melakukan proses di mana bayi kecil resa itu akan di lahirkan secara secar, dan setelah kurang lebih tiga puluh lima menit akhir nya bayi kecil dengan kulit berwarna merah gelap dan berjenis laki laki itu pun lahir.
dokter segera memotong tali pusat nya dan segera mengangkat ari ari di dalam perut resa, dan mulai dokter memeriksa detak jantung bayi itu sedangkan dokter yang lain nya bertugas untuk membersihkan rahim resa lalu menjahit luka sayatan dimana jalan bayi mungil nya lahir.
" puji tuhan, bayi ini sungguh kuat detak jantung nya normal dan segera bersihkan dia dan cepat taruh di inkubator dan segera pasang alat cpap untuk nya.." jelas dokter itu pada asisten yang bersama nya dan mendengar itu asisten dokter itupun segera melakukan apa yang di perintah nya.
__ADS_1
HAPPY READING DUA BAB DULU YAH SAYANG SAYANG NYA AUTHOR SEMOGA SELALU SUKA...😍😍LOVE LOVE BUAT KALIAN SEMUA.😘😘